UN 2017 Sudah di Ambang Pintu. Ayo, Ma, Bantu Anak-anak Mencapai Nilai Tinggi!

Image via SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT

UN 2017 Sudah di Ambang Pintu. Ayo, Ma, Bantu Anak-anak Mencapai Nilai Tinggi!

3.5K
Nilai tinggi UN 2017 itu bisa saja dicapai, asal ada kerja tim yang solid antara Mama dan anak-anak.

UN 2017 sudah di depan mata!

Dan, memang, peraturan UN (Ujian Nasional) itu sering berubah. Tapi jika anak-anak sudah menguasai materinya, perubahan peraturan tidak akan menciptakan kepanikan.

Yah, kalau deg-degan sih itu pasti. Peraturan terakhir, Ujian Nasional harus berbasis UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), dan nilai UN bukan sebagai penentuan kelulusan.

Namun, drama tetap saja mewarnai persiapan UN 2017. Kekhawatiran mati lampu atau server menghantui peserta. Meski nilai UN 2017 bukan penentu kelulusan, tapi bagi anak-anak SD dan SMP, nilai tersebut akan menentukan bisa diterima di sekolah lanjutan favorit atau tidak.


BACA JUGA


Sekolah Bagus? Harus Memenuhi 5 Syarat Ini!

Sekolah Bagus? Harus Memenuhi 5 Syarat Ini!

Education is the most powerful weapon we can use to change the world. ~ Nelson Mandela

Read more..


Agar persiapan UN 2017 maksimal, maka saran saya sih, jauhkan pikiran Mama dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang datang tersebut. Lebih baik energi Mama digunakan untuk membantu persiapan anak-anak menghadapi UN 2017. Persiapan yang baik akan menghindarkan anak-anak dari kesalahan-kesalahan kecil yang tidak perlu.

Tahu nggak, Ma, banyak anak yang gagal mencapai nilai tinggi bukan karena tidak mampu, melainkan karena panik.

Jadi, yuk kita lihat sampai di mana Mama bisa membantu anak-anak dalam mempersiapkan diri menghadapi UN 2017.


8 Hal yang bisa Mama lakukan dalam membantu dan mendampingi anak menghadapi UN 2017


1. Prioritaskan anak


Ingat ya, Ma, bahwa kesempatan ini tidak bisa diulang. Tempatkan anak di atas hobi-hobi Mama. Sederhanakan urusan Mama hanya pada kewajiban-kewajiban saja.

Selebihnya, alokasikan waktu untuk anak. Meski Mama tidak mampu membantu anak-anak mengerjakan soal-soal latihan, namun Mama bisa memberi semangat dalam bentuk lain. Misalnya, mengantar jemput ke tempat kursus atau try out meski mereka sudah biasa pergi sendiri.


2. Kenali cara belajar anak


Tiap anak punya cara belajar yang berbeda. Jangan mengikuti cara belajar kebanyakan orang. Mama harus kenali cara belajar yang paling berhasil untuk anak sendiri.

Jika ia tipe anak yang nyaman belajar sendiri di tempat yang senyap, jangan memaksanya ikut bimbingan belajar. Jika meminta Mama mendaftarkannya ke bimbingan belajar, juga jangan malas antar jemput ya, Ma.

Jika sekolah mewajibkan les tambahan, sementara si anak sudah tampak kelelahan, jangan ragu untuk menolak mengikuti les tersebut, karena bisa membahayakan kesehatannya jika anak sampai kelelahan belajar. Istirahat itu juga penting. Sampaikanlah keberatan Mama secara baik-baik pada pihak sekolah.

Penyakit yang biasa muncul saat persiapan UN adalah flu, radang tenggorokan, atau tipus. Dokter bahkan sudah hafal dan maklum kalau ada pasien yang mengeluh sakit saat sedang persiapan UN. Maka dari itu, tetaplah jaga karena kesehatanlah yang utama ya, Ma, meski anak-anak harus intens belajar.


3. Alah bisa karena biasa

Di waktu yang sudah sempit menjelang UN 2017 ini, percuma saja kalau anak masih membaca buku pelajaran yang tebal-tebal. Mereka akan kewalahan.

Lebih baik Mama membantu mencari soal latihan UN sebanyak-banyaknya. Makin sering mengerjakan makin baik, karena akhirnya anak-anak akan paham materinya tanpa menghafal.

Mama bisa memegang kunci jawaban soal-soal tersebut lalu pura-puranya Mama adalah panitia UN 2017 yang menilai. Periksa hasil pekerjaan anak-anak saat mereka selesai mengerjakan.

Tapi, jangan galak-galak ya, Ma. Kalau Mama galak, jadi bikin makin stres nanti. Buatlah suasana seseru mungkin agar anak-anak semangat mengerjakan soal-soal tersebut, dan berusaha memecahkan rekor nilainya sendiri.

Jangan lupa sediakan reward kecil-kecil untuknya setiap kali ia berhasil menjawab dengan baik.


4. Refreshing

Beberapa Mama mengajak anak-anak jalan-jalan atau kulineran dulu sebelum ujian. Itu tidak masalah, Ma, asal tidak membuat si anak kelelahan.

Sebaiknya sih, jangan terlalu jauh dari rumah dan hindari kegiatan fisik yang berlebihan. Yang patut diwaspadai adalah kegiatan sekolah yang "aneh-aneh". Ada lho, Ma, sekolah yang mengadakan outbond jelang UN dengan alasan agar anak-anak siap mental. Padahal jelas ya, outbond justru bisa menyebabkan kelelahan fisik pada anak!

Okelah, outbond adalah kegiatan yang bagus untuk menjaga kekompakan dan sportivitas, tapi sebaiknya tidak diselenggarakan mendekati UN. Belum lagi kegiatan renungan yang diselenggarakan hingga larut malam hari jelang UN padahal anak-anak butuh masa tenang.

Jika mama merasa persiapan anak-anak terganggu, jangan ragu untuk tidak mengizinkan anak-anak datang ke acara tersebut. Lagi-lagi, sampaikanlah keberatan Mama pada pihak sekolah dengan baik ya.


5. Hati-hati emosi


Masa kritis jelang UN 2017 nanti bisa membuat Mama dan anak-anak sama-sama mudah tersulut emosi.

Mama merasa anak-anak kurang tekun belajar, sementara anak-anak merasa sudah belajar habis-habisan. Mama harus pandai-pandai tarik ulur, jangan terlalu menekan tapi juga tidak boleh terlalu santai.

Caranya bagaimana?

Hanya Mama yang tahu karena ini adalah hasil kontak batin spesial yang telah Mama bina dengan anak-anak sejak mereka lahir. Makanya disebutkan di atas bahwa Mama harus memprioritaskan anak, karena jika Mama terlalu sibuk, kepekaan Mama terhadap suasana hati anak-anak pun akan berkurang.


6. Yang remeh-remeh juga perlu persiapan

Yang remeh-remeh ini menjelang UN 2017 ini misalnya di mana menyimpan kartu ujian, apakah pena masih penuh, apakah seragam sekolah tinggal pakai dan sebagainya.

Meski remeh, potensi dramanya tetap tinggi karena seringkali Mama yang mengulang pertanyaan yang sama akan membuat anak-anak merasa terganggu. Memang, maksud Mama baik, yaitu memastikan tidak ada yang terlewat, terutama yang remeh-remeh itu agar konsentrasi si anak tidak buyar.

Tapi sebaiknya, Mama temukan cara lain yang lebih baik untuk mengurangi ketegangan. Misalnya, Mama buat saja check list barang-barang yang perlu dipersiapkan. Tinggal dicentang saja jika barang-barang tersebut sudah siap.


7. Beribadah bersama-sama


Jika di hari lain masing-masing sibuk sehingga tidak pernah ibadah bersama, maka jelang UN 2017 ini cobalah Mama menyediakan lebih banyak waktu untuk beribadah bersama-sama dengan anak.

Suasananya akan jauh berbeda jika bisa beribadah bareng. Anak-anak akan mendapat ketentraman dan mengurangi ketegangan. Ketentraman sebagai hasil ibadah bersama tidak hanya mendekatkan Mama dan anak-anak, melainkan juga akan menyebar ke seluruh isi rumah.

Suasana rumah yang nyaman itu nilai plus yang luar biasa. Anak-anak jadi nyaman belajar dalam durasi yang lebih lama. Lagipula, setelah semua usaha keras, pada akhirnya Tuhan juga yang menentukan hasilnya. Betul, Ma?


8. Hidup teratur dan gizi terpenuhi

Jika anak-anak belajar lebih lama dari biasanya, Mama bisa menjaga suasana hatinya dengan menyiapkan makanan kesukaan mereka, tapi ditambah dengan perhatian lebih detail terhadap gizi dan kebersihan makanan tersebut.

Mama juga harus mengingatkannya untuk tidak tidur terlalu larut. Bagaimanapun, seluruh persiapan di atas tidak ada gunanya jika si anak sakit.


BACA JUGA


Pengin Membantu Anak Belajar? Kita Harus Tahu Inti dari Pelajarannya di Sekolah Dulu!

Pengin Membantu Anak Belajar? Kita Harus Tahu Inti dari Pelajarannya di Sekolah Dulu!

Membantu anak belajar menjadi PR tersendiri bagi orangtua. Anak-anak ujian, orangtua tak ketinggalan ikut belajar. Namun, jika kita bisa ...

Read more..


Nah, Ma, tugas kita memang bertambah berat saat jelang persiapan UN 2017 seperti ini. Tapi, Mama harus bersabar karena anak-anak sangat membutuhkan perasaan tenang dari Mama.

Tetap semangat, dan semoga sukses ya, Ma.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "UN 2017 Sudah di Ambang Pintu. Ayo, Ma, Bantu Anak-anak Mencapai Nilai Tinggi!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Lusi Tris | @lusitris

Silahkan login untuk memberi komentar