Saya Seorang Single Parent, dan Saya Bahagia Seperti Orang Tua Lainnya!

Saya Seorang Single Parent, dan Saya Bahagia Seperti Orang Tua Lainnya!

559
Single parent bukanlah sebuah peran yang berat untuk dijalani, asalkan si single parent tersebut adalah seorang single sekaligus mom yang bisa menjalani perannya dengan penuh kasih dan kebahagiaan.

Namanya aja single parent, ya berarti sendirian, tanpa pasangan. Tapi jangan lupa, single parent aka single mom IS a mom!

Ada anak-anak terkasih bersama mereka. Single mom is a mom! Ia adalah seorang ibu yang sangat mencintai anak-anaknya. Yang akan melakukan segala sesuatu untuk anak-anaknya.

Berat? Nope!

Dengan kasih dan cinta, seorang single parent mampu menjalani hidup dengan kuat dan gagah. Nggak akan ada yang terasa berat, walaupun juga merupakan bukan hidup yang ringan. Tapi karena mengerjakannya dengan penuh kasih dan rasa bahagia, segala sesuatu yang dikerjakan jadi indah.

Apa aja sih yang katanya jadi tugas si single parent, dan yang katanya berat itu? Dan, kenapa si single parent kok ya tetap saja bisa bahagia walau katanya berat?


BACA JUGA


Menjadi Single Parent Tak Seharusnya Membuat Mama Tak Bahagia - 7 Tips Ini Bisa Bantu Mama!

Menjadi Single Parent Tak Seharusnya Membuat Mama Tak Bahagia - 7 Tips Ini Bisa Bantu Mama!

Tidak ada seorang pun yang ingin menjadi seorang single parent dalam hidupnya. Yah, single parent bukanlah sebuah pilihan. Ini takdir yang ...

Read more..


Ini dia pengalaman saya sebagai seorang single parent, dan segala hal yang 'berat-berat' itu


Single parent, si pencari nafkah


Saat suami masih ada (suami saya meninggal akibat kanker di tahun 2007), saya seorang ibu rumah tangga, Ma, bukan ibu bekerja.

Yah, saya pernah bekerja, tapi kemudian resign karena suami tidak mengizinkan saya bekerja di luar rumah. Setelah suami meninggal, otomatis saya harus mencari pekerjaan agar bisa mencukupi biaya kebutuhan kami; sekolah anak, rumah, makan, dan semuanya.

Tapi, takutkah saya untuk kembali ke dunia kerja? Nggak sama sekali. Bukankah sejak dulu banyak perempuan menjadi pencari nafkah dan tulang punggung keluarga? Bukan hanya single parent seperti saya yang harus bekerja menjadi pencari nafkah kan? Yang memiliki pasangan pun banyak sekali yang bekerja di luar rumah.

So, apakah setelah menjadi single parent, lalu harus mencari nafkah, saya merasa hal itu sebagai sesuatu yang berat? Jawabannya adalah saya justru merasa bahagia. Karena saya yakin, segala sesuatu jika kita kerjakan dengan suka cita tidaklah akan menjadi berat.

Penghasilan kecil? Uang tidak mencukupi untuk biaya kebutuhan hidup? Tenang aja, ada Tuhan yang Luar Biasa Maha Kaya. Berusaha, dan berdoa. Tidak mungkin tidak dicukupi.

Masih belum cukup juga? Berusaha maksimal itu wajib, tapi ingat, Tuhan yang memutuskan segalanya. Rezeki tidak akan pernah salah alamat.


Single parent, si pengurus anak


Waduh, memangnya yang bukan single parent tuh nggak perlu mengurus anak ya? Apa iya sih, hanya single parent aja yang seharusnya mengurus anak? Nggak begitu kan ya, Ma?

Saat kami masih menjadi keluarga utuh, saya mengurus anak-anak. Pun suami, he was an amazing dad! Anak-anak kami adalah nyawa kami. Sudah sepantasnya dijaga, dilindungi, dan dicintai.

Lalu setelah suami meninggal, hal tersebut tidak akan pernah hilang. Malah semakin membahagiakan. Kok bisa? Karena semua itu menjadi utuh hak saya, karena setiap detik kami bisa selalu bersama.


Single parent, si pengurus rumah


Bukan hanya single parent saja yang kebagian tugas mengurus rumah juga kan? Berat? Ya, jalani saja dengan senyum suka cita. Seperti halnya, para ibu rumah tangga yang lainnya. Nggak ada bedanya.

Waktu anak-anak masih kecil, rumah berantakan, penuh mainan, baju kotor berserakan. Itu sungguh pemandangan yang wajar.

Seperti halnya ibu yang lain, saya pun juga mengajari anak-anak membereskan kembali mainan setelah bermain. Untuk baju kotor berantakan, saya sediakan tempat yang mudah dijangkau oleh anak-anak sebagai tempatnya.

Masih berantakan juga? Santai saja, saya bereskan sambil berjalan ke dapur. Saya ambil baju-baju kotor yang berserakan itu sambil bernyanyi. Hitung-hitung saya olahraga. Jongkok, ambil, jongkok, ambil.

Lumayan, perut jadi tidak membuncit. Hahaha.

Malah justru sesudah anak-anak besar, perut saya akhirnya membuncit karena baju kotor sudah ada di tempatnya, Ma! Hvft!

Saya nikmati saja semuanya. Rumah yang berantakan adalah tanda anak-anak bahagia dan mereka ada bersama saya. Satu saat nanti, mereka dewasa, hilang sudah semua ini.

Saya pasti akan merindukan semua kekacauan ini.


BACA JUGA


Mama Single Parent, Tetaplah Kuat Jika Ada yang Mengatakan atau Menanyakan 5 Hal yang Paling Malesin Ini!

Mama Single Parent, Tetaplah Kuat Jika Ada yang Mengatakan atau Menanyakan 5 Hal yang Paling Malesin Ini!

Pernahkah kita berhenti sejenak untuk berpikir, bagaimana sih hidup sebagai mama single parent? Apa saja kenyataan yang mereka hadapi? ...

Read more..


Single parent, si pembuat keputusan


Merasa sendirian saat harus membuat keputusan? Tenang, tenang. Single parent adalah seorang yang hebat! Mereka nggak tergantung pada orang lain, karena sudah terbiasa menghadapi semua sendiri.

Duh, kok susah, ya, pilihan yang harus diambil ini? Tenang lagi, tenang lagi. Ada Tuhan bersama para single parent. Kita nggak pernah sendirian.

Lagipula semua orang memang harus bisa memutuskan sesuatu yang terbaik untuk dirinya sendiri bukan? Juga untuk keluarganya. Bukan cuma single parent saja yang harus melakukannya.

Ditambah lagi, siapa pun bisa memberi masukan kok. Kan, kita juga punya orang-orang yang kita cintai dan dekat dengan kita, yang bersedia memberikan saran dan pertolongan saat dibutuhkan?

Tapi siapa pembuat keputusan? Ya, kita sendiri. Pasti bisa!


Single parent, si sahabat anak


Single mom berperan sebagai ibu dan bapak sekaligus? Oh, no! Single mom itu ya ibu. Mama, bukan papa. Saya sendiri nggak mau tuh membebani diri dengan begitu banyak peran.

Tapi kan anak-anak butuh figur seorang papa!

Ya, memang. Itu sering saya dengar, dan saya paham betul artinya. Tapi, figur seorang papa bisa diambil dari siapa saja, kok. Kakek, om, sahabat, teman, bahkan siapa pun itu. Selama mereka semua memang bisa dijadikan teladan sebagai seorang papa.

Ya, Mama. Sejak dulu saya lebih memilih menjadi sahabat untuk anak-anak saya. Bagi saya, berperan sebagai sahabat mereka rasanya lebih membahagiakan. Bukan cuma untuk diri saya sendiri, tapi juga bahagia untuk 3 anak saya. Mereka bisa bercerita apa pun tanpa takut dicela, dihakimi ataupun dimarahi.

Karena dengan menempatkan diri saya sendiri sebagai sahabat mereka, kami menjadi amat akrab, layaknya teman.


BACA JUGA


Single Parent Harus Mempunyai 7 Hal Krusial Ini Agar Tetap Survive Menjalani Hidup

Single Parent Harus Mempunyai 7 Hal Krusial Ini Agar Tetap Survive Menjalani Hidup

Menjadi single parent tak sesederhana yang kita pikirkan. Penuhi 7 hal ini, agar Mama bisa survive sebagai single parent

Read more..


Tuh kan, Ma, sama aja kan tugas single parent dengan mama lain yang masih punya pasangan? Hanya beda sedikit karena single parent itu memang sendiri, dan semua diselesaikan sendiri.

Jadi single parent yang berbahagia? Yes, dong ah!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Saya Seorang Single Parent, dan Saya Bahagia Seperti Orang Tua Lainnya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nitaninit Kasapink | @nitaninit

Silahkan login untuk memberi komentar