Suami Istri Sama-Sama Anak Bontot, Keras Kepala, dan Baru Saja Jadi Pasutri? Ini Tipsnya Biar Nggak Berantem Terus!

Suami Istri Sama-Sama Anak Bontot, Keras Kepala, dan Baru Saja Jadi Pasutri? Ini Tipsnya Biar Nggak Berantem Terus!

2K
Suami istri sama-sama anak bontot dan keras kepala? Rawan berantem terus, dong! Yah, memang kebiasaan jadi anak bontot adalah semuanya harus dituruti. Waduh, terus gimana ya?

Menjadi newlywed alias pasangan suami istri baru memang excited sekali ya, Ma. Ada banyak sekali hal baru yang harus ditolerir, mulai dari kebiasaan bangun tidur, makan, cuci baju, cuci piring, meletakkan perabotan rumah, sampai cara tidur. Keduanya harus saling adaptasi demi menciptakan budaya keluarga yang baru di rumah baru.

Nah, masalahnya kalau seperti saya gini, Ma, kasusnya suami istri adalah sama-sama anak bontot dan keras kepala. Otomatis, ada banyak hal yang sering jadi perdebatan dan susah ketemu titik tengahnya.

Karena berasal dari 2 rumah dan 2 budaya berbeda, tentu masalah apa pun, bahkan yang sepele saja, bisa jadi perdebatan.


BACA JUGA


Bertengkar dengan Suami itu Wajar, Tapi Jangan Melakukan Hal-Hal Berikut Saat Marah!

Bertengkar dengan Suami itu Wajar, Tapi Jangan Melakukan Hal-Hal Berikut Saat Marah!

When a couple fights too much but they're not breaking up, they're really in love

Read more..


Contohnya saya. Masalah mencuci baju saja bisa jadi debat panjang lho, Ma. Saya pribadi biasanya kalau cuci baju tidak usah pakai direndam dulu, sedangkan suami maunya direndam dulu sekitar setengah jam. Menurut saya, hal ini tidak perlu karena toh bajunya akan saya sikat juga. Tapi menurut suami ini perlu supaya detergennya menyerap dan lebih mudah dalam menyikat.

Duh, duh, duh. Memang setiap rumah pasti punya cara mencuci masing-masing, ya. Nah, karena tidak ada yang mau mengalah akhirnya kemarin pun, cuma karena masalah cuci baju ini nih, kami jadi harus debat panjang. Baju bukannya dicuci malah dianggurin deh tuh. Hahaha.

Nah, setelah beberapa hal perdebatan sudah dilalui, akhirnya saya mengerti bagaimana caranya supaya walaupun sama-sama keras kepala tapi jarang berantem dan pekerjaan pun tidak terbengkalai.

Yuk, sharing bareng.


Beberapa hal yang bisa Mama lakukan, supaya meski suami istri sama-sama anak bontot dan keras kepala tapi jadi jarang berantem.



Belajar mendengarkan, jangan hanya mau didengarkan

Belajar Mendengarkan, Jangan Hanya Mau Didengarkan -


Ada ungkapan kenapa manusia punya dua telinga dan satu mulut, Yaitu, karena manusia diharapkan lebih banyak mendengar daripada berbicara. 

Sebenarnya benar juga ya, Ma. Kadangkala kita merasa paling benar sehingga nggak jarang kita lebih banyak membalas dan membalas, dibandingkan mendengar dan menyerap apa yang baru saja dibicarakan.

Coba deh, Ma, kalau perdebatan antara suami istri sudah mulai terjadi, tenangkan diri Mama dulu. Dengarkan apa kata suami, benarkah yang dibicarakan barusan? Apa pro dan kontranya kalau omongan suami itu dijalankan atau didengarkan?

Kalau menurut Mama omongan suami belum pas sekali di hati, barulah Mama mengeluarkan pendapat.

Intinya, sediakan waktu untuk mendengarkan. Jangan berbicara di saat bersamaan karena ujungnya tidak ada yang saling mendengar.

Kalau Mama saja mau didengar, pastinya suami juga mau didengar dong?



Sadari kalau sekarang suami istri tinggal di rumah milik berdua.

Sadari Kalau Sekarang Suami Istri Tinggal Di Rumah Milik Berdua. -


Kalau masa pacaran dulu, Mama atau suami patuh mengikuti peraturan di rumah, sah-sah saja karena rumah tersebut memang bukan rumah milik berdua. Rumah tersebut adalah rumah orangtua Mama atau suami yang memang sudah punya aturannya sendiri.

Nah, sekarang Mama dan suami sudah tinggal di rumah baru. Rumah milik berdua.

Tentunya budaya dari kedua rumah yang pernah ada dibawa ke rumah baru dan disatukan. Tidak semua peraturan dari kedua rumah itu harus diterapkan saklek di rumah baru lho. 

Karena ini rumah baru, kenapa Mama dan suami tidak coba untuk bikin peraturan sendiri? Caranya yaitu dengan bertoleransi.

Buat peraturan baru yang memang bikin suami istri nyaman di rumah. Peraturan lama tidak harus dibawa kok, Ma, karena tidak ada yang mengharuskan.



Mengeluarkan pendapat boleh banget. Tapi jangan pakai emosi.

Mengeluarkan Pendapat Boleh Banget. Tapi Jangan Pakai Emosi.  -


Yup, namanya juga pasangan suami istri baru, Ma. Setiap pengantin baru, bahkan orangtua Mama dan suami juga dulu, pasti mengalami hal yang sama dalam masalah adaptasi, apalagi dalam komunikasi. Take it easy, Ma.

Pelan-pelan saja, Ma. Jangan gampang terbawa emosi hanya karena keadaan di rumah baru tidak sama dengan di rumah lama. Tidak hanya Mama yang mengalami culture shock, suami juga pasti mengalami hal yang sama.

Apalagi kalau sama-sama anak bontot, Ma. Sama-sama paling dekat dengan orangtua, sama-sama paling dimanja, sama-sama paling keras kepala.

Mama dan suami harus saling mengerti kalau culture shock ini pasti terjadi, dan it's okay. Mengeluarkan pendapat boleh banget, Ma, Pa, tapi jangan sampai pendapat ini harus dipaksakan dan harus dilaksanakan.

Coba saling dengarkan dan pikirkan bersama, manakah yang paling nyaman untuk berdua? Misalnya seperti saya kemarin dalam masalah mencuci baju. Setelah saya pikir, mungkin pernyataan suami ada benarnya juga. Selain itu, cuci baju juga jadi lebih banyak busanya kalau direndam terlebih dahulu. Hehehe.

Well, permasalahan selesai deh. Tapi saya masih bisa mengeluarkan pendapat, kan walaupun pada akhirnya omongan suami yang dituruti?



Masalah suami istri sebaiknya tidak usah dibagi-bagi

Masalah Suami Istri Sebaiknya Tidak Usah Dibagi-bagi -

Mama dan suami mungkin memang anak bontot dan paling dekat dengan orangtua. Saya pribadi juga sangat dekat dengan Mama saya. Tapi, bukan berarti setiap permasalahan antara suami istri yang terjadi harus diceritakan dan minta solusinya ke orangtua atau mertua lho, Ma.

Anak bontot sih anak bontot, tapi untuk urusan rumah tangga, Mama dan suami harus bisa sama-sama mandiri. Selesaikan permasalahan rumah tangga sendiri. Apa yang didebatkan di dalam rumah, tetap diam di dalam rumah, tidak perlu dibawa keluar.

Soalnya, kalau masalah di rumah gampang selesainya dengan suami. Tapi kalau sudah sampai dibawa ke orangtua atau mertua? Duh, aduh, rempong deh Ma urusannya. Bakalan lebih panjang!



Nah, Mama, ternyata cukup sederhana kan, bagaimana mengatasi keributan yang nggak perlu antara suami istri yang sama-sama anak bontot dan keras kepala? Yah, semua memang kembali lagi ke diri kita masing-masing kok. Sedikit mengalah demi kebaikan bersama, apa salahnya sih? Mama dan Papa pasti bisa.

Stay in love, Mama, Papa! Masih panjang lho perjalanan ke depan. Mari kita nikmati bersama!

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suami Istri Sama-Sama Anak Bontot, Keras Kepala, dan Baru Saja Jadi Pasutri? Ini Tipsnya Biar Nggak Berantem Terus!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Serenata Kedang | @serenatakedang

Silahkan login untuk memberi komentar