Yang Mama Perlu Tahu tentang MSG - Si Jahat yang Bikin Masakan Lezat namun Berbahaya dan Sering Diabaikan

Yang Mama Perlu Tahu tentang MSG - Si Jahat yang Bikin Masakan Lezat namun Berbahaya dan Sering Diabaikan

1.1K
Makanan serba instan memang bisa kita temukan di mana-mana. Hati-hati kalau tak pintar memilih, bisa-bisa Mama terkena dampak bahaya dari Monosodium Glutamate (MSG) lo.

Zaman sekarang memang semua serba praktis saja ya, termasuk urusan masak. Beli saja makanan instan atau yang sudah diawetkan, Tinggal dipanasin sedikit, jadi deh. Gampang banget memang. Tapi, entah sadar nggak sadar, tak sedikit dari makanan instan itu mengandung MSG yang tinggi.

Yha, ini dia nih.

Pasti Mama juga sudah tahu soal bahayanya Monosodium Glutamate atau MSG ini bagi tubuh. Tapi, ya itu tadi, karena alasan kepraktisan, semua pun diabaikan.

Tahu nggak sih, Ma, bahwa kalau terlalu sering mengonsumsi makanan dengan MSG akan membuat indra perasa kita jadi “kebal”?

Mungkin Mama memang sudah tahu sih, tapi coba yuk kita telusur lagi soal MSG ini, si lezat tapi membahayakan.


BACA JUGA


Bahan Makanan Harus Dicuci Sebelum Dimasak? Tidak dengan 3 Bahan Ini!

Bahan Makanan Harus Dicuci Sebelum Dimasak? Tidak dengan 3 Bahan Ini!

Bahan makanan harus dicuci, itu betul demi higienitas. Tapi, 3 bahan makanan ini justru jangan dicuci

Read more..


Awal Mula MSG


Monosodium Glutamate, atau MSG, ini pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 1908. Adalah Dr. Kikunae Ikeda, seorang ilmuwan, berhasil menemukan sebuah substansi yang bisa menyedapkan rasa makanan yang berasal dari rumput laut.

Ya, rumput laut saat itu merupakan bumbu memasak yang kerap digunakan dalam masakan Jepang.

Dan ternyata, Ma, bumbu masak yang kaya akan glutamate ini juga sudah digunakan untuk memasak. Misalnya saja kecap ikan yang menjadi bumbu wajib di daerah Asia Tenggara, ternyata sudah dipakai untuk melezatkan makanan oleh orang-orang yunan dan Rimawi bahkan sejak 2.500 tahun yang lalu.

Dan sekarang, Ma, sekitar 30 – 40% dari kita telah mengalami efek buruk yang ditimbulkan oleh MSG, tapi ya gitu deh, banyak yang abai. Bahkan, MSG kini sudah terdapat di dalam makanan yang jumlahnya 2 kali lipat lebih banyak setiap 10 tahunnya sejak 1945.

Sebenarnya sih, glutamat alami juga terdapat di dalam sayur-sayuran. Glutamat ini bermanfaat untuk tubuh, Ma, tapi hanya dibutuhkan dalam dosis yang kecil saja. Fungsinya adalah sebagai neurotransmitter, yaitu zat kimia yang berfungsi untuk melancarkan “komunikasi” di antara sel-sel otak.

Berbeda dengan glutamat alami, MSG buatan manusia memiliki kadar glutamat yang jauh lebih tinggi ketimbang yang terdapat pada sayuran.


BACA JUGA


Cantik dan Sehat? Tentu Bisa! Konsumsi 3 Jenis Makanan Ini Deh, Ma!

Cantik dan Sehat? Tentu Bisa! Konsumsi 3 Jenis Makanan Ini Deh, Ma!

Cantik selalu menjadi prioritas perempuan. Tapi, relakah Mama mengorbankan kesehatan demi hanya terlihat cantik

Read more..


Dampak MSG untuk tubuh

Mama perlu tahu kalau efek yang diakibatkan oleh MSG bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Beberapa ada yang sampai bagian tubuhnya bengkak, misalnya pada bibir atau lidah, hingga jantung berdebar.

Tapi ternyata, ini baru sebagian kecil dari efek yang ditimbulkan kalau Mama mengonsumsi MSG.


1. Alzheimer

Hati-hati kalau Mama adalah penggemar makanan cepat saji yang banyak mengandung MSG, karena ternyata bisa menyebabkan Alzheimer.

“Ketika memeriksa otak orang yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji, kami menemukan adanya kemunduran fungsi syaraf otak yang sama dengan yang ditemukan pada otak para penderita Alzheimer,” kata Ralph Roachman, Kepala the US Food and Drug Administration (FDA).


2. Migren

Dr. James Braly, seorang ahli alergi di Hollywood, Florida mengatakan, bahwa 90% dari kasus migren disebabkan oleh alergi makanan atau merupakan reaksi yang timbul dari ketergantungan.

Nah, meskipun migren bukanlah penyakit yang fatal, namun kalau disertai dengan gejala lain yang tak biasa dapat mengakibatkan kejang-kejang lo, Ma. Jadi, lebih baik kita berhati-hati.


3. Gangguan tidur

MSG dapat memengaruhi kerja syaraf. Kalau kerja syaraf sudah terganggu, jangan heran jika kerja hormon pun akan terusik. Akibatnya, pola tidur Mama bisa jadi tak karuan.


4. Kanker

Ah ya, kalau yang satu ini Rocking Mama yakin, pasti Mama juga sudah pasti bisa menduga ya.

DNA yang konstan dibombardir dengan radikal bebas, termasuk yang terkandung dalam MSG, maka lama kelamaan akan memicu aktifnya sel kanker, terutama kalau Mama punya riwayat kanker.

Nah, begitu sel-sel ini sudah teraktivasi, maka penyakit kanker tak bisa lagi dihindari.


5. Kebutaan

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Hiroaki University Jepang, menemukan bahwa tikus-tikus percobaan yang kerap diberi makanan dengan kandungan MSG yang tinggi cenderung memiliki retina yang lebih tipis dan penglihatan yang tidak sempurna.

Menurut para peneliti tersebut, MSG dapat menghancurkan reseptor pada sel-sel di retina dan menurunkan kemampuan syaraf untuk menerjemahkan sinyal yang diberikan.

Aduduh.


BACA JUGA


5 Makanan Ini Ternyata Nggak Bergizi Seperti yang Digembar-gemborkan - Be Wise!

5 Makanan Ini Ternyata Nggak Bergizi Seperti yang Digembar-gemborkan - Be Wise!

Banyak makanan beredar di pasaran yang diklaim sehat dan bergizi. Namun kalau kita lebih jeli lagi, ternyata makanan tersebut justru ...

Read more..


Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi efek MSG ini?


Fungsinya saja untuk menyedapkan rasa, maka sudah pasti makanan yang diberi MSG rasa sedapnya makin ekstra. Terus kalau pengin makan makanan yang begitu menggoda itu gimana dong?

Ya, sudah pasti ya, kalau kita harus menghindari junk food karena memiliki kandungan MSG yang tinggi.

Namun, Ma, kalau Mama memang pengin banget makan junk food, sebelum mulai memakannya, Mama makan sayur atau buah dulu. Konsumsilah beserta kulitnya. Iya, Ma, makan buah yang dengan kulitnya. Apel, misalnya.

Karena, pada dasarnya, serat bisa mengganggu proses penyerapan bahan makanan, termasuk MSG. Jadi, kalau kita sudah makan buah lebih dulu sebelum mengonsumsi burger yang yummy itu, maka setidaknya MSG yang terserap oleh tubuh jadi bisa diminimalkan.

Tapi ya, yang paling sehat dan enak itu memang kalau kita memasak sendiri makanan kita sih, Ma. Memang akan butuh effort yang sedikit lebih banyak, tapi demi kesehatan apa sih yang nggak bisa kita lakukan kan?

Jangan terlalu senang pula melihat label “bebas MSG” pada kemasan makanan instan ya, Ma. Lihat dulu kandungan garam yang tercantum di daftar nutrisinya. Karena kalau ada label "bebas MSG" tapi ternyata kadar garam (sodium) tinggi, ya jadinya sama saja deh.


BACA JUGA


Yuk, Kurangi Makanan Cepat Saji! Inilah 7 Alasan Kenapa Mama Harus Melakukannya!

Yuk, Kurangi Makanan Cepat Saji! Inilah 7 Alasan Kenapa Mama Harus Melakukannya!

Makanan cepat saji memang menawarkan kecepatan dan kepraktisan untuk diolah. Namun, seharusnya Mama sadar (dan nggak pura-pura nggak tahu) ...

Read more..


Terakhir, selalu percaya dengan apa yang “dikatakan” oleh tubuh kita. Jadi, kalau Mama merasa suatu gejala yang tidak biasa beberapa saat setelah mengonsumsi suatu makanan, artinya ada reaksi alergi dari tubuh Mama terhadap apa pun yang terkandung di dalam makanan itu. Termasuk MSG.

Yuk, jadi smart dan makin sehat!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Yang Mama Perlu Tahu tentang MSG - Si Jahat yang Bikin Masakan Lezat namun Berbahaya dan Sering Diabaikan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dewi Kamaratih | @DewiKamaratih

A mom. A wife. A fighter.

Silahkan login untuk memberi komentar