Tetangga yang Hobi Nyinyir Itu Menyebalkan! Daripada Emosi dan Bikin Mama Nggak Waras, Mending Lakukan 5 Hal Ini!

Tetangga yang Hobi Nyinyir Itu Menyebalkan! Daripada Emosi dan Bikin Mama Nggak Waras, Mending Lakukan 5 Hal Ini!

710
Tetangga itu seperti dua sisi mata uang, ada yang tulus namun adapula yang hobi nyinyir.

Tetangga kadang membuat kita seperti makan buah simalakama. Bikin emosi tetapi kadang butuh, dibiarkan kok telinga panas. Begitulah resiko yang memang siap gak siap harus kita hadapi. Di lingkungan mana saja kita tinggal pasti akan ada tetangga yang bisa kita andalkan, jadi seperti saudara yang siap menolong kapan saja, atau yang hobinya nyinyir tiada lelah.

Terus bagaimana solusinya? Pindah rumah? Cari kontrakan lain? Aih capek deh!

Seandainya bisa semudah itu tetapi memang hidup tidak selalu mulus layaknya jalan tol. Ada masalah yang harus kita selesaikan bukan malah kabur-kaburan.

Biar Mama nggak senewen menghadapi tetangga yang hobi nyinyir mending lakuin 5 hal ini deh, sebelum kita ikutan nggak waras kayak mereka!

1. Cari tahu alasan kenapa si tetangga nyinyir

Sebelum pikiran berprasangka macam-macam sebaiknya cari tahu terlebih dahulu asal mula si tetangga ini selalu komentar dengan apapun yang Mama lakukan atau kerjakan. Jika memang ada perilaku kurang sesuai yang Mama lakukan sebaiknya bicarakan dengan kepala dingin dan bila perlu meminta maaf ya lakukanlah. Tidak akan turun harga diri Mama yang ada masalah selesai, silaturahmi terjalin, dan suasana bisa jadi lebih hangat dan akrab.

Terkadang masalah nyinyir ini bisa berawal dari pertengkaran anak-anak yang memang ada masanya egois. Tetangga gak terima tetapi tidak langsung membicarakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Mama. Membentuk opini sendiri dari rasa tidak terima dan sakit hati. Anak-anaknya sudah main bareng lagi, Mama-mamanya masih marahan dan bisik-bisik di belakang.

People will forget what you did, but people will never forget how you made them feel. (Maya Angelou)

Jika setelah diselidiki memang tidak ada masalah yang memicu, murni dari karakter si tetangga yang memang tukang nyinyir maka akan lebih baik untuk mengurangi interaksi yang tidak perlu dengannya.

2. Menggali lebih dalam

Memasak bersama di akhir pekan, belanja, dan meluangkan waktu untuk curhat bisa dilakukan untuk menggali lebih dalam siapa sebenarnya si tetangga ini. Tidak menyimpulkan terlalu cepat hanya dari satu kesalahan atau kebaikan.

Sambil mengiris bawang, menanyakan tip membuat bumbu urap, atau memetik kangkung, Mama bisa mulai membuka percakapan agar si tetangga mau berbagi. Ceritakan juga hal-hal yang Mama ingin mereka tahu. Bikin batasan yang jelas antara hal pribadi dengan yang memang bisa dibagi. Jangan kebablasan. Mentang-mentang sudah akrab lantas semua diumbar. Big No ya Mama!

Dari proses pengenalan ini mungkin saja Mama bisa menemukan kecocokan dan akhirnya menjadikan tetangga sebagai teman untuk berbagi. Baik makanan maupun pengalaman. Kan enak punya tetangga bisa standy by setiap saat untuk dimintai tolong atau diajak bersenang-senang melepas kebosanan.

3. Jadikan nyinyiran sebagai introspeksi diri

Mama, tidak ada manusia yang sempurna. Jangan sampai kita tumbuh menjadi pribadi yang jumawa dengan apa yang dimiliki. Jadikan nyinyiran sebagai ajang bercermin, apakah Mama sudah berbuat baik atau kurang mengontrol baik kata-kata maupun emosi.

Tidak perlu terlalu keras terhadap diri sendiri ya, Ma. Introspeksi lalu memaafkan. Itulah yang jauh lebih masuk akal dibandingkan berkubang dengan opini-opini yang belum tentu datang dari orang yang benar-benar peduli,

4. Bertindaklah jika memang mulai melibatkan pasangan dan anak-anak

"Eh Mama kamu kerja apa sih? Kok pulang malam terus?"

"Tante suaminya meeting ya. Mijetin yang penting-penting sama bosnya."

Ganggu banget kalau mulai menyerang anak-anak dan juga suami. Labrak! Tentu tidak seekstrim itu walaupun rasanya sudah pengin damprat. Mama berbeda. Bertindak dengan elegan dan komunikasi positif. Usahakan masalah selesai saat itu juga. Jangan dibiarkan berlarut-larut.

"Bu, saya juga bisa marah lho kalau becandaan ibu kelewatan. Apakah pantas bilang seperti itu ke anak-anak?"

Kembalikan lagi ke si tetangga. Biarkan dia berpikir dan merasa bahwa apa yang dia lakukan membuat Mama tidak nyaman bahkan tersinggung. Bila dia minta maaf terimalah dengan tulus. Tidak perlu ada dendam.

5. Teruslah berpikiran dan bersikap positif

"Ya namanya juga punya mulut pastinya komentar lah. Tinggal pinter-pinternya kita aja buat nyaring."

Itu pesan Ibu kepada saya saat pindah ke sebuah kontrakan gang buntu. Intinya menjaga sikap dan pikiran tetap positif. Lakukan yang terbaik bagi keluarga. Bila omongannya bisa dijadikan masukan ya diterima. Kalau hanya nyinyiran basi ya seperti kafilah yang berlalu saat anjing menggonggong, begitulah seharusnya sikap yang Mama ambil.

Memang benar hidup bertetangga itu kadang bikin baper, kadang menyenangkan, kadang menyebalkan. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Mama juga nggak mau kan diasingkan oleh tetangga hanya karena menanggapi nyinyiran dengan emosi. Be wise, ya, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tetangga yang Hobi Nyinyir Itu Menyebalkan! Daripada Emosi dan Bikin Mama Nggak Waras, Mending Lakukan 5 Hal Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


phalupi herowati | @phalupiAhero

Stayhome mom with two kids, freelancer, blogger.

Silahkan login untuk memberi komentar