Ternyata Mencatat Hari Pertama Menstruasi Itu Penting! Ini Dia Alasannya!

Gambar dari www.dedaunan.com

Ternyata Mencatat Hari Pertama Menstruasi Itu Penting! Ini Dia Alasannya!

981
Mendokumentasikan jurnal kesehatan itu penting. Termasuk mencatat kapan hari pertama mendapatkan menstruasi.

Hai, Mama!

Sebagai perempuan, Mama jeli nggak untuk mendokumentasikan jurnal kesehatan Mama? Misalnya nih, mencatat siklus menstruasi kita, apakah teratur atau tidak? Berapa hari siklus bulanan terjadi? Mengetahui gejala kapan masa subur terjadi?

What? Tidak tahu? Waduh! Nggak pernah dicatat ya, Ma?



Pentingnya mencatat siklus menstruasi


Saya pribadi, sejak mengalami menstruasi pertama, punya kebiasaan mencatat tanggal datangnya menstruasi. Walaupun saat itu belum paham juga apa fungsinya. Pokoknya saya mencatatnya, sehingga saya bisa tahu ketika terjadi sesuatu yang janggal dengan siklus menstruasi saya.

Misalnya, pernah nih kejadian. Saya biasanya mengalami menstruasi selama siklus 24 hari, tapi ini kok tiba-tiba 2 minggu (14 hari) sudah mendapat menstruasi lagi.

Wah, pasti ada sesuatu nih. Saya pun bergegas ke dokter kandungan untuk memastikan, jangan-jangan ada yang berbahaya. Namun, syukurlah, saat diperiksa dokter kandungan, semua baik-baik saja. Pun ketika saya di test pack, saya tidak sedang dalam keadaan hamil. Jadi secara fisik, organ kandungan saya memang dalam kondisi baik.

Dokter mengatakan, yang saya alami ini ada kaitannya dengan pikiran. Mungkin saya sedang kecapekan, stres atau banyak pikiran, sehingga kinerja hormon pun ikutan kacau. Saat hormon kacau, maka siklus menstruasi pun ikut-ikutan kacau sehingga tidak teratur.

Memang benar sih, Ma, saat itu saya sedang sibuk-sibuknya. Banyak tugas yang harus saya kerjakan terkait dengan peran saya sebagai stay at home mom, sekaligus seorang entrepreneur, blogger, dan anggota masyarakat yang ikut paguyuban macam-macam yang menyangkut urusan orang banyak. Akhirnya, tingkat stres pun tinggi.

Ah. Baiklah. Pada akhirnya juga, saya kan tahu apa yang harus diperbaiki kan?

Setelah periksa ke dokter kandungan dan diberi resep obat, siklus menstruasi saya pun kembali normal bulan depannya. Kebiasaan mencatat siklus menstruasi saya pun tetap saya lakukan. Saya pernah mengalami siklus menstruasi terpanjang 30 hari. Namun juga pernah mengalami siklus terpendek 14 hari. Yang paling sering adalah siklus menstruasi selama 24 hari. Siklus ini dihitung dari hari pertama mendapatkan menstruasi.

Saya semakin yakin, bahwa dengan mencatat siklus menstruasi, banyak hal penting yang terjadi dalam tubuh saya bisa terpantau dengan baik. Salah satunya, soal kesehatan tadi, Ma. Saya jadi bisa waspada jika ada yang tidak biasa terjadi.

Dengan mencatat siklus menstruasi pula, saya bisa menghitung masa subur.


Apa Itu Masa Subur?


Apakah Mama sedang merencanakan kehamilan, Ma? Atau malah tidak ingin hamil lagi karena sudah cukup memiliki buah hati?

Jika iya, maka dengan mengetahui masa subur, Mama akan bisa memperkirakan kapan sebaiknya melakukan hubungan seksual dengan Papa jika ingin segera mempunyai momongan.

Demikian pula jika Mama mengetahui masa subur, Mama bisa memperkirakan kapan sebaiknya menghindari berhubungan seksual dengan Papa jika tidak ingin hamil lagi.

Masa subur adalah masa saat sel telur wanita sudah matang dan siap dibuahi. Masa ini disebut pula masa ovulasi. Kehamilan bisa terjadi di masa ini jika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.

Dalam satu siklus, seorang perempuan bisa mengalami masa menstruasi, masa subur, dan masa kering. Semua masa ini bisa diperkirakan jika mempunyai siklus menstruasi yang teratur.


Ciri-Ciri Masa Subur


Masa subur ditandai dengan kenaikan suhu badan di atas 36,6°C. Kalau Mama merasa suhu badannya agak hangat, lalu pinggang agak sakit dan perut seperti ada sedikit kontraksi, bisa jadi itu tanda masa ovulasi dimulai, Ma.

Perhatikan juga bila keluar lendir dari area vagina. Lendir yang bening dan sifatnya mulur menjadi indikator masa paling subur. Pun jika Mama merasa bergairah dan wajah berseri-seri.

Wah, tak dipungkiri lagi masa ovulasi sedang bertandang.

Tahukah Mama? Masa subur pada perempuan umumnya adalah 12-16 hari sebelum menstruasi berikutnya. Jumlah hari ini dihitung dari hari pertama menstruasi, bukan waktu menstruasi berakhir atau lamanya menstruasi ya.


BACA JUGA


Untuk Mempersiapkan Kehamilan, Mama Perlu Tahu 4 Hal Ini Agar Program Hamil Mama Berjalan Lancar

Untuk Mempersiapkan Kehamilan, Mama Perlu Tahu 4 Hal Ini Agar Program Hamil Mama Berjalan Lancar

Mempersiapkan kehamilan adalah masa-masa yang menyenangkan. Tapi, ada hal-hal yang perlu Mama ketahui terlebih dahulu dalam mempersiapkan ...

Read more..


Cara Mengitung Masa Subur


Ah, aku malas mencatat hari pertama menstruasi. Kan sudah ikut KB!

Jangan salah, Ma! Meskipun ikut KB, tetap mencatat hari pertama menstruasi itu tetap penting! Karena bisa jadi pegangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Namanya kesalahan kan tetap selalu ada ya, Ma. Minimal Mama tahulah, siklus menstruasinya tergolong normal atau tidak. Jika siklus menstruasi kurang teratur, maka Mama perlu tetap mengetahui siklus terpendek dan siklus terpanjang menstruasi.

Ada rumus khusus untuk menghitung masa subur ini. Misalnya, siklus menstruasi terpendek (SP) Mama 24 hari dan siklus terpanjang (SPJ) 30 hari.

Masa Subur = SP-18

Masa Subur = SPJ-11

Jadi :

24-18 = 6

30-11 = 19

Hasilnya adalah, masa subur Mama berada di rentang hari ke-6 sampai hari ke-19 sesudah menstruasi.

Masa paling subur bisa dideteksi dengan mencocokkan ciri-ciri di atas, biasanya ada di hari tengah-tengah antara hari ke-6 sampai ke 19 yaitu hari ke-13.

Lewat dari hari ke-19, bisa dikatakan masa kering, dan biasanya tidak akan terjadi kehamilan. Karena masa ovulasi telah lewat, dan rahim sedang mempersiapkan pelepasan sel telur yang berikutnya melalui menstruasi.

Zaman sekarang, juga tersedia alat untuk mendeteksi masa subur, Ma. Jika ragu-ragu dengan menghitung sendiri, maka pakai saja alat untuk menghitung masa subur itu. Nilai keakuratannya 90%.

Atau, jika Mama memang malas corat-coret, sekarang pun banyak aplikasi smartphone untuk mencatat siklus menstruasi Mama. Mama hanya perlu sekali saja memasukkan tanggal hari pertama menstruasi, dan kemudian aplikasi tersebut bisa menghitung siklus untuk seterusnya. Mama tinggal mencocokkan saja. Apakah hari pertama menstruasinya pas? Kalau terlalu cepat atau lambat, maka Mama bisa menggeser penandanya. Mama juga akan bisa mengetahui masa subur dengan mudah dari aplikasi tersebut.


BACA JUGA


Pengin Hamil Lagi? Ingat 4 Hal yang Harus Jadi Pertimbangan Ini!

Pengin Hamil Lagi? Ingat 4 Hal yang Harus Jadi Pertimbangan Ini!

Hamil lagi? Tak perlu cemas. Jika Mama sudah mempertimbangkan 4 hal ini masak-masak, semua akan baik-baik saja

Read more..


Yang pasti, kebiasaan mencatat tanggal hari pertama mendapat menstruasi sangat diperlukan untuk menghitung masa subur. Dan bisa juga menjadi data yang sangat penting jika kehamilan terjadi. Karena saat periksa ke dokter kandungan, pasti ditanyakan kapan hari pertama menstruasi terakhir.

Pun, catatan Mama mengenai siklus menstruasi ini akan dapat menolong Mama jika ada sesuatu yang tak diinginkan terjadi.

Selamat menghitung masa subur, Ma! Stay healthy, Yes!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ternyata Mencatat Hari Pertama Menstruasi Itu Penting! Ini Dia Alasannya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Juliastri Sn | @juliastrisn

A mom of 2, suka menulis di blog www.juliastrisn.com. Entrepeneur di bidang otomotif. Beberapa tulisan pernah dimuat di majalah wanita dan majalah parenting terkemuka di Indonesia.

Silahkan login untuk memberi komentar