Semua Anak Adalah Bintang - Mama Hanya Perlu Melakukan 4 Hal Ini Agar Anak Menemukan Pendarnya Masing-Masing!

Semua Anak Adalah Bintang - Mama Hanya Perlu Melakukan 4 Hal Ini Agar Anak Menemukan Pendarnya Masing-Masing!

872
Bantu anak mencapai titik tertingginya, karena Tuhan tak pernah menciptakan produk gagal.

Mama, tahukah Mama, bahwa setiap anak itu dilahirkan dengan bintangnya masing-masing?

Yes, setiap anak itu unik. Mereka punya karakter dan bakatnya masing-masing. Lalu apa yang harus Mama lakukan agar bintang mereka tetap terang dan bersinar?

Caranya gampang kok, Ma, Mama hanya perlu melakukan 4 hal berikut.


BACA JUGA


4 Anak Artis Hollywood Ini Punya Cara Pengekspresian Diri yang Unik, yang Menjadikan Diri Mereka Digunjingkan

4 Anak Artis Hollywood Ini Punya Cara Pengekspresian Diri yang Unik, yang Menjadikan Diri Mereka Digunjingkan

Namanya anak-anak, pasti ada saja caranya untuk mengekspresikan diri. Termasuk anak-anak yang terlahir di dunia gemerlap Hollywood ini

Read more..


4 Hal yang harus Mama lakukan terhadap anak Mama agar menemukan pendar bintangnya sendiri-sendiri


1. Bandingkan anak dengan dirinya sendiri


Anak lahir dengan potensinya masing-masing, mereka unik dengan sendirinya. Namun kadangkala justru orang tualah yang suka membandingkan mereka dengan anak lainnya.

“Lihat itu si A, setiap tahun juara kelas. Kamu kok nggak bisa?”, atau “Kenapa sih Adik nggak kayak Kakak? Pinter gitu?”.

Membanding-bandingkan anak dengan anak yang lain, justru akan membuat bintang anak pudar. Mereka menjadi tidak percaya diri.

Mama, harus membandingkan anak dengan dirinya sendiri. Misalnya, “Tuh, kan? Sekarang Kakak sudah bisa menulis sendiri, padahal seminggu yang lalu belum. Hebat nggak tuh?”.

Mama harus mengapresiasi setiap perkembangan yang dicapai anak. Menysukuri setiap prosesnya. Mama perlu menerima tanpa drama.


2. Buatlah gunung, jangan meratakan lembah


Burung itu jago terbang, jangan habiskan hari-harinya dengan belajar berenang dan berharap bisa berenang seperti ikan.

Jadi maksudnya begini, Ma. Misalnya, karena anak tidak menyukai matematika, maka kita paksakan anak untuk ikut pelajaran tambahan matematika agar nilainya sama dengan anak-anak yang sangat menyukai matematika.

Inilah yang dinamakan meratakan lembah, Ma. Anak akan menjadi anak yang rata-rata.

Ikan itu jago berenang, apabila sebagian besar waktunya habis untuk belajar berenang, maka dalam beberapa waktu ia akan menjadi maestro renang.

Anak yang terlihat berbinar-binar mempelajari sesuatu, kemudian orangtuanya mengizinkan anak tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajarinya, maka kita sedang mengizinkan lahirnya maestro baru.

Inilah yang dinamakan membuat gunung. Anak akan memahami bakatnya, ia pun akan mampu meraih bintangnya.


BACA JUGA



3. Perhatikan 4 E (Enjoy, Easy, Excellent, Earn)


Bakat anak akan terlihat jelas ketika mereka berusia 7 tahun. Namun, sebenarnya Mama bisa mendeteksinya semenjak dini lho. Bagimana caranya?

Mama harus sering melakukan “discovering ability” agar anak menemukan bakat dirinya, dengan cara mengajak anak kaya akan wawasan, kaya akan gagasan, dan kaya akan aktivitas.

Lakukan 2-4 aktivitas yang paling sering membuat anak berbinar-binar. Mama tidak perlu memberikan penilaian, cukup memfasilitasi saja. Misalnya, ketika anak terlihat suka memasak jangan terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa “anakku suka masak!”.

Ajak anak melakukan kegiatan di dapur sesering mungkin, bila dua hingga empat kali dia selalu terlihat senang dan bersemangat maka mama perlu naikkan levelnya. Ajak anak ikut kelas memasak, belajar pada yang lebih ahli.

Saat anak dengan cepat menemukan aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar (enjoy), maka ia pun tak pernah berhenti untuk mengejar kesempurnaan ilmu seberapa pun beratnya (easy). Ia akan menjadi hebat di bidangnya (excellent), Ma. Dan, setelah ketiga hal tersebut di atas tercapai, maka pasti akan muncul produktivitas dan apresiasi karya di bidangnya (earn).


4. Yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah membuat produk gagal


Tidak ada anak yang bodoh di muka bumi ini.

Yang ada hanya anak yang tidak mendapatkan kesempatan belajar dari orang tua atau gurunya, yang seharusnya tak pernah berhenti menuntut ilmu demi anak, dan memahami metode yang tepat sesuai dengan gaya belajar anaknya.

Mama perlu mengenali gaya belajar anak. Ada tiga gaya belajar, yaitu :

• Visual

Anak dengan gaya belajar visual memiliki ciri-ciri berbicara agak cepat, mementingkan penampilan, tidak mudah terganggu dengan keributan dan lebih cepat mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar.

Strategi yang perlu Mama lakukan untuk anak visual adalah ajak mereka melihat langsung objek-objek yang dipelajarinya. Menggambarkannya di papan tulis juga bisa dilakukan untuk anak dengan gaya belajar visual.

• Auditori

Anak yang memiliki gaya belajar auditori ini cirinya mudah terganggu dengan keributan, belajar dari apa yang didengarnya, saat bekerja suka berbicara dengan dirinya sendiri dan berpenampilan rapi.

Strategi yang dapat Mama lakukan untuk si auditori adalah ajak anak untuk sering berdiskusi. Dorong anak membaca materi pelajaran dengan keras. Dampingi mereka belajar dengan memutar musik kesukaannya.

• Kinestetik

Anak dengan ciri belajar kinestetik memiliki ciri berbicara secara perlahan, berpenampilan rapi, belajar melalui simulasi dan praktik.

Menghadapi si kinestetik ini, Mama jangan memaksakannya untuk belajar selama berjam-jam. Ajak anak belajar sambil melakukan kegiatan outdoor.

Ajak dia jalan-jalan untuk mengenal objek-objek yang dipelajarinya secara langsung. Misalnya, ketika belajar geometri, ajak anak berkeliling rumah mencari bentuk-bentuk geometri pada perabotan rumah.


BACA JUGA


Mendidik Anak Generasi Alfa, Jangan Sampai Kalah Cerdas dari Mereka! Begini Caranya!

Mendidik Anak Generasi Alfa, Jangan Sampai Kalah Cerdas dari Mereka! Begini Caranya!

Mendidik anak generasi alfa memang butuh strategi khusus, agar mereka bisa memanfaatkan kecerdasan mereka seoptimal mungkin, tanpa melupakan ...

Read more..


Dengan mengetahui gaya belajar anak, Mama akan mampu mendampingi anak dalam mengembangkan bakatnya.

Setiap anak itu hebat dengan bakatnya masing-masing. Ingat Ma, Tuhan tidak pernah menciptakan produk gagal.Terus beresemangat mendampingi anak meraih bintangnya ya, Ma.

Yuk, jadikan rumah sebagai tempat lahirnya sang bintang.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Semua Anak Adalah Bintang - Mama Hanya Perlu Melakukan 4 Hal Ini Agar Anak Menemukan Pendarnya Masing-Masing!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dian Kusumawardani | @diankusumawardani

Silahkan login untuk memberi komentar