Ini Dia 7 PR Terbesar bagi Setiap Orangtua yang Punya Balita

Ini Dia 7 PR Terbesar bagi Setiap Orangtua yang Punya Balita

1.6K
Menanam kebiasaan baik pada si kecil akan menuai kebiasaan baik pula.

Ternyata banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh seorang Mama ketika memiliki buah hati yang berada di rentang usia 1-3 tahun ini ya. Salah satunya (dan sepertinya yang terbesar) adalah usaha untuk mengajarinya berbagai kebiasaan baru yang cukup penting untuk tumbuh kembangnya.

Mengajarkan kebiasaan baik, apalagi kalau itu adalah kebiasaan baru, kan butuh effort yang cukup tinggi ya, Ma. Satu bisa terlampaui saja sudah bersyukur banget. Apalagi si kecil masih membutuhkan banyak bimbingan, dan kita sebagai orangtua harus ekstra sabar dalam prosesnya.

Nah, ini dia 7 kebiasaan baru yang baik yang harus kita ajarkan pada si kecil, Ma!


1. Weaning


Buat Mama yang memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya, yang satu ini pasti menjadi PR terbesar. Iya apa iya, Ma? Hihihi.

Saya sendiri memberikan ASI pada anak saya sejak dia lahir, hingga berusia 2 tahun ini. Dulunya sih dia masih mau minum ASI yang diperah beberapa menit sebelum saya pergi, kalau saya ada perlu. Tapi sekarang, di usia 22 bulan ini, dia malah sama sekali nggak mau minum ASI perahan yang saya simpan untuknya di kulkas.

Banyak cara saya coba, mulai dari memberikan susu UHT hingga susu formula. Wah, gagal semua, Ma! Saya juga berusaha menempelkan plester pada payudara saya, agar minat menyusunya surut dengan alasan sakit. Drama pun terjadi. Makin parah saat malam tiba. Dia benar-benar sakaw ingin nenen. Akhirnya saya juga tak tahan, nggak tega. Gagallah acara menyapih saya.

Sebenarnya, menurut saya, PR sapih menyapih ini tergantung banget pada level tega sang ibu. Ya, saya nggak akan menyerah. Besok saya akan coba lagi. Doakan saya ya, Ma!


Baca juga: Menyusui di Tempat Umum? Yay or Nay?


2. Melepas diapers


Membiasakan si batita merasakan tanda-tanda panggilan alam seperti ini juga PR banget buat sebagian mama. Ya masa masih mau memakai diapers sampai dia lepas usia 5 tahun, kan nggak mungkin, Ma? Meski ini adalah keterampilan alami, tapi ternyata, kalau nggak kita ajarkan sejak dini padanya, ya merepotkan banget!

Maka, toilet training pun harus sudah diajarkan sejak dini. Jadi si kecil sudah tidak kesulitan jika harus ke toilet, baik toilet duduk maupun yang jongkok. Ya, dia harus mencoba semuanya.

Apakah drama tidak terjadi saat PR ini dilaksanakan? Ya, pasti terjadi, Ma! Hahaha. Drama tiba-tiba ngompol tanpa bilang, atau BAB begitu saja di lantat mah bakalan sering terjadi. Terus, nanti kalau ditanya, "Lho kok, nggak bilang-bilang sih, Dek, kalau mau pipis atau pup?" Dan, yang terjadi kemudian, dia akan tertawa riang gembira. Meledek. Hadeh. Hahaha. Nggak jadi bisa marah juga kan, meski hati dongkol bukan main.

Karena itu, kita yang harus rajin-rajin menanyakan padanya, Ma. Tanyakan hal-hal berikut ini secara berkala dan sering-sering padanya.

"Kalau pipis itu di mana, Dik?"
"Kalau pipis tapi bukan di kamar mandi namanya apa?"
"Dik, mau pergi nih. Sudah nggak pakai pampers kan? Pipis dulu yuk!"
"Dik, tidur yuk! Pipis dulu ya?"
"Kepengin pipis nggak, Dik?"
"Kalau kebelet, bilang ya, Dik?"

Tanyakan apakah dia ingin pipis, kalau perlu dua jam sekali, Ma. Begitupun saat tidur malam. Sudah berhasil mengajaknya pipis dulu sebelum tidur, tengah malam pun saya gendong, kemudian diajak pipis sambil saya pegang dalam posisi jongkok. Dia sih tetep merem, dan saat saya berbisik, "Ayo, Dik, pipis dulu!", dia pun pipis dengan sukses.


3. Mandi dengan air dingin


Konon, bayi mulai boleh mandi air dingin saat usianya menginjak 6 bulan. Konon, air dingin ini bisa membuat sistem kekebalan tubuhnya lebih baik. Si kecil jadi jarang sakit dan tulangnya pun kuat. Kebiasaan ini baru saya terapkan saat usia anak saja satu tahun, Ma. Pada awalnya, ya, susah. Protes dia karena kedinginan. Tapi lama-lama juga terbiasa, sampai sekarang.

Tapi, nggak perlu dipaksakan juga. Kalau cuacanya lagi nggak bersahabat, ya sudah, pakai air hangat saja. Apalagi kalau kondisinya lagi nggak fit. Wah! Nggak perlu cari penyakit lagi deh.


Baca juga: Latih si Baby Mandi Air Dingin Yuk! Supaya Dia Bisa Merasakan Manfaatnya Sejak Dini


4. Minum pakai gelas


Saat masih bayi, biasanya sih si kecil akan minum susu pakai botol dengan dot.

Lalu seiring dia makin besar, kita harus juga membiasakannya minum menggunakan gelas. Pertama-tama bisa memakai gelas yang ada moncongnya untuk latihan. Kemudian meningkat lagi, menggunakan gelas tanpa moncong.

Saya sendiri tak mengalami kesulitan yang cukup berarti saat sampai pada tahap ini. Anak saya cukup senang minum pakai gelas, apalagi kalau dikasih sedotan.


5. Biasakan makan sendiri


Makan sendiri juga merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus sudah dikuasai si kecil sejak dini, Ma. Mulai di usia berapa, itu sih Mama yang bisa memprediksikannya, berdasar kebiasaan si kecil.

Kalau anak saya, sudah bisa berinisiatif untuk makan sendiri sejak usianya memasuki satu tahun. Saat lapar, dia juga akan mengambil sendiri wadah makanannya dan bilang, "Maem!"

Kemudian biasanya saya akan mengambilkan makanannya, kemudian memberi dia kebebasan untuk makan sendiri. Berantakan memang. Tapi itulah proses dia belajar, jadi biarkan saja. Harus siap bebersih saja nanti, kalau perlu ajak dia sekalian untuk membereskan bersama. Kan bagus, sekalian melatihnya.


Baca juga: Si Kecil Masih Susah Makan Sayur, Ma? Coba 15 Cara Sederhana Ini, Yuk!


6. Tidak boleh mandi bareng dengan saudara yang beda jenis kelamin


Saya pernah membaca, bahwa toddler berusia 2 tahun sebaiknya nggak mandi bareng dengan saudara atau orang tuanya yang beda jenis kelaminnya. Misalnya, anak perempuan itu nggak boleh mandi bareng dengan kakak atau adik laki-laki, atau dengan papanya. Hal ini berlaku juga sebaliknya. Anak aki-laki mulai usia 2 tahun nggak mandi bareng dengan mamanya.

Nah, ini anak saya yang laki-laki suka ikut nimbrung mandi kalau adik perempuannya sedang saya mandikan. Main airlah mereka, sambil main sabun, ciprat-cipratan. Saya ikutan basah, jadi ya, kadang mandi sekalian deh. Hahaha. Jadi lamaaa ...!

Maka sekarang saya sering mengajaknya mengobrol, memberi pengertian kepada kakak, bahwa sebenarnya dia nggak boleh mandi bareng lagi sama adik. Harus mandi sendiri-sendiri.


7. Tidur di kamar sendiri


Idealnya, anak belajar punya privacy dari sejak kecil dengan memiliki kamar sendiri. Tujuannya tentu supaya lebih berani dan juga bisa mandiri. Namun, karena berbagai alasan, mungkin kita belum bisa menyediakan toddler kamar sendiri ya, Ma.

Ya, nggak apa-apa sih.

Cuma itu lho, Ma, kalau sekamar sama kita, terus dia harus melihat orangtuanya lagi indehoy. Waduh banget kan?

Toddler sudah mulai suka meniru dan bisa mengingat dengan baik. Kalau sampai dia melihat, kemudian meniru, meskipun belum paham apa yang dilakukannya, kan gawat! Jadi, harus dipikirkan benar-benar tuh, gimana caranya. Mau pindah kamar, atau jaga supaya si kecil jangan sampai terbangun dari tidur dan melihatnya.


Baca juga: Jangan Sampai Rutinitas Seharian Menurunkan Gairah! Segera Atasi dengan Langkah-Langkah Berikut Ini!


Nah, itu dia tujuh kebiasaan baik yang penting yang harus kita ajarkan pada si kecil saat dia memasuki usia 1 - 3 tahun. Mungkin ada yang punya pengalaman yang kurang lebih sama atau mungkin mau menambahi? Yuk, tulis di kolom komen ya!

Happy momong, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini Dia 7 PR Terbesar bagi Setiap Orangtua yang Punya Balita". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Juliastri Sn | @juliastrisn

A mom of 2, suka menulis di blog www.juliastrisn.com. Entrepeneur di bidang otomotif. Beberapa tulisan pernah dimuat di majalah wanita dan majalah parenting terkemuka di Indonesia.

Silahkan login untuk memberi komentar