Punya Anak Perempuan Membuat Kita Harus Ekstra Hati-hati, Terutama terhadap 7 Hal yang Terlihat Sepele namun Perlu Diwaspadai Ini!

Punya Anak Perempuan Membuat Kita Harus Ekstra Hati-hati, Terutama terhadap 7 Hal yang Terlihat Sepele namun Perlu Diwaspadai Ini!

2.7K
Menjadi anak perempuan memang nggak mudah, banyak sekali tantangan di depan mata. Kita harus membimbing mereka sedini mungkin.

Berperan menjadi seorang mama di era seperti sekarang ini membutuhkan banyak sekali cara untuk bisa melindungi anak-anak kita dari berbagai pengaruh buruk, baik yang datang dari luar, maupun juga dari lingkungan kita sendiri. Apalagi jika anak kita adalah anak perempuan.

Kenapa?

Yah, rasanya tantangannya rasanya semakin banyak saja bekalangan ini, apalagi bagi kita perempuan. Banyak hal mengancam bahkan di lingkungan terdekat kita. Mama pasti tahu apa yang saya maksud, tanpa saya harus menjelaskan secara rinci kan?

Dan kita sebagai mama pastinya ingin kan, memiliki anak perempuan yang pemberani dan tangguh, dan bukanlah anak perempuan manja atau lemah.


BACA JUGA



Well, sebenarnya kita bisa mulai menanamkan kepercayaan diri dan ketangguhan itu sedari dini, mulai dari rumah kita sendiri, Ma. Lalu, apakah Mama tahu terkadang ada hal-hal kecil yang kita lakukan secara tidak sadar membuat mereka merasa tidak nyaman dan bahkan melemahkan kepercayaan diri mereka?


7 Hal yang sebaiknya kita jauhkan atau hindarkan dari anak perempuan kita



1. Pujian yang hanya bersifat fisik saja

1. Pujian Yang Hanya Bersifat Fisik Saja -

“Ih, sepatu kamu lucu sekali!”
“Wow, rambut keritingmu keren loh!”
"Kamu cantik banget memakai baju itu!"
Yes, barangkali kalimat di atas sudah biasa kita dengar dilontarkan untuk memuji anak perempuan kita. Kalimat-kalimat yang sama juga terdengar wajar dan seringkali juga Mama ucapkan kepada anak perempuan lain, sekadar untuk memecah keheningan atau basa basi untuk memulai percakapan. 
Adalah lumrah jika tampilan fisik atau yang terlihat oleh mata menjadi hal yang kita komentari untuk pertama kali. 
Tapi, tahukah Mama, kalau dengan mengatakan kalimat-kalimat tersebut, secara tidak langsung, Mama telah mengajarkan anak-anak kita untuk menilai seseorang dimulai dari tampilan luarnya? 
Jadi, jangan terkejut jika nanti suatu saat anak perempuan kita juga akan menghakimi orang lain hanya karena tampilan luarnya saja. 
Mama, kita bisa ajarkan anak-anak untuk menghargai dirinya sendiri sekaligus orang lain, tanpa harus melihat tampilan fisik atau apa pun yang dipakai. 
Mama bisa bantu anak perempuan kita untuk nyaman dengan keadaannya sendiri, memperbolehkan mereka memilih apa yang akan mereka pakai, berhenti mengomentari penampilannya, dan jelajahi minat mereka lebih jauh, buku-buku yang disukai, pemikirannya akan suatu hal, atau bahkan target apa yang ingin mereka capai di waktu mendatang.
Focus on what beyond them!


2. Pelukan dan ciuman yang tidak diinginkan

2. Pelukan Dan Ciuman Yang Tidak Diinginkan -

Tubuh mereka adalah milik mereka sendiri.

Kadang dalam budaya kita, anak-anak akan diminta untuk memeluk dan mencium "orang asing" yang baru pertama mereka temui (meskipun mungkin mereka adalah kerabat atau sahabat Mama). Dan jika anak-anak menolak, kita malah justru makin memaksa mereka untuk memberikan pelukan dan ciuman demi sopan santun.
Sadarkah Mama, bahwa dengan demikian Mama berarti telah tidak menghormati tubuh mereka dan tidak mendukung mereka untuk menghargai tubuh mereka sendiri?
Ada baiknya, Mama berhenti memaksa anak-anak untuk menunjukkan rasa sayang dengan pelukan atau ciuman, bahkan ke anggota keluarga sekalipun, atas nama kepatutan dan kesopanan. Sebaliknya, ajarkan anak perempuan Mama mengenai arti tanggung jawab atas tubuh mereka sendiri sepenuhnya, dan mereka tidak harus melakukan sesuatu yang tak nyaman bagi mereka.
Apa yang ingin mereka lakukan, mau hanya sekadar tos dan berjabat tangan, ataukah mereka memang ingin mencium atau memeluk orang lain, biarkan mereka yang memutuskan. Bisa saja memang anak-anak hanya ingin menunjukkan rasa sayang kepada orang lain, tetapi pastikan kalau hal tersebut adalah atas dasar keinginan mereka sendiri.
So, mulai sekarang, jangan paksa anak-anak memeluk dan mencium sahabat Mama kalau memang ia tidak mau ya, Ma.



3. Pornografi

3. Pornografi -


Mama, kita sudah harus segera bertindak untuk menghadapi kenyataan bahwa pornografi benar-benar merusak mental anak-anak kita, mengacaukan sel-sel otak mereka, menimbulkan ketidakpercayaan pada cinta yang tulus, juga bisa sampai berefek pada kegelisahan dan kecanduan. 

Sama dengan anak laki-laki, anak perempuan juga bisa terjerumus ke masalah kecanduan pornografi, meskipun anak perempuan akan lebih tertutup dan malu mengakui jika mereka bermasalah. 

Kenapa? 

Karena dia dan seluruh dunia menganggap pornografi adalah masalah laki-laki. Efek lain pornografi untuk anak perempuan adalah mereka bisa kehilangan percaya diri dan rentan terhadap kekerasan, karena meyakini apa yang mereka tonton adalah normal. 

Ayo, Mama, mari lindungi anak kita dari pornografi dengan mengajari mereka bijak dalam menggunakan internet dan media sosial.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Punya Anak Perempuan Membuat Kita Harus Ekstra Hati-hati, Terutama terhadap 7 Hal yang Terlihat Sepele namun Perlu Diwaspadai Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Susan | @susanindriany

Mom of two. Surviving motherhood. Owner of Blog Dekat Hati. www.dekathati.com

Silahkan login untuk memberi komentar