Sibling Rivalry: Anak-Anak Sering Bertengkar? Atasi dengan Cara-Cara Sederhana Tanpa Teriakan Berikut!

Sibling Rivalry: Anak-Anak Sering Bertengkar? Atasi dengan Cara-Cara Sederhana Tanpa Teriakan Berikut!

6.8K
Sibling rivalry biasa terjadi pada keluarga dengan anak lebih dari satu. Setiap hari, rumah bisa menjadi arena bermain yang menyenangkan di satu waktu, dan jadi medan perang di detik berikutnya. Sabar ya, Ma. Atasi dengan cara berikut!

Kakak dan Adik berantem melulu, Ma, di rumah? Ah, biasa itu mah. Di mana-mana juga sama. Persaingan antar saudara, atau yang biasa dikenal dengan sibling rivalry ini, memang jamak terjadi dalam keluarga-keluarga di mana pun berada.

Bagi sebagian dari kita yang punya kakak dan adik, mungkin hal ini biasa saja. Saat berselisih pendapat bisa terbagi atas beberapa kubu. Kita yang sulung berpendapat A, adik kita, si bungsu, berpendapat B. Nah, terus belum tentu juga si tengah akan ngebelain kita sang kakak, atau si bungsu. Bisa jadi, ia akan berpendapat C!

Hahaha. Seru kan? Seru banget!


BACA JUGA


Lakukan 5 Tips Ini Agar Si Kakak Lebih Menyayangi Adiknya

Lakukan 5 Tips Ini Agar Si Kakak Lebih Menyayangi Adiknya

While we try to teach our children all about life, Our children teach us what life is all about. - Angela Schwindt

Read more..


Nah, sekarang kondisinya berbalik. Mama menempati posisi sebagai orang tua Mama, dan harus menghadapi pertengkaran si Kakak dan si Adik. Kalau saya bilang, meski zaman sudah modern, tapi tetap saja, beberapa hal still same old problems. Termasuk sibling rivalry ini.

Rumah kita sih nggak akan benar-benar hancur karena sibling rivalry ini. Tapi, tetap perlu cara tokcer untuk menghadapi pertengkaran mereka, sehingga perdamaian dunia pun tercipta.

Yang perlu kita pikirkan dan lakukan sekarang adalah bagaimana menjadikan konflik sibling rivalry tersebut menjadi sesuatu yang positif. Bagaimanapun, kalau mereka bertengkar terus-terusan itu juga nggak baik. Tapi jikapun mereka beradu argumen, itu juga latihan yang bagus agar mereka tahu bagaimana cara mempertahankan diri.

Yang harus kita hindari adalah konsep ‘saudaraku musuhku’ atau ‘aku harus lebih baik dari saudaraku’. Ini yang nggak akan berdampak baik bagi mereka, Ma.


BACA JUGA


Inilah Drama Yang Sering Terjadi Pada Anak Pertama Ketika Anak Kedua Lahir. Seru!

Inilah Drama Yang Sering Terjadi Pada Anak Pertama Ketika Anak Kedua Lahir. Seru!

I may fight with my sibilngs. But once, you lay finger on them, you'll be facing ME

Read more..


So, bagaimana caranya agar mengubah mindset sibling rivalry, dari ‘saudaraku musuhku’ menjadi ‘saudaraku sahabatku’, meskipun sesekali bertengkar?



1. Contohkan cara berempati

1.	Contohkan Cara Berempati -


Empati adalah soal memahami perasaan orang lain.

Saat si kecil marah dan merasa frustrasi, nyatakan bahwa kita mengerti perasaannya. Ajak ia menggunakan kata-kata (yang baik) untuk menyatakan perasaannya itu, ketimbang lebih menggunakan aksi yang bisa melukai.

Misalnya nih, suatu kali si Adik dicuekin dan nggak diajak bermain bersama si Kakak. Ajarkan ia untuk bilang, “Kakak, aku sedih nggak boleh main sama Kakak. Aku ikut main dong!”, ketimbang si Adik langsung ngamuk nggak jelas.

Atau, saat berebut mainan, minta si Kakak bilang dengan baik-baik, “Kakak nggak suka kalau Adik yang main terus. Kakak juga mau coba. Nanti habis kamu selesai satu games, gantian Kakak ya!”

Memang susah sih, Ma, kadang-kadang. Saya pun juga ngalamin saat harus menghadapi sibling rivalry pada anak-anak saya. Yang penting, jaga supaya kita sendiri ini nggak menuduh salah satu sebagai biang keladi pertengkaran. Apalagi langsung menghukum salah satu saja.

Lebih baik tanyakan, apa yang terjadi, dan dengarkan penjelasan serta ungkapan perasaan mereka. Jangan terpancing untuk ikutan emosi.

Dengan cara ini, di kemudian hari, (diharapkan) anak-anak akan terbiasa berempati dan lebih pintar mengungkapkan perasaannya.



2. Pastikan mereka paham mengapa ada aturan

2.	Pastikan Mereka Paham Mengapa Ada Aturan -


Anak-anak butuh aturan, itu jelas ya, Ma. Bukan bermaksud membatasi, namun aturan ada sebagai koridor yang bisa mereka pegang sehingga ada rasa aman yang timbul.

Dan, aturan ini baru akan efektif jika kita disiplin menegakkannya.

Kalau si Kakak dan si Adik sudah tahu kalau ada aturan dilarang membentak, memukul atau melukai fisik dan mental satu sama lain, maka setiap situasi tersebut terjadi, harus segera kita ingatkan lagi, Ma.

Hukuman juga bisa diterapkan, asal masih wajar sih menurut saya. Apalagi kalau mereka melanggar aturan berkali-kali.

Ingat ya, Ma, hukuman di sini bukan berarti mencubit, atau menjewer, dan hal-hal yang menyakitkan lainnya. Coba cek artikel mengenai menghukum anak yang ada di Rocking Mama ya, untuk lebih jelasnya.

Pada intinya, aturan haruslah ditegakkan dengan adil.



3. Pisahkan saat memanas

3.	Pisahkan Saat Memanas -


Si Kakak sudah merasa bahwa ini sudah gilirannya untuk memainkan games di tablet. Si Adik masih betah memainkannya. Padahal keduanya sudah bersepakat untuk saling bergantian setiap kali ronde games masak memasak itu selesai.

Si Kakak pun merebut tablet dari tangan si Adik. Ternyata tablet malah terlempar. Untung sih nggak jatuh di lantai. Jatuhnya di sofa. Saya pun ketar ketir ngecek tablet yang harganya nggak murah buat saya. Hahaha.

Si Kakak marah karena seharusnya sudah giliran main, si Adik marah karena direbut dan disakiti si Kakak.

… and the story goes.

Siapa yang salah? Semua salah. Siapa yang benar? Semua juga benar.

Saat semua sudah saling meneriaki, maka tak ada satu pun yang akan mendengarkan kita, Ma. Maka beranjaklah, lalu pisahkan saja mereka masing-masing agar menenangkan diri.

Kadang kita terjebak untuk ikut berteriak juga, meminta mereka tenang. Ini nggak akan berhasil, Ma. Coba deh. Yang ada, malah kita jadi ikutan sewot.

Akan lebih efektif untuk memisahkan mereka secara langsung, ajak satu anak ke kamar yang satu, dan ajak yang lain ke kamar yang lain. Dengan begitu, setelah mereka bisa menenangkan diri, bahkan kita nggak perlu berkata apa-apa, mereka pun akan balik berkumpul dan bermain bersama lagi nggak lama kemudian.

Anak-anak mah begitu. Sudah dari sononya, gampang ribut tapi juga gampang memaafkan. Bagaimanapun Kakak butuh Adik, begitupun sebaliknya, untuk bermain bersama. Mereka nggak tahan lama-lama dipisahkan.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sibling Rivalry: Anak-Anak Sering Bertengkar? Atasi dengan Cara-Cara Sederhana Tanpa Teriakan Berikut!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar