Selain Naura dan Genk Juara, Berikut 7 Film Barat dan Film Indonesia yang Juga Menuai Kontroversi Terkait Isu SARA

Selain Naura dan Genk Juara, Berikut 7 Film Barat dan Film Indonesia yang Juga Menuai Kontroversi Terkait Isu SARA

380
Film menuai kontroversi karena isu SARA bukan sekali saja terjadi. Beberapa film Barat dan film Indonesia berikut juga menuai protes karena isu yang sama.

Film barangkali hanya sekadar tontonan. Namun, film juga bisa jadi alat untuk penyampai pesan. Kini makin banyak film Barat maupun film Indonesia yang punya misi tertentu, untuk menyebarkan awareness terhadap sesuatu atau mengangkat isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Para seniman pembuat film ini memang pada dasarnya orang-orang kreatif dan kritis juga sih ya. Mereka bisa aja dalam mengemas pesan hingga menjadi film yang layak tonton, bahkan bisa meledak di pasaran.

Di antara film Barat dan film Indonesia yang beredar dan memuat pesan kritis di dalamnya, ada tuh beberapa yang menuai kontroversi.


Seperti baru-baru ini, film Naura dan Genk Juara mendapat kecaman karena--konon (karena saya sendiri juga belum nonton)--memuat adegan yang melecehkan agama mayoritas negeri ini. Pihak produser film Indonesia yang ditargetkan untuk anak-anak dan bergenre musikal ini pun--sampai dengan tulisan ini dibuat--sepertinya masih belum memberikan klarifikasi atas tudingan ini. LSF sendiri tidak melihat adanya hubungan antara jalan cerita film ini dengan penistaan agama mana pun.

Sementara netizen sudah bergerak liar ke mana-mana. Yang kontra akan film ini semakin kencang ngeshare pernyataan (yang hampir bisa dikategorikan sebagai 'hate speech'), sedangkan yang membela keberadaan film Indonesia ini juga tak mau kalah.

Hedeh. Memang dunia maya akhir-akhir ini makin gerah. Yes, Mama?

Anyway, sebenarnya soal film Barat dan film Indonesia yang menuai kontroversi terkait isu SARA bukan baru pertama kali ini saja terjadi. Sudah sering!

Ya, mungkin karena film, baik film Barat maupun film Indonesia, ini memang menjadi media penyampai pesan yang cukup efektif ya ke masyarakat itu tadi ya, makanya banyak yang bikin film seperti ini.

Mau tahu nggak, Ma, film Barat dan film Indonesia yang pernah menuai kontroversi, bahkan dicekal, karena memuat isu SARA di dalamnya (meski sebenarnya niatnya baik)?


BACA JUGA


Ajak Anak Nonton Film R-Rated? Beberapa Alasan Berikut Semoga Meyakinkan Mama untuk Tak Melakukannya Lagi

Ajak Anak Nonton Film R-Rated? Beberapa Alasan Berikut Semoga Meyakinkan Mama untuk Tak Melakukannya Lagi

Ajak anak nonton film nggak bisa sembarangan! Please perhatikan rating film yang akan ditonton. Salah-salah, Mama malah akan membawa si ...

Read more..


Selain Naura dan Genk Juara, 7 film Barat dan film Indonesia ini juga menuai kontroversi terkait isu SARA

1. ? (Tanda Tanya)

Film Indonesia bergenre drama ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo, dibintangi oleh Revalina S. Temat, Reza Rahadian, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto dan Hengky Solaiman.

Bercerita mengenai tiga keluarga yang beragama berbeda, yaitu Islam, Katholik dan Buddha, yang harus melalui banyak hambatan hanya untuk sekadar hidup damai. Hanung Bramantyo, sebagai sutradara, sebenarnya sudah menjelaskan bahwa film ini sebenarnya punya misi untuk menghilangkan stereotype bahwa Islam adalah agama radikal. Namun, tema pluralisme yang diangkat dalam film ini menuai kontroversi. MUI dan FPI sempat memprotes keras akan diputarnya film ini di bioskop-bioskop.

Film Indonesia ini sempat mendapatkan 9 nominasi Piala Citra di FFI 2011, dan memenangkan satu di antaranya.


2. Da Vinci Code

Film Barat yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Dan Brown ini tak kalah menghebohkan. Rekaan fiksi akan kisah kelam Yesus Kristus sempat mendapat kecaman keras di beberapa negara yang mayoritas penduduknya beragama Katholik.

Kisah yang mampu menggoncang iman, katanya sih begitu.

Film ini dicerca karena berbagai ketidakakuratan ilmiah dan historis dari Gereja Katholik Roma. Namun demikian, novelnya sendiri menjadi novel best seller. Filmnya juga luar biasa apik, apalagi dibintangi oleh Tom Hanks yang kemampuan aktingnya ... ya udahlah ya. Mama juga tahu sendiri pasti, kayak apa dia kalau lagi akting. Hehehe. Film Barat ini pun meraih box office hanya di minggu pertama pemutarannya.


3. The Exorcist

The Exorcist merupakan film Barat horor terbaik sepanjang masa. Well, Rocking Mama juga setuju banget dengan ini sih. Must watch wajib setiap Halloween!

Film Barat yang juga diangkat dari novel dengan judul sama ini berkisah mengenai seorang gadis muda yang kerasukan roh jahat, dan upaya sang ibu untuk membebaskan anaknya dari pengaruh roh jahat tersebut.

Kontroversi akan film ini muncul karena beberapa adegan ada kata-kata vulgar yang mendiskreditkan gereja. Apalagi The Exorcist yang versi pertama ini dirilis tahun 1973. Kata-kata vulgar seperti ini masih haram dipergunakan dalam film kala itu.


BACA JUGA


7 Film Keluarga Tak Biasa yang Bisa Mama Tonton Akhir Pekan Ini Bersama Keluarga

7 Film Keluarga Tak Biasa yang Bisa Mama Tonton Akhir Pekan Ini Bersama Keluarga

Di rumah saya, film keluarga menjadi salah satu media pemersatu. Bila salah satu anggota keluarga duduk manis depan televisi, yang lain ...

Read more..


4. Innocence of Muslims

Film ini sebenarnya merupakan film pendek berdurasi 13 menit saja, yang diunggah ke Youtube pada bulan Juli 2012, dengan judul The Real Life of Muhammad.

Dimulai dengan sebuah adegan yang menggambarkan kekacauan berbasis agama di Mesir kala itu, seperti pembakaran gereja-gereja dan kekerasan sektarian yang terjadi hampir setiap hari.

New York Times bahkan juga mengritik keras film ini. Permasalahan makin runyam, ketika para pemeran dan kru syuting film memberi keterangan, bahwa film ini di-dubbing menjadi anti-Islam begitu masuk ke proses editing, tanpa sepengetahuan mereka. Pihak produser dianggap sebagai yang paling bertanggung jawab akan masalah ini.


5. Cin(T)a

Cin(T)a adalah film Indonesia bergenre romantis yang disutradarai oleh Sammaria Simanjutak. Berkisah tentang percintaan dua orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda, satu adalah lelaki keturunan Tionghoa sedangkan yang lainnya adalah perempuan muslimah dari suku Jawa.

Sebenarnya sih premisnya sederhana, si cewek ini kesepian. Lalu si cowok--yang digambarkan bersifat periang, lugu dan selalu optimis--ini datang menemaninya. Konfliknya ya, sudah bisa ditebak kan, Ma? Hehehe.

Meski menuai kontroversi, tapi Sally Anom Sari dan Sammaria Samanjuntak memenangkan Piala Citra untuk Skenario Asli Terbaik dalam film Indonesia ini.


6. Cinta tapi Beda

Ah, Hanung Bramantyo sepertinya memang sepertinya gerah banget akan kondisi pluralisme di Indonesia ini ya, Ma. Buktinya, ia cukup banyak bikin film-film senada seperti ini kan?

Cinta Tapi Beda merupakan film Indonesia bergenre drama yang diproduksi tahun 2012. Dibintangi oleh Agni Pratistha, Reza Nangin, Choky Sitohang, film ini berkisah mengenai sepasang kekasih beda agama yang harus berjuang melawan banyak pihak untuk dapat bersama.

Nah, ini agak menarik. Si cewek dalam film ini digambarkan sebagai orang Padang beragama Katholik. Hanung Bramantyo pun menemui masalah yang datang dari masyarakat Minangkabau yang tersinggung karena mayoritas orang Minang beragama Islam. Penjelasan dari Hanung sebenarnya sudah cukup clear sih, bahwa Diana--si tokoh cewek--adalah warga pendatang di Minangkabau. Pengambilan latar belakang Minang adalah untuk menunjukkan bahwa toleransi sudah sangat baik di Padang.

Well, memang sih kalau kita nggak mencerna secara baik sebuah pesan yang tersirat jadinya akan banyak salah pahamnya. Betul nggak, Ma?


7. The Passion of the Christ

Film Barat epic ini menceritakan 12 jam terakhir dalam kehidupan Yesus di dunia, dimulai dengan doa di Taman Getsemani, kisah sengsara dan kedukaan Maria, ibu Yesusm serta berakhir dengan suatu penggambaran singkat kebangkitan Yesus.

Disutradarai oleh Mel Gibson, film ini menuai protes keras dan dilabeli sebagai film anti-Semit. Para kritikus juga menyebutkan bahwa kekerasan ekstrem dalam film ini telah mengaburkan pesan aslinya.

Namun, ya seperti biasa, kadang film makin dikritik makin laris. Film Barat ini pun sama, sukses besar dengan memperoleh pendapatan kotor sebesar $612 juta selama penayangannya di bioskop.

The Passion of the Christ menjadi film religius dengan pendapatan kotor tertinggi dalam sejarah. Bahkan penggunaan bahasa asli Yahudi dalam film ini oleh Mel Gibson pun mendapatkan pujian, dan menjadikannya sebagai film bukan berbahasa Inggris dengan pendapatan kotor tertinggi sepanjang sejarah.

Film ini juga mendapat tiga nominasi di Academy Awards ke-77.


BACA JUGA


Menonton Film Bareng Anak di Bioskop, Mama Perlu Memperhatikan 7 Hal Ini Agar Sukses Menonton Dari Awal Hingga Akhir!

Menonton Film Bareng Anak di Bioskop, Mama Perlu Memperhatikan 7 Hal Ini Agar Sukses Menonton Dari Awal Hingga Akhir!

Menonton film bareng anak di bioskop kesayangan kadang susah dilakukan terlebih jika si kecil masih balita. 7 hal ini perlu Mama perhatikan ...

Read more..


Nah, Mama. Memang tema seperti ini sangat bagus diangkat dalam sebuah film ya? Terbukti beberapa film Barat dan juga film Indonesia yang mengangkat isu SARA ini justru membludak penontonnya.

Tinggal bagaimana kita aja sih, mengambil pesan yang tersirat, dan juga hikmah yang ada. Paling nggak ya, seharusnya kita menikmatinya sebagai sekadar hiburan semata.

Be smart moviegoers!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Selain Naura dan Genk Juara, Berikut 7 Film Barat dan Film Indonesia yang Juga Menuai Kontroversi Terkait Isu SARA". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar