Rasanya Jadi Perempuan Bertubuh Gemuk di Jakarta (dan Hampir di Semua Tempat Lainnya di Muka Bumi)

Rasanya Jadi Perempuan Bertubuh Gemuk di Jakarta (dan Hampir di Semua Tempat Lainnya di Muka Bumi)

4.4K
Punya tubuh yang lebih besar atau lebih lebar atau lebih gemuk dari teman-teman lain sudah saya jalani sejak saya duduk di Sekolah Dasar. Masa kecil yang dipenuhi cubitan gemas dan panggilan tidak menyenangkan tidak pernah membuat saya minder saat itu. Namun ketika dewasa, banyak hal yang saya sadari dan (mestinya) disadari juga oleh semua orang.

Mungkin sekarang badan saya tidak sebesar dua tahun lalu, Ma. Efek ikut organisasi dan skripsi membuat badan saya cukup mengecil meskipun masih tetap lebih besar dari teman-teman saya yang lain. Punya tubuh yang gemuk memang tidak nyaman, bahkan ketika kita sendiri pun merasa nyaman dengan diri sendiri, pasti ada saja hal-hal yang menenggelamkan perasaan tersebut.

Di Indonesia sendiri ada banyak sekali orang gemuk dan kaum perempuanlah yang paling banyak mengalaminya (sumber: Sweet Slim).


Pengalaman selama 3 tahun di organisasi memungkinkan saya untuk mengetes beberapa hal termasuk merangsang pendapat dari teman-teman sekitar mengenai orang gemuk, Ma.

Kegiatan yang saya lakukan juga sering ikut andil dalam social experiment kecil saya pada saat itu. Percobaan kecil saya tersebut mengantarkan pada sebuah konklusi, yang baru bisa saya bagi sekarang, bahwa banyak orang yang tidak peka terhadap orang gemuk seperti saya, baik dalam segi perkataan maupun perbuatan.


BACA JUGA


Gaya Busana Hanya Faktor Kesekian yang Memengaruhi Kepercayaan Diri Mama yang Bertubuh Plus Size. Jangan Terpengaruh!

Gaya Busana Hanya Faktor Kesekian yang Memengaruhi Kepercayaan Diri Mama yang Bertubuh Plus Size. Jangan Terpengaruh!

Everyone has their own insecurities on each aspect of their lives. Kita semua pasti pernah atau bahkan sering merasa insecure, terutama soal ...

Read more..


Beberapa dikotomi tentang orang gemuk berdatangan dari seluruh arah mata angin dan kebanyakan didasari karena alasan yang sederhana: they don't know how it feels like to be fat.


Begini rasanya menjadi seorang (perempuan) yang bertubuh gemuk


Susahnya Untuk Percaya Diri


Yang paling sulit ditamakan ketika menjadi orang gemuk adalah menumbuhkan rasa percaya diri.

Bagi Mama yang bertubuh gemuk atau punya anak yang gemuk, mungkin sependapat. Rasanya kalau sedang di tengah kerumunan, banyak orang yang melihat dengan pikiran macam-macam. Perasaan bahwa kita sedang dihakimi (silently judged) karena punya tubuh yang besar makin mengendapkan rasa percaya diri.

Jangankan untuk berpakaian atau berdandan yang keren sedikit, yang sederhana saja kadang suka minder.

What Can I Do?

Jawabannya sangat sederhana tapi juga sangatlah sulit: lakukan saja, pede saja.

Saya pribadi, Ma, merasa mulai sebal ketika merasa kurang percaya diri ketika saya SMU. Dengan berat badan mencapai 75 kilo, rasanya pakai seragam pun tetap malu. Tapi kemudian saya dinasihati oleh mama saya mengenai apa pun yang akan saya lakukan, orang-orang pasti punya opini masing-masing yang biasanya tidak mengenakkan.

Jadi, lakukan saja. Mau pakai rok, pakailah. Mau pakai baju ketat tapi lipatannya kelihatan? Nggak perlu malu.

People will talk, they will always have something to say. As long as you're not hurting anyone, just be yourself and be happy about it.


BACA JUGA


Pengin Memakai Rok Mini Tapi Betis Besar? Lakukan Beberapa Trik Simpel Berikut!

Pengin Memakai Rok Mini Tapi Betis Besar? Lakukan Beberapa Trik Simpel Berikut!

Memakai rok mini? Kenapa enggak? Pede aja lagi, meski betis besar. Yang penting adalah triknya

Read more..


Dibilang "Cantik Meskipun Gemuk"


Ma, jujur saja, kalau mendengar kalimat, "Kamu gemuk tapi cantik, ya?" atau, "Anaknya cantik mekipun gemuk." atau sebangsanya rasanya kesal nggak, sih?

Serasa kalau gemuk tapi punya wajah yang cantik itu kelihatan aneh.

Padahal ada ungkapan bahwa cantik tidak mengenal warna kulit, mengapa ukuran tubuh tidak kebagian ungkapan baik semacam itu?

Tidak ada yang salah, lho, kalau seseorang punya tubuh gemuk sekaligus alis yang melekuk sempurna atau tulang pipi yang menonjol indah. Tidak salah pun keliru ketika menempatkan kata gemuk dan cantik dalam satu kalimat tanpa meletakkan "tapi" atau "meski" di antaranya.

What Can I Do?

Just say "Thanks!", dan tunjukkan kalau pujian tidak memerlukan eksplanasi yang menyakitkan.

Ajarkan juga ke anak-anak bahwa cantik adalah pujian untuk tiap perempuan, tidak peduli warna kulitnya, ukuran tubuhnya, ataupun dari mana ia berasal.


Repotnya Ketika Belanja Pakaian (Apalagi yang Online)

Saya tuh tipikal yang malas ketika belanja baju, aduh, apalagi celana.

Selain karena banyak ukuran yang tidak sama antara satu toko dengan toko lainnya, untuk nyobain pakaiannya pas atau nggak pun rasanya repot sekali.

Mama kalau punya anak yang tubuhnya gemuk juga susah diajak belanja atau nggak? Bisa jadi alasan sama dengan alasan saya tuh, Ma.

Sebenarnya, sih, bisa diatasi tapi kalau harus berkeliling satu pusat perbelanjaan karena nggak dapat ukuran rasanya mau bilang terima kasih saja.

Kasus paling sering terjadi kalau sudah ketemu model yang diinginkan, ukurannya nggak ada. Giliran ukurannya ada di 5 toko kemudian, modelnya nggak oke. Giliran ukuran dan modelnya ada di 8 toko selanjutnya, harganya mahal sekali (alasannya butuh kain lebih banyak untuk pakaian yang lebih besar. Haduh!).

Kalau beli di internet pun harus dipastikan return-able supaya kalau tidak muat (which is happened almost every time we shop) bisa dikembalikan. Hvft!

What Can I Do?

Kalau harus punya penjahit pribadi kan repot. Mungkin salah satu caranya adalah menetapkan toko langganan, kalau bisa beberapa.

Saya punya beberapa toko yang tidak menjual baju ukuran khusus tapi selalu diusahakan untuk dicarikan ukurannya. Ketika sudah jadi pelanggan tetap, biasanya penjualnya pun hafal dengan ukuran yang biasa kita pakai. Nggak perlu kelelahan berlebihan deh.


BACA JUGA



Nggak Bisa Ikuti Tren Pakaian Terbaru


Masih dalam soal gaya pakaian orang gemuk itu sulit sekali, lho, mengikuti tren fashion terbaru.

Ketika dulu ada tren rok abu-abu pensil dengan panjang seperempat betis, saya sempat coba tapi cuma dipakai 2 hari. Atau akhir-akhir ini sedang banyak yang pakai mini dress, dan dilapisi kaos putih polos. Kalau teman saya yang langsung pakai, rasanya bagus sekali. Tapi kalau saya yang pakai, jangankan menemukan dress yang sesuai dengan yang dilihat di Instagram, dipakainya pun harus dilapisi legging.

Karena kalau tidak roknya yang pendek bisa terangkat bahkan ketika nggak melakukan apa-apa. Jadi mau tidak mau, harus bertahan dengan gaya yang paling nyaman sajalah.

What Can I Do?

Saya jarang sekali ikuti tren, Ma. Tapi yang paling bisa saya maksimalkan adalah membuat gaya saya sendiri. Paling tidak, meskipun terlihat out-of-the-era alias kuno, saya tetap terlihat bagus dan yang penting nyaman.

Mama pun bisa mencobanya, misalnya daripada celana kulot yang sedang tren tapi malah tidak terlihat pakai kulot (karena malah membentuk dan kelihatan baggy), Mama bisa pakai saja rok lebar yang tidak mengekspose paha dan bisa bebas bergerak.

Motonya adalah terlihat keren dan nyaman bukan sekadar ikut-ikutan.


Dilema Kalau Sedang (Ataupun Tidak) Diet


Duh sebal nggak, sih, Ma ketika kumpul dengan teman-teman dan ada agenda makan-makan kita sering dituduh (atau disarankan) untuk diet?

Makan bareng teman-teman itu terkadang tricky dan sedikit bikin bete karena pasti ada saja yang nyeletuk "Lagi diet, ya?" ketika kita pesan makanan yang sedikit.

Atau ada saja yang menyambar "Banyak banget makannya, sekali-kali diet dong!" kalau kita pesan makanan lebih banyak dari yang lain.

Serba salah, ya? Padahal sedang tidak diet, makan sedikit digoda-goda diet, ketika makannya banyak disuruh untuk diet. Jadi mesti gimana dong?

What Can I Do?

Kalau pengalaman saya, Ma, biasanya saya lanjutkan saja. Berhubung teman sendiri yang ngomong, saya cuma bisa menimpali dengan celetukan macam "Kemarin sudah diet, hari ini lagi nggak.".

Kadang memang hal-hal seperti ini tidak bisa dihindari kalau agendanya sedang makan. Seperti biasa, we have to endure it so they would leave us alone.


Ditertawakan Ketika Berolahraga

Saya tuh dulu malas sekali lari pagi, Ma. Bukan karena tidak bisa bangun pagi. Tapi sederhana aja, karena masih banyak tetangga yang serasa lihat keajaiban alam ketika saya berolahraga.

Beberapa sautan seperti "Mau kurus, nih, ye!" sering terlontar dari tetangga sebelah atau orang yang tidak dikenal di pinggir jalan.

Rasanya risih sekali!

Kalau datang ke kelas fitness pun rasanya juga malu dikira sedang dalam program diet ketat. Padahal olahraga itu kan tujuannya bukan supaya langsing melainkan supaya sehat. Dikotomi orang gemuk olahraga supaya langsing memang sangat menjengkelkan.

What Can I Do?

Pakai headset atau ajak teman. Saya dulu mulai dengan mengajak mama saya jalan kaki selama 30 menit tiap pagi. Lalu lama-kelamaan saya mulai ajak adik saya untuk ikutan sampai akhirnya memutuskan lari sendiri.

Kalau sendiri pun biasanya saya pasang headset dan setel musik. Setidaknya saya akan bisa mengabaikan suara orang-orang yang mengganggu.


Susahnya Dapat Tumpangan (Tanpa Dikeluhkan)


Zaman sekarang hampir semua orang pakai aplikasi ojek online, begitu pun saya.

Tapi kadang ada perlakuan kecil yang ditunjukkan para driver ketika tahu saya bertebuh gemuk. Saya pernah, lho, Ma, dapat decakkan "Wah, subur juga, Neng. Jangan tidur di jalan, ya."

Pffft!

Sebenarnya saya tidak gampang bete dengan kalimat seperti itu, karena mungkin sudah sering dengar kali, ya, Ma. Sebelum ada fenomena ojek online pun saya sering dapat keluhan karena bertubuh gemuk, bahkan tak jarang ditolak. Misalnya kalau teman-teman sekelas mau pergi ke suatu tempat dan harus bagi-bagi kendaraan. Karena masa SMA dulu tidak ada yang bisa bawa mobil, semuanya kebagian naik motor. Banyak sekali yang menolak mengangkut saya dengan alasan motornya ceper atau bannya hampir kempes sampai akhirnya saya dapat tumpangan tapi tetap dengan keluhan.

What Can I Do?

Kalau tidak bisa bawa kendaraan, saran saya adalah ajak teman lain untuk naik angkutan umum. Pasti ada satu atau dua orang yang tidak bisa diangkut karena motornya kurang, misalnya.

Bisa juga dengan tetap terlihat biasa saja meskipun dapat respon yang tidak menyenangkan. Yang penting jangan terbawa emosi dan baper kemudian, Ma.


BACA JUGA


Naik Motor Jarak Jauh Bersama si Kecil Aman Untuk Mama Lakukan Dengan 6 Tips ini!

Naik Motor Jarak Jauh Bersama si Kecil Aman Untuk Mama Lakukan Dengan 6 Tips ini!

Naik motor untuk traveling adalah hal yang menyenangkan. Tapi, kalau bersama balita, aman nggak, ya

Read more..


Dilihat Sebagai Beban Ketika Ikut Kegiatan


Saya masih ingat tahun pertama perkuliahan yang menuntut saya untuk ikut kegiatan trekking di alam terbuka. Saat menjadi peserta, sebelum memulai trekking saya ditanya apakah akan kuat untuk sampai ke garis finish. Bahkan saya diperingatkan kalau berhenti di tengah jalan akan membebani teman-teman lainnya.

Padahal, jujur saja, medannya tidak berat dan dulu saya adalah pemain basket di sekolah sehingga latihan fisik seperti ini memang melelahkan tapi tak pernah bikin saya merepotkan orang lain.

Mama atau anak Mama pernah juga dipandang sebagai beban ketika aktif dalam kegiatan? It feels suck! Really.

What Can I Do?

Buktikan dan yakinkan kalau kita bisa melakukan hal-hal yang dilakukan orang lain. Terkadang, orang lain melihat orang bertubuh gemuk kesulitan untuk melakukan hal-hal berat padahal tidak semuanya seperti itu, kan, Ma?

Ketahui batas kemampuan diri sendiri, tidak ada salahnya jika memang tidak sanggup, tapi jika memang tahu dan yakin, lakukanlah.


Setumpuk Ancaman Kesehatan


Inilah yang patut dikhawatirkan oleh orang gemuk seperti kita dan patut diperhatikan pula oleh orang yang tidak gemuk.

Ancaman kesehatan banyak menghantui orang gemuk, lho, Ma. Makanya kenapa saya memilih untuk olahraga dan aktif berkegiatan meskipun makan tetap banyak (karena memang suka sekali makan. Hehehe). Mulai dari penyakit kecil seperti maag hingga komplikasi membuntuti orang gemuk.

Sudah tidak pede dan diancam oleh penyakit berbahaya, gimana nggak sensitif, ya, Ma?

What Can I Do?

Olahraga. Iya, berat banget, hari-hari pertama rasanya lebih baik menahan lapar seharian daripada harus bangun pagi dan lari satu kilometer. Tapi memang tak bisa diindahkan kalau apa yang kita makan butuh untuk diolah.

Kalau kegiatan yang dilakukan tidak sebanyak makanan yang dikonsumsi, akan sangat berbahaya nantinya untuk kesehatan, Ma.


Ketika Teman yang Langsing Bilang "Ih, Gue Keliatan Gemuk di Foto!"


Rasanya campur aduk ketika dengar ada teman yang jauh lebih langsing mengaku kelihatan gemuk di foto padahal ada kita yang jadi perbandingan kontras yang masuk dalam frame.

Kesal? Pasti, nggak mungkin nggak gondok kalau ada yang mengatakan hal semacam itu.

Perempuan memang selalu ingin kelihatan langsing di foto, begitu pun saya dan juga Mama. Yang beda, orang gemuk biasanya hanya mengeluh dalam hati, karena kalau bilang keras-keras malah disuruh diet lagi ya, Ma? Hahaha.

What Can I Do?

Biarkanlah, memang manusia jarang sekali bersyukur dan tidak perlu diambil hati karena itu hanya perspektif miliknya sendiri.


BACA JUGA


Diet? Nggak Perlu! Begini Cara Mencintai Bentuk Tubuh Seutuhnya Apa Adanya dan Tanpa Syarat

Diet? Nggak Perlu! Begini Cara Mencintai Bentuk Tubuh Seutuhnya Apa Adanya dan Tanpa Syarat

Mencintai bentuk tubuh dan diri sendiri adalah langkah pertama untuk menjadi sehat dan memiiki pandangan positif terhadap tubuh yang kita ...

Read more..


Gimana, Ma, merasa nggak? Buat yang punya tubuh proporsional, inilah dunia yang dialami oleh kami yang punya tubuh lebih gemuk dari kalian (dan dari seharusnya).

But let's keep respecting each other, alright?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Rasanya Jadi Perempuan Bertubuh Gemuk di Jakarta (dan Hampir di Semua Tempat Lainnya di Muka Bumi)". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Putri Hadi | @yasminhadi

Part-time writer, full-time magician.

Silahkan login untuk memberi komentar