Say No to Bullying! Bekali Anak dengan 5 Jurus Ini

Say No to Bullying! Bekali Anak dengan 5 Jurus Ini

2.3K
Tantangan dan atau kesulitan adalah kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh.

Fenomena bullying atau yang lebih dikenal dengan istilah “pelonco” di sekolah telah menjadi salah satu kasus yang banyak sekali terjadi belakangan ini.

Ada banyak sebab, Ma, mengapa kasus bullying marak terjadi di Indonesia. Selain disebabkan karena perilaku anak yang memang tidak baik, juga tenaga pengajar terutama guru di Indonesia sering terlalu cuek dengan kasus bullying yang terjadi di sekitar mereka. Pastinya hal ini menjadi tak aneh lagi ya, jika akhirnya fenomena bullying menjadi tak terkendali.

Bullying yang terjadi dapat berupa tindakan fisik, verbal, emosional dan juga seksual. Biasanya bullying terjadi pada orang yang lebih lemah dengan tujuan agar mau menuruti kemauan pihak yang lebih kuat.

Pada dasarnya akibat yang ditimbulkan dari kasus bullying ini sangatlah serius dan bisa menimbulkan gangguan psikis pada seseorang yang sering di-bully, Ma. Misalnya, seperti sering merasa stres, takut berlebihan, rendah diri, susah bergaul, cemas dan masih banyak lagi. Apalagi kalau berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Duh. Akibatnya akan fatal lho bagi si korban. Dia akan merasa sangat minder dan depresi.

Nah, jika hal ini tidak segera diatasi maka bisa mengakibatkan gangguan psikologi pada si anak.

Hmmm, apakah anak Mama juga ada yang menjadi korban kasus bullying, Ma? Kalau iya, coba, Ma, atasi dan bekali dia dengan beberapa jurus ampuh berikut ini.


1. Bekali anak dengan kemampuan bela diri



Jika Mama memiliki anak yang sering di-bully, baik di sekolah ataupun di tempat-tempat lain, maka alangkah baiknya jika Mama membekalinya dengan kemampuan bela diri. Tentunya ini dimaksudkan agar si Kecil bisa sedikit melawan ya, Ma, ketika dia di-bully oleh teman-temannya. Beberapa kasus anak yang bisa pencak silat, misalnya, pada umumnya akan terhindar dari kasus bullying.

Kemampuan bela diri ini nggak cuma fisik (kuat/besar) saja, Ma, tapi secara psikis juga. Misalnya, menanamkan rasa percaya diri pada si Kecil. Berikan pengertian pada si Kecil, bahwa tidak baik bermusuhan dengan teman-teman. Namun kalau ada yang mengganggu, kita boleh membela diri.


2. Dorong anak untuk berani membela diri


Amati, Ma, kalau si Kecil sering menangis ketika pulang sekolah, atau ada perilaku yang tidak biasanya dia tunjukkan misalnya jadi sering murung atau tiba-tiba menolak sekolah. Segera ajaklah dia mengobrol. Jika memang kemudian si Kecil bercerita bahwa dia sering di-bully oleh teman-temannya, maka langkah efektif dalam mengatasinya ialah dengan mengajarkan bahwa dia boleh membela diri, kalau perlu melawan, saat di-bully. Tanamkan pengertian mengenai perbedaan antara kenakalan dan pembelaan diri. Dorong agar si Kecil tidak takut pada teman-temannya.

Tapi, Ma, Mama sendiri juga harus peka ya. Jika memang Mama menemukan bukti bahwa si Kecillah yang melakukan bullying pada anak lain, Mama juga harus menasihatinya agar dia tidak mengulanginya lagi.


3. Ajarkan anak untuk melaporkan tindakan bullying



Meskipun si Kecil sudah tahu cara membela dirinya sendiri, dan juga melawan, namun sebaiknya Mama juga harus mengajarkan pada si Kecil untuk melaporkan tindakan bullying yang dia alami. Tunjukkan padanya ke mana dia harus melapor dan meminta pertolongan. Pastikan si Kecil tahu bagaimana harus melaporkan kejadian bullying tersebut, terutama saat si Kecil sudah kewalahan menghadapi si pelaku bullying.

Tak hanya saat menjadi korban, tapi ajarkan juga si Kecil untuk berani melapor pada guru atau pihak sekolah yang lain jika dia menemukan tindakan bullying terhadap temannya. Pastikan dia untuk berani bertindak ya, Ma, jika dia berada di pihak yang benar.


4. Tanamkan bahwa punya banyak teman itu baik


Penelitian dari Peka (Peduli Kekerasan Anak) menyebutkan, bahwa dalam kasus bullying yang marak terjadi disebabkan karena si korban bully terlalu lemah atau tidak memiliki cukup teman di sekolah. Hal inilah yang mengakibatkan mereka sering diperlakukan kasar oleh teman-temannya.

Nah, Mama, kalau si Kecil terbukti sering di-bully maka sebaiknya Mama mendorongnya agar dia berani berteman dan memiliki banyak teman. Sebab logikanya, pelaku bullying akan enggan memilih anak yang punya banyak teman sebagai korban, karena kemungkinan si anak ini akan banyak yang membelanya.


5. Pro aktif mengajak anak bercerita



Mama, adalah sangat penting untuk mengajak dan mengajarkan si Kecil agar mau bercerita banyak hal, termasuk apa pun yang dilakukan dan dialami baik saat di sekolah ataupun ketika berada di luar rumah.

Hal ini bisa kita lakukan dengan memulai obrolan tentang hal-hal yang disukai olah si Kecil. Dengan pancingan mengenai topik yang disukai, selanjutnya kita bisa mulai mengajukan pertanyaan tentang apa saja yang dia lakukan atau dialami ketika di sekolah atau di luar rumah. Bahkan anak yang pendiam pun, jika kerap diajak ngobrol lama-lama juga akan terbiasa untuk terbuka, dan mau bercerita tanpa menunggu kita bertanya lagi.

Sangat penting, Ma, menjaga komunikasi dengan anak. Karena itu, jangan pernah lupa untuk mengajaknya mengobrol kapan pun dan di mana pun.


Semoga tak ada lagi kasus bullying yang terjadi di sekitar kita ya, Ma.

Semoga bermanfaat.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Say No to Bullying! Bekali Anak dengan 5 Jurus Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ririe Khayan | @ririekhayan

Blogger at www.ririekhayan.com, Proud wife and Working Mom with 3 Children, Suka Obrak-abrik resep masakan, Ingin punya Perpustakaan Pribadi, Suka kuliner dan Jalan, Semangat Kopdar, Wanna Be Author and Free lancer