Urusan Keluarga Bisa Membuat Mama 'Hampir Gila'. 6 Cobaan Ini Membuktikannya!

Urusan Keluarga Bisa Membuat Mama 'Hampir Gila'. 6 Cobaan Ini Membuktikannya!

2.5K
Keluarga adalah kumpulan terkecil yang selalu sukses membuat seorang Mama ' hampir gila' dan bahagia bahkan di saat bersamaan. You are a Mom. If you're not crazy yet, then you're not doing it right!

Mama memegang peranan penting di dalam keluarga. Tanpa Mama rumah bisa chaos! Sama halnya dengan Narayana (Dewa Krishna) yang memiliki banyak tangan, begitupun dengan Mama. Seorang Mama memiliki invisible hands di mana selalu bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus. Mama nggak boleh sakit? Iya! Kalau nggak siapa yang bakal mengurusi bekal si Kakak, MPASI si Adik, setrika kemeja kantor Papa?

Sesekali, pernah nggak Mama bikin sebuah list kayak gini.

Dream-list :

1. Menciumi anak-anak di pagi hari, dan membaui keringat campur minyak telon mereka setelah nyenyak tidur semalaman. Dan mereka bangun dalam satu kali ciuman.

2. Menyiapkan makan pagi, lalu semua duduk rapi mengelilingi meja makan. Berdoa dan sarapan bersama.

3. Mengantar anak-anak dan suami sampai halaman rumah untuk berangkat menjalankan aktivitas masing-masing, sambil melambai dan memberi salam dengan anggunnya, persis seperti adegan sebuah iklan susu di televisi.

4. Masuk kembali ke rumah, dan menjalankan sisa aktivitas sebagai ibu rumah tangga dengan hati riang. Lalu setelahnya, sebagai reward atas keberhasilan di pagi yang hectic itu, menyesap secangkir kopi sambil mengecek kerjaan di depan laptop. Sluruph, aah!

Tapi...

Fact-list :

1. Menciumi anak-anak di pagi hari, dan membaui keringat campur minyak telon mereka setelah nyenyak tidur semalaman. Dan mereka bangun juga setelah beberapa kali omelan.

2. Menyiapkan makan pagi, lalu semua duduk rapi mengelilingi meja makan. Tapi Mama tidak ikut makan. Tidak sempat, keburu disuruh mencari dasi kesukaan Papa, kaos kaki yang hilang sebelah, dan si Adik mintanya telur rebus, yang masaknya butuh waktu tujuh menit, dan bukannya telur dadar seperti yang sudah dihidangkan.

3. Mengantar anak-anak dan suami sampai halaman rumah untuk berangkat menjalankan aktivitas masing-masing, sambil melambai dan memberi salam dengan daster ketumpahan kecap, dan rambut separuh gimbal. Diikuti oleh tatapan tetangga yang kebetulan lewat dengan pandangan kasihan.

4. Masuk kembali ke rumah, dan menjalankan sisa aktivitas sebagai ibu rumah tangga dengan hati riang –sebelum akhirnya diklaksoni dari luar, “Mamaaa, buku kakak ketinggalaaan!”, atau, “Maa, tolong kacamata Papa yaa, di atas meja kerja!” Jadi tergopoh-gopoh membawakan pesanan barang, dan lagi-lagi diikuti pandangan kasihan sang tetangga. Arghh, you sure do ruin my day!

Lalu setelahnya, sebagai reward atas keberhasilan di pagi yang hectic itu, menyesap secangkir kopi sambil mengecek kerjaan di depan laptop. Sluruph, eeh, belum sampai ‘aah’, si Adik ‘dikembalikan’ Papanya. “Maunya sekolah ditemenin Mama!”. Baiklah! Selamat tinggal kerjaan dan secangkir cairan manis-pekat berisi kenikmatan, see you again, setelah jam belajar di TK berakhir.

Hal-hal kecil tapi sukses membuat kita 'hampir gila', bener nggak, Ma? Terkadang hanya bisa menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan untuk menetralisir keadaan yang tiba-tiba kacau. Dan, Mama selalu mengedepankan motto bahwa keluarga adalah prioritas utama. Jadi, whatever lah keadaan kita yang penting mereka selamat!


Semua Mama pasti mengalami keadaan yang bikin 'hampir gila' tiap harinya saat mengurus keluarga, termasuk 6 'cobaan' ini.


1. Capek, capek, dan capek!


Pekerjaan seakan tidak ada habisnya. Menyapu, mengepel, bebersih, dan (ada yang) diulang lagi di sore harinya. Memasak dan mencuci piring, 3 kali sehari. Mencuci pakaian (walaupun sudah banyak yang pakai mesin), menjemur, dan menyetrika (berjam-jam!).

Memandikan anak, menyuapi, menidurkan, menggendong (untuk yang punya balita) dan menyusui (untuk yang punya bayi), entah berapa kali sehari. Mengantar dan menunggui sekolah, membantu mengerjakan pe-er, dan terkadang mengikuti rapat dengan guru. Begadang atau terbangun-bangun tengah malam jika ada yang sakit atau minta susu, tanpa kenal jadwal. Bila Mama adalah perempuan karier, mungkin hanya sekian saja yang dikerjakan sendiri di rumah. Tapi kerjaan kantor seperti meeting, presentasi, membuat laporan, mengecek barang, dan lain-lain pun tak kalah banyaknya. Dan akhirnya semuanya sukses membuat kita merasa stres!

Lalu malamnya, ketika tenaga sudah terkuras habis, saat rindu bantal dan kasur membuncah, Papa minta dilayani di ranjang. Hadeeeuuuh!!


2. Merasa diabaikan

Siapa yang selalu ada saat semua orang membutuhkan bantuan? Mama! Lalu siapa yang ada saat Mama membutuhkan bantuan? Seharusnya semua orang, tapi kok, ya, minta tolongnya harus pake maksa dan ngomel-ngomel dulu?!

Siapa yang berusaha menenangkan, menyenangkan, semua orang saat sedang bersedih? Mama! Terus kenapa kalo ada rencana jalan-jalan, tidak ada yang peduli untuk bertanya, “Mama maunya pergi ke mana?”.

Da saya mah apa atuh? *mojok sambil ngemil guling.


3. Menjadi ‘tempat buangan’

Kakak sedang sedih, curhatnya ke Mama. Adik nangis meraung-raung, kesalnya ditumpahkan ke Mama. Papa sedang gundah, Mama adalah bahu sandarannya. Saat Mama kalo uring-uringan lagi pe-em-es, suka didiemin aja.

"Ntar juga ‘sembuh’ sendiri," katanya.

*hiks!

Semua orang memesan satu porsi makanan di kafe atau restoran, sesuai kesukaan masing-masing, Mama diam saja. Soalnya pasti kalau ada yang nggak abis, Mama yang harus makan semuanya.

Nasib. *sambil kadang-kadang bahagia, karena sisanya banyak, hahaha! Terus sedih lagi karena inget sama diet! *sigh


4. Merasa sendirian

Rasa hati sudah kacau balau karena keriuhan siang ini, mau curhat ke Papa kok ya, ngga enak. Gimana nanti kalau dibales, “Bentar, ya, lagi meeting.” Kan jadi mengganggu.

Rasa hati makin galau setelah beranjak petang, pas Papa pulang, sang imam malah asyik nonton TV dan pegang handphone. Keluh kesah Mama hanya mendapat anggukan dan ‘hmm’ saja.

Rasa hati sudah hampir (pura-pura dan kadang terpaksa) lega karena sudah mengeluarkan uneg-uneg, dan ingin menikmati malam penuh hasrat di ranjang bersama Papa, eh bagian favorit Mama dilewatkan begitu saja. Siang dicuekin, semaleman cuma dikasih satu telinga untuk mendengarkan curhatan, keindahan bercinta pun hanya bertepuk sebelah tangan!

Terkadang, ada kalanya keluarga nggak bisa diandalkan untuk dijadikan tempat curhat, solusinya ya, curhat saja pada diri sendiri!


Ku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Ku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci!
Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar
Bosan Aku dengan penat,
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika Ku sendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai!

*eh, kok jadi ke puisinya Rangga dan Cinta ya??


5. Butuh teman!

Ingatkah Mama saat-saat indah di masa single dulu? Ketika tanggung jawab hanya berkisar pada si bos dan beberapa klien? Zaman di mana Mama bebas keluar-masuk kafe, atau ber-pajamas party, dan bersenda-gurau bersama sahabat-sahabat tersayang?

Lalu ingatkah Mama saat anak pertama, kedua, ketiga (dan seterusnya) lahir sementara para sahabat entah ke mana? Mungkin sudah mengelilingi separuh dunia, atau sukses mengejar cita-cita. Ingatkah mereka pada Mama, yang gelepotan pure dan sibuk menyikat kamar mandi?

Kangen? Pastinya! Komunikasi pun terputus karena kesibukan masing-masing.

But life goes on. Mama pun bertemu beberapa teman baru, yang sama-sama paham kerepotannya ibu rumah tangga. And anything won’t ever be the same like it used to be. Mereka tidak tahu senangnya Mama saat pelesiran dulu, tidak ada saat Mama menangis kehilangan si dia pada waktu itu, tidak mengerti ini, tidak paham itu, pokoknya tidak bisa diajak nostalgia, mengingat-ingat masa keemasan dulu!

Well, kalau Mama berada di keadaan seperti ini, yang perlu Mama lakukan: ambil handphone lalu teleponlah sahabat Mama! Walaupun sudah lama nggak ngobrol, seorang sahabat nggak akan pernah gagal untuk menjadi tempat curhat terbaik. Nggak selalu harus merasa mereka lah yang harus menghubungi kita terlebih dahulu, cobalah sesekali kita yang memulai.


6. Butuh liburan dan hiburan!

Kalau saja dihadiahkan sepekan untuk menghabiskan waktu di negara jiran sambil belanja gila-gilaan, waaah, senangnya! Atau diizinkan berlibur dua hari di salah satu pulau indah di Indonesia, waaah, asyik! Atau dikasih sekian jam dengan voucher spa dan creambath, waaah, lumayan!

Tapi, gimana dengan anak-anak? Ah, sudahlah, beberapa menit dengan sedikit pijatan dan bantuan menyetrika saja, hayati sudah cukup bahagia, bukan begitu, Ma? Liburan bareng keluarga sambil menikmati alam bebas it's okay lah, daripada nggak liburan sama sekali. #eh


Bisa jadi ini keluhan, dan Mama merasa berdosa karenanya. Mengeluh karena begini-begitu tentang pekerjaan rumah dan anak-anak, di saat orang lain bahkan kehidupan rumah tangganya saja masih di bab niat, dan anak-anak masih dalam impian. Tapi Mama 'hanya' seorang permpuan yang bisa merasakan lelah, baik fisik dan mentalnya. Yang bisa merasa tertekan dan sendirian, bila keluarga dirasa kurang memperhatikan Mama. Kan, Mama yang menyebarkan seluruh kasih sayang untuk keluarga, jadi wajar dong, jika Mama pun butuh refill kasih sayang? Bagaimana jadinya, bila Mama sebagai Person In Charge divisi kasih-sayang, simbol kenyamanan sekaligus ketentraman, tapi hatinya jauh dari kebahagiaan? Gimana bisa berbagi, lha wong sendirinya kosong?

But, there you go again. Segala rutinitas Mama yang terkadang hampir membuat ‘gila’ ini, tetap saja tidak bersedia Mama tukarkan dengan apa pun! Mama rela, serela-relanya, kembali ngomel saat membangunkan anak, riweuh pas sarapan, diganggu ketika ingin ber-me time (bahkan ketika sedang bekerja!), sampai melayani kebutuhan Papa, karena Mama itu terbuat dari cinta!

Dan cinta mengalahkan segalanya! Semua untuk keluarga.

So stay strong and sane, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Urusan Keluarga Bisa Membuat Mama 'Hampir Gila'. 6 Cobaan Ini Membuktikannya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar