Stop Menghukum Anak dengan Memarahinya! Berikut 7 Langkah yang Lebih Efektif!

Source : Parent Minds

Stop Menghukum Anak dengan Memarahinya! Berikut 7 Langkah yang Lebih Efektif!

1K
Menghukum anak bukan berarti kita memarahinya, Ma, melainkan tujuan kita seharusnya untuk memberikan pengetahuan bahwa apa yang dilakukannya itu tidak baik. Ini dia 7 langkah efektif ketika menghukum anak.

Jika Mama ingin menghukum anak, janganlah memarahinya dengan membentak, atau bahkan mencubit dan memukulnya.

Yah, memang ya, Ma, terkadang kita habis kesabaran saat menghadapi keaktifan si kecil ya. Oke saja, jika Mama memang ingin memberinya pelajaran atau mendidiknya akan konsekuensi-konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukannya. Tapi, jangan sampai kita membuat si kecil merasa tertekan.

Anak-anak yang aktif, terutama anak-anak berumur 3 - 7 tahun, memang lagi aktif-aktifnya mengeksplor hal-hal baru di sekitarnya, Ma. Terkadang saking aktifnya, si kecil bisa melakukan kesalahan dan membuat kita kehabisan kesabaran saat menghadapinya.

Eiits! Tapi jangan langsung memarahi atau menghukum anak dengan mencubitnya, karena hal tersebut akan membuat si anak merasa tertekan. Sehingga, si kecil akhirnya hanya akan menangis tanpa tahu kesalahan yang telah diperbuat.


BACA JUGA


Mendidik Anak dengan Kekerasan Hanya Akan Menghasilkan Anak yang Penuh dengan Kekerasan. Lakukan Hal-Hal Berikut untuk Menghindarinya!

Mendidik Anak dengan Kekerasan Hanya Akan Menghasilkan Anak yang Penuh dengan Kekerasan. Lakukan Hal-Hal Berikut untuk Menghindarinya!

Mendidik anak dengan kekerasan juga akan menghasilkan anak yang penuh dengan kekerasan. Dan ini bukanlah hal yang baik bagi perkembangannya ...

Read more..


Justru yang penting adalah bagaimana cara membuat si kecil memahami kesalahannya, dan bagaimana supaya ia tahu alasan mengapa hal yang dilakukannya itu salah. Bukan cuma membuat si kecil menangis tanpa mengetahui kesalahannya.

Nah, dengan demikian, prinsip yang harus kita terapkan adalah bagaimana cara berkomunikasi dengan si kecil secara baik-baik, serta bagaimana kita bisa menyampaikan maksud kita secara efektif. So, marahnya Mama harus efisien, bukan cuma sekadar melampiaskan emosi.

Gimana ya, caranya? Coba kita intip yuk, Ma.


7 langkah-langkah efektif dari super nanny ketika menghukum anak


1. Memberikan peringatan yang tepat

Image: Advice for parents

Ma, saat Mama mengetahui kalau si kecil sedang melakukan kesalahan, sebaiknya jangan langsung reflek berteriak kepadanya. Hal ini akan membuat anak kaget. Apalagi tahu-tahu langsung menghukum anak dengan cubitan.

Yang akan lebih tepat dilakukan adalah dengan memberikan peringatan dengan commanding voice. Hampiri si kecil, lalu katakan maksud Mama dengan suara pelan dan jelas, kalau perlu Mama berlutut agar bisa menatapnya langsung. Misalnya, "Dik, jangan lari-lari sambil makan, nanti bisa sakit perut.".

Pastinya dengan demikian, si kecil jadi tahu, kalau makan sambil lari itu tak baik untuk kesehatannya.


2. Membawanya ke tempat hukuman atau 'naughty spot'

Image : Time

Ma, jika si kecil nggak mendengarkan atau mengabaikan peringatan kita, maka ajaklah si kecil ke tempat sepi. Atau Mama bisa menentukan satu tempat hukuman (naughty spot) khusus untuknya.

Kenapa harus tempat yang sepi dan nggak banyak orang?

Hal ini dilakukan demi mencegah anak untuk merasa malu, karena ketika kita memarahi dan menghukum anak di depan banyak orang, si kecil bisa saja merasa malu dan akan memengaruhi kepercayaan dirinya, Ma.

Jadi ingat ya, jangan memarahi dan menghukum anak di depan banyak orang, bahkan di depan saudaranya sendiri.



3. Menjelaskan kesalahan

Image : Mother Jones

Setelah membawa anak ke 'naughty spot', Mama bisa langsung menjelaskan kesalahan apa yang telah diperbuatnya,dan memberitahu alasan kenapa hal itu salah, agar si kecil mengerti dan nggak mengulangi kesalahan itu lagi.

Pastikan mama juga menanyakan alasan kenapa si kecil melakukan hal tersebut juga ya. Hal ini penting banget lho, demi bisa memahami point of view dari si kecil. Pun jadi akan membuat si kecil jadi terbiasa untuk berkomunikasi dan memberinya kesempatan untuk memberikan argumen.


4. Set timer

Image : top furtive

Langkah selanjutya ketika kita sudah membawa anak ke 'naughty spot' dan menjelaskan kesalahannya, maka sekarang waktunya untuk menghukum anak.

Hukuman yang diberikan bukan berupa pukulan atau cubitan loh, Ma, namun tinggalkan anak di 'naughty spot' selama beberapa menit.

Waktunya bisa disesuaikan dengan umur anak, misalnya umur 5 tahun berarti tinggalkan ia selama 5 menit. Mama bisa menggunakan strategi thinking chair, di mana si kecil harus duduk dan menghadap tembok, lalu tinggalkan si kecil sendirian untuk beberapa menit.

Hal ini berguna untuk membantu si kecil agar bisa memikirkan dan merefleksikan kesalahannya, Ma.


5. Ulangi langkah ke 3

Image : PBS

Setelah waktu habis di 'naughty spot' atau di thinking chair, hampiri lagi si kecil dan ulangi langkah ketiga untuk menjelaskan kembali, bahwa apa yang dilakukan oleh si kecil itu salah dan tidak baik, atau bahkan dapat membahayakan dirinya, agar ia selalu ingat.


6. Meminta maaf

Image : Parenting

Buatlah anak untuk terbiasa meminta maaf jika dirinya melakukan kesalahan. Tanyakan pada si kecil apakah ia akan mengulangi lagi apa yang dilakukannya tadi.

Pastikan si kecil sudah mengerti kesalahannya, dan buatlah ia berjanji untuk tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, Ma.


7. Akhiri dengan hug and kiss

Image : Parents

Jangan lupa, Ma, untuk mengakhiri hukuman dengan memberikan pujian kalau si kecil sudah mengerti kesalahannya.

Kata-kata sederhana seperti "Hmmm ... Adik memang anak baik." akan sangat berarti baginya setelah beberapa pelajaran yang harus ia terima. Kemudian berikan pujian, peluk, dan cium pada si kecil untuk memberitahunya bahwa kita nggak marah dan selalu sayang kepadanya.


BACA JUGA


Inilah 5 Alasan dari Para Pakar bahwa Metode Time Out Tidak Lagi Efektif dalam Penanaman Disiplin pada Anak!

Inilah 5 Alasan dari Para Pakar bahwa Metode Time Out Tidak Lagi Efektif dalam Penanaman Disiplin pada Anak!

Mama masih ingat reality show Nanny 911?Itu, lho, Ma, sebuah tayangan tentang bagaimana sebuah keluarga mengasuh anak-anak mereka yang ...

Read more..


7 langkah menghukum anak di atas bisa Mama coba, next jika si kecil melakukan kesalahan.

Ingat ya, Ma, saat anak membuat kesalahan, bukanlah hukuman yang terpenting, tetapi membuat anak paham dan memahami kesalahannya itu.

Stay smart, Mama!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Stop Menghukum Anak dengan Memarahinya! Berikut 7 Langkah yang Lebih Efektif!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Irma Rosita | @irmarosita

Silahkan login untuk memberi komentar