Tentang Mengajak Anak Lebih Bersyukur Agar Dia Mengerti Arti Kerja Keras dan Perjuangan Menjalani Kehidupan

Tentang Mengajak Anak Lebih Bersyukur Agar Dia Mengerti Arti Kerja Keras dan Perjuangan Menjalani Kehidupan

1.4K
Mengajak anak lebih bersyukur, bukan semata-mata mengajari mereka soal menerima apa yang ada, tapi juga memahami perjuangan kedua orangtuanya untuk menyediakan segala sesuatu untuknya.

“Ma, kenapa sih, kita rumahnya nggak yang di Royal? Rumah-rumah di sana kan keren."
“Aku nggak mau makan pakai ayam goreng, Ma. Aku mau sayur! Eh nggak ding, sayur sama nugget!”
“Aku nggak suka kasur yang baru! Nggak enak!"

Sering mendengar kata-kata tersebut terlontar dari mulut si kecil nggak, Ma?

Kalimat-kalimat tersebut hanya beberapa yang sering saya dengar dari anak saya yang usianya baru menginjak 7 tahun. Ya, nggak sekaligus sih dia bilangnya, namun ya masih berdekatan rentang waktunya. Dan apa reaksi saya? Saya mengernyit dalam hati sembari ngomel, kok nggak bersyukur banget sih? Dia nggak tahu apa, kalau rumah ini cicilannya saja belum selesai sampai dia SMP?

Hvft!

Ya, tapi jelaslah dia nggak tahu. Dia juga menyampaikannya dengan enteng, ringan, tanpa mengerti kalau mamanya langsung baper saat mendengarnya. Baper karena merasa hasil kerja keras papanya dan mamanya ini serasa nggak dihargai, sekaligus baper karena berarti ada yang salah dengan cara saya mengajak anak lebih bersyukur.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan dalam mengajak anak lebih bersyukur?

Well, so far, saya telah melakukan beberapa hal sih, Ma. Dan hasilnya? Ya, teteup ... anak saya dengan ringan mengatakan hal-hal di atas tadi. Hahaha. Makanya, saya share, siapa tahu ada Rocking Mama lain yang bisa menambahkan, sehingga saya juga bisa belajar lagi.

Ah, dari mana lagi sih saya bisa belajar, kalau bukan dari yang sama-sama punya pengalaman kan?


5 Hal ini saya lakukan untuk mengajak anak lebih bersyukur




1. Mengajak anak lebih bersyukur lewat doa dan ibadah

1. Mengajak Anak Lebih Bersyukur Lewat Doa Dan Ibadah -


Mama juga pasti setuju kan, kalau dua hal inilah yang menjadi dasar yang harus kita tanamkan pada anak-anak kita?

Semua agama pasti mengajarkan tentang kebaikan. Dan, dengan mengajaknya beribadah dan berdoa sesuai dengan kepercayaan kita, maka fondasi penting dalam hidupnya sudah kita letakkan. Sholat tepat waktu, rutin ke gereja di hari Minggu, atau berdoa di tempat ibadah yang lain, menanamkan nilai-nilai luhur dan kebaikan, pastinya sudah kita ajarkan sejak dia masih bayi.

Dan, yang terpenting adalah contoh kebaikan dalam kehidupan sehari-hari yang kita berikan. Betul, Ma?



2. Mengajak anak lebih bersyukur dengan tidak memberinya mainan berlebih

2. Mengajak Anak Lebih Bersyukur Dengan Tidak Memberinya Mainan Berlebih -


Namanya juga sayang anak, kadang kita belikan saja semua mainan yang dia suka. Padahal anak-anak suka bosan.

Dan akhirnya, mainan pun menumpuk.

Sekarang, ini kesempatan untuk mengajak anak lebih bersyukur, Ma. Kita bisa mengajaknya memilih dan memilah mainan yang sudah nggak dia mainkan lagi. Pilihlah yang bukan mainan kesayangannya ya, supaya si kecil nggak merasa berat saat melepasnya.

Jelaskan pada si kecil, bahwa mainan yang sudah nggak dimainkannya lagi itu akan menjadi mainan baru bagi teman-temannya yang lain yang kurang beruntung. Barangkali kemudian dia akan bertanya, teman-teman yang kurang beruntung itu yang seperti apa? Nah, kita bisa jelaskan deh, bahwa di luar sana banyak sekali anak yang nggak seberuntung dirinya, punya rumah, punya kamar sendiri, bisa tidur di kasur yang empuk, dan punya mainan banyak.

Harapan kita sih kemudian dia bisa merasakan bahwa dia ternyata punya semua yang dia ingin, butuh dan mau.

Kita bisa memberikan mainan-mainan tersebut ke panti asuhan, atau sekadar ke orang-orang yang tinggal di sekitar rumah yang kurang mampu dan punya anak sebaya si kecil.

Dengan demikian, kita sudah menanamkan bahwa si kecil seharusnya bersyukur mempunyai mainan-mainan yang disayanginya.



3. Mengajak anak lebih bersyukur dengan mendonasikan pakaian

3. Mengajak Anak Lebih Bersyukur Dengan Mendonasikan Pakaian -


Begitu juga dengan pakaian, Ma.

Anak-anak kan cepat sekali tumbuh ya. Bisa jadi pakaiannya nggak muat lagi, dan begitu juga lemari sudah kepenuhan. Mengapa tak ajak mereka untuk mendonasikannya ke mereka yang kurang mampu?

Libatkan anak-anak Mama untuk memilih pakaian mana yang bisa mereka donasikan. Tanyakan pendapat mereka, kira-kira pakaian-pakaian tersebut bisa diberikan kepada siapa atau ke mana.

Kalau saya pribadi sih, kalau pakaian lebih suka memberikannya ke lingkup terdekat saja. Misalnya saya berikan untuk anak ART saya yang bekerja di rumah, atau anak Pak Penjaga Malam di komplek rumah saya.

Tapi bisa juga kalau kita mau memberikannya dalam aksi-aksi sosial, sembari ajak teman-teman kita dan teman-teman anak juga. Pasti seru, iya kan?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tentang Mengajak Anak Lebih Bersyukur Agar Dia Mengerti Arti Kerja Keras dan Perjuangan Menjalani Kehidupan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Susan | @susanindriany

Mom of two. Surviving motherhood. Owner of Blog Dekat Hati. www.dekathati.com

Silahkan login untuk memberi komentar