#SharingMember - Tanya Jawab Seputar Pajak dengan Mama Edmalia yang Bertugas di Salah Satu Kantor Pajak Jakarta

#SharingMember - Tanya Jawab Seputar Pajak dengan Mama Edmalia yang Bertugas di Salah Satu Kantor Pajak Jakarta

3.8K
Pajak itu rumit? Kalau sudah membaca Sharing Member ini, pasti pendapat Mama soal pajak itu akan berubah. Coba deh, disimak ya, Ma.

Hello, Mama! Beberapa waktu yang lalu, di Rocking Mama Community kita berkesempatan berbagi bersama salah seorang member yang kebetulan banget bertugas di salah satu kantor pajak.

Yes, kita beramai-ramai kepoin pajak! Seru kan? Pasti banyak juga mama di luar Rocking Mama Community yang juga belum terlalu jelas soal pajak ini.

Kita ikuti saja yuk, tanya jawab yang dilakukan oleh para mama yang bergabung dalam Rocking Mama Community dengan Mama Edmalia Rohmani, yang sehari-hari selain menjadi seorang ibu juga adalah seorang pelayan masyarakat di kantor pajak ini.


Sesi #SharingMember dengan Edmalia Rohmani, yang bertugas di salah satu kantor pajak di Jakarta.



1. Ayu Utami: Jika working mom punya penghasilan tambahan menulis dan mendapat bukti potong, apakah harus dilaporkan dalam SPT Tahunan? Dan apakah harus membayarkan lagi melalui SSP? Apakah pembayarannya akan besar?


Semua jenis penghasilan harus dilaporkan dalam SPT Tahunan, baik yang ada bukti potongnya maupun tidak.

Untuk pembayaran kembali melalui SSP, tergantung nanti hasil akhir perhitungannya dalam SPT Tahunan, perlu bayar pajak lagi atau tidak. Besar atau kecilnya pajak yang terutang di suatu tahun pajak akan ketahuan setelah mengisi dan memperhitungkan dalam SPT Tahunan.


2. Helena Safitri: Saya malah jarang dapat bukti potong. Udah minta tapi nggak dikasih-kasih. Gimana ya? Terus, freelancer (terutama dari hasil nulis) itu isi SPT form yang mana? Dan dikenai pajak apa aja?

Seharusnya, bukti potong tetap harus diminta ke pihak pemberi penghasilan, sebab bisa mengurangi pajak yang harus dibayar di akhir tahun pajak. Kan sayang kalau tidak dapat bukti potongnya. Untuk para penulis freelance, bisa menggunakan Form 1770.

Pajak untuk para pekerja lepas, secara umum namanya PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi. Kalau dari pemberi penghasilan kena PPH Pasal 21.


BACA JUGA


Ini Dia 5 Aplikasi yang Memudahkan Administrasi Perpajakan Mama. Yuk, Jadi Warga Negara Taat Pajak!

Ini Dia 5 Aplikasi yang Memudahkan Administrasi Perpajakan Mama. Yuk, Jadi Warga Negara Taat Pajak!

“Teknologi informasi dan bisnis saling berkaitan dengan erat. Saya tak berpikir siapa pun dapat berbicara salah satunya dengan penuh makna ...

Read more..


3. Bety Sulistyorini Kristianto: Saya pernah diberi informasi, bahwa ke depannya NPWP istri akan digabungkan dengan suami. Apa betul demikian? Untuk mama yang bekerja secara lepas seperti saya yang penghasilannya nggak tentu begini, cara isi SPT-nya bagaimana?

Sebenarnya aturan penggabungan NPWP suami istri ini sudah lam,a tapi untuk implementasinya memang harus bertahap. Belum terlalu masif, sebab Wajib Pajak masih banyak yang perlu diedukasi.

Untuk pajak pekerja lepas, bisa menggunakan Form 1770 untuk memperhitungkan semua penghasilan yang pernah diterima, baik yang sudah dipotong pajak atau belum. Itu namanya penghasilan bruto.

Selanjutnya kita harus mencari penghasilan netto. Cara menentukannya dengan menggunakan pembukuan atau pencatatan alias metode Norma. Untuk teknisnya, silakan datang saja ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat ya.

Nanti akan ada rumus tertentu untuk mengetahui berapa jumlah pajak yang seharusnya dibayarkan, kemudian akan dikurangi dengan jumlah pajak yang pernah dipotong pihak lain (dibuktikan dengan bukti potong yang diterima).

Apakah hasil akhirnya? Kurang Bayar Pajak, Lebih Bayar, atau Nihil alias impas? Maka di sinilah ketahuan apakah kita harus membayar pajak lagi atau tidak.

Secara umum seperti itu.


4. Julie Septy: Saya karyawan baru. Kemarin saya iseng mau nanya soal pembuatan kartu NPWP. Di kantor sebelumnya, saya sudah bikin. Tapi beda kota. Dulu Surabaya, sekarang Sidoarjo. Niatnya mau memperbarui sekalian bikin sama teman-teman secara kolektif. Kata pihak kantor, sekarang ini nggak bisa bikin NPWP kolektif. Harus per daerah. Jadi kalau domisili Malang ya harus bikin di Malang, misalnya. Benarkah begitu?

Kalau sudah punya NPWP sebenarnya tidak perlu bikin NPWP lagi. Kalau mau cetak ulang bisa, tapi nomornya tetap nomor lama. Sekali seumur hidup loh ini.

Sepengetahuan saya bikin NPWP kolektif masih bisa, tapi saya tidak tahu lagi ya kebijakan di masing-masing kantor. Mungkin ada pertimbangan lain. Saya tidak kompeten di bidang ini, jadi sebaiknya perlu dikonfirmasi ke pihak-pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Oh iya, Mama, sebenarnya kita bisa buat NPWP sendiri loh via internet. Di sini ya alamatnya https://ereg.pajak.go.id/login.



5. Jane Langking: Untuk mama yang kerja di rumah atau lagi merintis usaha kecil, gimana cara bikin NPWP dan isi SPT-nya? Tapi masalahnya keuntungan dari usahanya belum menentu, karena masih dirintis. jadi minimal laba bersih berapa juta ya yang sudah mulai kena pajak?

Pertama-tama yang perlu dicatat adalah untuk mama yang non karyawan melapor SPT Tahunan menggunakan Form 1770 ya, nanti mengisinya berbeda-beda tergantung jenis pekerjaannya.

Mamas yang bekerja sebagai freelancer seperti dokter, notaris, penulis, konsultan, tenaga ahli, dan sebagainya (disebut mempunyai pekerjaan bebas) ini mempunyai kewajiban perpajakan yang berbeda dengan para mama yang mempunyai kegiatan usaha di rumah (misalnya: katering, order pembuatan cake, penjahit, les pelajaran, penyewaan buku, dan sebagainya) yang omsetnya di bawah 4,8 Milyar.

Ini namanya UKM. Untuk pelaku usaha ini pemerintah telah mengatur dalam Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2013 yang berlaku mulai Juli 2013.

Caranya mudah sekali. Mama cukup membayar pajak sebesar 1% per bulan dari omset kotor tiap bulan (jadi tidak perlu menghitung laba bersih). Nanti ketika akan melaporkan dalam SPT Tahunan, Mama cukup membuat rekapitulasi pembayaran saja. Tidak ada yang perlu dibayar lagi.

Apabila di suatu bulan tidak ada orderan bagaimana? Tentu saja tidak ada yang perlu dibayar. Untuk info lebih lanjut silakan ke KPP terdekat ya.


6. Yervi Hesna: Saya PNS, dan belum pernah lapor SPT. Yang perpanjangan kemarin juga nggak sempat isi. Apa konsekuensinya ya? Logikanya, sebagai PNS di mana gaji sudah dikenakan pajak penghasilan, seharusnya kita dong yang diberikan informasi, berapa total pajak yang telah dibayarkan. Ini kok aneh malah kita yang harus melaporkan.

Ada konsekuensi akan diterbitkan denda sebagai sanksi keterlambatan pelaporan SPT Tahunan sebesar Rp100ribu. Nanti pihak KPP akan menerbitkan Surat Tagihan Pajak. Bayar dendanya nanti saja kalau sudah terima STP-nya.

Betul, PNS (dan karyawan swasta juga) sudah dipotong PPhnya oleh pemberi kerja.

Makanya di awal tahun biasanya bendaharawan atau HRD akan memberikan bukti potong sebagai tanda sudah dipotong pajak selama setahun, dan memberikan informasi berapa pajak yang sudah dipotong (jadi informasinya bukan dari KPP ya).

Itulah yang digunakan sebagai salah satu dasar penghasilan yang dilaporkan. Saya bilang salah satu, karena bisa jadi tidak semua PNS atau pegawai swasta bekerja di satu pemberi kerja saja, atau mendapatkan penghasilan dari satu pintu.

Bisa saja kan dia mendapatkan penghasilan dari usaha sampingan, misalnya menyewakan rumah atau kos-kosan, atau jual-beli tanah (yang harusnya membayar PPh Final), dan semua jenis penghasilan harus dilaporkan dalam SPT Tahunan. Sebab sistem perpajakan di negara kita kan Self Assessment. Jadi negara tidak tahu status Wajib Pajak kalau dia belum mendeklarasikan semua penghasilannya di SPT Tahunan.

Kalau dia hanya bekerja di satu instansi atau perusahaan ya sudah dilaporkan apa adanya saja, sehingga statusnya Nihil alias nggak perlu bayar apa pun.


7. Inne RA: Februari kemarin saya cek NPWP saya di kantor pajak, ternyata status NPWP saya sudah tidak efektif. Nah, pertanyaannya:
  • Dengan penghasilan fluktuatif sebagai seorang freelancer (tergantung project, kadang ada, kadang nggak), kira-kira bagaimana perhitungan pajaknya?
  • Sebaiknya saya mengaktifkan kembali NPWP pribadi, atau saya mengaktifkan NPWP gabung dengan suami?

Untuk pertanyaan pertama, sudah saya jelaskan di atas, pada pertanyaan no. 3.

Untuk pertanyaan kedua, bisa keduanya.

Kalau istrinya menggunakan Form 1770 (sebab freelancer) maka akan ada konsekuensi suami juga harus melaporkan menggunakan Form 1770. Ini akan menimbulkan masalah bila suami tidak menggunakan form ini (misalnya suami karyawan yang menggunakan Form 1770-S). Biasanya suami akan merasa ribet dan terbebani.

Apabila tetap ingin menjalankan kewajiban perpajakan terpisah alias mengaktifkan kembali NPWP, maka tidak apa-apa sepanjang setiap kali melapor, Mama dan suami menambahkan satu lembar lagi Form Perhitungan ulang Pajak untuk Suami-Istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah.

Untuk info lebih lanjut silakan ke KPP terdekat atau telepon saja KringPajak 1500200.


BACA JUGA


#TanyaKeuangan Bersama Dani Rachmat - Antara Keuangan Keluarga, Investasi, dan Bisnis Diomongin Seru!

#TanyaKeuangan Bersama Dani Rachmat - Antara Keuangan Keluarga, Investasi, dan Bisnis Diomongin Seru!

Kalau sekarang Mama sudah ada patokan pengeluaran harian dan kemudian timbul pengeluaran yang nggak sinkron, apakah itu karena memang ...

Read more..


Nah, Mama. Itu dia jawaban-jawaban Mama Edmalia terkait kewajiban-kewajiban warga negara atas pajak. Tampak rumit? Hmmm ... sebenarnya enggak lho. Malah kalau benar bisa kita ikuti saja step by step, membayar pajak itu bukanlah kewajiban berat.

Oh iya, ada satu lagi yang harus diinformasikan nih, Mama, dari Mama Edmalia.

Untuk jenis penghasilan yang berasal dari menyewakan tanah dan atau bangunan, juga perlu dikenakan PPh Final sebesar 10% dari penghasilan yang diterima.

Banyak sekali pihak yang belum tahu mengenai hal ini, sehingga tidak membuat NPWP padahal punya banyak kos-kosan lho. Nah, pas di forum Rocking Mama Community ini, Mama Edmalia ingin mengajak semua mama yang punya penghasilan dari jenis ini, atau ada anggota keluarganya yang seperti ini, maka silakan diajak ke KPP terdekat agar bisa mendapatkan info yang lengkap dan jelas sehingga bisa ikut berkontribusi membangun bangsa.

Begitulah diskusi panjang kita mengenai seluk beluk pajak bersama Mama Edmalia. Semoga mencerahkan ya, Ma.

Sampai ketemu lagi di Sharing Member berikutnya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "#SharingMember - Tanya Jawab Seputar Pajak dengan Mama Edmalia yang Bertugas di Salah Satu Kantor Pajak Jakarta". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar