Wujudkan Semangat Go Green dalam Kehidupan Sehari-hari, Mama Hanya Perlu Lakukan 5 Langkah Nyata dan Sederhana Ini!

go green living

Wujudkan Semangat Go Green dalam Kehidupan Sehari-hari, Mama Hanya Perlu Lakukan 5 Langkah Nyata dan Sederhana Ini!

95
Semangat go green harus dimulai dari yang kecil, dari diri kita sendiri.

Mama, sepertinya sudah benar-benar saatnya kita menghidupkan semangat go green sekarang!

Tahu nggak sih, Ma, bahwa bumi kita ini benar-benar sudah sangat tua. Usia planet tempat kita tinggal ini sudah lebih dari 4,5 miliar tahun. Apalagi dengan keadaannya sekarang, Bumi tidak bisa dibilang 'awet muda nan kinyis-kinyis'. Malah terlihat sepuh! Sangat ringkih karena terlalu padat, dengan jumlah penduduk mencapai 7,5 miliar, padahal daya tampung idealnya hanya di angka 2-3 miliar saja.

Sangat sakit juga karena banyak rusaknya, dengan lubang atmosfer di mana-mana. Kabarnya, di Antartika saja, lubang ozonnya hampir seluas empat kali benua Australia. Whoa!

Mungkin, mungkin lo ya, kita 'selamat' hidup di bumi ini sampai meninggal nanti. Tapi apa kabarnya dengan anak-cucu? Bagaimana para buah hati tercinta nanti menghabiskan sisa hidupnya di satu-satunya benda angkasa yang ada air dan udaranya ini? Apa bumi masih mampu menyediakan air bagi mereka untuk mandi, atau minum sekalipun? Atau harus dijatah?

Lalu, apakah udara nanti juga akan dijual layaknya air mineral? Anak-anak menggandeng cucu-cucu Mama ke sekolah dengan masker, sambil mampir sebentar ke mini market untuk mengisi ulang tabung oksigen? Ih! *ketuk-ketuk kayu tiga kali*

Nah, Ma, mumpung masih ada waktu untuk memperbaiki hubungan dengan alam dan menghidupkan semangat go green, yuk kita lakukan 5 hal di bawah ini.

Tidak usah berkecil hati, apakah usaha Mama ini nampak sangat kecil. Atau, malu dianggap sok organik, karena yang lain masih kekeuh pakai plastik. Yang jelas, ada harga atas setiap ikhtiar. Dengan niat baik untuk menjaga keseimbangan bumi ini, demi kebaikan anak-cucu kelak, Mama harus bangga karena bisa go green!



5 Langkah nyata dan sederhana untuk memulai semangat go green untuk hidup sehari-hari

Belanja dengan Tas Daur Ulang, atau Plastik Biodegradable


Langkah pertama untuk go green yang bisa Mama lakukan adalah mengganti tas belanja Mama.

Semua toserba dan department store rasanya sudah menawarkan tas daur ulang setiap kali Mama tiba di depan kasir. Dengannya, Mama bisa berulang kali memakai kantong yang sama setiap kali belanja, dan tidak menggunakan plastik.

Kalaupun terpaksa menggunakan plastik, pastikan bahannya bisa dicerna tanah dalam waktu singkat. Plastik yang tidak degradable (bisa terurai) akan tinggal selama ribuan tahun di muka bumi ini tanpa rusak, Ma!

Omong-omong, kita harus bangga dengan karya anak bangsa yang bernama Kevin Kumala nih. Anak lulusan dari sebuah Universitas di Amerika pada tahun 2009 ini berhasil mengembangkan jenis plastik yang bisa terurai hanya dalam 3 bulan!

Ia dan 7 temannya menggunakan teknologi Ecoplas, yaitu menggunakan singkong sebagai bahan baku plastiknya. Dengan plastik biodegradable ini, sampah plastik bisa lebih teratasi.


Ikut Serta dalam Earth Hour 60+


Earth Hour adalah aksi gaya hidup go greaan hemat energi dengan cara mematikan semua yang berhubungan dengan listrik selama 1 jam (60 menit).

Aksi mendunia ini sudah dilakukan selama 10 tahun (di Indonesia sudah 8 tahun), yang bermula dari gerakan padam listrik di Sydney, Australia. Sampai sekarang, setiap menjelang akhir bulan Maret, aksi ini akan dilakukan ulang bersama-sama dengan 172 negara, dan lebih dari 7.000 kota lainnya di dunia.

Keren ya, Ma?

Gerakan hemat energi ini secara simboliknya memang cuma setahun sekali, Ma. Tapi bila dilakukan setiap hari, tentu akan sangat memperingan beban bumi.

Bayangkan Ma, dengan satu jam berhemat listrik oleh 10% saja oleh warga Jakarta, maka pemerintah bisa irit biaya 200 juta rupiah lo! Dan dengan energi yang dihemat itu, sebetulnya sudah bisa menyalakan lampu di 900 desa kecil, mengurangi emisi CO2 sebanyak 267 ton atau setara dengan daya serap karbondioksida sebanyak 267 pohon berusia 20 tahun.

Nah, ayo, go green dengan memulai dari diri sendiri, dan mulailah dari sekarang, untuk mematikan televisi dan bukan menaruhnya dalam posisi standby saja. Juga melepaskan charger dari colokan listriknya, dan tidak membiarkan laptop dalam keadaan menyala tanpa dipakai.

Sedikit, tapi kalau dilakukan setiap hari, Mama adalah penyelamat bumi!


Menyiram tanaman dengan air selokan


Mama tahu nggak, bahwa ada 650 juta orang yang setiap harinya terpaksa meminum air kotor, saking tidak tersedianya air bersih di lingkungannya?

Kalaupun ingin mengonsumsi air bersih, mereka harus berjalan sekian kilometer, hingga terkadang segelas air bisa jadi lebih berharga dari nyawa. Sedangkan di sini, Mama beli berapa botol air mineral yang segar dan sejuk setiap harinya? Hiks, terima kasih ya, Tuhan, atas air bersih yang mudah ini! *sujud syukur*

Untuk itu, yuk, kita go green dengan berhemat air bersih. Jangan biarkan terbuang percuma, tanpa ada gunanya.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan nih, misalnya, dengan menyiram tanaman dengan air dari selokan, dan bukannya memakai selang dengan air yang bersih.

Mama juga bisa menyimpan air bekas wudhu, ditampung dalam ember untuk dipakai mengepel (air kumurnya bisa dibuang, tapi air membilas anggota tubuh lain masih cukup layak dicampur dengan sabun pel disinfektan). Atau menyetel air keran dalam posisi kecil saja untuk mencuci piring, supaya tidak hambur. Dan sebagainya.


BACA JUGA


Yuk, Lakukan 9 Langkah Dapur Sehat dan Ramah Lingkungan, Agar Tak Cuma Keluarga yang Sehat, Bumi Juga Terjaga!

Yuk, Lakukan 9 Langkah Dapur Sehat dan Ramah Lingkungan, Agar Tak Cuma Keluarga yang Sehat, Bumi Juga Terjaga!

Bumi yang sehat berawal dari dapur yang juga sehat. Percayakah Mama akan hal ini

Read more..


Menghalau serangga dengan alami


....dan bukannya dengan obat semprot yang penuh racun dan bahan kimia!

Bayangkan setiap butir racun yang bisa terisap oleh anak-anak, jika setiap sore Mama menyemprot ruangan dengan obat nyamuk. Apa kabarnya paru-paru kecil mereka?

Sebagai gantinya, pakaikan minyak telon atau kayu putih yang anti nyamuk, yang tentu saja aman di kulit dan hangat di badan. Memakai obat anti nyamuk jenis ini sangat boleh dicium-cium, apalagi oleh Mama! Ya kan, Ma?

Selain nyamuk, Mama bisa menghalau serangga-serangga lain dengan bahan alami juga lo! Misalnya, usir semut dengan cuka dan kecoa dengan aroma kopi. Bahkan ada tanaman-tanaman yang wanginya tidak disukai oleh serangga, seperti lavender dan serai.

Nah, tempatkan tanaman-tanaman itu di spot-spot strategis untuk menghalau serangga dengan alami, ya!


Makan Produk Lokal


Hubungannya dengan semangat go green apa coba, ya?

Well, bahan makanan lokal di produksi di daerah setempat, Ma, dan oleh karenanya, tidak membutuhkan banyak transportasi. Sayur-mayur dan buahan-buahan produk impor memang terlihat lebih besar dan segar, namun perjalanan mereka panjang dan melelahkan. Akan ada banyak asap knalpot dan bahan bakar yang diperlukan demi sepanci sup impor itu.

Di sisi lain, mengonsumsi produk lokal juga tak kalah segar, mengingat jalur distribusi yang lebih pendek. Selain itu, Mama akan turut serta memakmurkan para petani kita lo!

Atau, bagaimana kalau Mama saja yang jadi petaninya? Dengan ber-urban farming, yaitu menanam sendiri pakcoy dan bayam Mama di halaman. Menggunakan teknik hidroponik, misalnya. Hanya butuh pipa sepanjang 2 meter saja untuk 25 lubang. Seru ya, konsep makanan lokal ini!



Nasihat terakhir yang tidak akan terlewati setiap saat isu saat semangat go green dihadirkan, tentu saja 3R: Reduce, Reuse, Recycle.

Jadi, tetaplah mengurangi pemakaian bahan dan alat yang merusak ekosistem, tetap menggunakan kembali barang-barang yang masih bagus dan bukannya selalu harus beli baru, serta tetap memisahkan sampah menurut siklus daur ulangnya, ya Ma!

Selamat ber- go green dan panjang umur serta sehat selalu, Ibu Bumi tercinta!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Wujudkan Semangat Go Green dalam Kehidupan Sehari-hari, Mama Hanya Perlu Lakukan 5 Langkah Nyata dan Sederhana Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at bilikayuwinayasari@blogspot.co.id. Reach me at raynorkayla@gmail.com. Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar