Suka Merasa Nggak Sehat Tanpa Kopi? Ini Dia Fakta-Fakta Mengenai Kopi yang Harus Mama Tahu

Suka Merasa Nggak Sehat Tanpa Kopi? Ini Dia Fakta-Fakta Mengenai Kopi yang Harus Mama Tahu

1.9K
You can't buy happiness. But you can buy coffee, and that's pretty close.

Nggak bisa hidup tanpa kopi, Ma?



Kayaknya kopi ini sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok tiap harinya. Sehari saja tanpa kopi, rasanya mood berantakan, lemas dan nggak bisa bekerja maksimal. Kayaknya masalah ini sering dialami oleh para wanita masa kini ya? Orang begitu tampak tak berenergi kalau belum mengonsumsi kopi.

Juga oleh para Rocking Mama yang ngehits, pastinya.

Tren ngopi di pagi hari bahkan seharian udah jadi tradisi. Dari coba-coba, lama-lama berubah jadi kebiasaan deh. Bahkan, ada yang nggak bisa memulai kerja tanpa secangkir kopi, atau kalau nggak mengonsumsi kopi membuat badan lesu seharian. Apakah Mama juga suka gitu?

Memang ya, bukan main hebatnya pengaruh kopi ini terhadap sensivitas mood aktivitas seharian. Sebenarnya apa saja sih, khasiat kopi? Kok bisa banget gitu, kita jadi nggak bisa hidup tanpa kopi?

Ini dia khasiat yang terkandung dalam secangkir kopi, Ma.



Wah, kalau dilihat-lihat sih, emang ya banyak juga manfaat yang bisa didapat dari kopi. Tapi bikin ketagihan? Itu fakta apa mitos? Menurut Mama gimana nih?

Lalu, kira-kira nih, kita termasuk golongan coffee addicted atau nggak ya? Hmmm, Rocking Mama punya beberapa pertanyaaan di bawah ini nih, Ma. Coba deh dijawab. Cuma lima kok.

  • Mengonsumsi kopi secara rutin sebagai penyokong energi Mama sepanjang hari?
  • Apakah Mama merasa mudah marah atau muram jika belum mengonsumsi kopi selama kurun waktu tertentu?
  • Apakah Mama merasa menarik diri ketika Mama berhenti minum kopi selama beberapa saat?
  • Apakah Mama merasa sulit konsentrasi pada pekerjaan jika mendekati jam minum kopi?
  • Apakah orang lain pernah mengingatkan berapa banyak kopi yang Mama minum?

Nah, kalau Mama menjawab ‘ya’ untuk lebih dari dua pertanyaan, maka Mama bisa dikategorikan coffee addicted!

Oops! Ini baik atau buruk ya?



Well, Mama, setiap hal yang berlebihan tentu jadinya akan nggak baik. Betul nggak? Begitu juga dengan kopi. Biar khasiatnya banyak, tapi kalau Mama minum terlalu banyak, katakanlah 6 cangkir setiap hari, ya pasti akan mengganggu kesehatan Mama. Lebih jauh lagi, tahukah Mama, kalau terlalu banyak mengonsumsi kopi, kadar kolesterol jahat (LDL, atau low density lipoprotein) bisa melonjak lho. Terutama, mereka yang dalam sehari minum enam atau lebih cangkir kopi ‘murni’ tanpa difiltrasi, seperti espresso, french press coffee atau variasi kopi hitam (black coffee) lainnya. Karena, cafestol dan kahweol, dua macam zat penyebab melonjaknya LDL, banyak ditemukan pada jenis kopi yang diproses tanpa difiltrasi tersebut. Aduduh.

Gejalanya apa ya, kalau kita kebanyakan kopi yang tanpa difiltrasi ini?

Di antaranya nih, Ma, meningkatnya rasa cemas, tangan gemetar dan percepatan denyut jantung, bisa timbul pada seseorang yang tubuhnya nggak cocok terhadap kopi. Yah, kita mungkin bisa saja mengelak, bahwa kita bukan pecinta kopi hitam yang pahit dan kental, apalagi sampai enam cangkir sehari. Emang, sih, mungkin kita bisa terhindar dari risiko meningkatnya kolesterol jahat itu, tapi bahaya besar juga mengancam sekalipun kita bukan penikmat kopi hitam. Well, let’s say, kita memang tidak memesan kopi hitam tapi caffe latte atau ice blended coffee dengan sirop moka atau karamel. Ataupun caffee latte ditambah ekstra susu. Hmmm, sedap deh. *sruput*

Tapi pernah terlintas nggak, Ma, kalau kalori yang menumpuk dalam secangkir kopi yang kita minum itu ternyata besar juga?

Well, you may say, I don’t care about it, most important is I enjoy it. Gak salah sih, hanya saja sesekali bolehlah ya, kita ubah arah pemikiran tersebut. Nggak rugi, kok, malah kita jadi lebih sehat kan? ;)


Kopi, Kalori dan Lemak Jenuh


Keterangan: U. Kecil: Ukuran cangkir kecil. U. Besar: Ukuran cangkir besar

Tahu nggak sih, Ma, setiap ekstra topping whipped cream, menurut www.nutritiondata.com, kalorinya mencapai 81,7 Kkal. Sirop karamel menyumbang 15 Kkal, sirop moka mengandung 26 Kkal, sementara flavored syrup, seperti sirop hazelnut, memiliki 20 Kkal.

Nah, jumlah kalori setinggi itu seharusnya sudah bisa membuat alarm tubuh menyala. Apalagi bila kita sedang berusaha menurunkan berat badan. Mengatur porsi makan dan rutin olahraga bisa menjadi usaha sia-sia, bila kita jor-joran minum kopi kaya kalori seperti itu.

Dengan mengonsumsi segelas minuman kopi variasi di pagi hari dan segelas lagi di sore hari, kira-kira ¼ kebutuhan kalori harian (sekitar 500 Kkal) kita sebenarnya sudah terpenuhi. Padahal, masih saja menyantap muffin atau cake sebagai teman minum kopi. Lalu, menghabiskan semangkuk soto ayam dan seporsi nasi, juga segelas es lemon tea untuk makan siang. Lalu, ada nasi ayam penyet untuk makan malam. Belum lagi kudapan ringan yang ikut menambah deret ‘daftar belanja’ kalori per hari.

*tengok timbangan*

Nah, untuk menyiasati kalori ini, daripada harus mencoret kopi dari menu harian, kita mendingan stop makan malam dan hanya makan buah segar atau bahkan mengurangi porsi makan siang. Sayangnya, unsur lemak jenuh dalam sejumlah minuman kopi populer sudah melebihi batas. Lemak jenuh yang maksimal dikonsumsi 7 gram sehari, misalnya, dalam segelas minuman kopi ukuran besar bisa mengandung 11 gram. Jumlah lemak jenuh yang tinggi ini meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Nah, terus gimana nih, biar kita bisa tetap meminum kopi favorit kita, namun tetap bisa menjaga kesehatan?


Tips Minum Kopi Namun Tetap Sehat


Nggak ada salahnya sih minum kopi, hanya saja kadarnya harus diperhatikan lebih baik lagi. Hidup sehat itu penting, kan, Ma? Apalagi peran kita sebagai manager dari rumah tangga, tentunya harus bisa menjaga kesehatan agar bisa mengontrol rumah dengan baik.

Nah, ada baiknya kita atur lagi deh konsumsi kopi kita tiap harinya. Berikut tips minum kopi yang aman kalori dan lemak jenuh. Bisa dipraktikkan di mana saja, Ma, tanpa harus kita kehilangan satu cangkir kopi setiap harinya.



  1. Untuk menghindari lemak jenuh, pesanlah kopi dengan susu low fat atau non fat. Selain kalorinya juga lebih rendah, biasanya kandungan susu rendah lemak ini diperkaya kalsium, sehingga membantu menggantikan kalsium yang kemungkinan didorong keluar oleh kopi.
  2. Sebelum memesan kopi, perhitungkan kandungan nutrisinya (lihat boks kemasannya).
  3. Bila hari ini pengin makan ayam bakar dan sup iga atau makanan berat lainnya, pilihlah minuman kopi yang rendah kalori dan lemak saja.
  4. Sebaliknya, kalau hari ini pengin memanjakan diri dengan kopi kaya lemak, imbangi dengan memilih makan siang dan malam yang rendah lemak.
  5. Sekali-sekali puasa minum bisa dijadikan ujian, apakah mood kita cukup tahan banting meski tak ada ‘doping’ berupa minuman kopi.

Hidup sehat dengan kopi sah-sah saja, hanya ada aturan yang harus kita ingat. Sehat itu mahal, alangkah baiknya kita lebih bijak dalam memilih pola makan. Nggak harus 180 derajat berubah juga sih, step by step saja.

Every big step starts from a little step. Cheers! *angkat mug kopi*


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suka Merasa Nggak Sehat Tanpa Kopi? Ini Dia Fakta-Fakta Mengenai Kopi yang Harus Mama Tahu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Content creator. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar