Yuk, Bijak di Media Sosial! Jangan Jadi Haters!

Image via The Daily Beast

Yuk, Bijak di Media Sosial! Jangan Jadi Haters!

1.2K
Entah karena perkembangan zaman, entah karena perkembangan teknologi, khususnya media sosial, orang semakin bebas saja mengatakan apa pun. Termasuk yang tak pantas!

Bangsa kita dikenal ramah dan santun dalam bertutur. Kalau mau menegur orang lain, kita pun dididik untuk menggunakan bahasa tak langsung.

Namun, nilai-nilai ini kini sudah bergeser. Sekarang, orang suka mengritik secara langsung, dengan bahasa yang kasar, memaki, menghina, menyumpahi dengan menuliskannya di media sosial; di status Facebook, Twitter, atau broadcast BBM dan WhatsApp.

Ckckck.

Lalu muncullah negeri para haters. Para pembenci yang sengaja meneriakkan kebenciannya melalui media, terlebih media sosial, tempat yang dikunjungi oleh banyak orang. Target haters ini bisa siapa saja, dari mulai pemerintah, artis, bahkan orang biasa seperti saya pun, bisa punya haters. #eaaaa

Sangat menyedihkan bukan? Bahkan bisa sampai ke pengadilan lo. Di Korea pernah ada tuh, ulah para haters di media sosial akhirnya menyebabkan seorang aktris dan aktor bunuh diri.

Hiks.

Apa sih sebenarnya maksud mereka mengeluarkan kebencian seperti itu di depan umum terhadap pemerintah, public figur, ataupun orang lain? Pembunuhan karakter? Mencari sensasi? Demi uang?

Karena saya pun pernah mendapati cerita, bahwa ada pengakuan dari seseorang yang memang menerima pesanan untuk membuat berita hoax di media sosial, dan kalau berita itu kurang viral atau kurang ramai, dia juga yang menyulut “perang” ini supaya beritanya laku.

Padahal kalau dilihat-lihat, bisa saja para haters ini mengungkapkan kritik karena mereka perhatian, tapi entah kenapa kok kata-katanya nggak ada yang enak didengar (atau dibaca).

Jika Mama suatu kali ingin berkomentar, mungkin ada teman yang berbuat salah dan Mama terpanggil untuk menegur, please, jangan terpancing seperti para haters ini. Ada sedikit perbedaan antara mengritik dan mencela. Mengritik akan membuat teman Mama berterima kasih telah diingatkan, sedangkan mencela hanya akan membuat Mama menjadi haters.


BACA JUGA


Awas! Jejak Digital di Media Sosial Mama Bisa Memengaruhi Masa Depan Anak-Anak Loh! Behave!

Awas! Jejak Digital di Media Sosial Mama Bisa Memengaruhi Masa Depan Anak-Anak Loh! Behave!

Masih berani bilang "Akun-akun media sosial gue, terserah gue dong!", hati-hati loh, jangan-jangan ada calon mertua stalking di media sosial ...

Read more..


Bagaimana cara memberikan teguran terhadap orang lain tanpa terkesan menjadi haters di media sosial?

1. Bukan balas dendam


Jangan menggunakan teguran sebagai jalan untuk balas dendam. Jika kejahatan dibalas dengan kejahatan, itu namanya dendam.

Kalau kebaikan dibalas kebaikan? Ah, biasa itu mah.

Kalau kebaikan dibalas kejahatan, itu namanya jahat beneurrr ...

Nah, kalau kejahatan dibalas kebaikan, itu baru namanya mulia.

Jadi, jika Mama ingin menegur seseorang karena sakit hati tempo hari pernah ditegur (dengan celaan pula), maka just stop right there. Jangan diteruskan.


2. Tidak di depan umum


Meskipun hanya berupa komen di status Facebook, namun, media sosial bisa diperhitungkan sebagai “area umum”. Jika Mama memang ingin menegurnya, maka kirimkan pesan secara privat kepada yang bersangkutan.

Menegur orang lain di depan umum akan membuat yang bersangkutan malu.


3. Adil


Adillah sejak dalam pikiran. Fokus pada kesalahan yang dilakukan, bukan pada orangnya. Saat Mama sudah mulai "menyerang" orangnya, saat itulah Mama sudah tak adil padanya.


4. Tegur segera


Jangan menunggu nanti-nanti atau besok-besok. Tegurlah segera setelah ia berbuat salah. Jangan biarkan kesalahannya menggunung, agar terhindar melakukan kesalahan yang lebih besar lagi.

Tapi ingat ya, Ma, jangan di depan umum. Meskipun itu hanya melalui media sosial. Atau, kalau Mama bisa ketemuan langsung sih, akan lebih baik.


BACA JUGA


Ayo, Lakukan Detox Media Sosial! 7 Cara Ini Akan Membuat Mama Tetap Waras dan Bebas Menikmati Hidup!

Ayo, Lakukan Detox Media Sosial! 7 Cara Ini Akan Membuat Mama Tetap Waras dan Bebas Menikmati Hidup!

Detox media sosial itu penting, Ma, dan perlu Mama lakukan saat Mama sudah mulai tak bisa lepas darinya. Ayo, lakukan mulai hari ini

Read more..


5. Cek dan ricek


Apakah benar yang dilakukannya itu salah? Setiap orang punya alasan untuk melakukan sesuatu, meski sesuatu itu mungkin salah di mata orang lain. Dan kadang, alasannya ini menjadikan perbuatannya menjadi nggak 100% salah, Ma.

We just have to stand in her/his shoes.

Jadi, coba cek dan ricek, konfirmasi pada yang bersangkutan, mengapa ia melakukan tindakan tersebut? Dengarkan, dan jangan dulu menghakiminya.


6. Tunjukkan kasih sayang


Meski orang tersebut salah, bukan berarti ia tak berhak menerima kasih sayang, Ma. Kadang, kasih sayang yang kita tunjukkan akan lebih efektif menolongnya dari berbuat kesalahan yang lebih besar lagi.

So, mungkin tindakannya tidak kita setujui, tapi itu tak berarti kita tak bisa memberinya kasih sayang kan?

Don’t ever lack of love. Setiap 'hate' akan kalah oleh 'love'.


7. Beri solusi


Ini dia yang membedakan antara kritik dan celaan. Sekadar haters atau pengin membantu orang lain. Yes, solusi atau masukan.

Orang yang mencela dan menjadi haters nggak akan pernah memberikan solusi atau masukan seiring ia memberikan komentar.

Sedangkan, orang yang peduli dan mau memberikan kritik pasti akan datang dengan masukan, atau setidaknya mereka akan mau mendengarkan kita.



Manusia tak pernah lepas dari kesalahan. Karena itu, kehidupan sosial kita tak lain untuk saling memberikan masukan agar menjadi lebih baik, termasuk saat kita berada di media sosial. Memiliki hati yang terbuka, mudah menerima nasihat, dan nggak segan pula untuk mengingatkan orang lain akan kesalahan yang telah diperbuatnya, akan membawa kita pada kehidupan yang lebih baik lagi.

Yuk, Ma, saling menghargai sesama! Meskipun hanya di dunia maya.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Yuk, Bijak di Media Sosial! Jangan Jadi Haters!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar