Untuk Melatih Keterampilan Berbicara Si Kecil, Lakukan Beberapa Latihan yang Sederhana Ini Setiap Hari!

Untuk Melatih Keterampilan Berbicara Si Kecil, Lakukan Beberapa Latihan yang Sederhana Ini Setiap Hari!

1.4K
Keterampilan berbicara merupakan sebuah skill (kemampuan) yang bisa diasah secara kontinu. Oleh karenanya, jangan lelah untuk mengajarinya ya, Ma.

Di usia menginjak 1 tahun, biasanya balita akan menunjukkan keterampilan bicara, meski dengan bahasa mereka sendiri. Inilah kesempatan Mama untuk menambah kosakata buah hati ya, Ma, agar kemampuan bicaranya semakin terasah.

Di sInilah kemampuan ‘cerewet’ Mama akan ada 'manfaatnya'. Tapi harus fun ya, Ma. Mama bisa melatih keterampilan berbicara si kecil di sela-sela ia bermain, setelah menyelesaikan makannya atau sehabis tidur siang.

Pokoknya kalau ada kesempatan, jangan sia-siakan kesempatan deh. Karena anak di bawah usia 5 tahun, kemampuan otaknya akan membuka pada saat-saat rileks seperti itu. Dan itulah saatnya kita bisa menanamkan nilai-nilai positif agar tertanam di bawah sadarnya, termasuk soal keterampilan berbicara.


BACA JUGA


Kenali Beberapa Gangguan Bicara pada Anak, dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Kenali Beberapa Gangguan Bicara pada Anak, dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Kuncinya: kenali, tetap tenang, tetap positif, dan beri respon alih-alih mengoreksinya

Read more..


Apalagi banyaknya kasus balita yang mengalami speech delay (keterampilan berbicara rendah) akibat kecanduan gadget, kecanduan tontonan televisi yang kini acaranya makin banyak saja mudarat daripada manfaatnya.

Maka penting bagi Mama untuk mengasah keterampilan berbicara anak sejak dini.


Inilah stimulus-stimulus yang bisa Mama berikan agar keterampilan berbicara si kecil semakin bertambah.


1. Mendongeng


Mama pasti sudah tahu bahwa mendongeng untuk anak ada banyak sekali manfaatnya.

Salah satunya adalah menambah kosakata untuk memperlancar keterampilan berbicara si kecil. Maka, mendongenglah, Ma, akan lebih bagus jika Mama bisa mendongeng dengan ekspresi dan intonasi yang bervariasi dan menarik, ditunjang dengan buku balita yang banyak gambarnya.

Dijamin, pasti si kecil sangat menyukai aktivitas ini. Dampak positif lainnya adalah mengajarkan anak untuk cinta buku, agar kelak ia senantiasa cinta ilmu, tentunya, dengan memperbanyak membaca.


BACA JUGA



2. Bernyanyi lagu-lagu anak


Saat awal-awal baru melahirkan dahulu, saya yang berganti status menjadi new mom terkadang dibuat stres akibat tingkah anak yang tiada henti menangis. Padahal semua kebutuhannya udah saya cek, dan tidak masalah.

Nah, salah satu pengalihan stres saya kala itu adalah dengan mengajaknya bernyanyi lagu-lagu anak. Saya sampai download semua playlist lagu anak di Youtube loh, Ma.

Selain penghilang stres, ternyata lagu-lagu anak yang sering Mama dendangkan akan menambah kosa kata si kecil. Jadi, jangan ragu untuk bernyanyi ya, Ma. Meski terlihat anak tidak mengerti, tetapi mereka mendengarkan.


3. Bermain bersama anak lain


It takes a village to raise a child.

Lingkungan memang turut berperan aktif dalam membersamai tumbuh kembang si kecil, Ma. Maka, jangan larang ia untuk bermain dengan anak tetangga.

Cukup beri saja pengawasan ekstra. Karena dengan banyak bergaul, anak akan menambah kosakatanya dalam rangka melatih keterampilan berbicara.

Anak juga akan belajar bersosialisasi dengan teman-temannya yang sebaya. Tapi, lagi-lagi butuh pengawasan yang super ketat ya, Ma, karena tak jarang anak kita mendapatkan kosa kata negatif juga dari teman-temannya.


4. Merangsang motoriknya

Sama halnya dengan berjalan, anak perlu diajak jalan selangkah demi selangkah agar ia terbiasa. Si kecil membutuhkan stimulus-stimulus untuk bisa melatihnya menggerakkan otot dan organ tubuhnya.

Pun halnya dengan keterampilan berbicara. Mama bisa mengasah motoriknya dengan mengajarinya minum dengan sedotan, meniup balon, mengigit sesuatu yang lunak dan lain-lain.


BACA JUGA


Kehabisan Ide Main? Ini Dia 10++ Aktivitas Seru untuk Anak Usia 0 - 2 Tahun ala Buku Pojok Bermain Anak

Kehabisan Ide Main? Ini Dia 10++ Aktivitas Seru untuk Anak Usia 0 - 2 Tahun ala Buku Pojok Bermain Anak

Anak yang berusia 0 - 2 tahun memang menghabiskan lebih banyak waktunya bersama mamanya di rumah. Maka, agar ia nggak menjadi bosan, kita ...

Read more..


5. Ajak bicara

Alah bisa karena biasa, adalah pepatah paling sakti dalam segala kondisi.

Kalau biasa diajak bicara, maka keterampilan berbicara si kecil pun berkembang. Hanya soal waktu saja. Asal telaten dan kontinu.

Ajak anak berbicara sesering mungkin ya, Ma. Meski responnya hanya ocehan tanpa makna, percayalah, Ma, bahwa anak kita sebenarnya mengerti dengan baik.


BACA JUGA


Komunikasi dengan Anak Tak Sekadar Hanya Menasihatinya. Ayo, Lihat Kembali, Seberapa Sering Mama Memberinya Pujian?

Komunikasi dengan Anak Tak Sekadar Hanya Menasihatinya. Ayo, Lihat Kembali, Seberapa Sering Mama Memberinya Pujian?

Komunikasi dengan anak memang tak hanya berhenti pada memberinya nasihat, masukan, bahkan juga kritik, tetapi juga dalam bentuk pujian

Read more..


6. Menjelaskan sesuatu

Saat si kecil sedang bermain dengan mainan kesukaannya, tidak ada salahnya kita juga berada di sampingnya juga, Ma, untuk menjelaskan mengenai mainan-mainannya tersebut.

Misalnya, tunjukkan, bahwa ini mobil. Mobilnya warnanya merah. Mobilnya bentuknya lucu ya? Ada jendelanya, pintunya, bannya, setir dan masih banyak lagi anggota mobil lainnya.

Sekali lagi, jangan remehkan hal-hal kecil yang seperti contoh di atas. Karena dari hal kecil itulah mereka akan belajar, termasuk soal keterampilan berbicara.


7. Mainan edukatif

Lengkapi mainan si kecil yang sifatnya edukatif. Misal menempelkan poster-poster angka, huruf, binatang dan lain-lain yang bisa menjadi sarana belajar si kecil untuk mengembangkan keterampilan berbicara.

Percaya nggak, Ma, kalau anak saya yang usianya baru menginjak satu tahun kalau diminta untuk menunjukkan salah satu gambar dalam poster di kamar kami, dengan sigap ia pun akan menunjukkanya. Itu artinya, ia sudah mengerti apa yang disampaikan oleh orang tuanya. Meski belum bisa menanggapinya secara verbal juga.


BACA JUGA


Jatuh Cinta Berkali-kali pada Papa dan Si Kecil untuk Membentuk Komunikasi yang Lebih Baik

Jatuh Cinta Berkali-kali pada Papa dan Si Kecil untuk Membentuk Komunikasi yang Lebih Baik

Jatuh cinta berjuta rasanya. Apalagi kalau bisa jatuh cinta berkali-kali

Read more..


Keterampilan berbicara merupakan sebuah skill (kemampuan) yang bisa diasah secara kontinu. Oleh karenanya, jangan lelah untuk mengajarinya ya, Ma. Jangan lelah untuk mendidik anak-anak kita. Karena kita jugalah nantinya yang akan tersenyum bangga atas apa yang telah kita lakukan kepada mereka.

Mama pasti tahu bahwa balita adalah makhluk kebiasaan. Mereka bisa karena melihat dan melakukan kebiasaan. Maka biasakanlah yang baik-baik, kelak ia akan menjadi orang baik. Tentunya itulah harapan kita sebagai orang tua. Bahwa anak adalah anugerah dari Tuhan yang harus kita jaga sepenuh hati.


BACA JUGA


5 Kebiasaan Mama yang Tidak Sehat Ini Jangan Sampai Menular Pada si Kecil ya, Ma!

5 Kebiasaan Mama yang Tidak Sehat Ini Jangan Sampai Menular Pada si Kecil ya, Ma!

Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka dia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, dia belajar ...

Read more..


Anak ibarat sebuah kertas kosong yang diberikan oleh Tuhan kepada kita, orang tuanya. Jadi mari melukis kertas itu dengan keindahan akhlak, tutur kata, dan perbuatan.

Now, happy parenting, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Untuk Melatih Keterampilan Berbicara Si Kecil, Lakukan Beberapa Latihan yang Sederhana Ini Setiap Hari!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Atiqo Atiqo | @atiqo498

Silahkan login untuk memberi komentar