Yuk, Ma, Capai Berat Badan Ideal Bayi Sejak dalam Kandungan dan Setelah Dilahirkan!

Yuk, Ma, Capai Berat Badan Ideal Bayi Sejak dalam Kandungan dan Setelah Dilahirkan!

2.7K
Tahu nggak sih, Ma, berat badan bayi sudah ditentukan pada saat Mama mulai hamil lho!

Selamat datang, Permata Hati Mama!

Setelah menikmati proses melahirkan sang buah hati yang begitu melelahkan, sekarang saatnya Mama, dan juga Papa, menyambut antusias kehadiran si kecil. Aduh, bahagianya!

Memiliki bayi yang sehat dengan berat lahir minimal 2,5 kg, nggak pucat, nggak biru, gerakannya aktif, menyusui dengan kuat, memang menjadi dambaan Mama dan Papa. Iya kan, Ma?

Tapi, apa, Ma? Si kecil yang baru saja dilahirkan, berat badannya kurang dari 2,5 kg?

Berat badan ideal bayi yang baru dilahirkan adalah 3,5 kg dengan panjang ideal 50 cm. Sementara bayi yang memiliki berat kurang dari 2,5 kg dinamakan Bayi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dan bisa dikategorikan bayi prematur.

BBLR, atau bayi dengan berat badan lahir kurang, lebih berisiko kesehatannya dibandingkan dengan bayi dengan berat badan ideal. Inilah mengapa, para dokter selalu memonitor berat badan bayi kita sejak di dalam kandungan. Perlu Mama ketahui, pada saat persalinan memang BBLR mempunyai risiko kurang menyenangkan, yaitu asfiksia atau gagal untuk bernapas secara spontan dan teratur saat atau beberapa menit setelah lahir. Hal itu diakibatkan faktor paru yang belum matang. Risiko lainnya adalah hiportemia. Makanya, perhatian dan perawatan BBLR memang harus ekstra, dan dimulai sejak lahir.



Kenapa sih bisa sampai kurang berat badannya? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, BBLR dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

  1. Faktor Ibu (penyakit yang diderita misalnya toksemia dan diabetes mellitus)
  2. Usia Ibu (kurang dari 16 tahun, atau lebih dari 35 tahun)
  3. Ibu yang perokok, peminum alkohol, pecandu narkotik.
  4. Faktor janin (Hidramnion, kehamilan ganda, kelainan kromosom)
  5. Faktor lingkungan (daerah radiasi, atau terkena zat-zat beracun).


Nah, tentunya ini tak hanya menjadi tugas para dokter saja ya, untuk menjaga berat badan bayi agar tetap ideal. Justru ini merupakan tugas Mama untuk selalu menjaganya.

Ideal atau tidaknya berat bayi saat dilahirkan, berkaitan erat dengan pola makan yang dikonsumsi calon mama. Bila calon mama cenderung sulit makan atau sering muntah, sehingga terjadi penurunan berat badan, maka kemungkinan jabang bayi yang dikandungnya juga akan memiliki berat badan yang rendah.

Sekarang, yuk, coba kita jaga berat badan bayi agar tetap ideal hingga saatnya lahir dengan tip-tip berikut ini.

  • Periksakan kehamilan secara rutin ke tenaga medis. Konsultasikan tentang faktor-faktor penyakit yang mengganggu kehamilan, termasuk berat badan yang kurang.
  • Selalu makan makanan bergizi yang memenuhi syarat makanan dengan gizi seimbang ya, Ma. Kalau perlu konsultasilah secara rutin dengan dokter ahli gizi.
  • Kalau Mama masih punya kebiasaan buruk yang dapat menganggu kesehatan janin, seperti merokok, minum alkohol, minum obat-obatan yang tidak perlu, sekarang saatnya untuk berusaha berhenti, Ma  Demi si buah hati. Juga usahakan untuk nggak menjadi perokok pasif ya, Ma, jadi lebih baik mengalah dan menghindar jika ada yang merokok di dekat Mama.
  • Istirahat yang cukup juga akan membantu kondisi bayi tetap ideal.
  • Lakukan pemeriksaan USG untuk memantau kondisi janin. Diskusikan hal ini dengan dokter kandungan kepercayaan Mama.
  • Jika ada keluhan segeralah berkonsultasi pada tenaga medis, dokter atau bidan yang biasa calon Mama didatangi untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.
  • Rajinlah untuk selalu mencatat dan mengamati hasil pemeriksaan kehamilan bulanan untuk mengetahui pertambahan berat dan tinggi janin.

Nah, buat Mama yang sudah melahirkan dan bayinya mengalami BBLR, nggak perlu khawatir. Karena kemajuan teknologi kedokteran dan didukung kemauan keras orangtua, bayi yang memiliki BBLR bisa kok bertahan hidup, dan kemudian tumbuh sehat. Sekarang kita lihat yuk, cara merawat BBLR ini, supaya dia bisa segera mengejar ‘ketertinggalannya’. Nggak susah kok, Ma, asal kita benar-benar berusah.

  1. Bayi dengan BBLR sangat rentan terjadinya hiportemia, karena tipisnya cadangan lemak di bawah kulit dan masih belum matangnya pusat pengatur panas di otak. Nah, jadi harus selalu dijaga kehangatan tubuhnya.
  2. Untuk bayi prematur sangat disarankan untuk meminum ASI langsung dari ibunya. Pemberian ASI peras bisa disendokkan ke mulut atau dengan pipa lambung, tapi ini kalau sangat terpaksa ya, Ma.
  3. Kekurangan minum pada BBLR akan mengakibatkan ikterus (bayi kuning), jadi harus terus dijaga asupan cairannya ya, Ma.
  4. BBLR sangat rentan terhadap terjadinya infeksi sesudah lahir. Karena itu, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan hingga bersih sebelum dan sesudah memegang bayi.
  5. Segera bersihkan si kecil, kalau kencing atau buang air besar. Jangan tunggu nanti-nanti.
  6. Jangan lupa, memberikan imunisasi sesuai dengan jadwal.
  7. Untuk bisa tumbuh optimal, BBLR harus mendapat asupan nutrien berupa minuman mengandung karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin yang lebih dari bayi bukan BBLR. Konsultasikan hal ini dengan dokter anak kepercayaan Mama, ya.

Nah, dengan kemauan keras Mama, dan dibantu Papa tentunya, biasanya sih BBLR dapat mengejar ketinggalannya paling lambat dalam enam bulan pertama.

Semangat, Mama!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Yuk, Ma, Capai Berat Badan Ideal Bayi Sejak dalam Kandungan dan Setelah Dilahirkan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Indah Sibarani | @indahjulisibarani

Emak Blogger yang tinggal di Yogyarta. Wara wiri di Jakarta. Sesekali masak, lebih sering makan enak.

Silahkan login untuk memberi komentar