Si Remaja Kelamaan Main Internet? Hati-hati, Beberapa Hal Negatif Ini Mengintai Mereka yang Terlalu Lama Berinternet!

Si Remaja Kelamaan Main Internet? Hati-hati, Beberapa Hal Negatif Ini Mengintai Mereka yang Terlalu Lama Berinternet!

1.5K
Di zaman modern seperti ini anak-anak Mama pasti semakin pintar main internet. Apakah si remaja Mama sering berlama-lama dengan handphone atau laptopnya? Kalau begitu Mama harus rajin membimbing dan awasi, ya, karena mungkin hal-hal ini yang sedang ia lakukan.

Jangankan si Kakak yang usianya masih belasan, si Adik pun sudah hafal sekali untuk membuka dan menonton video kesukaannya di Youtube. Zaman sekarang, kayaknya nggak ada anak yang nggak suka main internet ya, Ma.

Di zaman yang mengagungkan kecanggihan teknologi dan kecepatan arus informasi seperti sekarang ini, semua memang tampak mudah digunakan. Saking mudahnya, semua orang di segala usia bisa mengoperasikannya dengan baik.

Tapi, Ma, coba diingat-ingat kapan terakhir kali mengecek aktivitas apa yang dilakukan anak remaja Mama saat main internet? Kalau mengawasi tontonan dan permainan anak yang paling kecil kan mungkin sering ya. Kalau yang masih belasan tahun, gimana, Ma?

Ingat, lho, umur belasan tahun ini yang justru paling rawan memasuki area berbahaya saat main internet. Maka bimbingan dan pengawasan Mama nggak boleh kendor tuh.


BACA JUGA


Internet Bagi Anak: Bagaimana Cara Kita Mendampingi Agar Anak Bisa Memperoleh Manfaat Baiknya

Internet Bagi Anak: Bagaimana Cara Kita Mendampingi Agar Anak Bisa Memperoleh Manfaat Baiknya

Internet bagi anak, manfaatnya begitu banyak namun bahayanya juga begitu mengerikan. Tugas kita pastinya, untuk memastikan semua aman bagi ...

Read more..


Selalu akan ada situs web baru tiap harinya di internet. Tiap situs baru tersebut pun menawarkan banyak sekali hal, dari yang amat berguna hingga yang amat menyesatkan. Sehingga peran serta orang tua amatlah vital ya, Ma, demi menyaring jutaan informasi yang dapat diakses oleh anak-anak hanya dalam satu klik.


Berikut ini adalah hal-hal yang mungkin saja mengancam anak remaja Mama kalau sampai terlalu lama main internet.


1. Melihat atau Mengunggah Konten yang Tidak Pantas


Tahukah Mama kalau ada kurang lebih 132 juta pengguna internet di Indonesia?

Sebuah survei yang dijalankan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2016 pun menyebutkan, bahwa kepemilikan telepon genggam atau smartphone merupakan pemicu utama dari bahaya terlalu kecanduan main internet.

Media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube pun kian populer di semua kalangan, terutama di kalangan anak remaja.

Hal yang selalu mengkhawatirkan jika anak remaja kelamaan main internet adalah potensi "nyasar" ke situs yang tidak pantas untuk ia lihat.

Media sosial juga tidak luput dari konten-konten yang tidak pantas ini, Ma, dan justru sering menjadi muara informasi mengenai situs-situs terlarang.

Karena itu, rajin memeriksa kolom History dari smartphone ataupun laptop si remaja memang sesekali perlu. Jangan lupa untuk tetap memberikan privasi pada si remaja, tapi pengawasan Mama yang mengecek apa yang ia lihat pun bijak.

Infografis: APJII

Bukan hanya dari segi anak remaja sebagai penonton, tetapi bisa saja menjadi salah satu penggunggah.

Kini tayangan viral yang tidak baik sering menjadi ajang ikut-ikutan supaya tidak kudet atau kurang update. Lihat saja skip challenge yang hangat beberapa waktu lalu, Ma. Konten seperti itu bukan hanya bahaya untuk dilihat, tetapi juga sangat bahaya untuk ditiru!

Atau misalnya ada tren pakaian seragam sekolah yang super ketat lalu difoto dengan gaya yang menonjolkan bagian pinggul. Beberapa akun bercandaan tidak hanya sekali dua kali menjadikan foto seperti itu sebagai bahan candaan dan mengundang komentar tidak senonoh.

Maka sekali lagi, Ma, perhatikan dan bimbing anak remaja Mama agar paham mana yang pantas dan tidak pantas dilakukan di dunia maya.


BACA JUGA


Ini Dia 13 Video Mannequin Challenge Pilihan Rocking Mama! From High Schoolers to Michelle Obama!

Ini Dia 13 Video Mannequin Challenge Pilihan Rocking Mama! From High Schoolers to Michelle Obama!

Mannequin Challenge menjadi viral sejak awal November, dan kini banyak orang yang juga terinspirasi mencoba tantangan ini. Dan, berikut ...

Read more..


2. Berbicara dengan Orang Jahat

Sebuah penelitian dari Pew Research Center tahun 2015 lalu menunjukkan hasil positif mengenai kegiatan anak umur 13 - 17 tahun di dunia maya.

Banyak anak remaja yang main internet sebagai sarana untuk menjalin pertemanan. Menurut data, 57% anak remaja memiliki teman yang dikenalnya melalui internet, dan 64% di antaranya memulai pertemanan melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Tidak bermaksud menyebutkan, bahwa memiliki banyak teman itu buruk. Tetapi kalau hal ini terjadi tanpa pengawasan atau perhatian dari orang tua, anak remaja Mama bisa jadi menjalin pertemanan dengan orang yang tidak baik atau (amit-amit, ya, Ma) predator.

Informasi yang anak remaja Mama bagi dengan orang lain di seberang jaringan bisa saja terlalu detail. Sehingga hal-hal pribadi yang amat penting, bisa secara tidak sadar pun diberitahukan olehnya kepada orang lain yang ia kenal dari internet.

Maka peran Mama bukan hanya sekadar melihat-lihat daftar teman online, tetapi juga harus diikuti pendekatan dengan bicara terbuka.

Pastikan bahwa teman-teman yang sering ia ajak bicara melalui media sosial adalah orang yang Mama bisa selidiki. Ajak anak remaja ngobrol terbuka mengenai teman-teman online-nya tanpa mengekang, dan ingatkan hal-hal pribadi yang selayaknya tidak perlu dibagi ke orang lain juga amat penting, Ma.


3. Menjadi Subjek Cyberbullying

Cyberbullying, atau dengan sederhana dapat dikatakan kegiatan mengolok-olok orang lain di dunia maya, kini marak dan meriah sekali terjadi. Pemicunya terkadang adalah unggahan yang "dinilai" berlebihan oleh orang lain.

Konten yang anak remaja Mama unggah di media sosial--meskipun Mama menilainya baik-bisa saja--bisa dinilai buruk oleh pengguna media sosial lainnya. Hal tersebut pasti kemudian akan mengundang reaksi dari para pem-bully di dunia maya yang mungkin bisa berdampak buruk kepada anak remaja Mama.

Ingatkah Mama tentang seorang anak remaja usia sekolah menengah yang punya alis super tebal? Padahal ia hanya mengunggah foto selfie, saja tetapi viral ke mana-mana. Bahkan, kalau Mama lihat ke kolom komentar, banyak sekali lho, yang berkomentar negatif karenanya. Padahal apa salahnya sih beralis tebal?


BACA JUGA


Say No to Bullying! Bekali Anak dengan 5 Jurus Ini

Say No to Bullying! Bekali Anak dengan 5 Jurus Ini

Tantangan dan atau kesulitan adalah kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh

Read more..


Mungkin terdengar sepele, tapi jika dibiarkan dan Mama tidak membantu (mungkin karena tidak tahu), urusannya bisa panjang, Ma. Dampaknya bisa langsung ke pribadi si remaja Mama sendiri.

Bisa jadi ia tumbuh menjadi kurang percaya diri karena pernah (atau terlalu sering) dikritik dengan kasar oleh orang lain--yang bahkan mungkin tidak ia kenal.

Dampak lainnya tentu saja bisa mengubah anak Mama ingin "balas dendam" kemudian balik membully orang lain di media sosial.

4. Mem-Bully Orang Lain


Menjadi subjek bullying saat main internet memang sangat tidak menyenangkan, tetapi menjadi orang yang membully orang lain pun sama tidak menyenangkannya.

Penelitian pun menunjukkan bahwa orang tua ternyata lebih sering mengingatkan anak-anak mengenai cara berperilaku yang baik di rumah atau di sekolah dibandingkan mengingatkan mengenai cara berperilaku di dunia maya.

Hal ini yang juga turut andil dalam maraknya orang menghina satu sama lainnya di dunia maya. Bahkan ada beberapa orang yang sengaja membuat akun palsu demi bisa menghujat atau berkomentar jahat.

Ingat fenomena popularitas Awkarin? Banyak sekali orang yang menghinanya di media sosial. Hal tersebut secara tidak sengaja membentuk kelompok yang kemudian membela Awkarin. Mereka balik melawan orang-orang yang menghina Awkarin dan menimbulkan "keributan" seru di kolom komentar.

Perilaku cyberbullying sama tercelanya dengan bully biasa. Sebisa mungkin Mama harus mengimbangi nasihat mengenai perilaku yang harus diterapkan anak remaja Mama baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Karena tindakan ini termasuk dalam lingkaran setan, selama masih ada yang membully dan ada yang dibully, siklusnya akan berputar terus, maka harus Mama putus dari anak Mama sendiri.


5. Berkutat dengan Rasa Iri


Mungkin inilah dampak yang paling sering terjadi, tetapi paling tak kelihatan padahal punya bahaya yang besar sekali untuk anak remaja. Ma.

As you can see, semua orang kini punya smartphone, bisa main internet dengan bebas karena kuota internet makin terjangkau, dan bisa update kegiatan mereka masing-masing sehari-hari.

Hal tersebut dapat mengarah kepada tren "pamer" yang juga marak sekali terjadi. Kenyataan bahwa satu orang punya hidup yang berbeda dengan orang lain harus dihadapi anak remaja Mama di usia yang masih dini. Sehingga lebih rentan untuk mengembangkan rasa iri terhadap hidup orang lain.

Perasaan iri hati ini bisa berujung pada depresi. Merasa bahwa hidupnya tidak seberuntung atau dirinya tidak seperti orang lain yang ia lihat di media sosial. Akibatnya, si remaja akan murung dan menyesali hidupnya.

Atau bisa jadi perasaan iri tersebut bersumber dari unggahan teman-temannya yang sedang nongkrong di mal terkenal, tetapi anak Mama hanya di rumah saja. Mungkin ada seorang selebgram yang seusia dengan anak Mama tetapi sudah berulang kali ke luar negeri.


BACA JUGA


Kalau Gaga Adalah Anak Lelaki Saya, Maka Inilah yang Akan saya Katakan Padanya!

Kalau Gaga Adalah Anak Lelaki Saya, Maka Inilah yang Akan saya Katakan Padanya!

Tak pernah ada sekolah ataupun buku manual untuk menjadi orangtua. But we will keep learning day by day, from our children

Read more..


Hal-hal yang sederhana seperti ini bisa saja mengganggu pikirian anak remaja Mama yang terlalu lama menghabiskan waktu main internet.

Untuk itu, Mama pun harus sering mengajak anak remaja Mama untuk mengobrol tentang hal-hal yang sedang ia pikirkan. Ajak bicara mengenai cita-citanya, mimpinya ketika dewasa, dan yakinkan anak Mama bahwa orang tuanya siap untuk membantunya mewujudkan keinginannya tersebut.

Dukungan secara moral sangat dibutuhkan oleh anak-anak remaja belasan tahun, terutama yang sedang beralih menjadi anak yang lebih dewasa. Tunjukkan bahwa Mama masih ada di sampingnya, dan bersedia mewujudkan hal-hal yang ia inginkan dan betapa rasa iri yang sekarang ia rasakan harus dijadikan motivasi.


BACA JUGA


Mendidik Anak Remaja, Berikut Do & Don't (s) yang Harus Mama Simak

Mendidik Anak Remaja, Berikut Do & Don't (s) yang Harus Mama Simak

Mendidik anak remaja itu memang rumit, karena semua pasti tahu bahwa tahap remaja memang merupakan tahapan kehidupan di mana manusia sedang ...

Read more..


Ayo, Ma, mulai sekarang jangan hanya dilarang atau "dikuntit" saja. Anak remaja Mama yang suka main internet ini butuh juga diajak bicara. Sifat mengekang aktivias anak di dunia maya bisa diganti dengan pembimbingan penuh kasih sayang dan pengertian dari Mama.

Well, happy parenting now, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Si Remaja Kelamaan Main Internet? Hati-hati, Beberapa Hal Negatif Ini Mengintai Mereka yang Terlalu Lama Berinternet!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Putri Hadi | @yasminhadi

Part-time writer, full-time magician.

Silahkan login untuk memberi komentar