Sekolah Bagus? Harus Memenuhi 5 Syarat Ini!

Sekolah Bagus? Harus Memenuhi 5 Syarat Ini!

2.3K
Education is the most powerful weapon we can use to change the world. ~ Nelson Mandela

Hari Senin mendatang, anak-anak sudah mulai masuk sekolah. Yang sekolahnya baru, pasti rasanya begitu campur aduk ya. Deg-degan bakalan mendapati banyak hal baru, sekaligus excited. Apalagi setelah beberapa waktu yang lalu harus melalui drama mencari sekolah, yang biasanya lebih memacu adrenalin bak lagi naik roller coaster. Penginnya sih, ya orangtua pasti maunya anak-anaknya sekolah di sekolah yang bagus.

Terus, pertanyaannya, sekolah bagus itu yang seperti apa sih?

Abstrak banget memang, karena bagus itu sangat relatif sifatnya. Bagus buat saya, belum tentu bagus buat orang lain. Definisi sekolah bagus memang kemudian akan mengalihkan pada pertanyaan berikutnya, bagaimana cara memilih sekolah yang bagus?

Sekadar berbagi, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman saya, inilah beberapa poin cara memilih sekolah yang tepat untuk anak, based on pemahaman saya soal sekolah yang bagus. Jika Mama ada tambahan atau informasi lain, silakan nanti ditambahkan di kolom komen ya, Ma! Agar kita bisa saling bertukar informasi.


1. Sekolah mempunyai visi yang sama dengan orangtua


Visi orangtua dalam membesarkan anak-anak merupakan fondasi, Ma. Betul? Ibarat bangunan, kalau tanpa fondasi yang kuat biasanya akan mudah ambruk. Karena itu, orangtua wajib mempunyai visi soal pendidikan anaknya, ibaratnya akan ke mana busur dilepaskan. Bakalan seperti apa anak-anak akan kita bentuk. Visi inilah yang akan menjadi dasar bagi kita untuk memilih sekolah yang tepat.

Misalnya nih, Ma, saya sendiri mengenalkan anak pada konsep sekolah sejak usianya masih sekitar dua tahun, karena saya percaya stimulasi tepat yang dimulai sejak dini akan memberikan hasil yang optimal. Maka, sesuai dengan visi saya untuk menjadikannya suka membaca, maka saya memilih sekolah yang menitikberatkan pengenalan buku sejak dini. Saya pun menemukannya. Di sana, nggak sekadar daycare biasa, tapi program-programnya saya nilai sangat bagus. Bagusnya tetap relatif, karena sesuai dengan visi saya, hingga saya rasa saya mendapatkan partner yang tepat dalam pendidikan usia dini anak saya.

Hasilnya bisa dilihat kemudian. Anak saya sudah punya dua lemari buku sendiri sejak kecil. Dia betah berada di toko buku dan perpustakaan. Dia juga selalu ingin tahu akan segala hal, dan berusaha mencari jawabannya dalam buku ensiklopedi kecilnya.

Saya juga mempunyai visi agar anak saya bisa mempunyai dasar agama yang baik, sekaligus mempunyai pemahaman yang baik mengenai keberagaman, dan bagaimana hidup dalam keberagaman. Karena itu saya mencari TK yang nggak berbasis agama tertentu, namun kultur pendidikannya mendukung anak-anak untuk beribadah dengan baik. Maka saya mencari TK yang sesuai dengan visi saya.

Hasilnya pun dapat dilihat dengan cepat. Dia tumbuh menjadi anak yang bisa beradaptasi dengan perbedaan, mengenali berbagai ritual agama dan budaya lain, hingga saya bisa melihat respeknya terhadap pilihan-pilihan berbeda yang dibuat oleh orang lain, tanpa menganggap pilihannya sendiri yang paling baik dan benar.

Nah, bagaimana dengan Mama? Apa visi Mama terhadap pendidikan anak-anak Mama?


Baca juga: Mengapa Harus Sekolah Favorit?


2. Sekolah punya nilai-nilai yang sesuai dengan nilai-nilai keluarga


Yang ini sepertinya masih tentang visi, namun lebih luas sedikit ya. Yaitu mengenai nilai-nilai yang dianut dalam keluarga, pastinya juga harus sejalan dengan nilai-nilai yang diterapkan di sekolah yang kita pilih. Dan ini juga relatif, Ma.

Ada beberapa kondisi yang saya temui, bahwa sekolah yang sudah saya pilih agak lambat kemajuan pendalaman materi sekolahnya dibandingkan dengan sekolah lain. Hal ini kemudian membuat banyak orangtua siswa yang akhirnya memilih untuk memindahkan anak-anaknya ke sekolah yang lain, karena melihat ketertinggalan tersebut.

Di sinilah terlihat betapa nilai-nilai dalam keluarga memang harus sejalan dengan konsep sekolah. Saya sih santai-santai saja, Ma. Karena saya yakin, tak perlulah anak dipaksa belajar materi yang terlalu banyak, namun karena berbagai keterbatasan akhirnya anak-anak hanya punya pemahaman yang dangkal mengenai apa yang telah dipelajarinya. Saya pribadi lebih suka, anak saya harus bisa memahami konsep lebih dulu dan lebih baik, agar bisa memahami penerapannya yang bisa meluas nantinya di jenjang pendidikan berikutnya. Nilai buat saya hanya angka yang seharusnya dimanfaatkan sebagai tolok ukur apakah anak bisa mengikuti pelajaran dengan baik atau nggak.

Tapi sebaliknya, saya juga bisa protes keras, saat tahu ada salah satu teman yang membawa uang saku yang berlebih, atau membawa gadget yang terlalu canggih ke sekolah. Di luar pagar sekolah, itu terserah orangtuanya. Tapi nggak di sekolah, yang menjadi tanggung jawab bersama. Saya ingin anak saya tumbuh dalam lingkungan yang bersahaja. Apalagi kalau saya mendengar ada kasus bullying di sekolah, Ma. Wah, haram hukumnya buat saya menyekolahkan di sekolah tersebut!


Baca juga: Contohkan 4 Hal Berikut Ini untuk Membentuk Perilaku Baik pada Anak!


3. Sekolah yang sesuai dengan karakter anak


Setelah fondasinya kuat, hal berikutnya yang harus jadi pertimbangan kita adalah karakter anak. Sesuaikan pilihan sekolah yang menurut kita baik dengan karakter anak. Jangan sampai apa yang menurut kita baik malah justru menjadi sumber stres bagi anak-anak.

Ada baiknya Mama mengenali beberapa metode sekolah dan juga mengenali gaya belajar maupun karakter anak sejak dini, agar kemudian Mama bisa mencocokkannya. Anak saya adalah tipikal anak yang moody, dia nggak tahan terhadap sesuatu yang terlalu terikat. Seandainya saya menyekolahkannya di sekolah yang menerapkan cara belajar ketat dan saklek, bisa dipastikan dia akan cepat bosan. Karena itu, saya beranggapan bahwa akan lebih baik untuknya jika dia nggak mengalami perubahan yang terlalu drastis dalam pola belajar.

Dari kondisi demikian, maka saya memilih sekolah yang nggak mengharuskan anak-anak untuk belajar sambil duduk di kursi sepanjang waktu. Saya pun menemukannya. Sekolah tersebut membebaskan gaya belajar anak-anak sesuai yang mereka mau, duduk di kursi atau mau duduk di lantai. Anak-anak juga dibebaskan tanpa buku paket, boleh menggunakan acuan apa pun untuk menyelesaikan tugas, juga tanpa PR karena jam sekolah sudah cukup panjang.

Hasilnya, saya lihat dia sangat enjoy belajar, nilai-nilainya berada di atas rata-rata. Dan yang paling penting nih, Ma, dia nggak pernah malas berangkat sekolah. Dia senang berada di sekolah.


Baca juga: Mama, Kenali 3 Alternatif Metode Sekolah Paling Mendasar Ini Agar Tak Salah Memilih!


4. Sekolah yang sesuai dengan pilihan anak


Orangtua memang wajib memilihkan semua yang terbaik bagi anak ya, Ma. Tapi jangan sampai lupa, bahwa sebaik apa pun pilihan kita, perhatikan juga apa yang jadi keinginan anak. Kita harus memahami, bahwa ada hal-hal yang memang mutlak menjadi keputusan kita, namun ada juga hal-hal yang harus mempertimbangkan keinginan anak.

Dalam memilih sekolah, ada baiknya kita ajak anak untuk mendatangi beberapa sekolah yang sesuai dengan semua kriteria yang sudah kita definisikan terlebih dahulu seperti di atas. Dan selanjutnya, merekalah yang mempunyai hak prerogatif untuk memilih mana yang paling sreg di hatinya, karena merekalah yang akan menjalaninya. Hal tersebut juga bisa kita lakukan sembari mengajarkan bahwa setiap pilihan mempunyai konsekuensi sendiri-sendiri. Misalnya, satu sekolah memang asyik banget, tapi jauhnya 22 km dari rumah. Anak jadi harus berangkat lebih pagi.

Hal-hal tersebut juga harus kita jelaskan pada mereka, agar mereka mengerti, Ma, mengenai risiko-risiko yang akan dihadapinya.


Baca juga: Biarkan Anak Memilih Sendiri Pakaiannya, Ma! Karena Ternyata Bermanfaat untuk Kecerdasan Mereka


5. Sekolah yang sesuai dengan kondisi keluarga


Setelah semua hal di atas, jangan lupa juga, Ma, untuk mempertimbangkan kondisi keuangan, sarana yang dimiliki keluarga, kesehatan, dan support system dalam keluarga. Karena kadang hal-hal yang kita anggap remeh ini nggak ikut terpikirkan sedari awal, sehingga akhirnya jadi masalah saat menjalaninya.


Baca juga: Inilah 4 Inspirasi Tentang Memulai Hidup Baru Berkaca dari Kegagalan Keluarga Ana dan Fia British Got Talent


Nah, mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan ini ya, Ma. Semoga kita semua sudah memilihkan sekolah yang sesuai, dan juga telah mendampingi anak memilih dengan baik. Dan semoga pilihan kita ini bisa menjadikan anak-anak tumbuh optimal menjadi generasi yang bisa diandalkan.

Selamat menjalani hari-hari baru di sekolah, and have fun, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sekolah Bagus? Harus Memenuhi 5 Syarat Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Renni Indritha | @rennindritha

Silahkan login untuk memberi komentar