Suami Istri Kekinian Jangan Lagi Memercayai Fakta-Fakta Lama Tentang Cinta Ini. It's So Yesterday!

Suami Istri Kekinian Jangan Lagi Memercayai Fakta-Fakta Lama Tentang Cinta Ini. It's So Yesterday!

7.8K
Suami istri harus saling berkorban untuk membuktikan cinta. Ah, itu mah dulu! Zaman sekarang? Sudah beda!

Selamat hari Valentine dulu deh, untuk semua pasangan suami istri yang selalu berada dalam kehangatan cinta di seluruh dunia!

How's your love, Mama, Papa? Still growing, we hope! Cinta ibarat tanaman yes? Kalau nggak disiram dan dipupuk setiap hari, bukan tak mungkin akan cepat mati. Dan, biasanya sih momen hari Valentine adalah saat yang pas untuk melakukan refreshing terhadap hubungan suami istri. Bisa menjadi momen untuk saling mengevaluasi, apa yang kurang dan apa yang sudah pas. Yah, meskipun hari Valentine sendiri memang masih saja menjadi perdebatan yes? Tapi, kalau cuma bahas soal cinta saja, dan dipasin dengan hari Valentine, boleh kan, Ma? Boleh dong! *maksa*

Kalau dulu saat Papa dan Mama pacaran, barangkali sering mendengar bahwa cinta itu harus selalu berkorban. Kalau cinta, pasti rela dong mengorbankan apa saja demi yang tercinta.


BACA JUGA


Jangan Pernah Mengorbankan Diri Demi Cinta dan Demi Penilaian oleh yang di Luar Diri Kita! Terutama 5 Hal Berikut!

Jangan Pernah Mengorbankan Diri Demi Cinta dan Demi Penilaian oleh yang di Luar Diri Kita! Terutama 5 Hal Berikut!

Demi cinta, akhirnya mengubah diri kita menjadi orang lain, atau meninggalkan hal-hal yang tadinya kita lakukan karena kita merasa bahagia ...

Read more..


Hmmm ... kira-kira hal itu masih berlaku nggak sih sekarang ini?

Cinta harus berkorban? Duh, so yesterday sekali. Ah, itu dulu! Banyak hal yang dulu kita yakini sebagai sebuah kebenaran namun kini sudah nggak sesuai zaman lagi. Terbantahkan! Termasuk soal hubungan suami istri.

Mau tahu fakta tentang cinta apa saja yang sekarang sudah nggak sesuai zaman lagi?


Ini dia 7 penelitian terbaru soal cinta, khusus untuk pasangan suami istri di hari Valentine ini.


Dulu: Malu mengekspresikan perasaan. Kini: Play kissy face


Studi yang dilakukan di Oxford University yang dipimpin oleh Rafael Wlodarski menyatakan, bahwa mencium akan membantu kita mempertahankan hubungan dengan pasangan, Ma.

Dari penelitian ini diketahui bahwa hubungan jangka panjang, di mana ciuman berperan dalam ikatan kasih sayang dan keterikatan dengan pasangan.

“Kami menemukan bahwa jumlah ciuman dalam hubungan suami istri berkaitan erat dengan kepuasan. Dan, tak seperti ciuman, seks justru tidak berhubungan dengan kepuasan tersebut.”

Demikian ungkap Wlodarski.

Naaah ... apakah Mama sudah mencium Papa pagi ini? Belum? Ayo, sekarang cari papanya dan berikan ciuman paling mesra! Jangan lupa sambil ucapkan selamat hari Valentine ya! Oh iya, kado atau kejutannya, Ma! Jangan lupa juga ya.


Dulu: Cinta adalah pengorbanan. Kini: Batasi pengorbanan.


Pengorbanan memang penting, apalagi kalau pengorbanan itu untuk mereka yang kita cinta.

Tapi kalau terlalu sering berkorban juga nggak sehat, Ma, apalagi dalam sebuah hubungan, seperti hubungan suami istri, yang akan berjalan bertahun-tahun hingga maut memisahkan.

Penelitian yang dilakukan oleh Casey Totenhagen, Ph.D dari University of Arizona mengungkapkan, bahwa berkorban untuk membuat pasangan kita merasa senang memang bagus, tapi kalau kita melakukannya saat sedang stres, itu bukanlah pilihan yang baik, lantaran kita akan melakukannya karena terpaksa.

Pada akhirnya, kedua pasangan suami istri akan sama-sama tak bahagia.

So, menurut Casey, dalam sehari cobalah untuk meluangkan beberapa menit untuk melihat bagaimana hari ini berjalan. Bukan hanya hari kita sendiri, tetapi juga harinya si Papa. Pikirkan tentang hal baik yang telah dilakukan oleh Papa untuk kita hari ini. Kemudian tunjukkan apresiasi kita untuk Papa, agar Papa juga bahagia.


Dulu: Memendam perasaan. Kini: Ungkapkan!


Mengekspresikan dan menuangkan apa yang Mama rasakan dan pikirkan adalah sangat baik untuk kehidupan pernikahan Mama. Jika Mama nggak bisa mengungkapkannya secara lisan, Mama bisa menuliskannya.

Northwestern University melakukan sebuah penelitian yang dipimpin oleh Eli Finkel, Ph.D., melibatkan 120 pasangan yang berpartisipasi dalam intervensi penulisan, di mana setengah dari mereka diminta untuk menuliskan hal yang paling tak mereka setujui dari pasangannya masing-masing dalam perspektif pihak ketiga yang netral. Sedangkan setengah yang lain tidak diminta untuk menulis.

Hasilnya, pasangan yang rutin menulis melaporkan bahwa hubungan mereka berlangsung sangat memuaskan, penuh cinta, keintiman, kepercayaan dan komitmen.

Sementara kelompok kedua mengalami penurunan kualitas dalam hubungannya sebagai suami istri.

Duh. Jadi, memang penting banget ya, Ma, untuk bisa mengungkapkan perasaan itu. Jangan dipendam lagi ya.


Dulu: Jadi pendengar yang baik. Kini: respon lebih diperlukan


Salah satu tip terbaik yang pernah ada dari penelitian yang berkaitan dengan memperkuat hubungan suami istri adalah aktif memberikan respon, demikian menurut John Schinnerer, Ph.D, a positive psychology coach and anger management specialist di California.

Dalam sebuah hubungan cinta, baik yang belum terikat maupun yang sudah terikat dalam pernikahan, respon positif untuk pasangan sangatlah penting. Ketika pasangan menyampaikan berita bahagia karena baru saja mendapatkan promosi di kantor, misalnya, reaksi kita dalam memberi respon positif seperti memberikan selamat, pujian dan pelukan akan membuat Papa merasa sangat berarti.

Begitu pula ketika Papa selalu memberikan dukungan pada kita, Ma.

Dan jika Mama dan Papa selalu bisa melakukan hal ini, maka Mama dan Papa akan dikelilingi berbagai hal positif dan hal ini akan memperkuat hubungan kita sebagai suami istri.


Dulu: selalu komplain. Kini: Menerima dan bersyukur


Seberapa seringkah Papa berusaha melakukan sesuatu yang menyenangkan Mama? Misalnya, mau nganterin Mama belanja meski sebenarnya lagi ada pertandingan bola di televisi. Atau mungkin Papa pulang telat, karena tiba-tiba ada meeting mendadak, padahal Mama sudah masakin sayur kesukaannya?

Yah, kalau memang kesal, sebaiknya jangan langsung merepet dan meluapkan kekesalan pada Papa. Daripada mengeluh, cobalah untuk lebih bersyukur.

Apa pun pengorbanan Papa, sediakan waktu untuk mensyukurinya. Fokuslah pada rasa bersyukur mempunyai Papa yang penuh tanggung jawab terhadap profesinya dan menjadi kekasih abadi yang romantis, sehingga bisa menjadi relationship booster shot.

Seperti itulah saran dari Sara Algoe, Ph.D, penulis dan pemimpin penelitian Positive Thinking and Romantic Partners dari University of North Carolina, Chapel Hill.

Dalam penelitiannya, Sara mendapatkan fakta bahwa naik turunnya kualitas hubungan suami istri berkaitan dengan perasaan bersyukur, Ma.


Dulu: Ngobrol sampai pagi. Kini: Secukupnya, namun berkualitas dan istirahat


Dulu pas masih pacaran, barangkali Mama dan Papa termasuk pasangan yang betah banget ngobrol di telepon sampai pagi. Apalagi buat pasangan LDR ya. Tapi tahu nggak sih, bahwa acara ngobrol sampai pagi ini sebenarnya bisa mengganggu hubungan cinta lho.

Penelitian terbaru menunjukkan, bahwa kurang tidur juga bisa menjadi penyebab pertengkaran dengan pasangan semakin buruk, Ma. Iya, ini adalah hasil studi yang dilakukan oleh UC Berkeley psychologist, Amie Gordon dan Serena Chen.

Dalam studi tersebut, 78 dari 100 partisipan yang dijadikan objek melaporkan jika kualitas tidur mereka buruk, mereka jadi lebih sensitif dan gampang tersulut konflik dengan pasangan.

Jadi, usahakanlah untuk tidur nyenyak dengan jadwal yang sama ya, Ma, agar hubungan suami istri tidak terganggu.



Itu dia, Mama, beberapa fakta tentang cinta ala zaman dulu yang seharusnya sudah tak lagi dianut oleh pasangan suami istri mana pun yang kekinian. Zaman sudah berubah! Ilmu pengetahuan sudah bertambah, teknologi juga sudah berkembang.

So, happy Valentine untuk Mama dan Papa yang merayakan. Dan buat yang nggak merayakan, tak perlulah saling menghujat ya. Kita manfaatkan momen hari Valentine untuk sesuatu yang positif, yang mengembalikan manfaat tersebut pada diri kita sendiri. Just, keep positive ya.

Stay in love, Mama!





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suami Istri Kekinian Jangan Lagi Memercayai Fakta-Fakta Lama Tentang Cinta Ini. It's So Yesterday!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar