Serba Serbi Homeschooling dan 5 Hal yang Perlu Mama Tahu Sebelum Memulainya

Serba Serbi Homeschooling dan 5 Hal yang Perlu Mama Tahu Sebelum Memulainya

1.3K
Kekhasan dan kekuatan homeschooling paling besar adalah customized education; pendidikan yang disesuaikan dengan potensi anak dan lingkungan yang ada di sekitar. (Sumardiono, 2014)

Topik pendidikan anak memang nggak ada habisnya ya, Ma. Pertanyaan para orangtua biasanya nggak berhenti di "mau sekolah di sekolah formal atau homeschooling?". Tapi juga kalau sekolah formal, yang seperti apa? Dan, kalau memilih homeschooling, nanti ijazahnya seperti apa? Bisa nggak ya kalau nanti ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri? Dan seterusnya.

Namun, sebagai orangtua, kita juga sebaiknya nggak boleh lupa untuk melibatkan anak dalam proses pemilihan sekolah mereka. Selain karena anaklah yang akan menjalani pendidikan tersebut, anak juga memiliki potensi unik, dan ada kok berbagai jalur pendidikan yang bisa dipilih untuk mengembangkan potensi mereka tersebut.


BACA JUGA


Pendidikan di Sekolah Bukan Hanya Tanggung Jawab Guru - Yuk, Bantu Proses Belajar Si Kecil dengan 5 Hal Berikut Ini!

Pendidikan di Sekolah Bukan Hanya Tanggung Jawab Guru - Yuk, Bantu Proses Belajar Si Kecil dengan 5 Hal Berikut Ini!

Pendidikannya di sekolah nggak cuma menjadi tanggung jawab guru. Justru kitalah yang harus tetap bertanggung jawab penuh pada proses ...

Read more..


Di Indonesia, terdapat 3 jalur pendidikan, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal (misalnya seperti lembaga pendidikan, kursus, pendidikan kesetaraan dan lain-lain), dan Pendidikan Informal.

Homeschooling atau sekolah rumah di sini termasuk ke dalam kategori ketiga, yaitu pendidikan informal, atau jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.

Homeschooling ini juga diatur tersendiri oleh pemerintah lho, Ma, yaitu dalam Permendikbud RI Nomor 129 Tahun 2014 tentang sekolah rumah.

Yesss, jadi, sekarang Mama nggak perlu khawatir lagi soal apakah homeschooling ini diakui oleh pemerintah atau tidak. Peraturan tersebut menjadi bukti bahwa homeschooling ini legal, dan hasil pendidikannya diakui juga sama dengan pendidikan formal dan nonformal, dengan peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Oleh karena itu, lulusan homeschooling juga berhak untuk mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan juga berhak untuk ikut bersaing di lapangan kerja.

Namun, ada beberapa hal yang perlu Mama ketahui sebelum memutuskan dan memulai homeschooling. Kita lihat dulu yuk!


Beberapa hal yang harus Mama perhatikan sebelum memulai homeschooling


1. Mendaftar ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota


Menyelenggarakan pendidikan di rumah alias homeschooling bukan berarti asal saja, Ma. Demi keberlangsungan pendidikan anak ke depannya, orangtua perlu mendaftarkan sekolah rumahnya ke dinas pendidikan setempat.

Hal ini tidak hanya berlaku bagi homeschool komunitas saja, tetapi juga homeschool tunggal (homeschooling yang dilaksanakan oleh orangtua dalam suatu keluarga tanpa bergabung dengan lainnya) dan homeschool majemuk (homeschooling yang dilaksanakan oleh 2 atau lebih keluarga untuk kegiatan tertentu sementara kegiatan pokok tetap dilaksanakan oleh orangtua masing-masing.).

Adapun persyaratan yang harus dilengkapi saat mendaftar nanti, sesuai dengan pasal 6 Permendikbud RI Nomor 129 Tahun 2014 tentang sekolah rumah adalah:

  • identitas diri orangtua dan peserta didik,
  • surat pernyataan tanggung jawab kedua orangtua atas pelaksanaan pendidikan di rumah,
  • surat pernyataan bersedia mengikuti pendidikan di sekolah rumah oleh peserta didik yang telah berusia 13 tahun, dan
  • dokumen program sekolah rumah yang setidaknya mencantumkan rencana pembelajaran.

Persyaratan-persyaratan tersebut di atas berlaku, baik bagi pendaftaran sekolah rumah tunggal maupun majemuk.

Oh iya, perlu diketahui juga bahwa sekolah rumah komunitas itu tidak berarti sebagai lembaga yang menyelenggarakan homeschooling ya, Ma. Sekolah rumah komunitas adalah kumpulan praktisi homeschool yang saling berbagi sumber daya dan kegiatan.

Pada hakikatnya, sekolah rumah adalah jalur pendidikan yang dilaksanakan di rumah. Adapun di dalamnya terdapat kegiatan kursus dan semacamnya adalah kegiatan penunjang.

Lalu, apakah harus bergabung dengan komunitas tersebut?

Jawabannya, tidak harus, Ma. Hanya jika berencana untuk mengikuti ujian persamaan, maka perlu untuk bergabung dengan komunitas/PKBM atau lembaga lain penyedia layanan tersebut. Namun, jika tidak berniat untuk mendapatkan ijazah, maka hal ini bersifat optional.


2. Tentukan Kurikulum Pendidikan Anak


Meskipun menyelenggarakan pendidikan di rumah, Mama tetap dapat mengacu pada kurikulum nasional atau kurikulum lain.

Dalam Permendikbud tentang sekolah rumah disebutkan, ada 3 mata pelajaran yang tetap wajib diajarkan kepada anak kita sebagai peserta didik, yaitu pendidikan Agama, pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan pendidikan Bahasa Indonesia.

Namun, pada praktiknya tentu metode penyampaian bisa dilakukan dengan lebih fleksibel dan kreatif ya, Ma. Mengingat homeschooling lebih berfokus pada pengembangan bakat dan character building, maka cara belajar anak pun dapat disesuaikan melalui penggunaan beragam sumber. Mulai dari virtual classroom, field trip, atau educational films yang sesuai.


3. Jangan Lupa untuk Tetap Menilai Anak


Penilaian hasil pencapaian kompetensi anak selama menjalani homeschooling dilakukan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar secara berkelanjutan. Penilaian ini dilakukan oleh pendidik, tentunya. Bagaimanapun pendidik tetap yang paling mengetahui kemampuan anak.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu mendokumentasikan soal dan hasil ujian anak serta portofolio karya mereka ya, Ma. Dokumentasi tersebut akan membantu Mama dalam menyusun rapor atau perkembangan proses belajar anak.

Kelak ada pihak-pihak yang membutuhkan keahliannya, kompetensi anak dapat dinilai secara objektif melalui portofolio tersebut.

Jika berencana untuk mendapatkan ijazah atau melanjutkan pendidikan di jalur formal, anak dapat mengikuti Ujian Nasional (UN)/Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK). Hal tersebut merupakan penilaian oleh pemerintah pada mata pelajaran tertentu yang termasuk dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.


4. Anak Homeschooling juga Bersosialisasi lho!


Komentar yang paling umum terhadap keluarga yang memilih homeschooling biasanya, "Kalau di rumah terus, anaknya jadi nggak bersosialisasi dong?".

Dalam buku Apa itu Homeschooling: 35 Gagasan Pendidikan Berbasis Keluarga oleh Bapak Sumardiono, disebutkan bahwa sosialisasi itu ada 2 bentuk, yaitu sosialisasi horizontal dengan teman sebaya dan sosialisasi vertikal atau lintas usia.

Dalam homeschooling, anak lebih banyak melakukan sosialisasi vertikal, Ma. Hal ini dipandang sebagai kekuatan dari homeschooling yang membiasakan anak untuk bergaul lintas usia, layaknya interaksi sosial alami yang terjadi di kehidupan sehari-hari.

Melalui aktivitas magang dan mentoring, orangtua dapat melatih sosialisasi vertikal anak serta menambah pengalaman dan keterampilan anak secara nyata. Kegiatan magang dan mentoring ini bisa dilakukan mulai dari yang paling sederhana hingga profesional, seperti membantu anggota keluarga di rumah, menjadi relawan, hingga bekerja part-time di perusahaan.

Dengan sosialisasi vertikal, anak belajar untuk lebih luwes dalam bergaul dan berjejaring. Jadi, komentar umum terkait sosialisasi ini sangat perlu diluruskan ya, Ma.


5. Homeschooling = Minim Biaya ?


Yang lebih tepat adalah fleksibilitas biaya. Selain waktu dan metode pembelajaran yang customized, salah satu kelebihan dari homeschooling adalah biaya yang bervariasi.

Anggaran biaya homeschooling tentunya disesuaikan dengan fasilitas dan program-kegiatan yang dibutuhkan. Semakin kreatif dalam mencari bahan ajar, maka bisa jadi biaya yang dibutuhkan akan semakin rendah. Mama juga bisa mengoptimalisasi fasilitas publik sebagai sarana belajar untuk meminimalisasi biaya.


BACA JUGA


Mengapa Harus Sekolah Favorit?

Mengapa Harus Sekolah Favorit?

Apakah kita akan mengatakan bahwa hanya anak pintar yang dapat hidup mulia? Apakah anak dengan nilai rapot biasa-biasa saja tak berhak ...

Read more..


Overall, saya rasa homeschooling tidak bisa dibilang sekadar "memindahkan" sekolah ke rumah. Melalui homeschooling, orangtua bisa meningkatkan kapasitas pengasuhannya dengan lebih terlibat langsung dalam proses pendidikan anak. Minat dan bakat dikembangkan melalui berbagai sarana sehingga dapat menjadi kekuatan dan keunikan anak.

Sumardiono (2014) menyatakan, bahwa esensi dasar dalam proses pendidikan yang dijalani melalui homeschooling adalah mendidik anak-anak dan keluarga menjadi pembelajar sejati. Tidak hanya anak, orangtua juga diharapkan selalu membuka diri untuk terus belajar.

Pada mulanya, bisa jadi pelaksanaan homeschooling ini tidak mudah dan diperlukan beberapa penyesuaian yang tidak hanya pada anak sebagai peserta didik saja, tetapi juga pada orangtua selaku fasilitator.

Namun, jika Mama dan keluarga telah yakin dan sepakat bahwa jalur pendidikan ini merupakan yang paling tepat bagi anak, maka homeschooling akan menjadi pilihan yang baik dalam mengembangkan potensi anak sesuai fitrahnya.

Penyediaan lingkungan belajar yang kondusif dan perencanaan yang matang mulai dari visi, misi, hingga rencana kegiatan dapat membantu Mama dan keluarga untuk menyelenggaraan pendidikan di rumah.

Nah, sekarang sudah makin mantap memilih homeschooling sebagai jalur pendidikan si kecil, Ma? Well, selamat berjuang ya! Dan tetap semangat!


Referensi:

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Permendikbud RI Nomor 129 Tahun 2014 tentang Sekolahrumah

Buku Apa itu Homeschooling: 35 Gagasan Pendidikan Berbasis Keluarga oleh Sumardiono (2014)



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Serba Serbi Homeschooling dan 5 Hal yang Perlu Mama Tahu Sebelum Memulainya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nadia Khaerunnisa | @nadkhaerunnisa

Book Sniffer | Blabbering her stories and ideas on nadkhaerunnisa.com

Silahkan login untuk memberi komentar