Terlalu Banyak Pelajaran Sekolah Hafalan akan Merusak Kreativitas Anak?

Terlalu Banyak Pelajaran Sekolah Hafalan akan Merusak Kreativitas Anak?

351
Kreativitas anak sekolah makin menurun. Mengapa?

Psikolog Pendidikan dari College of William & Mary, Virginia, AS, Kyung Hee Kim, Ph.D pernah melakukan riset terhadap 300.000 murid sekolah kelas 12, dan menyatakan bahwa skor kreativitas murid sekolah ternyata sangat memprihatinkan dan mengalami penurunan yang cukup nyata sejak tahun 1990.

Lebih menyedihkan lagi, ternyata yang mengalami kemunduran skor kreativitas tersebut adalah murid-murid sekolah TK hingga kelas 3 SD.


BACA JUGA


Ini Dia 5 Hal yang Harus Kita Lakukan Agar Anak-anak Menjadi Lebih Kreatif!

Ini Dia 5 Hal yang Harus Kita Lakukan Agar Anak-anak Menjadi Lebih Kreatif!

Sukses tidaknya masa depan anak, salah satunya ditentukan oleh kemampuannya memecahkan masalah dan berpikir out of the box. Cara untuk ...

Read more..


Duh, membaca berita itu kok saya jadi merasa sedih ya. Mengapa sampai menurun begini, ya?


Menurut Bobby Hartanto, M. Psi, seorang psikolog dan dosen tak tetap di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, ancaman dari kreativitas ini adalah kemalasan untuk menemukan sesuatu atau cara memecahkan masalah secara berbeda dan baru.

Masih menurut Bobby, kemalasan ini bisa berasal dari diri sendiri ataupun karena pengaruh dari luar. Jika lingkungannya tak mendukung upaya-upaya kreatif, maka anak pun juga akan enggan mengembangkan kemampuan kreativitasnya.

Para guru di sekolah ternyata juga disinyalir menjadi salah satu faktor eksternal yang sangat menentukan pengembangan kreativitas pada anak ini, Ma.

Jennifer Keys Adair, Ph. D, seorang pakar pendidikan anak usia dini dari University of Texas, mengemukakan bahwa kebanyakan sekolah di AS kini berfokus pada pelajaran hafalan.

Menurut Jennifer, terlalu banyak materi pelajaran sekolah hafalan dapat merusak kreativitas anak karena mereka tak diberi kesempatan untuk mencari solusi atau pemecahan masalah menurut ide masing-masing.

Ini diperkuat lagi dengan soal ujian sekolah yang hanya berupa pilihan ganda A, B, C dan seterusnya dengan hanya satu jawaban yang benar.

Untuk itu, Jennifer juga menyarankan kepada para orang tua, agar sebelum memasukkan anak-anak ke sekolah, dari mulai kelompok bermain, TK ataupun SD, orang tua perlu melakukan survei secara mendetail mengenai program-program pendidikan yang dilaksanakan dalam sekolah tersebut.

Pertanyaan pokok yang harus dicari jawabannya adalah, apakah sekolah tersebut memberi kesempatan bagi anak untuk aktif mengekspresikan diri? Apakah ada program-program yang dapat memicu kreativitasnya, seperti menggambar, menari atau bermain musik?



Adalah penting untuk mengusahakan agar si kecil tak hanya membaca, menulis dan menghafal saja selama di sekolah.

Kita sendiri sebagai orang tua, juga harus menciptakan kondisi kreatif di dekat anak-anak.

Misalnya nih, Ma, saat si kecil pulang sekolah sambil membawa gambar pemandangannya, jangan hanya mereaksikan “Wah, bagus sekali!” dan sudah.

Namun, cobalah ajak dia untuk mengobrol mengenai hasil karyanya tersebut. Ajukanlah beberapa pertanyaan yang bisa memancingnya bercerita lebih banyak.

Tanyakan padanya, nama pohon yang ada di gambarnya, atau rumah siapakah itu yang digambarnya. Jika dia menggambar sapi, tanyakan mengapa dia menggambar sapi dan bukan binatang yang lain, bagaimana dia membuatnya, dan juga menanyakan padanya apa ciri-ciri seekor sapi, dan seterusnya.

Obrolan santai setelah sekolah semacam ini akan mengarahkan si kecil untuk lebih berani mengekspresikan diri.


BACA JUGA


Kenali Bakat Seni pada Anak, dan Terus Stimulasi Agar Tak Pernah Terputus dari Seni demi Kebaikan Anak di Kemudian Hari

Kenali Bakat Seni pada Anak, dan Terus Stimulasi Agar Tak Pernah Terputus dari Seni demi Kebaikan Anak di Kemudian Hari

Bakat seni pada dasarnya ada pada setiap orang, dan merupakan kecerdasan dasar pada anak-anak. Tinggal bagaimana kita membantunya ...

Read more..


Yah, Mama, keinginan untuk berkembang memang kembali pada individu anak kita masing-masing.

Namun, pihak-pihak lain, terutama orang tua, tetaplah wajib untuk selalu memberikan stimulasi. Di samping itu juga kita harus menjaga kreativitas anak ini tetap berkembang ke arah yang positif dan bukan sebaliknya. Jika sekolah tak mampu atau kurang maksimal menyediakannya, maka kitalah yang harus melengkapinya.

Tetap semangat mendampingi si kecil ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Terlalu Banyak Pelajaran Sekolah Hafalan akan Merusak Kreativitas Anak?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar