Yuk, Lakukan 9 Langkah Dapur Sehat dan Ramah Lingkungan, Agar Tak Cuma Keluarga yang Sehat, Bumi Juga Terjaga!

Yuk, Lakukan 9 Langkah Dapur Sehat dan Ramah Lingkungan, Agar Tak Cuma Keluarga yang Sehat, Bumi Juga Terjaga!

244
Bumi yang sehat berawal dari dapur yang juga sehat. Percayakah Mama akan hal ini?

Dapur yang bersih, sehat dan ramah lingkungan adalah impian bagi setiap Mama. Kenapa? Karena dapur merupakan bagian terpenting dalam terjaminnya kesehatan anggota keluarga dan lingkungan di sekitar rumah.

Coba deh Mama perhatikan, bagian rumah mana yang banyak timbunan sampah? Pastinya dapur yes. Don’t worry Ma, hal ini lumrah terjadi kok.

Selagi masak, timbunan sampah pun menjadi banyak. Nggak heran, kalau lalat sering terbang di dapur. Kalau sampah dibiarkan saja nggak dibuang, coba deh lihat pasti tikus dan kecoa jadikan tempat itu sebagai arena bermainnya. Hiiiy!

Pengin banget deh dapur itu bebas sampah dan binatang yang mengundang penyakit itu. Tapi, apakah bisa?


BACA JUGA


Menata Dapur Sempit yang Masih Saja Disesaki oleh Peralatan Masak yang Banyak? Gampang!

Menata Dapur Sempit yang Masih Saja Disesaki oleh Peralatan Masak yang Banyak? Gampang!

Menata dapur sempit itu nggak butuh effort yang terlalu gimana-gimana kok. Yang penting, kejelian kita memanfaatkan area kosong

Read more..


Tenang Ma! 9 Tips dapur sehat dan ramah lingkungan ini bisa Mama terapkan agar kesehatan keluarga terjaga.


1. Paradigma tanpa sampah


Merencanakan dengan baik merupakan langkah awal menuju dapur yang sehat. Pertimbangkan semua sampah yang akan ditimbun di dapur, seperti sisa makanan, air bekas mencuci peranti makan maupun masakan dan lain-lain.

Dengan terbentuknya paradigma tersebut, Mama akan lebih membiasakan diri untuk selalu berpikir dulu sebelum belanja dan memasak.


2. Buat pupuk kompos


Ketimbang menimbun sampah hingga menjadi gunung di dapur dan mengundang kecoa maupun tikus, alangkah baiknya menjadikannya pupuk kompos.

Telah terbukti bahwa 70% jumlah sampah makanan dan halaman bisa dijadikan pupuk kompos. Yang diperlukan hanya sisa-sisa makanan yang terbuang seperti buah, sayuran yang kondisinya udah kurang baik, kantong teh, ampas kopi, cangkang telur, nasi basi, kertas atau kantong kertas serta sampah organik lainnya.


3. Usir semut dan lalat secara alami


Duh, dua hewan ini suka banget muncul tiba-tiba selagi memasak. Menyebalkan!

Mama bisa mengusir semut dan lalat dengan memanfaatkan bubuk kopi atau kulit jeruk yang ditumbuk. Aroma keduanya tidak disukai kedua hewan tersebut.


BACA JUGA


2 Cara Cerdas Mengelola Dapur dan Rumah Tangga ala Rocking Mama Ini Akan Membuat Hidup Lebih Praktis!

2 Cara Cerdas Mengelola Dapur dan Rumah Tangga ala Rocking Mama Ini Akan Membuat Hidup Lebih Praktis!

Rumah tangga memang penuh dengan printilan-printilan kecil yang kadang menyedot tenaga dan pikiran untuk sekadar memikirkannya. Perlu taktik ...

Read more..


4. Kemasan besar lebih baik


Pastikan membeli barang keperluan dapur dalam kemasan yang besar dan lama untuk dihabiskan. Karena apabila Mama membeli dalam kemasan kecil, maka akan lebih banyak kemasan yang terbuang ketika isi sudah habis dipakai.

Misalnya, kemasan botol minyak goreng dan kecap. Selain itu pilih bahan makanan dengan kemasan yang bisa didaur ulang seperti botol atau kaleng.


5. Tanam kembali sayur-sayuran


Apabila Mama memiliki lahan kosong di halaman rumah, lebih baik dimanfaatkan untuk menanam sayuran maupun buah-buahan. Mama bisa hemat uang belanja!

Misalnya nih mau tanam daun bawang, caranya dengan potong daun bawang menjadi dua bagian, yaitu bagian yang hijau tua dengan hijau muda. Yang biasa dimakan sebagai penyedap makanan adalah yang berwarna hijau tua. Sedangkan yang bagian berwarna hijau muda hingga putih masukkan ke dalam segelas air, nantinya akan tumbuh kembali. Asalkan daun bawang tersebut dibiarkan terkena sinar matahari secukupnya dan air diganti setiap hari.


6. Gunakan serbet daripada tisu


Sudah menjadi rahasia umum kalau tisu dibuat dari bubur kertas yang berasal dari kayu. Satu kotak tisu yang isinya 20 lembar diproduksi dari satu batang pohon.

Can you imagine, Ma, apabila selalu membersihkan peranti masak dengan tisu setiap hari, sudah berapa bahan kertas yang digunakan? *sigh*

Sebagai gantinya, Mama bisa menggunakan serbet. Dengan serbet, Mama bisa menggunakannya beberapa kali sebelum dicuci dan dipakai kembali. Selain itu pembuatannya hanya membutuhkan energi sedikit ketimbang tisu.


BACA JUGA


Ini Dia 7 Resep Masakan Praktis dan Cepat yang Cocok Banget buat Ibu Bekerja yang Nggak Suka Repot di Dapur!

Ini Dia 7 Resep Masakan Praktis dan Cepat yang Cocok Banget buat Ibu Bekerja yang Nggak Suka Repot di Dapur!

Resep masakan praktis dan cepat selalu diburu oleh ibu bekerja demi penghematan waktu dan tenaga. Jangan lupa, tambahkan resep masakan ...

Read more..


7. Pilih alat memasak yang tepat


Maksud dari ‘tepat’ adalah hemat listrik dan nggak membahayakan kesehatan.

Mama bisa memilih kulkas, oven dan kompor yang ada stempel energy star. Disarankan untuk memilih alat-alat memasak yang tahan lama. Pilih wajah dan panci yang terbuat dari stainless steel, kaca atau porselen.

Selain itu, sebaiknya menggunakan pressure cooker, alat memasak yang ditutup dengan kencang. Karena pressure cooker ini tertutup dengan sempurna, sehingga udara maupun air yang ada di dalamnya nggak bisa keluar melalui celah tutup. Hal ini akan mempercepat proses memasak.


8. Masak yang bijak


Masak beberapa menu dalam satu waktu lebih menghemat energi. Usahakan pula membuat menu untuk dua hari sehingga belanja ke pasar dan memasak nggak perlu setiap hari.

Kenapa?

Karena hal ini dapat mengurangi efek rumah kaca yang disebabkan asap buangan pembuatan makanan, serta waktu Mama bisa dipakai untuk melakukan hal lain. Di samping itu, hindari pula membeli makanan beku, karena kualitas dari makanan beku kerap berkurang ketika dipanaskan.

Disarankan agar setelah belanja langsung memasak sehingga makanan dihidangkan masih segar.


9. Penggunaan microwave dan oven


Oven dipergunakan untuk membuat kue maupun memasak lebih dari satu makanan.

Apabila Mama ingin memasak makanan dalam porsi lebih kecil, gunakan oven toaster atau memanaskannya ke dalam microwave. Mama bisa mengurangi energi untuk memasak sebanyak 80% ketika menggunakan microwave ketimbang oven.

Setelah dipakai memanaskan makanan, terkadang terdapat noda membandel yang menempel di dinding microwave. Cara tercepat dan alami untuk membersihkannya adalah meletakkan segenggam handuk kertas yang basah ke dalamnya, tutup lalu nyalakan microwave selama 3 menit. Uap dari handuk kertas tersebut akan memperlunak noda yang menempel.

Untuk membuang aroma tak sedap, Mama bisa mencampur setengah perasan lemon dengan segelas air ke dalam gelas tahan panas, lalu panaskan di dalamnya 3-5 menit. Diamkan hingga 5-10 menit, lalu angkat gelas tersebut.


BACA JUGA


Serba Serbi Ukuran Takaran di Dapur Supaya Mama Nggak Bingung Lagi!

Serba Serbi Ukuran Takaran di Dapur Supaya Mama Nggak Bingung Lagi!

Jangan bingung lagi dengan takaran-takaran ini ya, Ma

Read more..


Nah, gimana, Ma? Ternyata nggak susah kan mewujudkan dapur sehat nan ramah lingkungan seperti ini? Ayuk, kita mulai hari ini ya! Keluarga sehat, kita pun jadi ikut serta menjaga agar bumi juga selalu sehat.

Salam sehat!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Yuk, Lakukan 9 Langkah Dapur Sehat dan Ramah Lingkungan, Agar Tak Cuma Keluarga yang Sehat, Bumi Juga Terjaga!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Content creator. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar