Sudah Siapkah si Bayi Baru Lahir Pulang dari Rumah Bersalin? Ayo, Cek Persiapan Mama!

Sudah Siapkah si Bayi Baru Lahir Pulang dari Rumah Bersalin? Ayo, Cek Persiapan Mama!

1.3K
Si bayi baru lahir sudah siap diajak pulang? Apakah rumah sudah siap menyambutnya? Yang penting, nikmati setiap detik bersama si bayi baru lahir, dan jangan lupa, mintalah bantuan jika Mama mengalami kesulitan atau kerepotan.

Pertama, selamat ya, Ma, atas kelahiran bayinya! Semoga selalu sehat dan bahagia. Yang kedua, mari menyiapkan diri, hati dan rumah untuk menyambut si bayi baru lahir.

Yes, akui saja, mau ajak pulang si bayi baru lahir ke rumah itu rasanya ‘siap-nggak-siap’, begitu bukan? Terutama bagi new mamas, yang meski sudah menyiapkan segala kebutuhan berupa pakaian, selimut, popok, peralatan makan-minum, menu MPASI, sampai dana pendidikannya kelak, tapi perasaan masih ada saja yang kurang.

Yah, mungkin itu hanya perasaan Mama saja, tapi supaya lebih yakin, yuk, kita periksa lagi daftar things to do untuk si bayi baru lahir yang sebentar lagi bakalan pulang berikut ini. Apakah sudah lengkap?


5 Hal yang perlu disiapkan sebelum si bayi baru lahir pulang ke rumah


1. Kebersihan rumah


Ya, saya sih yakin, rumah Mama pasti bersih, bebas dari kuman. Tapi untuk si bayi baru lahir, bebas kuman saja belum cukup, Ma.

Jadi, singsingkan lengan baju, pakai masker/penutup hidung, dan siapkan kemoceng ya, Ma. Kita mulai beberes rumah dan kebut-kebut debu!

Coba cek satu per satu. Debu yang bersarang di atas lemari, menempel di gorden, nyelip-nyelip di teralis, pokoknya sapu bersih semua!

Jangan biarkan si bayi baru lahir bersin-bersin, karena hidungnya masih amat sensitif. Terutama bagi para bayi yang mewarisi gen alergi dari Mama dan/atau Papa, debu adalah musuh utama, selain udara yang dingin.

Keep them away from the dust ya, Ma!


2. Perkenalan dengan seluruh anggota keluarga


Mama dan Papa tentu sudah menunggu-nunggu kedatangan anggota terbaru di keluarga. Namun bagaimana halnya dengan para kakak?

Yang mereka tahu, mamanya selama beberapa lama ini perutnya gendut, dan isinya bayi. Bayi mungil nan lucu, yang bisa disayang-sayang, dipeluk-peluk, dicubit pipinya, digemes-gemesin, yang membuat dirinya mendapat predikat membanggakan: ‘Kakak’.

Tapi apakah ia juga akan mengerti, bahwa sang adik mungkin akan membuat mama dan papanya ‘menduakan’ kasih sayang? Bahwa makhluk mungil itu ternyata bisa jadi sangat berisik, cengeng, menyita perhatian semua orang dewasa, dan semua itu bakalan sedemikian mengesalkannya?

Tidak hanya kakak-kakak, tapi--untuk Mama yang memiliki binatang peliharaan di rumah--kedatangan si bayi baru lahir ke rumah juga bisa diartikan sebagai sebuah ‘ancaman’ bagi si hewan kesayangan. Kasih sayang dan belaian akan terpecah, dan itu jelas akan membuat perbedaan signifikan, karena tiba-tiba Mama sebagai dunianya harus dibagi.

Dengan demikian, Ma, para kakak dan hewan kesayangan sebagai 'anggota-anggota keluarga lama' harus turut dipersiapkan secara mental.

Misalnya dengan membawa-bawa sebuah boneka bayi sebagai alat latihan beberapa saat sebelum melahirkan. Perkenalkan si boneka, dengan cara membiarkannya dielus-elus, atau diendus-endus. Biarkan mereka ‘menonton’ Mama berinteraksi dengan boneka itu; bercanda, menimang, mencium, supaya mereka punya gambaran akan apa yang akan terjadi beberapa saat yang akan datang.

Pada saatnya nanti, ketika si bayi sudah lahir, Papa bisa mengajak kakaknya mengintip ruang bayi, untuk memperlihatkan bagaimana seorang suster memperlakukan bayi-bayi di sana. Ini dilakukan sambil menanamkan pemahaman bahwa yang demikian itu pun akan terjadi di rumah pada adiknya nanti.

Untuk para peliharaan di rumah, Papa bisa memberinya ‘intro’ dengan membawa selimut bayi untuk diendus-endus, agar mereka kenal dengan bau teman kecil barunya.


3. ‘Mata-mata’


Banyak pasangan yang membuatkan kamar khusus bagi bayi baru lahir mereka. Yang didekorasi sedemikian cantik dengan wallpaper dan lemari baju berikut ranjangnya yang matching. Rocking Mama juga punya beberapa inspirasi kamar bayi yang ngetrend tahun ini lho. Silakan Mama ceki-ceki jika membutuhkan ya.

Nah, kalau Mama ingin menerapkan metode sleep training secara dini pada bayi, pastinya akan tidur ‘berpisah’ ya setiap malam. So, jangan lupa untuk instal sebuah kamera pengawas atau video monitor untuk mengawasi gerak-geriknya setiap saat.

Bagi Mama yang tidak menyiapkan kamar bayi secara terpisah, sepertinya juga akan butuh sebuah audio monitor untuk tetap ‘mendengarkan’ si bayi baru lahir, kalau-kalau Mama perlu pergi ke toilet, atau mampir ke kulkas *Mama menyusui perlu banyak makan. * *alesan!*

Tujuannya supaya Mama tetap bisa mengawasi saat sedang tidak bersamanya dalam satu ruangan. Mama bisa surfing dulu di internet untuk membandingkan harga dan kualitas, serta spesifikasi yang dibutuhkan ya, Ma.

Peralatan 'mata-mata' ini nantinya juga akan masih bermanfaat jika Mama pekerja kantoran sudah kembali harus masuk ke kantor, dan harus meninggalkan si bayi dengan pengasuh ataupun keluarga ya.


4. Ranjang bayi


Seorang bayi baru lahir hingga usianya 2 tahun akan tidur sampai 18 jam sehari.

Menurut Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, di saat terlelap, terjadi pertumbuhan pada sang bayi, yaitu otaknya akan menstimulasi dirinya sendiri.

“Pada masa keemasan ini, otak bayi akan terus membesar volumenya."

Jadi jika Mama melihat gerakan pada kelopak mata sang buah hati, itu menandakan ia sedang mengalami tidur yang aktif.

“Di atas dua tahun otaknya akan stop membesar. Giliran syaraf-syaraf di dalamnya yang terus bercabang. “

Jadi tugas Mama di sini adalah memastikan bahwa tidur si bayi baru lahir nyaman, tanpa gangguan. Salah satunya adalah dengan menyiapkan sebuah ranjang khusus baginya.

Bagi Mama yang sudah menyiapkan kamar bayi, tentu sebuah baby crib yang manis pastinya menunggu di kamar ya. Tapi bagi yang belum, Rocking Mama menyarankan untuk membeli sebuah ‘Co-Sleeper’, yaitu ranjang kecil tambahan yang bisa dipasang menempel ke tempat tidur papa dan mamanya. Co-sleeper akan sangat membantu Mama jika si bayi butuh menyusu sewaktu-waktu di malam hari, dan ia juga tentu akan terlelap dengan nyaman karena Mama selalu berada di sisinya.


5. Rocking (Mama) Chair


Tidak hanya si bayi baru lahir yang perlu kenyamanan, kebutuhan Mama untuk sebuah tempat empuk pun perlu diperhatikan. Terutama untuk saat-saat menyusui, di mana Mama ingin bergelung hangat, memberi sang buah hati minuman sambil memeluknya hingga tertidur bersama.

Untuk itu, Mama mungkin perlu sebuah bantal besar yang nyaman, mengingat betapa pegalnya pinggang setelah mengandung 9 bulan. Atau, sebuah rocking chair yang beralas lembut, yang bisa ‘menggoyang’ dan menemani sampai terlelap. Hmm ....


Nah, Mama, jadi sudah seberapa jauhkah persiapan menyambut si bayi baru lahir pulang? Semoga sekarang sudah benar-benar siap membawa pulang sang buah hati tercinta, ya? Yang penting, nikmati setiap detik bersamanya, dan jangan lupa, mintalah bantuan jika Mama mengalami kesulitan atau kerepotan.

Enjoy the wonderful journey, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sudah Siapkah si Bayi Baru Lahir Pulang dari Rumah Bersalin? Ayo, Cek Persiapan Mama!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar