Suami Tukang Ngatur dan Otoriter? Hadapi dengan 5 Jurus Ampuh Ini!

Suami Tukang Ngatur dan Otoriter? Hadapi dengan 5 Jurus Ampuh Ini!

1.7K
Abusive relationship bisa berawal dari karakter pasangan suami istri yang otoriter. Segera lakukan jurus ampuh ini.

Mama sangat mencintai Papa, namun sikapnya yang senang mengatur membuat hubungan suami istri menjadi begitu tak nyaman. Bagaimana ya mengatasinya?

Cobalah dari mengubah diri Mama dulu.


BACA JUGA


5 Kata Sepele yang Bisa Berdampak Besar Pada Keharmonisan Mama dan Papa. Jangan Pernah Ucapkan ini ya, Ma!

5 Kata Sepele yang Bisa Berdampak Besar Pada Keharmonisan Mama dan Papa. Jangan Pernah Ucapkan ini ya, Ma!

Ucapan adalah penentu keberlangsungan hubungan antara suami dan istri. Jadi, selalu jagalah ucapan jika ingin mempertahankan hubungan ...

Read more..


Ini strategi menghadapi suami yang senang ngatur dan otoriter

1. Kepribadian selalu menurut menjadi lebih logis


Seseorang bisa jadi penurut ketika begitu mencintai pasangannya. Mungkin Mama termasuk tipe ini. Padahal semakin menurut, tipe suami otoriter akan semakin ingin mengendalikan yang Mama.

Ubahlah diri Mama dengan menurut yang terbatas atau logis. Artinya selama hal tersebut mengarah pada kebaikan, maka ada baiknya dituruti. Tapi jika tidak, maka katakan tidak.

Dengan mengubah diri Mama secara logis, suami pun akan lebih menghargai Mama.


2. Kepribadian tertutup menjadi terbuka


Suami otoriter cenderung tak peka terhadap perasaan orang lain, termasuk pasangannya. Ia biasa memaksakan kehendak ataupun pendapatnya.

Hal ini perlu disiasati dengan keterbukaan, Ma.

Kemukakan perasaan yang Mama rasakan. Baik itu perasaan sedih, kesal atau lainnya. Biarkan suami mengetahui apa yang Mama rasakan.

Latihlah diri Mama sendiri menjadi lebih asertif, yaitu mampu mengemukakan keberatan tanpa rasa takut. Bangun posisi yang sejajar, bukan atas bawah.

Dengan demikian, suami akan menghormati Mama sebagai individu yang seutuhnya.


3. Aturan unfair menjadi fair


Pasangan otoriter seringkali membuat komitmen yang unfair. Suami akan membuat aturan yang berlaku sepihak. Dengan berbagai alasan dikemukakan, tujuannya hanya satu, yaitu menghindari aturan yang sudah dibuatnya sendiri.

Buatlah kesepakatan atau aturan yang berlaku untuk kedua pihak, Ma. Tekankan, bahwa peraturan yang ada harus dipatuhi oleh semuanya. Jika tidak, maka aturan tak bisa diteruskan.

Ubahlah hal-hal yang unfair menjadi fair. Dengan demikian, hubungan suami istri pun akan lebih nyaman.


BACA JUGA


Tsania Marwa dan Atalarik Syah Mungkin Telah Melupakan 1 Ritual Suami Istri Ini Sehingga Perceraian Mereka Begitu Tiba-tiba!

Tsania Marwa dan Atalarik Syah Mungkin Telah Melupakan 1 Ritual Suami Istri Ini Sehingga Perceraian Mereka Begitu Tiba-tiba!

Tsania Marwa dan Atalarik Syah bercerai setelah 4 tahun menikah, padahal keduanya sepi gosip. Mengapa begitu tiba-tiba? Dan, bahkan Atalarik ...

Read more..


4. Komunikasi searah menjadi komunikasi dua arah


Suami yang otoriter biasanya ingin didengarkan tanpa mau mendengarkan. Hal inilah yang membuat komunikasi menjadi searah saja. Padahal hubungan suami istri yang sehat dilandasi dengan komunikasi dua arah.

Karena itu, jangan sampai terjebak di sini, Ma. Jangan sampai Mama jadi tak punya hak untuk berbicara. Mama punya hak untuk memiliki ide untuk disampaikan dan didengarkan. Perjuangkan, Ma!


5. Kekhawatiran ‘takut ditinggalkan’ menjadi berani menyelamatkan diri


Sifat suami otoriter semakin menjadi, ketika tahu bahwa pasangannya takut ditinggalkan. Inilah yang membuat dirinya semakin sok berkuasa.

Segera ubah diri Mama! Dari pribadi yang takut ditinggalkan, menjadi pribadi yang kuat.

Bangunlah kesadaran, bahwa Mamalah yang harus menyelamatkan diri. Berada di bawah suami otoriter bisa membahayakan diri Mama. Baik dari sisi mental, fisik dan masa depan.

Jika berbagai usaha sudah dilakukan dan nggak berhasil, segera persiapkan diri untuk menjadi pribadi mandiri yang lepas dari suami demi menyongsong masa depan yang lebih cerah.


BACA JUGA


Kenali Tanda Ego Tinggi Suami Istri untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Pernikahan Mama dan Papa

Kenali Tanda Ego Tinggi Suami Istri untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Pernikahan Mama dan Papa

Suami istri sudah sepantasnya saling berbagi; saling memberi dan saling menerima. Hanya ego yang tinggi yang kadang menjadi satu-satunya ...

Read more..


Nah, Mama. Semoga hubungan Mama dengan suami menjadi lebih baik di hari-hari ke depan. Memang tak mudah, namun, percaya saja bahwa Mama bisa melewatinya.

Stay strong, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suami Tukang Ngatur dan Otoriter? Hadapi dengan 5 Jurus Ampuh Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar