Si Kecil Dapat Angpau Lebaran, Yuk, Bimbing Ia Bijak dalam Menerima dan Menggunakannya!

Si Kecil Dapat Angpau Lebaran, Yuk, Bimbing Ia Bijak dalam Menerima dan Menggunakannya!

1.7K
Saat Lebaran nanti, bisa saja si kecil akan dapat banyak salam tempel dari keluarga besar ataupun mungkin juga dari tetangga. Apa yang harus kita lakukan agar si kecil mengerti akan nilai uang dan bisa belajar bijak dalam menggunakannya?

Momen Lebaran sepertinya merupakan salah satu momen yang dinantikan si kecil barangkali ya. Saya ingat dulu waktu masih kecil, seneng banget kalau sudah mendekati Lebaran. Kenapa? Soalnya saat Lebaran itu, saya bakalan diajak berkunjung ke sanak saudara yang banyak, dan semuanya akan kasih angpau ke saya. Hahaha.

Mama juga kan? Angpau Lebaran memang menjadi salah satu “daya tarik” Lebaran buat kita yang masih kecil dulu. Betul nggak, Ma? Apalagi kalau kita puasanya penuh. Wah, reward-nya bisa datang dari mana saja!

Ya, nggak ada yang salah sepertinya dengan itu. Kita jadi semangat puasa, pun jadi semangat diajak keliling ke saudara-saudara saat Lebaran tiba. Seiring kedewasaan kita, pun makin tebalnya iman dan tahu akan kewajiban beribadah, uang pun akhirnya tak menjadi motivasi lagi.

Nah, sekarang kondisi tersebut akan berpindah ke anak kita. Iya, si kecil.

Lalu, apa yang harus kita lakukan, Ma? Membiarkan si kecil menerima setiap uang yang diterimanya, meski bukan dari kita orang tuanya? Lalu apa etikanya? Coba kita telusur yuk.


BACA JUGA


5 Hal yang Bisa Kita Ajarkan kepada Anak-anak Tentang Keuangan Agar Mereka Lebih Bertanggung Jawab

5 Hal yang Bisa Kita Ajarkan kepada Anak-anak Tentang Keuangan Agar Mereka Lebih Bertanggung Jawab

Beware of little expenses, small leaks will sink a great ship. ~ Benjamin Franklin

Read more..


Siapa yang boleh memberi uang pada anak kita?


Sebagai orang tua, pastinya kita harus mengetahui berapa banyak uang yang seharusnya dimiliki oleh si kecil. Ya, karena kita kan punya kendali penuh terhadap semua uang yang ia pegang, baik yang kita berikan langsung atau yang dalam bentuk lain. Tabungan, misalnya.

Dan, tradisi di Indonesia memang ada momen-momen tertentu di mana kita memberi hadiah berupa uang pada anak, misalnya seperti saat Lebaran mendatang. Atau saat khitanan misalnya.

Nggak jarang jumlahnya pun cukup banyak, nggak cuma seribu dua ribu. Kadang ada yang memberi ratusan ribu pada anak kita.

Dan, menurut saya, uang itu cukup sensitif dan harus hati-hati kalau sudah harus mengenalkannya pada anak-anak kita.

Saya pribadi tak bisa membiarkan siapa pun memberi uang pada anak saya. Jadi, saya sendiri punya batasan begini, Ma.

Pihak pertama yang sangat boleh memberikan uang pada si kecil, pastinya, adalah kita, orang tuanya. Sembari memberi uang, tentunya kan kita juga akan menjelaskan, mengapa kita memberi uang dan apa tujuannya. Pastikan anak mengerti, dan bisa bijak menggunakannya. Ini merupakan salah satu tujuan kita mengajarkan mengenai keterampilan hidup padanya. Betul?

Pihak kedua yang boleh-boleh saja memberi uang pada si kecil, terutama di momen-momen tertentu seperti Lebaran, adalah kakek dan neneknya. Pastinya juga dengan catatan dan penjelasan, untuk apa uang tersebut diberikan dan dengan tujuan apa. Pihak berikutnya yang juga boleh memberi uang, dan hanya pada saat momen penting, adalah keluarga besar dan kerabat dekat lainnya, seperti om, tante dan seterusnya.

Kemudian ada orang-orang yang berada di luar lingkaran ini, misalnya teman-teman kita, tetangga atau siapa pun, itu tidak boleh memberi anak saya uang. Apalagi yang nggak kenal sama sekali.

Mengapa?

Karena kita tidak bisa tahu apa tujuan yang sebenarnya dan apa motifnya memberi uang. Ada pamrih apa di baliknya?

Menerima uang dari sembarangan orang, menurut saya, bisa berbahaya bagi perkembangan jiwa anak-anak.


BACA JUGA


Awas, 5 Senjata Mendidik Anak Ini Bisa Melukai Perasaan dan Perkembangan Jiwa Mereka! Jangan Teruskan!

Awas, 5 Senjata Mendidik Anak Ini Bisa Melukai Perasaan dan Perkembangan Jiwa Mereka! Jangan Teruskan!

Dalam hal mendidik anak, karakter anak akan terbentuk berdasarkan pola kebiasaan orangtua. Apakah Mama sering mempergunakan 5 senjata ...

Read more..


Bagaimana jika ada orang yang tiba-tiba sudah memberi uang pada si kecil, tanpa kita lihat?


Mungkin suatu kali Mama tiba-tiba saja sudah melihat si kecil membawa-bawa uang yang tak jelas asal muasalnya. Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Tanyakan pada si kecil, dari siapa dan apa pula sebabnya hingga ia memperoleh uang tersebut. Setelah Mama mendapatkan keterangan dari si kecil, lalu konfirmasikanlah pada si pemberi. Sekadar klarifikasi saja, Ma.

Upaya tersebut juga merupakan perlindungan terhadap anak, Ma. Sebagai salah satu usaha deteksi dini terhadap kemungkinan tindakan-tindakan pelecehan anak yang mungkin terjadi.

Ingat, Ma, sekarang makin banyak predator-predator anak berkeliaran. Jadi, sikap waspada ini penting sekali!

Harus Mama ingat, bahwa si kecil tidaklah boleh menerima uang yang sifatnya transaksional. Misalnya, karena mendapatkan upah dari bekerja, atau karena ditukar dengan sesuatu dari si kecil. Jangan sampai ya, Ma!

Ya, mungkin saja Mama memang suka menanamkan bahwa untuk mendapatkan uang kita harus bekerja keras dulu. Misalnya, saat si kecil menginginkan benda yang mahal, ya dia harus menabung dari uang jajannya, atau harus membantu Mama dulu di rumah. Tapi itu berbeda sekali dengan menerima uang dari orang lain begitu saja, ya kan, Ma?

Kalau yang memberikan “upah” tersebut adalah orang tua, pastinya sudah ada kesepakatan dulu dengan si kecil, dan kita tahu jelas tujuannya apa. Sementara dengan orang lain kan enggak. Nggak ada kesepakatan apa-apa dan kita nggak tahu apa tujuan sebenarnya.

Jangan sampai kita terjebak pada eksploitasi anak.

Lalu kalau sudah menerima bagaimana? Dikembalikan?

Ya, tergantung. Setelah alasan, tujuan, pemberinya jelas, tanyakan pada si kecil apakah dia keberatan kalau uangnya dikembalikan? Jelaskan padanya mengapa uang tersebut harus dikembalikan.

Namun, jika ada indikasi pelecehan atau eksploitasi anak, maka diskusi tersebut tak perlu dilakukan. Segera ambil tindakan, jauhkan anak dari si pelaku dan lindungi dia.

Dan, Mama, jangan pernah menyalahkan anak jika ia sudah menerima uang dari orang lain ya, apa pun alasan dan kondisinya.


BACA JUGA


Memperingati Hari Anak Internasional dengan Menghentikan Usaha Eksploitasi Anak - Bahkan dari yang Tak Kita Sadari!

Memperingati Hari Anak Internasional dengan Menghentikan Usaha Eksploitasi Anak - Bahkan dari yang Tak Kita Sadari!

Momen Hari Anak Internasional 1 Juni bisa jadi titik tolak kita untuk menghentikan usaha eksploitasi anak, bahkan yang tak kita sadari ...

Read more..


Ajari si Kecil Mengelola Angpau yang Diterimanya Saat Lebaran


Nah, bayangkan Mama kecil dulu yang menerima banyak angpau Lebaran. Pastinya seneng banget kan? Begitu juga si kecil. Kalau kita dulu membayangkan bisa jajan dan membeli apa pun yang kita inginkan dari angpau Lebaran yang kita dapat, maka begitu pula dengan si kecil.

Namun, pastinya, uang yang dimiliki tidak semua untuk membeli barang, apalagi dihabiskan saat itu juga. Terlepas dari seberapa jauh pengetahuan anak tentang uang, ajaklah mereka untuk menghitung dan membagi uang yang diperoleh.


1. Ajak anak menghitung uangnya

Jika yang diterima oleh anak hanya selembar atau satu keping, pasti akan lebih mudah menghitungnya. Namun, mungkin saja yang diterimanya lebih dari selembar atau sekeping. Atau malah kombinasi lembaran dan kepingan.

Ajak si kecil untuk menghitung, dan perlihatkan caranya. Dengan demikian, ia pun tahu seberapa besar total uang yang dimilikinya. Ini barangkali juga cara bagus untuk praktik hitungan matematika yang sudah dipelajarinya kan, Ma?


2. Ajak anak merancang penggunaannya

Setelah tahu total uangnya, ajaklah si kecil merancang penggunaan uang tersebut. Bisa saja Mama ajak ia membaginya pada pos-pos pengeluaran. Misalnya, berapa uang yang akan dibelanjakan dan berapa uang yang harus ditabung.

Sehingga anak pun mengerti, bahwa uang memang seharusnya ada yang dipakai, dan ada pula yang disimpan.



3. Tambahkan pos berbagi

Ya, akan baik pula untuk si kecil jika ia juga punya pos untuk berbagi. Apalagi momen Lebaran ini memang pas banget baginya untuk ikut berbagi bersama Mama dan keluarga kan?

Jika pada pos pengeluaran, ia akan menghabiskannya untuk dirinya sendiri, di pos berbagi, ia akan membelanjakannya untuk sesamanya. Mama bisa ajak si kecil belanja alat tulis, misalnya, untuk kemudian dibungkus dan diberikan ke panti asuhan. Atau, langsung saja ajak ia mendonasikannya langsung dalam bentuk uang ke akun-akun sosial.

Dengan demikian pula, Mama sudah mengajarkan, bahwa saat ia berkelimpahan ia pun harus mengingat teman-temannya yang kekurangan. Saat yang tepat untuk mengajarkan empati padanya, bukan?


BACA JUGA


Bang Bing Bung! - Begini Mengajarkan Anak untuk Menabung Sejak Dini!

Bang Bing Bung! - Begini Mengajarkan Anak untuk Menabung Sejak Dini!

Mengajarkan anak untuk menabung itu gampang-gampang susah. Tapi, yang penting, tentunya Mama harus menjadi role model yang baik untuknya ...

Read more..


Nah, semoga tips di atas bisa bermanfaat jika saat Lebaran nanti Mama melihat si kecil dapat banyak salam tempel ya. Hal tersebut bukanlah hal yang buruk, namun tetap harus bijak dalam menanganinya.

Selamat Lebaran, Mama, dan salam untuk keluarga!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Si Kecil Dapat Angpau Lebaran, Yuk, Bimbing Ia Bijak dalam Menerima dan Menggunakannya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar