Yuk, Bersama Selamatkan Masa Depan Mereka dari Para Predator Anak dengan 11 Langkah Kecil Ini!

Yuk, Bersama Selamatkan Masa Depan Mereka dari Para Predator Anak dengan 11 Langkah Kecil Ini!

710
People ask, "How can a person abuse a child?" I ask, "How can so many 'good' people not do anything about it?"

Mama akhir-akhir ini sering mendengar kekerasan seksual terhadap anak kan ya, Ma?

Lalu, apa yang Mama rasakan? Marah, benci, takut? Semua mama pasti akan memiliki perasaan yang sama ketika mendengar begitu banyak kasus kekerasaan seksual yang menimpa anak-anak.

Tapi, sekadar marah, benci dan takut itu tak lagi cukup. Kita harus benar-benar bertindak nyata, dengan memastikan anak-anak aman dari segala bentuk kekerasan seksual. Bukan dengan mengawalnya setiap saat, melainkan membekalinya dengan kemampuan melindungi diri.

Peristiwa beberapa waktu lalu yang menimpa seorang anak perempuan berinisial Y di Bengkulu, adalah salah satu peristiwa yang paling buruk. Korban tak hanya mendapatkan kekerasaan seksual namun juga harus kehilangan nyawanya setelah diperkosa secara bergiliran oleh 14 laki-laki, dan shocking-nya lagi, beberapa di antaranya masih remaja!

Baca juga: Si Remaja Mulai Pacaran, Ma? Nggak Usah Bingung, Lakukan 9 Tips Ini Agar Semua Terkendali!

Biadab! Ini kata yang tepat untuk mengutuk perbuatan keempat belas pelaku. Mama, pasti juga marah melihat peristiwa ini.

Tahukah Mama, jika kasus-kasus seperti ini adalah fenomena gunung es? Yang nampak hanya puncak gunungnya, kelihatannya sedikit, faktanya banyak kasus-kasus kekerasaan seksual terjadi namun tak sempat muncul ke permukaan.

Berikut ini data yang diperoleh dari organisasi SEMAI 2045

Wajar jika kemudian negara disebut sedang berada dalam kondisi darurat kekerasaan seksual kan, Ma?

Ah, satu kondisi yang tak membanggakan sama sekali. Buruk, bahkan sangat buruk! Langkah taktis memang telah diambil pemerintah dengan menerbitkan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Intinya, Ma, Perpu ini memperberat hukuman bagi pelaku kekerasaan seksual terhadap anak. Dengan penambahan 1/3 ancaman pidana, hukuman mati, seumur hidup maupun hukuman penjara minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun.

Selain itu, Perpu tersebut mengatur tiga sanksi tambahan bagi pelaku kekerasaan seksual terhadap anak yaitu kebiri kimiawi, pengumuman identitas ke publik, dan pemasangan alat deteksi elektronik.

Apakah itu cukup membuat Mama tenang?

Hmmm ... itu belum cukup, Ma, ada hal yang lebih penting untuk dilakukan Mama, yaitu menghindarkan anak-anak Mama dari kekerasan seksual. Ingat, Ma, anak perempuan dan laki-laki memiliki ancaman yang sama.

Baca juga: Ini Dia 20 Hal yang Harus Mama Katakan Kepada Si Gadis Kecil, Anak Perempuan Mama, Sekarang!

Dan, inilah beberapa hal yang harus Mama lakukan untuk menghindarkan anak-anak dari kekerasan seksual.

  1. Ajak anak memahami bahwa tubuhnya sangat berharga bagi dirinya, orangtuanya dan keluarganya, sehingga tak ada seorang pun boleh menyakitinya.
  2. Kenalkan anak pada beragam sentuhan dan ajari untuk mendeteksi sentuhan yang tak boleh diterima.
  3. Ajarkan anak untuk bisa membedakan antara orang asing, teman, sahabat, dan muhrim.
  4. Ajarkan pula agar anak percaya dengan perasaannya sendiri.
  5. Didik anak agar berani berkata tidak atau tidak mau. Kadang anak suka nggak berani menolak ketika nggak suka terhadap sesuatu. Apalagi ketika berhadapan dengan orang dewasa, mereka cenderung lemah. Oleh karena itu, Ma, latihlah berkata tidak sejak dini, agar mereka terbiasa.
  6. Ajak anak untuk bisa judes, galak bahkan bohong di saat yang tepat, yaitu saat dirinya terancam. Mama pasti selalu mengajarkan untuk senantiasa ramah dan berkata jujur. Tapi, beritahu pula bahwa pada saat dalam kondisi terancam orang jahat, bohong itu diperbolehkan.
  7. Mama harus dekat secara emosional dengan anak. Meskipun sibuk, tetaplah menjaga kualitas hubungan Mama dengan anak-anak ya.
  8. Buat anak bisa nyaman bercerita apa saja. Jika anak-anak nyaman maka mereka akan dengan senang hati bercerita, bahkan untuk sesuatu yang bersifat rahasia sekalipun.
  9. Tanamkan kebiasaan agar anak-anak menutupi kemaluan dan menahan pandangannya. Lakukanlah ini sejak dini, Ma!
  10. Biasakan anak agar tertib saat tidur. Contohnya: menutup pintu kamar saat tidur, tidur terpisah antara anak laki-laki dan perempuan, dan lain-lain.
  11. Biasakan anak agar tertib saat mandi seperti cebok sendiri, tidak mandi bersama orang lain, menutup tubuh bukan hanya dengan handuk saat selesai mandi, tidak berganti baju di depan orang lain.

Nah, Ma, di sinilah pentingnya peran Mama untuk mengajarkan hal tersebut. Mungkin Mama merasa kesulitan untuk membekali anak-anak dengan kemampuan tadi. Apalagi yang dibicarakan adalah sesuatu yang selama ini dianggap tabu.

Baca juga: Pengin Jadi Mama sekaligus Sahabat si Buah Hati? Coba 7 Tip Parenting Ala Gilmore Girls Ini!

Sebenarnya ini hanya masalah metodenya, Ma. Sesuaikan gaya bahasa dengan usia anak. Beda usia, beda juga metodenya. Misalnya nih, untuk anak usia balita. Agar anak-anak usia balita bisa memahami maksud tersebut maka gunakan teknik yang menyenangkan seperti dengan bermain, bernyanyi, dan bercerita.

Contohnya dengan lagu semacam ini, Ma. Judulnya "Sentuhan Boleh, Sentuhan tidak Boleh". Mama bisa mendengarkannya di sini ya.

Sementara itu untuk anak-anak yang usianya 5 - 7 tahun, sudah bisa diajak berkomunikasi lebih intens. Walaupun bahasa yang digunakan juga harus menyesuaikan. Gunakan saja bahasa yang biasa dipakai sehari-hari ya, Ma.

Kesebelas langkah tadi, lakukanlah sedini mungkin dan secara kontinyu, agar anak-anak menjadi tangguh jika harus berhadapan dengan penjahat seksual. Kita tentu tak pernah berharap hal ini, semua ini dilakukan untuk pencegahan, Ma.

Bagaimana Mama, siap untuk menerapkannya?

Mencegah kekerasaan seksual terhadap anak-anak kita, itu harus. Hal ini menjadi tanggung jawab pertama orangtua.

Yuk, bersama kita selamatkan masa depan mereka dari para predator!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Yuk, Bersama Selamatkan Masa Depan Mereka dari Para Predator Anak dengan 11 Langkah Kecil Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ety Abdoel | @etyabdoel

Lifestyle Blogger. Mom of two daughters. Live in Solo. Visit me at www.etyabdoel.com