Home Otomotif 5 Ciri Oli Palsu dan Dampak Buruknya bagi Mobil

5 Ciri Oli Palsu dan Dampak Buruknya bagi Mobil

by Yervi Hesna

Belakangan ini sedang marak beredar oli palsu. Oli jenis ini akan memberikan dampak yang tidak begitu baik bagi kendaraan Anda. Sekilas oli yang asli dan oli yang palsu akan tampak mirip. Namun, jika Anda jeli dalam melihatnya, maka dapat membedakan mana oli asli dan oli palsu. 

Oli memiliki fungsi sebagai pelumas, artinya oli berperan penting untuk melumasi komponen serta partikel-partikel di dalam mesin suatu kendaraan. Sehingga kinerjanya bisa lebih enteng. Namun, jika Anda menggunakan oli palsu, kinerja kendaraan tidak menjadi enteng justru akan merusak komponen kendaraan Anda.

Mengingat pentingnya oli untuk sebuah mobil, pastikan Anda melakukan penggantian oli lewat bengkel terpercaya yang bisa Anda booking lewat aplikasi bengkel mobil.

Ciri Oli Palsu

Bagi pemilik kendaraan, perlu mengetahui ciri-ciri oli palsu. Hal ini bertujuan agar Anda tidak salah dalam memilih oli. Karena secara sekilas, antara oli asli dan oli yang palsu tampak sama. Anda perlu memperhatikan beberapa ciri-ciri oli yang palsu berikut ini.

1. Kejanggalan Tutup Botol

Saat Anda akan membeli oli, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah melihat kondisi tutup oli. Pada tutup botol oli yang asli tentunya akan dilengkapi seal untuk mengunci tutup botol oli. 

Namun, bila Anda menemukan kejanggalan seperti tutup oli tidak kencang atau ada bagian yang penyok, kemungkinan besar oli tersebut tidak asli alias palsu.

2. Label Kusam dan Tidak Ada Hologram

Pada oli asli, Anda dapat menemukan stiker hologram khusus yang disematkan oleh pabrik pembuatnya. Stiker hologram tersebut terletak pada label dan tampak mengkilap. 

Namun, pada oli palsu, stiker hologram tersebut tidak ada pada kemasan oli dan juga label yang digunakan juga tampak kusam. Karena umumnya produsen oli tersebut membuat label dengan kertas stiker yang murah.

3. Botol Oli Penyok

Membedakan oli yang asli dan bukan juga bisa Anda lihat dari kemasan oli tersebut. Jika oli asli, tentunya botol yang digunakan adalah botol baru dari pabriknya sehingga tidak ada goresan maupun penyok.

Sementara itu, oli yang tidak asli, kebanyaknya pembuatnya menggunakan botol bekas oli Asli. Sehingga tidak menutup kemungkinan botol penyok maupun terdapat banyak goresan. Anda juga sebaiknya sebaiknya lebih sering melihat bentuk botol oli yang asli, sehingga nantinya tidak salah beli.

4. Tidak Ada Nomor Produksi

Ciri lainnya dari oli palsu adalah tidak adanya nomor produksi dalam kemasannya. Pada oli asli, biasanya nomor produksi akan tercetak pada bagian botol dan tutup botolnya. 

Kedua nomor produksi tersebut haruslah sama. Jika pada kemasan oli tidak terdapat nomor produksi atau nomor produksi berbeda, maka bisa dipastikan bahwa oli tersebut bukan oli asli.

5. Bau Gosong dan Warna Keruh

Cara lainnya untuk membedakan oli asli dan palsu adalah dengan melihat warna dan baunya. Oli yang asli memiliki warna bening dan agak kekuningan. Sementara bau oli asli, cenderung wangi dan tidak ada bau aneh yang tercium dari olinya.

Namun, pada oli yang palsu warnanya keruh dan berbau gosong. Produsen oli yang palsu biasanya memanfaatkan oli bekas yang sudah berwarna keruh hingga cenderung hitam kemudian dioplos dengan zat lain. 

Meskipun memiliki warna yang agak jernih, namun oli yang palsu tidak akan bisa memiliki warna yang sama dengan oli yang asli.

Dampak Penggunaan Oli Palsu

Mengetahui ciri-ciri oli palsu sangat penting bagi pemilik mobil. Hal ini dikarenakan, jika salah dalam memilih oli maka akan memberikan dampak buruk bagi kendaraan Anda. Berikut ini beberapa dampak buruk penggunaan oli yang palsu.

1. Sirkulasi Mesin Kendaraan Terhambat

Menggunakan oli palsu dapat membuat sirkulasi mesin kendaraan terhambat. Endapan yang ada pada mesin akan terbawa oleh oli yang palsu. Sehingga dapat membuat komponen di mesin tersebut yang sebelumnya bergerak lancar menjadi berat. 

Selain itu, bisa saja muncul suara kasar dari pergerakan mesin mobil Anda. Hal ini dapat menyebabkan mesin menjadi overheat. Oli yang palsu tidak mempunyai ketahanan panas yang baik dari mesin kendaraan sehingga mesin kendaraan akan mudah mengalami overheat.

2. Mesin Mobil Cepat Rusak

Dampak selanjutnya penggunaan oli palsu adalah dapat membuat mesin mobil cepat rusak. Hal ini dikarenakan, kandungan zat campuran dalam oli yang palsu tidak mampu menjaga kinerja mesin dengan baik. Padahal fungsi utama oli adalah sebagai pelumas dan menjaga agar komponen atau mesin mobil tidak cepat rusak atau aus.

Penggunaan oli yang palsu dalam jangka waktu yang lama akan membuat mesin dan komponen mobil lainnya menjadi cepat aus dan rusak. Dan tentu saja akan merugikan Anda, karena perlu melakukan penggantian komponen yang rusak tersebut.

Demikian informasi tentang ciri oli palsu dan dampak buruknya bagi kendaraan Anda. Sebelum membeli oli untuk mobil Anda, periksalah kemasannya dengan detail agar Anda tidak salah dalam membeli oli.

You may also like

Leave a Comment