Mengapa Perempuan Lebih Suka Curhat pada Sahabatnya? Ternyata Ini Alasannya!

Mengapa Perempuan Lebih Suka Curhat pada Sahabatnya? Ternyata Ini Alasannya!

8.1K
A best friend is like a four-leave clover; hard to find and lucky to have ~ Sarah Jessica Parker

When women are talking to you about their problems, they are likely not looking for an answer, and just someone to listen.

Pernah mendengar atau membaca sepenggal kalimat yang kebenarannya mendekati 100% di atas, Ma? Saya yakin Mama pasti mengangguk setuju bahwa ‘jika perempuan sedang membicarakan suatu masalah, ia bukannya mencari jawaban, ia hanya ingin didengarkan.’

Nah sampai di sini muncul pertanyaan, siapakah pendengar terbaik itu? Suamikah, atau ... sahabat?

Ya, sahabat perempuan. Boleh jadi ia adalah ibu sendiri, kakak atau adik, tante, sepupu, rekan kerja, tetangga, teman SD-SMP-SMA-kuliah dulu, siapa saja asalkan perempuan!

Lalu, mengapa memilih untuk bercerita pada sahabat, dan bukannya suami?


1. Because women deal with the same thing


Sebagai Mama, kita semua tentu tahu berapa banyak jenis tanggung jawab yang ditaruh di pundak kita. Penanggung jawab utama dalam mengurus, mendidik dan membimbing anak-anak, tanggung jawab memberikan yang terbaik untuk keluarga mulai dari makanan sampai berbagai produk keperluan rumah tangga, tanggung jawab menyenangkan dan melayani suami, tanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga sejak dini hingga malam hari tanpa henti, tanggung jawab mengenai segala yang muncul di seputaran rumah –setidaknya sampai suami pulang kerja- mulai dari semut-semut yang merayap karena serpihan kue, genteng yang bocor, sampai kelakuan asisten rumah tangga, dan bahkan bagi sebagian Mama, termasuk juga tanggung jawabnya pada pekerjaan atau kariernya. Wow, lumayan juga isi bakul pikul kita bukan, Ma?

Dengan jenis pertanggungjawaban yang berbeda, suami sangat mungkin untuk gagal paham atas keluh-kesah istrinya, terlebih karena ia juga sudah memiliki masalah yang harus dihadapi sehari-hari. Kaum Adam itu bisa jadi tidak mengerti penatnya harus men-handle anak yang sedang tantrum, apalagi saat Mama sendiri sedang mengalami pergolakan hormon akibat tamu bulanan yang datang tanpa diundang. Pun, suami kurang bisa paham mengapa seekor kecoa itu adalah musuh besar bagi kebersihan dan keamanan rumah. Baginya, binatang jorok itu hanya sedang sial karena mampir ke rumah, hingga tidak perlu disikapi dengan teriak-teriak dan sapu lidi!

Sedangkan dengan sesama perempuan ... Entah mengapa para sahabat itu tahu betul mengapa anak-anak itu perlu tidur siang –terutama saat Uttaran sedang on air! Juga, mereka sadar penuh mengapa asisten rumah tangga itu terkadang lebih sering bikin repot ketimbang meringankan pekerjaan Mama.

Yup, our best friends know all of that, because they are facing the same problems as you are!


2. Because women understand each other


Sahabat seakan mengerti benar kalau Mama itu mencurahkan isi hati bukan untuk minta solusi, karena Mama terkadang sudah memiliki cara sendiri untuk menyelesaikannya. Mama hanya ingin seseorang berada di sana untuk mendengarkan! Jadi, menelepon sahabat atau bahkan melihat mukanya saja, Mama pasti sudah tak sabar ingin menangis tersedu-sedu dan menumpahkan segala uneg-uneg dalam dada.

Dengan sahabat, bahkan tanpa bertanya pun mereka tahu bahwa Mama sedang mengalami perasaan-perasaan tertentu. Betapa melegakannya hal itu, bukan? Di saat suami, the so called ‘belahan jiwa’ itu tidak kunjung mengerti bahwa Mama sedang kesal, dan malah terus mengajak bercanda yang tidak penting padahal hati ingin menjerit, sahabat pasti akan langsung membuka tangannya untuk memeluk Mama.

Begitulah. Kita, para Mama, amat sangat mengerti satu sama lain, hingga seolah mempunyai semacam radar berfrekuensi sama, yang mampu mendeteksi permasalahan yang terjadi. They comfort us exactly the way we want to be treated, without even told how to do it. Best friends adalah yang terbaik, rasanya memang mereka yang lebih paham tentang Mama di segala situasi. Setuju, Ma?


3. Because women have the same taste and feeling


Laki-laki itu cenderung berpikir menggunakan otak kiri, yang membuatnya mudah dalam mengambil keputusan berdasar alasan-alasan logis dan matematis. Sebaliknya, perempuan hampir selalu memakai perasaan dalam menyikapi masalah, karena otak kanan itu berhubungan dengan kemampuan ‘di luar logika’, semisal bahasa dan seni. Bukan hal yang aneh mengapa Mama bisa lebih cepat menanggapi gestur seseorang, apakah orang itu sedang kesal ataupun senang. Mama akan berbisik pada suami pada sebuah acara pernikahan, “Sepertinya teman kamu yang namanya Doni itu sedang galau.”, dan dengan terheran, suami akan menimpali, “Kamu tau dari mana?”.

Tidak hanya saat sedih, tapi banyak momen menyenangkan juga yang ingin Mama bagi dengan sahabat, apalagi jika mendapat berita tentang sebuah garage sale barang-barang branded dengan harga miring! Mama tentu saja tidak akan menelepon suami, kecuali untuk meminta izin memakai kartu kreditnya. *eh*

Those girls will be as excited as you are to hear the news! Mama juga akan lebih memilih ber-me time bersama sahabat ketimbang dengan suami. Ngobrol sambil makan semangkuk bakso pedas dan es campur segar terasa lebih lezat jika dinikmati bersama cewek-cewek kan, Ma, ketimbang ngajakin suami yang kalau belum ketemu nasi itu belum terasa kenyang?


Baca juga: Para Suami Punya 7 Hal Rahasia Ini yang Tak Boleh Disebarkan Bahkan Pada Sahabat Terdekat Mama

Dengan demikian, Ma, luangkanlah setidaknya sebulan sekali atau dua kali untuk bertemu dengan perempuan-perempuan tersayang itu! Jadwalkan untuk berbagi cerita dan sekedar ber-haha-hihi, karena sungguh, this is for your own sake! Sahabat-sahabat perempuan menawarkan kenyamanan yang Mama perlukan, yang berbeda sifatnya dari yang mampu diberikan suami.

Jadi perkuatlah tali pertemanan Mama, untuk saling dukung saat sedang di bawah, serta saling mengingatkan saat sedang di atas. Dengan sahabat, Mama mampu saling bantu di kala sulit, sekaligus tertawa bersama di kala bahagia. Hmm, indahnya persahabatan, ya kan Ma?

A true friend is someone who sees the pain in your eyes, while everyone else believes your smile ~ anonymous


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mengapa Perempuan Lebih Suka Curhat pada Sahabatnya? Ternyata Ini Alasannya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar