Tentang Mencintai Diri Sendiri - 4 Langkah Awal untuk Menjadi Mama yang Lebih Bahagia

Tentang Mencintai Diri Sendiri - 4 Langkah Awal untuk Menjadi Mama yang Lebih Bahagia

5.2K
Hanya jika Mama mencintai diri sendiri, maka Mama bisa mencintai anak dan suami dengan lebih baik.

Setelah rasa cinta tak terhingga yang Mama curahkan pada suami dan anak-anak, masihkah Mama ingat cara untuk menunjukkan cinta untuk diri sendiri? Lebih parah lagi, apakah Mama masih mencintai diri sendiri?

Mencintai diri sendiri? Ntar dibilang narsis!

Nggak dong, Mama. Kadang kita memang menggunakan istilah 'narsis' untuk menyebut orang yang 'sekadar' suka selfie. Padahal, tahu nggak sih, Ma, bahwa narsistik atau narsisisme itu nggak cuma soal suka selfie, namun termasuk gangguan kepribadian lho. Narsistik adalah kepribadian atau perilaku yang selfish, egosentris, kurang empati yang bahkan sedikit dibumbui dengan kecongkakan dan kesombongan yang selalu berulang.

Orang yang berkepribadian narsistik adalah orang yang perlu bantuan secara psikologis, Ma. Mereka 'sakit'. Nggak lucu ah, menggunakan istilah 'narsis' sebagai joke. Kayak kalau kita menyebut orang yang lagi asyik main handphone sebagai 'autis'. No, it's not funny.

Nah, makanya, stop deh menggunakan istilah narsis itu jika Mama hanya perlu mencintai diri sendiri apa adanya, seperti halnya Mama mencintai orang-orang yang Mama sayangi; suami, anak-anak, orangtua dan sahabat-sahabat terdekat Mama. Mencintai diri sendiri seperti ini kan bukan "penyakit". Justru merupakan kebutuhan.

Ah, tentang kepribadian narsistik ini barangkali kita bahas saja lain waktu ya, karena akan melenceng dari topik kita kali ini.


BACA JUGA


Stop Judging Me Because I Love Myself! Begini 5 Cara untuk Bisa Mencintai Diri Sendiri Lebih dan Lebih Lagi!

Stop Judging Me Because I Love Myself! Begini 5 Cara untuk Bisa Mencintai Diri Sendiri Lebih dan Lebih Lagi!

Whatever you are doing, love yourself for doing it. Whatever you are feeling, love yourself for feeling it

Read more..


Kembali ke soal mencintai diri sendiri, hmmm, memang perlu ya?

Mungkin ada pertanyaan itu yang terlintas di benak Mama. Ya, tentu saja perlu!

Menurut Larry Cappel, M.A, seorang psikoterapis asal Denver, Amerika, seorang mama perlu mencintai dirinya sendiri tanpa syarat agar dapat terus membagi cinta kepada sekitarnya. Toh, memang setiap individu perlu merasa dicintai kan?

Cara untuk mencintai diri sendiri ini pun nggak sulit.

Mama hanya perlu membayangkan diri Mama sebagai seorang sahabat baik, dan lalu, lakukan apa yang Mama ingin berikan pada ‘sang sahabat’.


Cara mudah mencintai diri sendiri apa adanya selayaknya sahabat sejati

1. Luangkan waktu


Me time tetap perlu, Ma. Meluangkan waktu untuk diri sendiri, semakin menjadi kebutuhan penting sekarang, apalagi hidup Mama sudah tak sesimpel saat masih lajang dulu. Ada suami dan anak-anak yang sangat bergantung pada Mama.

Sahabat Mama pastinya akan ngambek kan kalau jarang disapa dan ditegur? Begitu juga dengan 'sahabat' yang satu ini.

5 menit, 10 menit, 15 menit, semua waktu bisa Mama manfaatkan untuk mencintai diri sendiri. Mulai dari ekstra 10 menit di kamar mandi sekadar untuk waktu berendam tambahan bersama aromaterapi, mojok 15 menit setelah selesai masak di book nook sudut ruang keluarga sekadar untuk menghabiskan novel, atau tidur siang di hari libur dan lupakan pekerjaan rumah tangga sejenak.


2. Be gentle, be forgiving


Pada situasi yang tidak diinginkan, berhentilah menyalahkan diri sendiri. Maafkan ‘sahabat’ Mama karena sesungguhnya tidak ada maksud buruk dalam setiap tindakannya.

Memang ada saatnya, everything is just going left. Nothing's right! Yang kemudian membawa kita menyesali apa yang sudah kita lakukan.

Duh, kenapa sih gue tadi begini? Kan jadi bikin beginu. Coba gue tadi begitu. Pasti nggak gini deh jadinya. Bodoh banget sih?

Oh yes, bermula dari self talk seperti itu, akhirnya akan membawa Mama menyalahkan 'sang sahabat'. Lalu 'dia' pun sedih, diam-diam menyimpan sakit hati itu dalam dirinya sendiri.

Tenang, Ma. Setiap orang kan pasti melakukan kesalahan. Kalau Mama bisa memaafkan anak-anak yang nggak pernah bisa rapi saat mengambil pakaian mereka sendiri di lemari, atau selalu bisa memaklumi Papa yang pulang terlambat, mengapa Mama tak bisa memaafkan diri Mama sendiri?

Biarkan saja kesalahan itu, Ma. Self pukpuk, and move on. Belajar lagi lebih baik.


3. Berani berkata ‘tidak’


Mama tak perlu sungkan untuk menolak tawaran atau permintaan jika memang nggak sanggup atau nggak ingin.

Bisa jadi karena Mama tahu jika hal tersebut justru menambah masalah dalam hidup Mama. Nggak ada sahabat baik yang mau menjerumuskan sahabatnya ke dalam masalah kan?

Misalnya saja, si atasan di kantor ngasih tambahan kerjaan untuk akhir minggu. Yah, masa' sih mesti bawa pulang kerjaan di weekend? Yang benar saja! Maka, jangan takut untuk mengatakan 'tidak', Ma. Negosiasikan untuk menyelesaikan tugas di hari Senin. Weekend adalah waktu putus hubungan dengan pekerjaan, dan menghabiskan waktu bersama keluarga.


4. Beri pujian


Telah berhasil mencapai target atau melakukan sesuatu yang sulit? Beri pujian pada diri sendiri.

Pujian memberi rasa positif dan berarti. Pujian bisa dilakukan tanpa kesombongan, karena kita memang harus bangga dengan pencapaian yang sudah kita lakukan.

Itu hanya sekadar tanda sayang pada ‘sahabat’ yang mampu menciptakan rasa bahagia. Kalau perlu buatlah perayaan meskipun sederhana dengan 'sahabat' Mama ini.

Pasti nggak ada yang keberatan kok, Ma, jika Mama sejenak melipir ke mal untuk membeli cardigan yang sudah lama Mama incar setelah selama seminggu penuh crowded dengan kebutuhan suami dan anak-anak. Kalau bisa, minta tambahan uang saku juga ke Papa, Ma! Siapa tahu bisa nambah A-skirt yang warnanya senada dengan cardigan kan? #eh


BACA JUGA


Hidup Bahagia Adalah Impian Semua Ibu. 8 Tips Ini Bisa Bantu Mama Mendapatkannya!

Hidup Bahagia Adalah Impian Semua Ibu. 8 Tips Ini Bisa Bantu Mama Mendapatkannya!

Hidup bahagia itu bukanlah sebatas fatamorgana. Terkadang, hal-hal kecil bisa membuat hidup bahagia lho, Ma

Read more..


Yes, mencintai diri sendiri merupakan langkah awal untuk menjadi lebih bahagia. Kita selalu mencari bagaimana caranya agar lebih bahagia menjalani hidup namun lupa memulainya dengan mencintai diri sendiri.

Kali ini artikel ini menjadi reminder bagi Mama. Mumpung masih awal tahun, yuk, Ma, kita jadikan tahun ini sebagai happiest year ever!

Selamat bahagia, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tentang Mencintai Diri Sendiri - 4 Langkah Awal untuk Menjadi Mama yang Lebih Bahagia". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar