Public Display of Affection di Media Sosial - Yay or Nay?

Sosial-Media

Public Display of Affection di Media Sosial - Yay or Nay?

943
Media sosial sebagai ajang mengumbar kehidupan pribadi, termasuk soal hubungan dengan pasangan kita. Yay or nay?

Akhir-akhir ini media sosial sangat populer penggunaannya ya, Ma, dan seakan menjadi candu layaknya narkoba yang menjerat pemakainya.

Masih ingat nggak sih, dulu sebelum segala bentuk media sosial ini booming, kita masing-masing punya hobi-hobi aktif yang bisa kita lakukan saat senggang ataupun saat merasa bosan. Atau kalau enggak, ya kita janjian bareng beberapa teman untuk nongkrong ramai-ramai di satu tempat, atau mungkin menjadikan salah satu rumah teman sebagai base camp untuk ngumpul.

Tapi lihat sekarang, Ma, apa yang akan kita lakukan kalau lagi bosan? Tetap banyak sih. Meski berbeda, karena ada aplikasi Facebook, Twitter, dan Instagram yang siap menemani di layar ponsel kita.

Yes, media sosial, saat ini, tidak dapat dipungkiri telah memengaruhi banyak aspek dalam hidup kita, termasuk dalam hal pribadi seperti soal relationship. Sebelum adanya media sosial, masalah privasi seakan menjadi semacam ukuran harga diri bagi kita. Berbeda dengan sekarang, banyak sekali pengguna media sosial mengumbar kemesraan (dan juga mengumbar pertengkarannya) dengan pasangan.


BACA JUGA


Kesal lalu Ngomelin Papa di Media Sosial? Bijaklah, Ma! Sharing is Not Always Caring!

Kesal lalu Ngomelin Papa di Media Sosial? Bijaklah, Ma! Sharing is Not Always Caring!

Media sosial menyediakan tempat untuk bereskpresi dan berpendapat secara bebas tak terbatas. Perlu kebijakan besar untuk memanfaatkan segala ...

Read more..


Pernahkah Mama mendengar soal public display of affection? Public display of affection merupakan perilaku di mana kita mengumbar kemesraan dengan pasangan di tempat publik, atau untuk dilihat oleh orang lain. Dan, seiring perkembangan zaman, kini pun nge-trend orang melakukan public display of affection melalui media sosial.

Seperti apa tuh, public display of affection melalui media sosial? Yah, mungkin ada pasangan suami istri yang saling mention dalam status Facebook sambil mengumbar kata-kata cinta. Atau ngetag satu sama lain dalam postingan Facebook Page yang berbau quote-quote romantis. Atau, mengunggah foto-foto berduaan, berpelukan, dan berciuman.

Namun, ada kalanya public display of affection melalui media sosial ini juga memberi efek buruk terhadap relationship antara kedua pasangan suami istri. Ketika salah satu ingin memamerkan kemesraan dan ingin mengekspresikan rasa cintanya lewat status di media sosial, tapi ternyata pasangannya ingin supaya hal tersebut tetap menjadi privasi, maka bisa saja hal ini menjadi pangkal "perang" dan adu argumen antara kedua pasangan.

Lalu nggak hanya berhenti di pamer kemesraan di media sosial, bahkan tak jarang ada yang "membawa" persoalan dengan pasangan ke status. Menghujat dan mencaci maki, atau menulis status yang mengundang orang untuk kepo terhadap kehidupan pribadi.

Duh duh. Padahal media sosial tidak dibuat untuk ajang pamer status hubungan. Lagipula, ada banyak alasan untuk lebih baik tidak melakukan public display of affection melalui media sosial. Apa saja alasannya?


Alasan-alasan untuk lebih baik tidak melakukan public display of affection di media sosial


Orang lain tidak akan ikut campur urusan kita dengan pasangan kita


Dimulai dari diri kita sendiri, Ma, untuk menahan semua emosi jika nanti ada masalah. Kalau saat sedang mesra-mesranya kita juga nggak melakukan public display of affection di media sosial, maka saat sedang terjadi masalah, kita akan cenderung bisa menjauhkannya dari media sosial juga.

Bener kan, bahwa yang terjadi sekarang ini, kita sering nggak bisa menahan diri untuk menuliskan masalah kita lewat status di Facebook atau Twitter? Orang yang melihat status ini akan menjadi tahu masalah kita dengan pasangan, lalu mereka akan lebih kepo lagi.

Dan karena pikiran setiap orang berbeda, dan sudut pandang semua orang berbeda, maka bukan nggak mungkin, hal ini akan menciptakan opini yang berbeda pula. Mungkin saja ada yang selalu berpikir positif tentang hubungan kita dengan pasangan, tetapi tak sedikit yang akan menilai kita dengan buruk. Bahkan mungkin akan menghubungi kita atau mengomentari status kita, dan lalu memberi opini yang menyesatkan atau malah memperuncing masalah.

Jangan sampai orang lain ikut campur urusan kita, Ma. Hubungan kita dengan pasangan hanya untuk kita sendiri, apa pun yang terjadi, mau baik atau buruk. Jangan biarkan orang yang nggak ngerti apa-apa soal rumah tangga kita sampai terlibat. Belum tentu kebaikan yang mereka bawa. Sadar kan, Ma, bahwa sebenarnya gosip dimulai dari sini?


Tidak perlu pengakuan dari media sosial selama pasangan menerima kita apa adanya



Pasangan yang kurang bahagia cenderung untuk memposting kemesraan di media sosial, beberapa penelitian dan survei mengatakan demikian.

Well, bukan tanpa alasan juga mereka melakukannya. Semacam berharap, agar orang melihat dan percaya bahwa kisah cintanya sempurna dan istimewa.

Padahal kenyataannya? Siapa yang bisa memastikan?

Belum tentu keadaannya demikian lho. Bisa jadi itu untuk menutupi hal yang lain. Sering terjadi kasus, banyak pasangan melakukan public display of affection agar terlihat langgeng dan harmonis di depan orang banyak, padahal mereka tak terlalu bahagia hidup bersama pasangannya.

Jika Mama sekarang memang sedang mencari "pengakuan" seperti ini di media sosial, well, jangan merasa tersindir sekarang ya. Ada baiknya, Mama segera introspeksi diri, dan barangkali segera mengambil langkah untuk memperbaiki keadaan yang sebenarnya. Yang Mama butuhkan mungkin hanya memperbaiki komunikasi dengan suami.

Kalau memang Mama sedang membutuhkan pengakuan, terutama soal hubungan suami istri dengan Papa, sebaiknya jangan meminta kepada orang lain yang bahkan tidak tahu seluk beluk tentang diri Mama dan Papa. Coba, ajak Papa untuk duduk berdua, sambil ngeteh barangkali? Dan beritahu Papa tentang yang Mama pikirkan, yang Mama butuhkan.

Kalau memang Papa sayang Mama, maka Papa pasti akan mengerti keadaan Mama, dan akan memberikan apa yang Mama butuhkan.


Mama akan lebih menikmati kehidupan pribadi tanpa gangguan media sosial



Sering nggak, Ma, melihat, ada pasangan sedang nge-date di sebuah cafe, namun keduanya malah asyik bermain ponsel masing-masing. Semacam sedih lihatnya ya? Apalagi kalau misal ada salah satunya yang cengok dicuekin oleh pasangannya yang sibuk sendiri sama ponselnya. Iyuh!

Nge-date bersama pasangan seharusnya menjadi momen paling romantis, karena dengan ngedate kita bisa ngobrol banyak dari hati ke hati, tanpa diganggu anak. Karena itu, jangan sampai terganggu oleh yang lain. Matikan saja ponsel lalu nikmati waktu berdua. Bukan posting kemesraan hanya agar dilihat orang.


BACA JUGA


Suka Kepoin Handphone Suami? Ini Dia 3 Tipe Istri Berdasarkan Tingkat Kekepoannya Masing-Masing!

Suka Kepoin Handphone Suami? Ini Dia 3 Tipe Istri Berdasarkan Tingkat Kekepoannya Masing-Masing!

Setelah menikah, maka nggak ada lagi aku dan kamu. Yang ada hanyalah kita

Read more..


Yes, Mama, pasangan suami istri yang sungguh sempurna tidak akan butuh untuk melakukan public display of affection. Mereka tidak akan menggunakan media sosial saat mereka sedang berduaan. Jika kita berada dalam hubungan yang baik, maka kita juga nggak merasa perlu untuk melakukan pembuktian kemesraan pada orang lain. Cukup buktikan kesetiaan dan kemesraan pada pasangan sendiri. Dengan demikian, bonding antara suami istri pun justru semakin erat.

So, play smart on social media, Ma! Jangan sampai menjadi bumerang bagi diri sendiri.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Public Display of Affection di Media Sosial - Yay or Nay?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dika Amfa | @dikaamfa

Kita semua pasti pernah menghadapi masalah dalam hidup kita. Itu adalah pilihan apakah kita harus dengan gagah berani menghadapinya, ataukah lari layaknya pengecut. Dika Amfa, laki-laki kelahiran Kebumen, 21 tahun yang lalu. Ingin berbagi pengalaman, shar