7 Hal Berikut Ini Hanya Bisa Dimengerti dan Dirasakan oleh Pasangan yang Menjalani LDM (Long Distance Marriage)

7 Hal Berikut Ini Hanya Bisa Dimengerti dan Dirasakan oleh Pasangan yang Menjalani LDM (Long Distance Marriage)

3.2K
Distance can strengthen and deepen your relationship in important ways.

Huffington Post pernah menuliskan bahwa pasca tahun 1990-an, akan lebih dari 3,5 juta pasangan menikah memutuskan untuk hidup terpisah dengan berbagai alasan, terutama alasan finansial. Bahkan ada juga survey di Indonesia yang membuktikan, dari 10 pasangan menikah, tiga di antaranya menjalani Long Distance Marriage (LDM).

So, why are so many couples nowadays living miles apart? Di antaranya karena alasan-alasan berikut ini.

  • Kesempatan kerja yang lebih menarik dengan tingkat penghasilan tinggi di luar kota/daerah/negara
  • Harga tanah dan rumah yang menjulang tinggi
  • Pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak

Long Distance Marriage (LDM) atau Commuter Marriages, menyebabkan pasangan menikah tidak bisa setiap hari menghabiskan waktu bersama-sama, melakukan kegiatan bersama, dan bahkan melakukan hubungan suami istri hanya bisa dilakukan saat bertemu. Ugh!

Karena itulah, pasangan suami istri LDM senantiasa mencari berbagai hal untuk memperkuat hubungan mereka.

Dan, berikut ini tujuh hal yang hanya bisa dimengerti dan dirasakan oleh pasangan yang menjalani LDM atau Long Distance Marriage.


1. Berhasil dalam Jarak. Berhasil dalam Hubungan


Karena dapat bertahan tinggal berjauhan, hal ini juga akan membuat LDM-ers bisa bertahan dalam hal apa pun. Tinggal berjauhan membuat para pelaku Commuter Marriages lebih mampu menghadapi perjuangan hidup.

Lebih mandiri dalam menghadapi masalah, meski masih saja bergantung satu sama lain terutama jika membutuhkan opini kedua. Meski kadang kewalahan menghadapi permasalahan yang timbul, tapi LDM-ers selalu kuat.


2. Komunikasi adalah hal yang efektif bagi LDM-ers.


Tidak bisa setiap hari bercakap-cakap dengan menatap wajah masing-masing, membuat pertemuan menjadi ajang komunikasi yang panjang dan intim, serta hangat. Our Time menjadi sangat berarti. Bagi LDM-ers, pertemuan berarti merupakan waktu untuk menyampaikan semuanya, dari berkeluh kesah hingga tentang kegembiraan.Tentang kesedihan hingga kebahagiaan.


3. Tidak ada kebahagiaan lain di dunia, selain waktu bertemu kembali setelah seminggu, sebulan atau setahun terpisah jarak dan waktu.


Banyak hal yang menggembirakan di dunia. Banyak hal baik yang terjadi. Bahkan ketika Mama dan pasangan tidak bersama-sama. Namun, saat pertemuan terjadi, memeluk pasangan adalah hal yang paling membahagiakan. Bercinta adalah moment yang bersejarah. Bercakap-cakap dengan pandangan mesra adalah quality time.


4. Berburu tiket pesawat dengan harga murah atau promo adalah keniscayaan.


Bagi LDM-ers, jika saja transportasi cepat ada di mana-mana, bukan menjadi halangan untuk setiap hari pulang. Setiap saat kami memimpikan punya pintu ke mana saja atau baling-baling bambu milik Doraemon, agar saat kangen segera 'cling', tiba di mana pasangan berada.

Namun, ya, transportasi massal yang cepat dan murah, masih menjadi mimpi di beberapa tempat/daerah/negara. Maka berburu tiket pesawat atau kereta api dengan harga promo adalah pekerjaan yang membuat jantung berderap kencang. Mendapatkan harga murah dan baik adalah keniscayaan, yang memberikan hasil menyenangkan.


5. Menjadi LDM-ers berarti bisa menjadi cenayang atau peramal.


Bagaimana tidak menjadi cenayang atau peramal, karena LDM-ers harus bisa membaca dengan baik pesan yang tertulis di Short Message (SMS), Whatsapp atau BBM texting. Status sosial media pasangan, bahkan apa makna emoticon di balik pesan pasangan. Pasangan LDM adalah pembaca terbaik suasana hati pasangan.

Maka tak heran, banyak pasangan LDM menjadi stalker dan secret admirer satu sama lain. Meski sekadar jempol di status, atau satu icon hati muncul di tab notifikasi di Twitter, itu membuktikan bahwa pasangan selalu ada buat yang lainnya.


6. Setiap pertemuan laksana jatuh cinta, kembali. Over and over again.


Setiap kali bertemu, pasangan LDM merasa jatuh cinta kembali. Mengapa Anda dan pasangan saling jatuh cinta. Saat-saat menjelang pertemuan seakan memacu adrenalin dan menumbuhkan semua hormon endorfin yang tersimpan. Rasanya sangat berbunga-bunga, seperti dulu waktu pacaran dan menunggu Sabtu malam buat diapelin. Ahhh ....


7. LDM-ers adalah orang yang paling sabar dan tabah menjunjung tinggi kepercayaan.


Tanpa kesabaran dan kepercayaan, hubungan jarak jauh tidak akan berhasil. Sabar menanti pertemuan kembali. Sabar mengharap pundi-pundi rekening terisi penuh. Sabar berjalan sendiri tanpa ada yang membantu. Percaya bahwa jarak adalah impian untuk meraih kesuksesan.


Ingin mencoba menjalani hubungan jarak jauh? Pahami dulu apa yang dirasakan oleh para LDM-ers.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "7 Hal Berikut Ini Hanya Bisa Dimengerti dan Dirasakan oleh Pasangan yang Menjalani LDM (Long Distance Marriage)". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Indah Sibarani | @indahjulisibarani

Emak Blogger yang tinggal di Yogyarta. Wara wiri di Jakarta. Sesekali masak, lebih sering makan enak.