Tentang Selmadena Aquilla dan Jodoh yang Dipilihnya (Sepucuk Surat untuk Anakku)

Foto via IG @selmadena

Tentang Selmadena Aquilla dan Jodoh yang Dipilihnya (Sepucuk Surat untuk Anakku)

5.2K
Kisah Selmadena Aquilla dan jodoh yang akhirnya dipilih. Meski mungkin masih baru akan menghadapi masalah seperti ini 15 - 20 tahun lagi, tapi inilah surat Mama untuk kamu, anakku.

Dear anakku, membaca semua cerita dan berita mengenai Selmadena Aquilla dan Ahmad Baihaqy Rais akhir-akhir ini membuat Mama berpikir. Memang benar, Nak, bahwa jodoh, rezeki dan kematian adalah di tangan Tuhan.

Namun, tak semata-mata lantas kita bisa "mengkambinghitamkan" Tuhan atas setiap tindakan yang kita lakukan. Karena, bagaimanapun, segala sesuatu yang terjadi pastilah merupakan akibat dari peristiwa yang terjadi sebelumnya. And, mind you, kadang itulah jalan yang sudah kita pilih.

Percayakah kamu akan hal itu, Nak? Mama sangat percaya.

Begitupun soal jodoh.


BACA JUGA


Rey Utami dan Pablo Putera Benua, serta Jodoh-Jodoh Anak Kita yang Ada di Tangan Mereka Sendiri

Rey Utami dan Pablo Putera Benua, serta Jodoh-Jodoh Anak Kita yang Ada di Tangan Mereka Sendiri

Rey Utami dan Pablo Putera Benua, menikah setelah 7 hari perkenalan mereka melalui aplikasi Tinder di smartphone masing-masing. Apa pendapat ...

Read more..


Dengan siapa akhirnya kita akan melangkah ke pelaminan di masa depan, itu tak ada yang tahu. Rahasia Tuhan juga, katanya. Semacam sekadar untuk membuat hati kita tenang, bahwa meski kita sudah lelah menunggu, tapi Tuhan pasti sudah merencanakannya.

Tapi, tahukah kamu, Nak, bahwa Tuhan pun punya selera humor yang tinggi. Dan, Dia selalu tahu kapan tepatnya humor-Nya ini bisa dilepaskan. Kita, sebagai objek humor-Nya, kadang hanya bisa pasrah bak Sule yang lagi dibully di atas panggung. Ataukah kita ikut tertawa, seperti kalau Ayu Tingting lagi dikerjain sama Raffi Ahmad.

Semua tergantung selera humor masing-masing dalam menangkapnya.

Ngomongin soal selera humor Tuhan, Mama jadi mengingat si kekasih Selmadena yang lalu diputusin untuk menikah dengan Haqy. Oh, bagaimana kabarnya ya? Semoga dia punya selera humor yang cukup tinggi juga.

Nak, bila nanti kamu harus berdiri di sepatu Selmadena Aquilla ini, dan Tuhan juga sedang berselera untuk bercanda denganmu soal jodoh, maka ingat yang akan Mama tuliskan untukmu ini.


Beberapa hal yang harus kamu ingat jika suatu kali nanti kamu harus memilih jodohmu seperti Selmadena Aquilla


1. Saat ternyata kamu harus menjalani Long Distance Relationship


Selmadena Aquilla - foto via IG @selmadena

Distance means so little when someone means so much.

Begitu katanya. Kamu boleh percaya boleh tidak, boleh mengamini boleh tidak.

Selmadena Aquilla sedang menjalani pacaran dengan seseorang, saat Haqy Rais datang dan melamarnya.

Perlu kamu tahu, Sayang, jika suatu kali kamu memang harus menjalani long distance relationship, atau cinta jarak jauh, percayalah, itu bukanlah sesuatu yang buruk. Bukan sesuatu yang dosa. Bukan sesuatu yang haram.

Biarkan orang bilang apa, tutup saja telingamu. Kamu yang tahu apa yang menjadi alasan kalian--kamu dan pacarmu--berani mengambil keputusan untuk menjalaninya. Orang lain? Mereka nggak ada urusan denganmu.

LDR tak terlalu berat saat benar-benar kamu jalani. Bahkan ada beberapa hal yang hanya dirasakan oleh pasangan LDR yang tidak dirasakan oleh pasangan yang lain. Rasa kangen, misalnya.

Oh iya sih, rasa kangen kan pasti selalu ada ya di setiap model pacaran. Tapi rasa kangen saat jauh itu jauh lebih deg-degan, lebih memacu adrenalin, lebih bikin kamu tambah sayang dan tambah sayang lagi sama pacar kamu.

Namun satu hal saja, Nak, yang harus kamu ingat. Setiap perjalanan pasti ada tujuannya. Ada akhirnya, yang kemudian menjadi awal perjalanan lain yang baru.

So, kamu mau LDR atau SDR (short distance romance) terserah deh. Tapi, ingatlah untuk selalu punya tujuan bersama pacarmu. Tentukanlah kapan tujuan itu ingin kalian capai. Meski mungkin dia harus jauh denganmu untuk menempuh pendidikan, jangan hanya sekadar menjalani perjalananmu saja.

Kamu dan dia--pacarmu itu--harus tahu, kapan dan bagaimana tujuan akan kalian capai. Karena jika sedari awal kalian hanya sekadar go with the flow, percayalah, Nak, semua akan sia-sia.


2. Saat seseorang mendekatimu kala kekasihmu jauh


Selmadena Aquilla dan Haqy Rais - foto via IG @selmadena

Satu hal harus kamu ingat lebih dulu. Bahwa entah itu kamu menjalani LDR ataupun tidak, peluang untuk putus dari pacar itu sama besarnya.

Jangan salahkan jarak, jangan salahkan pula orang ketiga yang masuk. Semua kembali lagi pada dirimu sendiri.

Adalah wajar jika seseorang mendekatimu, meski dia tahu kamu sudah pacaran dengan orang lain. Toh, katanya, sebelum janur kuning melengkung, status kamu masihlah available.

Well, meski kalaupun janur kuning sudah melengkung pun, peluang untuk didekati oleh orang lain itu tetaplah ada.

Ya, Nak. Peluang itu selalu ada, dan sama besarnya.

Selmadena Aquilla sudah punya pacar saat bertemu dengan Haqy Rais, putra Amien Rais itu, meski harus dijalani dalam bentangan jarak. Toh, mereka sebenarnya baik-baik saja. Meskipun Selma mengaku galau juga sebelumnya, mengorbankan hati untuk tidak menikah dulu, karena harus menemani pacar yang masih menempuh pendidikan. Dan, kemudian Haqy Rais masuk ke dalam kehidupannya, memberikan pilihan yang lebih sesuai dengan mimpinya.

Salahkah ia memilih? Entahlah, lebih baik tak menghakiminya.

Nak, pengorbanan seperti itu sebenarnya akan selalu ada saat ada cinta di hati kita. Itu sebenarnya sudah menjadi ujian bagi kamu, apakah kamu memang cinta pada kekasihmu. Nanti saat kamu menikah, akan banyak pengorbanan-pengorbanan lain yang harus kamu lakukan (baik secara sadar atau tidak). Jangan kaget ya, dan jangan mengeluh.

Jika pengorbanan-pengorbanan itu nanti membuatmu menyerah, maka itu berarti sudah membuktikan seberapa dewasakah dirimu dan seberapa besarkah komitmenmu dengan orang yang kamu cinta.

Mama tak perlu menjelaskan lebih jauh lagi, rasanya.


3. Saat kamu harus memilih


Quote by Selmadena Aquilla - foto via IG @selmadena

Setiap manusia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup. Setuju kan, Sayang? Kamu sendiri sudah Mama biasakan untuk memilih dan memutuskan hal-hal yang kamu sukai dan kamu inginkan.

Kamu sudah memilih mana sekolah yang baik untukmu, kamu pengin ikut ekskul apa, pengin bercita-cita menjadi apa, semua Mama aminkan. Mama hanya bisa memberimu alternatif ini dan itu, sebagai bekal kamu memilih dan memutuskan.

Demikian juga soal jodohmu, Sayang.

Seperti halnya yang sudah-sudah, Mama selalu bilang, "Pilihlah yang kamu suka, yang membuatmu senang dan bahagia."

Ya, Nak. Abaikan saja apa pendapat atau kata orang-orang. Karena kamulah yang bertanggung jawab atas kebahagiaanmu sendiri. Bukan Mama, bukan Papa, apalagi orang-orang yang nggak terlalu kenal itu.

Tanyakan sendiri pada hati kecilmu, dan percayalah padanya. Gunakan otak agar tetap bisa melogika. Cinta bukan cuma bentuk emosi, tapi juga buah pikiran.

Jangan lupa untuk minta petunjuk pada Tuhanmu, karena bagaimanapun Dialah yang mengatur segalanya. Berharaplah bahwa selera humormu bisa satu frekuensi dengan-Nya, sehingga apa pun yang terjadi, kamu akan segera bisa menerima dan memahaminya.


4. Saat kamu sudah memutuskan


Selmadena Aquilla dan keluarga Rais - - foto via IG @selmadena

Jika kamu harus berdiri di sepatu Selmadena Aquilla, bertemu pula dengan sosok Haqy Rais yang kemudian melamarmu, dan selanjutnya kamu sudah memutuskan, Mama tetap (harus) yakin pada kemampuanmu untuk memilih. Abaikan saja ekspresi shock Mama, jika kamu datang dan bilang, "Mama, kenalin ini pacar baruku. Kami baru bertemu 3 kali dan akan segera menikah. Tolong, bantu aku untuk mutusin pacarku yang sekarang ya."

Ya, Sayang. Abaikan saja. I'll be fine, I'll be alright.

Sudah seringkali Mama "jantungan" karena ulahmu sejak kecil, saat kamu bisa memanjat pohon hingga pucuknya, saat kamu koprol dengan bangganya, atau saat kamu dengan keponya memain-mainkan lilin yang menyala.

Ya, memang semua itu bikin Mama waswas dan deg-degan. Tapi, Mama coba tersenyum dan mendukungmu demi memenuhi hasrat ingin tahumu, sembari berjaga-jaga jika ada hal yang tidak diinginkan.

Kali ini, Mama pun akan mencoba tersenyum dan memahamimu.

Satu saja, pesan Mama, Nak. Sebelum benar-benar kamu menikah dengannya, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mengenalnya lebih dekat dan lebih dekat lagi. Cari tahu kebiasaannya, bahkan kebiasaan buruknya. Kenali sifatnya, terutama sifat buruknya. Dekatilah setiap anggota keluarganya, get to know his dad, mom, and siblings. Bahkan sepupu-sepupunya.

Lalu, saat kamu sudah benar-benar kenal dengan semua keluarganya, sudah tahu kebiasaan calon suamimu, termasuk kebiasaan buruk dan sifat buruknya, kembalilah pada Mama. Katakan terus terang pada Mama, apakah kamu masih ingin melanjutkan niatmu menikah dengannya, atau kamu ingin mengurungkannya.

Sungguh, Nak. Bahwa meski semua persiapan pernikahan sudah matang, tapi kalau kamu tiba-tiba meragu lagi, maka Mama akan segera membatalkan semuanya.

Jodoh adalah soal hidup. Kamu nanti akan menghabiskan waktu seumur hidupmu dengannya. Jangan sampai kamu menyesal atau ada ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Jodoh jangan sampai salah. Karena akan sangat fatal akibatnya.

Tuhan lindungi kami. Demi Dewa!

Ingat itu ya, Nak.


BACA JUGA


Belajar dari Awkarin, Ini Dia 7 Hal yang Harus Kita Tanamkan pada Remaja Kita Mengenai Kehidupan!

Belajar dari Awkarin, Ini Dia 7 Hal yang Harus Kita Tanamkan pada Remaja Kita Mengenai Kehidupan!

Being a mother is hard, and it wasn't a subject I ever studied. ~ Ruby Wax

Read more..


Begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari segala peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Juga dari kisah Selmadena Aquilla yang memilih menerima lamaran Haqy Rais ini. Yang bagus, mari kita ambil manfaatnya. Yang buruk, tinggalkan saja. Butuh kebijaksanaan untuk bisa mengerti setiap hikmah yang terjadi. Tapi jangan khawatir, Mama akan selalu ada di sini untukmu.

Meski Mama juga masih sering salah saat melakukan atau memutuskan sesuatu. Tapi setidaknya kalau kita nggak sendirian dan ada teman untuk berbagi, kamu pun jadi lebih mantap saat harus menjalani hidupmu.

Gitu ya, Sayang? Semoga kamu bisa mengerti isi surat Mama yang panjang ini.

Sekarang, setelah menulis surat ini, Mama capek. Jadi, gimana kalau kamu buatkan teh buat Mama, hm?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tentang Selmadena Aquilla dan Jodoh yang Dipilihnya (Sepucuk Surat untuk Anakku)". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian rocking mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com