Sering Mengalami Badan Pegal? Waspada, Karena Bisa Menjadi Indikasi Penyakit yang Serius!

Sering Mengalami Badan Pegal? Waspada, Karena Bisa Menjadi Indikasi Penyakit yang Serius!

271
Badan pegal sering diremehkan. Ah, paling-paling hanya karena kelamaan duduk. Tapi, hati-hati. Kalau nggak sembuh juga, berarti ada yang serius lo!

Coba Mama ingat lagi, saat usia masih 20-an seberapa sering Mama merasa badan pegal? Mungkin nggak sesering ketika usia Mama sudah memasuki 30 tahun, ya?

Faktanya, dimulai pada usia 30 tahun, massa otot tubuh mengalami penurunan dan lemaknya bertambah, sehingga massa otot tubuh yang tersisa harus bekerja lebih keras untuk menopang bobot tubuh dan beban aktivitas yang Mama lakukan. Karena, bekerja lebih keras, otot tubuh kita pun mengalami kontraksi. Nggak heran jika Mama bergerak lebih aktif sedikit saja, langsung deh kerasa badan pegal.

Di usia ini, status hormonal tubuh juga mengalami gangguan akibat penurunan hormon estrogen dan progesteron. Nah, kondisi gangguan hormonal ini juga bisa diperparah oleh faktor eksternal, seperti konsumsi pil kontrasepsi, gaya hidup nggak sehat, dan juga stres.

Lo, kok stres bisa bikin badan pegal?

Begini Ma, saat stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol yang berfungsi melindungi tubuh dari kondisi yang abnormal dan dianggap mungkin berbahaya bagi tubuh. Tapi, pelepasan hormon kortisol bisa mengakibatkan terjadinya proses metabolisme tubuh dan mempercepat penyusutan tulang.


BACA JUGA


Ini Dia 5 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Menghadapi Musim Hujan

Ini Dia 5 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Menghadapi Musim Hujan

Kita semua sebenarnya tahu, tapi sengaja melupakan atau mengabaikan 5 cara meningkatkan daya tahan tubuh berikut ini. Ayo, Ma, mulai ...

Read more..


Ada 2 penyebab utama badan pegal yang Mama mesti tahu

1. Tubuh terlalu banyak bergerak, hingga mengalami kontraksi otot yang berlebihan.

Hal ini bisa terjadi ketika Mama terlalu banyak berolahraga, melakukan aktivitas fisik berat lainnya atau sehabis melakukan perjalanan jauh.

Tubuh manusia didesain untuk beradaptasi dengan baik. Jadi, jika Mama yang sudah terbiasa berolahraga misalnya seminggu 3 kali, maka badan pegal pun nggak akan terasa.

Tapi, jika Mama sudah lama berhenti olahraga, kemudian baru memulai berolahraga lagi, tubuh Mama tentu akan merasa pegal-pegal. Begitu juga jika Mama sedang berusaha meningkatkan intensitas olahraga pasti tubuh akan kaget.


2. Tubuh kurang bergerak atau terlalu lama berada di posisi statis

Kondisi ini bisa menyebabkan sirkulasi darah tidak lancar, sehingga proses pengangkatan balik vena canva (pembuluh darah balik besar yang membawa darah ke jantung) tidak bekerja sempurna.

Tapi, ada baiknya jangan salah mengartikan nyeri ini sebagai badan pegal biasa, Ma. Karena bisa menandakan ada masalah yang serius pada tubuh Mama.


BACA JUGA


Ayo, Lakukan Detoksifikasi Tubuh! Coba Saja 6 Langkah Sederhana Ini untuk Tubuh Lebih Sehat!

Ayo, Lakukan Detoksifikasi Tubuh! Coba Saja 6 Langkah Sederhana Ini untuk Tubuh Lebih Sehat!

Jika Mama merasa sudah terlalu banyak makan makanan yang tidak sehat, detoksifikasi dapat menjadi pilihan untuk membersihkan tubuh dari ...

Read more..


3 Penyakit ini mesti diwaspadai ketika pegal-pegal nggak hilang dari tubuh Mama

1. Hernia neuro posterior (saraf kejepit)

Penyebabnya adalah jatuh dari ketinggian, terbanting dan kecelakaan pada saat berolahraga.

Berbeda dari badan pegal biasa, nyerinya terasa lebih tajam dan terus-menerus. Jika Mama pernah mengalami salah satu penyebabnya dan kini merasakan nyeri semacam itu, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Salah satu terapi yang akan dianjurkan adalah berolahraga.


2. Rheumatoid arthitis (rematik)

Salah satu tanda, sendi-sendi tubuh terasa kaku di pagi hari selama waktu yang cukup lama, sekitar sejam. Bagian tubuh yang paling sering diserang adalah sendi di pergelangan tangan, buku-buku jari, lutut, tulang belakang, pinggul, leher, bahu dan engkel kaki.

Penyebabnya antara lain masalah metabolis seperti asam urat, benturan, bobot tubuh yang terlalu berat dan penuaan. Dan ternyata, kaum perempuan berisiko terkena rematik dibandingkan pria.


3. Kolesterol

Ini dari pengalaman saya ya, Ma. Rasa pegal di pundak itu pertama kali saya pikir karena kecapekan kerja di depan layar komputer saja dan kelamaan duduk. Tapi, setelah dipijat kok nggak hilang. Setelah ngecek ke dokter, ealah kolesterol ada di angka 250! Hiks.

Gaya hidup salah satu penyebab utama, karena makan saya yang sembarangan dan kadang nggak sehat. Karena waktu bekerja, seringnya makan siang di mal samping kantor.


BACA JUGA


3 Cara Membakar Lemak Murah dan Mudah Demi Penampilan yang Paripurna Plus Tubuh Sehat

3 Cara Membakar Lemak Murah dan Mudah Demi Penampilan yang Paripurna Plus Tubuh Sehat

Cara membakar lemak nyebelin di tubuh ini pasti sering Mama cari nggak? Nah, jika selama ini cara membakar lemak ala Mama belum berhasil, ...

Read more..


Agar tubuh Mama sehat dan terbebas dari badan pegal, lakukan 3 hal ini setiap hari, Ma!


1. Analisis

Coba Mama analisis di mana letak permasalahan pegal-pegal yang kerap mengganggu dan berakar dengan ngecek dari dua penyebab yang sudah dijabarkan di atas.


2. Atur langkah yang tepat

Sebaiknya Mama mengatur langkah yang tepat untuk mengatasi akar permasalahannya, sehingga Mama nggak perlu lagi berurusan dengan masalah badan pegal ini. Apa pun akar permasalahannya, berikut ini adalah cara mendasar yang bisa Mama lakukan.

  • Stretching dan pijat
    Bagi Mama yang terlalu banyak duduk saat bekerja, hal ini penting banget dilakuin. Sesekali, lakukan gerakan peregangan untuk melemaskan otot leher, lengan, pinggang dan kaki.
    Pijatan ringan ternyata ampuh untuk melemaskan otot yang sedang mengalami kontraksi. Nggak heran jika menikmati pijatan di spa jadi pilihan Mama saat merasa badan pegal. Jika tidak bisa dipijat, Mama bisa membalurkan minyak zaitun ke bagian tubuh yang pegal.
    Namun, yang perlu diingat, pijat hanyalah solusi sementara saja Ma, karena yang perlu diatasi adalah akar permasalahan badan pegalnya.
  • Berolahraga
    Satu-satunya cara untuk meningkatkan massa otot di usia 30 tahun adalah olahraga angkat beban. Ini adalah olahraga wajib bagi siapa pun yang telah berusia 30 tahun atau lebih. Jika tidak, massa otot tubuh akan terus berkurang, kadar lemak meningkat, sehingga beban tubuh makin berat dan pegal-pegal makin parah.
    Mulailah dengan latihan kardio (jogging, jalan cepat atau aerobik), lalu lanjutkan dengan stretching dan latihan beban ringan untuk melatih otot bahu, perut serta kaku sebanyak tiga kali seminggu.
    Eits, Mama jangan dulu berhenti ya, ketika merasa pegal di minggu pertama berolahraga, karena sebenarnya tubuh Mama sedang beradaptasi dengan kebiasaan baru itu. Rasa pegal ini akan berkurang di minggu berikutnya.
  • Diet
    Atur pola makan dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks dan memperbanyak konsumsi serat dari sayuran maupun buah-buahan. Mengonsumsi 3 porsi buah-buahan dalam sehari baik untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Mengonsumsi minuman yang mengandung elektrolit, seperti air kelapa juga baik untuk Mama.


3. Action!

Setelah mengatur menu gaya hidup sehat, Mama harus menginvestasikan waktu dan usaha Mama untuk mengaplikasikannya.

Hal ini penting karena nggak hanya untuk menghilangkan pegal di tubuh Mama, tapi juga demi hari tua. Sekarang atau nanti, Mama tetap harus membayar kesehatan Mama kan? Pilihan semua ada di tangan Mama.

Mau membayar hari ini dengan menerapkan gaya hidup sehat atau nanti di masa tua dengan penyakit yang mungkin lebih parah dari sekadar badan pegal.


BACA JUGA


Kurang Olahraga, Tubuh pun Mengirimkan 8 Sinyal Ini. Namun Sayangnya Sering Mama Abaikan!

Kurang Olahraga, Tubuh pun Mengirimkan 8 Sinyal Ini. Namun Sayangnya Sering Mama Abaikan!

Kurang olahraga bisa membuat kita lemah, lesu, lemot, sampai mengalami mood swing. Yes, olahraga nggak cuma berkaitan dengan pengurangan ...

Read more..


Nah, gimana, Ma? Siap untuk lebih sehat hari ini dan bebas dari badan pegal?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sering Mengalami Badan Pegal? Waspada, Karena Bisa Menjadi Indikasi Penyakit yang Serius!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Content creator. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar