Suami Selingkuh Ingin Kembali? Meski Berat, Namun Kalau Masih Cinta Nggak Ada Salahnya Dicoba Kan?

Suami Selingkuh Ingin Kembali? Meski Berat, Namun Kalau Masih Cinta Nggak Ada Salahnya Dicoba Kan?

2.9K
Suami selingkuh memukul harga diri istri yang diselingkuhi, bahkan memorakporandakan hubungan yang sudah disahkan oleh agama dan negara. Namun, jika memang bisa dibangun kembali, mengapa tidak dicoba lagi?

Berulang kali kata maaf diucapkan, tapi berulang kali pula suami selingkuh. Duh!

Perselingkuhan memang sering menghantui sebuah hubungan. Dari yang masih pacaran, hingga yang sudah menikah bertahun-tahun, sepertinya nggak akan pernah benar-benar aman dari ancaman ini. Perselingkuhan memukul harga diri pasangan yang diselingkuhi, bahkan memorakporandakan hubungan yang sudah disahkan oleh agama dan negara.

Sakit hatinya? Jangan ditanya.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Apa yang harus kita lakukan jika sudah terbukti bahwa suami selingkuh?

Sebenarnya perselingkuhan nggak hanya terjadi pada para suami. Para istri pun berselingkuh. Namun, konselor perkawinan dan penulis buku The Truth About Cheating, M. Gary Neuman, mengungkapkan bahwa 1 dari 2.7 pria memang peselingkuh. Hebatnya lagi, mereka bahkan berselingkuh tanpa pernah diketahui oleh pasangan sejatinya.

Wow, that's horrible!




Mengapa begitu tega para suami selingkuh?

Kita bisa mencari banyak alasan untuk menjawab pertanyaan ini. Tapi biasanya selingkuh adalah suatu tanda kita, baik istri maupun suami, menginginkan perubahan. Ada sesuatu dalam diri kita atau dalam hubungan yang sedang dijalani yang tidak sesuai dengan harapan.

Mengutip duniapsikologi(dot)com, perselingkuhan bisa terjadi karena adanya faktor internal dan eksternal yang memicu dan memengaruhi.

Nah, faktor internal penyebab suami selingkuh ini antara lain dipicu oleh beberapa hal, di antaranya:

  • Konflik yang tidak kunjung selesai dan terus-meneris karena perbedaan latar belakang pendidikan, perkembangan kepribadian, subkultur, serta pola hidup antara suami istri.
  • Kekecewaan oleh berbagai sebab seperti sifat yang berbeda, cara berkomunikasi yang kurang terasa pas, dan sebagainya.
  • Ketidakpuasan dalam kehidupan seksual
  • Problema finansial alias kurang uang.
  • Persaingan antarpasangan baik dalam karier dan perolehan penghasilan.

Sedangkan faktor eksternalnya adalah:

  • Lingkungan pergaulan, yang mendorong seseorang menjalin hubungan perselingkuhan, supaya dianggap punya daya pikat tinggi di kalangan teman-temannya.
  • Kedekatan dengan teman lawan jenis di tempat kerja. Berawal dari saling curhat, eh jalan bareng, terus berlanjut deh ke kontak fisik.

Dari semua penyebab perselingkuhan tersebut, banyak yang menyangka bahwa penyebab suami selingkuh adalah karena tertarik pada perempuan yang lebih cantik dan lebih muda dari pasangannya.

Hmmm. Benarkah demikian?

Well, ternyata nggak juga lho, Ma.



Menurut Gary, 92% suami selingkuh bukan semata-mata soal seks atau kepuasan mendapatkan selingkuhan yang lebih cantik. Penyebab utamanya karena para suami ini merasa kurang dihargai. Dan yang cukup mengejutkan, kebanyakan perempuan yang menjadi WIL, atau Wanita Idaman Lain, pun secara fisik sebetulnya nggak jauh beda, bahkan ada yang mirip dengan pasangannya.

“Pria (baca: suami) sebenarnya adalah manusia emosional. Hanya saja, kebanyakan dari mereka memilih untuk tidak memperlihatkan atau mengungkapkannya,” jelas Gary.

Lebih jauh, Gary mengungkapkan, setiap pria memiliki mental juara dalam dirinya. Bila di dalam hubungan pendapatnya tidak pernah didengar, terus-menerus menjadi diposisikan sebagai pecundang, maka hal ini bisa memicunya berpaling pada perempuan lain.

Bila ‘penyakit’ selingkuhnya sudah menahun atau menjadi addict, tidak bisa dikendalikan, mungkin jalan terbaik adalah dengan jalan berpisah. Sedih banget ya. Hiks.

Tapi kalau memang cinta itu masih ada, dan Mama melihat sepertinya suami Mama sungguh-sungguh menyesali kekhilafannya, maka nggak ada salahnya juga jika Mama ingin bertahan.


BACA JUGA



Selanjutnya, Mama harus kembali menengok lagi mengenai komitmen antara Mama dan suami, dan lakukan beberapa hal yang dapat semakin menguatkan hubungan suami istri.


5 Hal yang harus Mama lakukan untuk bisa memaafkan suami selingkuh dan membina hubungan suami istri yang lebih harmonis.



1. Move on

Benahi hati. Jangan terus terpuruk dalam kesedihan.

Iya, ini memang berat. Perselingkuhan ibarat arang yang dicorengkan ke muka. Seperti luka yang ditorehkan ke jantung. Bakalan susah sembuh dan hilang. Bakalan menetap.

Dan, Mama juga bukan malaikat. Barangkali kejadian tersebut juga telah mengubah karakter Mama setelah suami selingkuh. Tapi bila Mama bersedia memaafkannya, maka berikanlah dengan tulus.

Seperti kata Dee Lestari, “Malaikat juga tahu, siapa yang jadi juaranya.”


2. Jangan membalasnya

Big no no, Mama! Jangan balas perselingkuhan dengan perselingkuhan. Jangan balas suami selingkuh dengan selingkuh juga.

Ini hanya akan menambah luka batin. Mama akan semakin merasa tidak berharga, dan menyalahkan suami karena telah membuat Mama menjadi seorang peselingkuh juga.

Ini nggak akan menyelesaikan masalah!


3. Hargai penyesalannya

Bila suami yang semula jarang memeluk Mama jadi rajin memeluk, maka hargailah. Jangan beri kerlingan atau penolakan seolah perlakuannya itu menjijikkan.

Meski memang di dalam hati, rasa enek itu muncul, namun biarkan dia menunjukkan penyesalannya.

He deserves a chance.



4. Bicaralah dari hati ke hati

Bukalah obrolan tentang apa penyebab suami selingkuh. Mengapa ia tega melakukannya?

Nggak mudah memang. Karena para suami, seperti pria pada umumnya, biasanya sulit mengungkapkan apa yang dirasakan, terlebih soal kesalahan mereka.

Tapi, mulailah dengan pembicaraan mengenai hal-hal yang dulu merekatkan hubungan Mama dengan suami. Atau ambil waktu berdua saja untuk melakukan kegiatan favorit, misalnya seperti liburan bersama.


5. Coba hadirkan lagi romantisme

Setelah perselingkuhan, wajar memang jika kegiatan rutin hubungan suami istri ini terganggu. Tapi, jangan biarkan berlarut-larut deh ya. Cobalah untuk mencari suasana baru, mulailah dengan pelan-pelan. Hadirkan lagi suasana romantis seperti dulu saat masih pacaran.

Beranikan diri Mama untuk bereksplorasi bersamanya. Bila bicara hanya akan menyakiti, sentuhan dan ciuman konon bisa menjadi komunikasi pembuka.


BACA JUGA


Kabar Baik: Selingkuh Membawa Kebahagiaan (Meski Semu). Lalu, Apakah Kebahagiaan Sejati Memang Pantas Dikorbankan?

Kabar Baik: Selingkuh Membawa Kebahagiaan (Meski Semu). Lalu, Apakah Kebahagiaan Sejati Memang Pantas Dikorbankan?

Hati boleh saja tercecer karena satu dan lain hal, tetapi komitmen tidak! Untuk alasan yang satu ini, bisakah kita tetap melanjutkan niat ...

Read more..


Nah, Mama, pastinya memang berat untuk memulai semuanya kembali ya. Namun, tak ada salahnya jika ingin mencoba membangun kembali dari awal. Apalagi jika Mama sudah tahu apa penyebab suami selingkuh. Barangkali Mama juga perlu melakukan introspeksi dan refleksi, dan kemudian memperbaiki diri lagi.

Membina rumah tangga memang bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang harus kita korbankan demi bisa mendapatkan yang lebih baik.

Semangat, Mama, and stay in love!




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suami Selingkuh Ingin Kembali? Meski Berat, Namun Kalau Masih Cinta Nggak Ada Salahnya Dicoba Kan?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar