Stop Membandingkan Diri dengan Orang Lain! Untuk Hidup Yang Lebih Ringan dan Bahagia

Stop Membandingkan Diri dengan Orang Lain! Untuk Hidup Yang Lebih Ringan dan Bahagia

5.8K
Stop membandingkan diri dengan orang lain! Lebih baik fokus mengasihi diri sendiri, juga sesama, dan terus berusaha mengembangkan diri.

Zaman sekarang sepertinya makin mudah untuk kita jadi membandingkan diri dengan orang lain, ya Ma?

Efek makin canggihnya aplikasi sosial media memang seperti mata pisau Janus sih, Ma. Di satu sisi memudahkan kita mengakses segala rupa informasi dan pengetahuan, di sisi lain batas pribadi antar individu pun semakin tipis. Salah-satu akibatnya ya itu tadi, menumbuhsuburkan kecenderungan manusia untuk membandingkan diri dengan orang lain lalu menghakimi, baik terhadap diri sendiri maupun pada orang lain.

Membandingkan diri dengan orang lain jelas bukan sebuah kebiasaan yang sehat, Ma. Bahkan seorang Hitler saja berkata, ketika kita membandingkan diri dengan orang lain, sejatinya kita tengah menghina diri sendiri.

Wow.

Pedes-pedes jleb gitu ya, Ma, dengernya. Tapi kalau kita mau jujur sama diri sendiri, ucapan Opa Hitler tadi memang ada benarnya, kok. Coba deh, disimak bareng alasan-alasan kita sebaiknya tidak membandingkan diri kepada orang lain menurut Rocking Mama ini.


4 Alasan agar kita berhenti membandingkan diri dengan orang lain


1. Rumput Tetangga Selalu Terlihat Lebih Hijau


Membandingkan diri dengan orang lain - Tak selamanya rumput kita itu lebih buruk

Ya iyalah.

Mama nggak tahu kan kalau rumputnya dari plastik?

Artinya gini, Ma.

Bahwa sebenarnya informasi yang kita terima dari panca indera selalu mengalami distorsi. Kita tidak pernah benar-benar tahu kehidupan yang dialami oleh orang lain. Persoalan-persoalan yang mereka hadapi, kepahitan yang mereka alami, bahkan mungkin juga kesedihan yang mereka sembunyikan. Bisa jadi kebahagiaan yang Mama lihat adalah hasil latihan mereka me-manage emosi selama ini. Sebenarnya hidup yang dijalani sebelas dua belas saja kok sama kehidupan kita.

Nah, kalau begitu alih-alih merasa iri dengan kebahagiaan orang lain dan lalu berakhir membandingkan diri dengan orang lain, kenapa kita tidak mencoba menciptakan kebahagiaan kita sendiri, Ma?

Salah-satunya dengan berlatih menerima segala sesuatu dan senantiasa bersyukur atas apa pun yang kita terima.

Happiness comes from gratitude, Ma.


2. Pertempuran yang Tidak Akan Pernah Mama Menangkan


Membandingkan diri dengan orang lain - Pertempuran yang bahkan tak pernah ada

Begitulah. Membandingkan diri dengan orang lain akan memunculkan persaingan, Ma. Dan persaingan adalah pertempuran yang tidak akan pernah Mama menangkan.

Kenapa begitu?

Karena pertempuran itu tidak pernah eksis, Ma. Tak pernah ada!

Persaingan adalah pertempuran yang hanya eksis di pikiran kita sendiri. Dia tidak pernah hadir di kehidupan nyata sampai pikiran kita menghadirkannya menjadi realitas. So, ketika kita larut dalam permainan ilusi yang judulnya persaingan itu, kita akan menjadi salah fokus. Parahnya, energi kita pun ikut mengalir ke arah fokus kita menuju.

Maka artinya?

Yap! Kita buang-buang energi belaka.

Alamakjang… What a waste!

Sekian lama bersaing sama tetangga, kalau energinya dikumpulin, mungkin sudah bisa bikin PLTA yang bisa menerangi satu desa tuh, Ma!

So, yakin masih saja mau saingan sama tetangga yang baru saja beli mobil baru itu? Atau pengin saingan sama teman Facebook yang tiap hari jalan-jalan ke Swiss, Belanda, Inggris, endebre endebre itu? Masih saja menganggap suami teman lebih ganteng?

Waduh! Yakin, Ma?


3. Tidak Membantu Pencapaian Diri



Membandingkan diri dengan orang lain - Mengurangi peluang diri sendiri untuk bisa lebih

Bermenit-menit menekuri lama Facebook punya teman SMA sambil membatin, wajahnya kok glowing banget yak? Hidupnya enteng banget, jalan-jalan melulu ke luar negeri.

Aku kapan ya?

Bisa nggak ya nanti hidup semenyenangkan dia?

Terus aja. Tidak terasa waktunya berjalan, tahu-tahu sudah sore. Terus batal nulis artikel. Terus besok begitu lagi. Repeat.

Eh, itu mah saya. Hahaha.

Ya, intinya gitu, Ma. Begitu khusyuk membandingkan diri dengan orang lain dan hanya fokus pada kehidupan orang lain akan membuat kita lalai pada diri sendiri. Lalai dan abai pada hak sekaligus kewajiban terhadap diri sendiri. Waktu yang terbuang itu jelas akan menghilangkan banyak peluang. Yang siapa tahu sebenarnya satu di antara peluang yang kita lewati tadi sebenarnya adalah jalan untuk mencapai sukses yang selalu kita lamunkan tadi.

Sayang kan, Ma?


4. Sekedar Mengenyangkan Ego Belaka


Membandingkan diri dengan orang lain - Benarkah jika ego kenyang, kita pun akan puas?

Ketika kita membandingkan diri dengan orang lain kemudian berusaha keras memberikan citra yang lebih baik, sebenarnya siapa sih yang ingin kita senangkan?

Kalau mau jujur, yang kita cari adalah persetujuan orang lain. Orang lain setuju bahwa mobil kita keren. Orang lain setuju bahwa hidup kita sukses. Orang lain setuju bahwa kita adalah hot mama, dan seterusnya.

We just feed our ego.

Masalahnya, ego tidak pernah kenyang Ma. Seperti hunger ghost, ego selalu ingin lebih dipuaskan. Sampai di sini saja sudah terbayang kan, alangkah berat hidup yang semacam itu. Hidup yang menjadikan pendapat orang lain sebagai tolak ukur juga hanya akan memberatkan diri sendiri.

Jika hidup kita terasa berat, kenapa tidak kita sisihkan saja beban yang memberatkan tadi? Benar tidak, Ma?


Sampai di sini bisa dipahami kan Ma, apa kata Opa Hitler tadi, bahwa kenapa membandingkan diri dengan orang lain itu sama saja dengan menghina diri sendiri?

Ya, sebab kita menutup keotentikan diri yang kita miliki sejak lahir dan satu-satunya di dunia. Artinya kita sendirilah yang mengecilkan dan membatasi kebisaan kita.

Jadi, yuk mulai sekarang stop membandingkan diri dengan orang lain! Lebih baik fokus mengasihi diri sendiri, juga sesama, dan terus berusaha mengembangkan diri.

Keep positive and be bright, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Stop Membandingkan Diri dengan Orang Lain! Untuk Hidup Yang Lebih Ringan dan Bahagia". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Aline Mora | @alinemora

❣ humalien ❣ writer ❣ dream walker ❣ tarot & oracle reader ❣ extraordinary mother ❣ runeranu.wordpress.com akusanglirang.wordpress.com

Silahkan login untuk memberi komentar