Sebuah Lemari Pakaian Bisa Mengajarkan Mama Akan Artinya Kesederhanaan Hidup

Sebuah Lemari Pakaian Bisa Mengajarkan Mama Akan Artinya Kesederhanaan Hidup

757
Lemari pakaian kadang dilupakan kalau seisi rumah tengah mencari sesuatu padahal semuanya suka 'ngumpul di sana.

"Maaa, di mana kemeja biru Papa, ya?"

Lalu nggak lama terdengar suara si Kakak, "Ma, kaos kaki kakak sebelahnya kok nggak ada?

Duh! Tarik napas, embuskan...

Semua yang dicari sebenarnya ada di lemari pakaian! Hanya saja mereka nggak telilti memeriksa isinya. Gemas-gemas sebal deh jadinya.

Pada umumnya, anak-anak dan Papanya itu kan sukanya menaruh barang sembarangan, dan saat membutuhkan, barangnya entah di mana. Untung ada kita, ya, Ma. Simsalabim, barang yang hilang segera ketemu.. *benerin sayap dan mengayun tongkat peri.

BACA JUGA


Yuk, Menata Rumah dengan Metode KonMari Demi Hidup Mama yang Lebih Nyaman dan Lebih Baik!

Yuk, Menata Rumah dengan Metode KonMari Demi Hidup Mama yang Lebih Nyaman dan Lebih Baik!

Menata rumah menjadi PR besar bagi sebagian mama, apalagi kalau rumah sudah penuh dengan timbunan barang. Tapi dengan metode KonMari, menata ...

Read more..

Etapi untuk urusan per-barang-an, saya punya beberapa tips untuk mensederhanakan hidup Mama dan keluarga, nih. Terutama soal lemari pakaian. Supaya ngga ada lagi teriakan minta dicariin dasi atau kaus kaki atau di pagi hari yang sudah riweuh.

Apalagi, momennya pas-pasan dengan libur panjang atau long weekend, biasanya membawa hasil setumpuk pakaian baru, bukan?

Yuk, disimak tips lemari pakaian berikut ini dan juga keuntungannya bersederhana!

1. Beli Lemari Pakaian yang Kecil

Saya dan suami berbagi satu lemari pakaian 3 pintu dengan lebar 1,2 meter dan tinggi 1,8 meter.

Satu pintu untuk baju-baju yang digantung, dan dua pintu untuk yang dilipat. Ada satu laci juga untuk menyimpan dasi dan barang-barang kecil. Untuk kami berdua, lemarinya dapat menampung pakaian dengan pas, tidak kurang dan tidak berlebih. Anak-anak juga berbagi satu lemari tiga pintu. Tapi ukurannya mini.

Lemari pakaian yang kecil akan memperlihatkan dengan jelas isinya. Kalau pakaiannya terlalu banyak, maka sempit. Sebaliknya, jika pakaiannya sedikit, lemarinya agak lowong.

Secara psikologis, isi lemari akan mengingatkan kita untuk belanja seperlunya, loh Ma!

2. Barang Masuk = Barang Keluar

Sudah beberapa tahun ini, saya menerapkan 'sistem keseimbangan' begini di rumah. Caranya mudah, yaitu ikhlas. Ikhlas untuk melepas barang lama sejumlah barang baru. Walaupun terkadang berat, hiks.. *apasih!

Lebaran kemarin, anak-anak mendapat beberapa potong pakaian baru. Sebelum berbelanja, saya mengingatkan mereka untuk mulai memikirkan pakaian lama untuk dikeluarkan dari lemari.

Jadi begitulah, seberapa banyak anak-anak mendapat pakaian baru, sebanyak itu pula mereka harus rela melepas pakaian lamanya, untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Ada yang memang sudah kecil, ada juga yang masih sering dipakai. Tidak mengapa, rule is rule. Kalau sudah peraturannya begitu, maka terapkan!

3. Kategorikan

Saya mendengar beberapa Mama menggumam, "Gimana caranya mengikhlaskan pakaian? Hla wong belinya juga harga segini, atau sayang karena hasil oleh-oleh.". Eh, sepertinya itu saya sendiri yang bergumam, huahahah! Memang Ma, di mana-mana, ikhlas itu susah!

Untuk itu, saya biasanya membuat 3 kategori : perlu, kurang perlu, tidak perlu. Jadi saat membongkar lemari untuk mencari-cari pakaian untuk dikeluarkan, saya akan membaginya ke dalam tiga kategori itu. Di sinilah, keikhlasan Mama diuji.. *sabar, sedang ujian!

Kategori 'perlu' tentu saja berisi barang-barang yang masih dipakai, ya. Kategori 'kurang perlu' berarti barangnya sudah sekitar 3 bulan lebih hanya menjadi pemanis lemari. Ituloh, jenis pakaian yang biasanya disayang-sayang, "Ah, nanti aja dipakenya kalo ada acara ini.." dan 'acara ini' itu tidak kunjung tiba. Lalu, kategori 'tidak perlu' ya tentunya berisi barang yang Mama bahkan sudah lupa pernah punya, hehehehe....

Setelah semua barang masuk dalam tiga kategori itu, Mama sortir lagi keranjang yang berlabel 'kurang perlu'. Dari situ, minimal 30%nya harus masuk kategori 'tidak perlu', ya. Ingat, 30%! Kalau kurang dari itu, sia-sia saja bongkar lemari, Ma.... *kuatkan hati yaa!

BACA JUGA


Jangan Takut Rumah Berantakan! Berikut 11 Ide untuk Bermain Asyik dengan Si Kecil Tanpa Takut Rumah Bak Kapal Pecah!

Jangan Takut Rumah Berantakan! Berikut 11 Ide untuk Bermain Asyik dengan Si Kecil Tanpa Takut Rumah Bak Kapal Pecah!

Rumah berantakan saat bermain adalah hal yang wajar, tapi kadang capek ya, Ma untuk beresinnya

Read more..

Dari tiga tips lemari pakaian, Mama bisa mendapat banyak keuntungan, loh!

1. Hemat Uang

Setiap jalan ke mal, seperti yang Mama ketahui, kata 'sale' itu selalu saja menggoda. Tapi, coba saja Mama berjalan menghampirinya dengan mengingat keadaan lemari di rumah, pasti jadi bimbang. Satu pikiran berkelebatan, "Kalau beli, mau taruh di mana?"

Lumayan kan, Mama jadi berhasil melewati godaan itu dan menyimpan kembali beberapa ratus ribu yang hampir dikeluarkan. Yeay!

2. Hemat Waktu

Bayangkan jika Mama kekeuh membeli sepotong-dua potong pakaian baru dengan tetap mempertahankan semua pakaian lama. Lemari pakaian akan menjadi penuh sesak, Ma! Apalagi kalau sudah menjadi kebiasaan, rajin beli tanpa pernah rela mengeluarkan yang lama. Duh!

Dengan lemari pakaian yang isinya tidak berlebih, Mama bisa menghemat banyak waktu untuk mencari pakaian yang dibutuhkan. Semua akan terlihat jelas, tanpa ada yang terselip-selip di belakang, baik itu baju atasan, celana, kerudung, bahkan underwears. Lima menit untuk 'ngubek-ngubek' isi lemari demi secarik scarf marun yang matching dengan blazer Mama itu lumayan mengesalkan, loh!

3. Pikiran yang Ringan

Lemari pakaian yang rapi akan menjadi pemandangan indah di pagi hari. Setuju, kan? Apalagi jika terorganisir dengan rapi. Ambil sehelai blouse di antara lipatan baju atasan, lalu ambil rok span di antara lipatan bawahan. Ambil blazer di antara pakaian yang bergantungan, lalu menarik sehelai selendang warna senada untuk dilingkarkan di leher dengan manis.

Tak lebih dari tiga menit, urusan memilih pakaian selesai. Lemari tetap rapi, pakaian tidak berjubelan-tidak karuan. Kemudian sarapan, dan berangkat kerja dengan pikiran ringan, hati riang.

Hmmm, what a morning!

4. Sederhana dan Beramal

Ini yang saya suka dari 'pelajaran tentang lemari pakaian', terutama untuk anak-anak.

Lemari pakaian yang kecil akan mengajarkan mereka untuk bersederhana dalam berpakaian. Jika belum perlu, mereka mengerti sendiri untuk tidak usah membeli. Untuk apa? Lemari mereka sudah cukup memuat pakaian yang diperlukan.

Jika sudah saatnya harus membeli, atau punya baju baru dalam situasi tertentu seperti hari raya atau ulang tahun, anak-anak akan juga belajar berbagi, loh Ma! Karena mereka tau, ada yang harus dikeluarkan.

Pakaian-pakaian yang terpilih untuk 'dieliminasi' akan disumbangkan pada saudara-saudara yang membutuhkan. Coba Mama perhatikan wajah mereka saat 'beramal' memberikan barang lamanya, tentu akan ikut bangga dan bahagia. Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah, bukan begitu? Semoga ke depannya mereka selalu ingat pelajaran ini, ya Ma!

BACA JUGA


Baju Bekas Menumpuk? 11 Ide Kreatif Ini Bisa Mama Sontek dengan Memanfaatkannya!

Baju Bekas Menumpuk? 11 Ide Kreatif Ini Bisa Mama Sontek dengan Memanfaatkannya!

Baju bekas yang menumpuk di lemari seringnya diapain, Ma? Dibuang? Eits, jangan dong! Mending sontek 9 ide DIY baju bekas ini deh

Read more..

Jadi gimana, sudah siap membongkar lemari pakaian, belum Ma? Hayuk atuh, mumpung kemarin baru beli baju Lebaran, hihihi! Happy eliminating dan beramal bersama anak-anak, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sebuah Lemari Pakaian Bisa Mengajarkan Mama Akan Artinya Kesederhanaan Hidup". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar