Sedang dalam Masa Sulit? Urai Masalah Komunikasi Suami Istri dengan 10 Kalimat Mantra Ini!

Sedang dalam Masa Sulit? Urai Masalah Komunikasi Suami Istri dengan 10 Kalimat Mantra Ini!

3.8K
Komunikasi suami istri menjadi hal yang sangat krusial dalam pernikahan. Permasalahan yang timbul bisa diatasi atau malah jadi makin runyam, semua tergantung komunikasi suami istri yang terjalin. So, be wise picking your words!

Masalah komunikasi suami istri dalam ikatan pernikahan itu memang kadang terasa sedikit rumit ya, Ma.

Apalagi saat kita sedang dalam masa-masa yang sulit. Well, you know. There are ups and downs in marriage. Pernikahan itu mustahil tanpa riak dan kerikil. Pasti ada saja masalah seiring waktu suami istri berjalan bersama.

Entah masalah internal keluarga sendiri, antara suami dan istri, ataupun masalah kita dengan orang lain di lingkungan kita, yang kadang sangat memengaruhi atmosfer rumah yang jadi kurang nyaman. Dan yang pertama kali ngefek biasanya ya ke komunikasi suami istri.

Biasanya yang terjadi memang sedikit saja salah bicara yang akhirnya bisa jadi salah paham, kalau emosi sedang di ubun-ubun. Masalah jadi makin panjang dan rumit ceritanya. Jadi banyak di antara kita justru memilih diam. Kalau ditanya kenapa diam, jawabannya, "Ketimbang bertengkar kan?"

Hmmm ... tapi tetep ya. Still sounds so wrong!

Karena diam itu juga bukan merupakan solusi terbaik dalam masalah komunikasi suami istri ini. Namanya pun komunikasi ya, kan harusnya ya terjadi interaksi dua arah. Kalau cuma diam, lalu interaksinya bagaimana? Tapi kalau interaksi, jadinya bertengkar. Ya nggak gitu juga. Makanya harus ada beberapa kalimat mantra yang bisa kita ucapkan untuk mencairkan kondisi yang tidak mengenakkan itu.

Tapi, ih, masa Mama yang ngomong duluan? Kan Papa yang salah!

Misalnya kondisinya demikian, tapi ya apa iya sih, cuma mau nunggu Papa ngomong duluan? Kenapa harus begitu? Mengapa nggak kita coba untuk lebih dulu mencairkan suasana? Apa salahnya jika kita yang memulai obrolan lebih dulu kan?

So, untuk membalik keadaan agar lebih baik, tak perlu menunggu biar Papa duluan yang menyapa atau ngomong.

Tapi, bagaimana ya, caranya mencairkan kebisuan ini? Karena bisa jadi energi positif yang keluar dari kata-kata baik bisa membantu kita keluar dari masalah komunikasi suami istri yang buntu ini.

Jadi bisa dicoba nih, Ma, 10 kalimat yang bisa Mama ucapkan pada suami demi mencairkan suasana dan memperlancar kembali komunikasi suami istri yang macet.


1. "Ada cerita apa di kantor hari ini?"


Pancing suami bercerita, lalu Jadilah pendengar yang baik, mengangguk-angguk lalu bertanyalah ini dan itu sebagai tanda Mama benar-benar menyimak. Jangan menyinggung masalah yang sedang terjadi. Singkirkan dulu, itu ada waktunya nanti!

Cara ini efektif buat bikin Papa merasa nyaman, Ma! Karena merasa Mama adalah sahabat terbaiknya. Setelah suasana cair dan komunikasi sudah lancar kembali, maka Mama bisa menanyakan kembali permasalahan yang terjadi antara Mama dan Papa. Biarkan mengalir saja. Biarkan Papa mengeluarkan segala uneg-uneg. Biasanya kalau sudah plong, solusi lebih cepat didapat.


2. "Mama butuh Papa."



Kadang sebagai istri, kita perlu juga sesekali 'manja' dan menunjukkan kalau kita nggak semandiri yang terlihat.

Mengapa? Karena biasanya suami akan merasa agak minder, dan lalu merasa tidak dibutuhkan kalau ternyata kita bisa melakukan semuanya sendiri. Meski mungkin kita memang istri yang kuat dan hebat, namun sesekali berikan kesempatan pada Papa untuk membantu.

Ini juga bisa jadi mantra untuk mencairkan kebisuan akibat komunikasi suami istri yang macet. Lagi saling diam, ternyata air mineral di galon habis. Kan bisa jadi modus buat ngomong ke Papa.

"Papa, minta tolong, gantiin galon dong!"

Papa pun dengan senang hati pasti akan membantu.

Jangan lupa ucapkan terima kasih ya, Ma.

Ya, katakan saja kalau 'Mama butuh Papa'. Di saat berada dalam masa-masa sulit, kalimat ini bisa bikin Papa merasa, dia amat dibutuhkan di rumah. Jadi, Papa akan berusaha sesegera mungkin mencari solusi, agar masa-masa sulit cepat berakhir.


3. "Papa itu hebat!"



Siapa yang tidak meleleh jika pasangan mengatakan bahwa kita sangat berharga?

Meski pada dasarnya para pria nggak butuh pujian ataupun rayuan, tetapi tetep ya, Papa akan selalu senang dipuji. Kalimat ini cukup ampuh untuk menghangatkan suasana hati, dan mencairkan kembali kebuntuan komunikasi suami istri.

Ucapan-ucapan pujian, seperti "Papa keren." atau "Papa sangat berharga buat Mama." pastinya akan membuat masalah yang sedang menerpa menjadi tak berarti lagi dibandingkan kebersamaan Mama dan Papa.


4. "Maafkan Mama ya, Pa!"


Komunikasi suami istri yang macet, dan segala masalah yang terjadi, memang nggak selalu salah kita, Ma.

Bisa jadi penyebab masalahnya justru dari luar keluarga inti kita, misalnya saudara, pekerjaan atau musibah yang tiba-tiba terjadi. Tapi kalimat permintaan maaf dari Mama (meski bukan Mama yang salah), biasanya akan membuat hati Papa cooling down. Hatinya akan melembut dan tenang.

Siap-siap aja kalau akhirnya suami juga akan bilang, "Bukan salah Mama kok. Papa juga minta maaf." Ah, Mama pasti akan melted deh.


5. "Bukan salah Papa."


Ada kalanya saat pernikahan sedang di masa sulit. Kita saling menuduh, salah Mama atau Papa. Atau sebaliknya saling menyalahkan diri sendiri, rasa bersalah yang berlebihan.

Coba deh, Mama katakan, "Kita memang sedang di masa sulit, tapi ini bukan salah Papa. Sudah menjadi takdir Tuhan untuk kita jalani. Masih banyak orang lain yang lebih sulit kondisi rumah tangganya."

Kalimat seperti itu biasanya akan membuat Mama dan Papa bersyukur, bahwa kesulitan yang dihadapi ternyata cuma seupil.


6. "Mari kita hadapi sama-sama."


Nah, yang satu ini adalah kalimat pencair komunikasi suami istri kebalikan dari yang poin 4 dan 5 nih.

Katakan saja, "Mama tahu keadaan kita sedang sulit. Tapi Mama maafin Papa kok. Mari kita hadapi sama-sama, Pa!"

Wah, betapa hati Papa akan bagai tersiram air dingin saat mendengar Mama mengatakannya di hadapan Papa. Dia pasti akan bersemangat kembali untuk berusaha mencari solusi agar permasalahan segera teratasi.


7. "Mama akan selalu ada di samping Papa!"


Ya, saat badai melanda, kadang kita jadi gelap mata. Yang kurang sabar, bisa jadi kemudian berpikir yang tidak-tidak. Padahal di sinilah ujian yang sebenarnya.

Mungkin Mama memang tak akan pernah meninggalkan Papa, apa pun yang terjadi. Tapi suami sesekali juga butuh untuk diyakinkan, bahwa Mama akan selalu berada di sampingnya no matter what.

Barangkali komunikasi suami istri yang macet itu juga merupakan manifestasi Papa yang takut jika Mama meninggalkannya lho. Suami juga sering merasa bersalah dan merasa bertanggung jawab, kalau sampai menempatkan istri dan anak-anak dalam kondisi sulit. Hingga kemudian mereka terpikir, apa mungkin Mama akan meninggalkan mereka.

Kalau yang sudah-sudah, Mama sekadar berusaha menenangkan Papa, kali ini tegaskan, Ma, bahwa apa pun yang terjadi dalam rumah tangga Mama dan Papa, Mama akan selalu mendampingi Papa.


8. "Mama mencintai Papa karena ..."


Waktu sebelum menikah pernah mengungkapkan perasaan belum, Ma? Hehehe. Sesekali ngilangin malu di depan suami, nggak apa-apa ya. Nembak-lah istilahnya, kalau anak muda bilang.

"Sebenarnya Mama mencintai Papa karena ..." dan lontarkanlah kalimat rayuan Mama yang paling maut, entah benar atau gombal tak perlu dipikirkan. Cukup efektif lho, Ma, untuk mendinginkan emosi dan bikin suasana jadi fun. Apalagi kalau Mama bisa menyampaikannya dengan cara-cara modus nan penuh sepikan.

Kadang Papa juga perlu dimodusin dan digombalin, apalagi kalau suasana lagi nggak nyaman. Jangan takut nggak ditanggapi. Pasti direspon deh, apalagi kalau Mama menyatakannya dengan ikhlas.


9. "Jalan yuk, Pa!"


Saat pernikahan sedang dalam masa sulit, dan komunikasi suami istri sedang tak lancar, kita jadi malas ya melakukan apa pun. Kita jadi terlalu fokus pada masalah yang masih belum ditemukan solusinya.

Namun, ada baiknya juga untuk sesekali mungkin mengajak Papa jalan-jalan sejenak, mencari udara segar. Nggak harus ke tempat yang mahal kan? Mungkin sekadar mengenang tempat-tempat romantis dulu. Atau ngebakso dan duduk-duduk saja di taman sama anak-anak. Bawa bola dari rumah dan bermain sampai capek juga bisa jadi sarana penyaluran emosional yang efektif.

Bisa jadi lho, malah kemudian Mama dan Papa menemukan jalan keluar akan masalah yang sedang dihadapi, saat Mama dan Papa lagi jajan kerak telor atau nasi uduk di pinggir jalan.

Kadang suasana yang berbeda dan segar membuat otak kita juga jadi terstimulasi dengan baik.


10. "Mama percaya sama Papa."


Inilah kalimat mantra yang paling ampuh, di mana saat seorang istri mempercayakan dirinya, anak-anak dan rumah tangga untuk dipimpin dan dituntun oleh suami.

Katakanlah "Mama percaya sama Papa." beberapa kali, Ma. Kalimat ini bisa jadi semacam flashback ke awal pernikahan saat Mama menyerahkan wewenang pimpinan ke suami.

Kalimat ini efektif untuk membangkitkan rasa kepercayaan diri suami. Bahwa dia akan mampu memimpin rumah tangga ini melewati badai yang sedang menerpa, dan semua akan baik-baik saja.


Nah, dengan 10 kalimat mantra di atas, pastinya kita berharap bahwa komunikasi suami istri yang membeku dan macet karena sedang diterpa masalah dan berada dalam masa sulit bisa sedikit mencair ya, Ma. Yang pasti, inilah saat-saat di mana ikatan batin antara suami dan istri tengah diuji. Jika salah satu menyerah, maka yah ... akhirnya akan sudah bisa diduga. Nggak akan baik untuk semua, terutama untuk anak-anak.

So, stay in love, Mama! Dan semoga semua permasalahan rumah tangga Mama dan Papa segera ada jalan keluarnya ya!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sedang dalam Masa Sulit? Urai Masalah Komunikasi Suami Istri dengan 10 Kalimat Mantra Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ruli Retno Mawarni | @ruliretno

Supermom for 3 kids, lifestyle & travel blogger, content writer, www.ruliretno.com Cp : ruliretno@gmail.com

Silahkan login untuk memberi komentar