Cara Membedakan Telur Ayam Jantan dan Betina Serta Trik Memilih yang Baik Untuk Ditetaskan

Cara Membedakan Telur Ayam Jantan dan Betina Serta Trik Memilih yang Baik Untuk Ditetaskan

Beternak telur tidak hanya membawa keuntungan bisnis saja, tetapi juga bisa dikonsumsi secara pribadi. Namun, dalam menjalankan ternak ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah memilah mana telur yang baik ditetaskan dan tidak. Sebelum itu, seseorang pun perlu tahu cara membedakan telur ayam jantan dan betina supaya bisa ditetaskan sesuai kebutuhan.

Sekilas bentuk telur semuanya sama. Umumnya orang-orang hanya membedakan dari warna kulit atau cangkangnya saja. Misalnya, telur ayam berwarna coklat, telur burung puyuh berwarna hitam bermotif, dan sebagainya. Tapi bagaimana cara membedakan telur ayam jantan dan betina kalau warnanya sama? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Ini Bedanya Telur yang Jantan dan Betina!

Tak banyak yang bisa mengetahui bedanya telur jantan dan betina. Walaupun ia seorang peternak, kalau belum berpengalaman pasti masih sering tertukar jika tidak memperhatikannya betul. Di bawah ini adalah beberapa cara membedakan telur ayam jantan dan betina supaya tidak keliru:

1. Lihat Bentuknya

Bentuk telur yang lonjong dan ujungnya cenderung agak runcing kemungkinan besar adalah telur ayam jantan. Sedangkan kalau mendekati bulat sempurna merupakan bakal calon ayam betina. Jika mau memelihara ayam petarung, seringnya orang-orang memilih telur ayam yang lonjong sempurna. Ini diyakinkan sebagai karakter unik dari betinanya. Keakuratan cara deteksi ini sekitar 70% – 80%.

2. Gunakan Bandul

Gantungkan jarum dengan benang yang berfungsi sebagai bandul. Gantung di atas telur yang akan diprediksi dengan jarak sekitar 2 cm. Apabila ujung jarum berputar searah jarum jam, maka di dalamnya adalah ayam jantan. Sebaliknya, kalau berlawanan arah jarum jam artinya itu adalah telur ayam betina.

Ada juga yang menggunakan bandul cincin. Kalau cincin berputar di atas telur, maka itu adalah ayam betina. Namun kalau cincin hanya berayun berarti itu adalah telur ayam jantan. Untuk tingkat keakuratannya tidak ada yang bisa memastikan karena sebenarnya memang tidak terbukti secara ilmiah, namun banyak orang yang melakukannya.

Bedakan Telur yang Bisa Ditetaskan dan Tidak

Telur yang dihasilkan oleh ayam betina ada 2 macam, yaitu telur fertil dan infertil. Telur fertil merupakan hasil pembuahan antara ayam jantan dan betina. Sedangkan untuk telur infertil tidak dibuahi oleh pejantan sehingga kualitasnya buruk (tidak subur). Jika berada di suhu yang tepat dan dierami dengan baik, telur fertil akan menetas dalam 21 hari. Supaya menghasilkan anak ayam yang berkualitas, inilah caranya menentukan telur yang ditetaskan secara tepat:

1. Tenggelamkan ke Air

Sediakan air dalam wadah yang tinggi, bisa gelas yang diisi penuh air atau toples. Masukkan telur perlahan ke dalam wadah tersebut dan perhatikan beberapa saat. Kalau telur tenggelam artinya telur tersebut berkualitas baik karena isinya berat. Sedangkan kalau mengapung bisa jadi telur sudah busuk karena sudah ada penguraian atau isinya hanya gas.

2. Diteropong

Pilih telur yang sudah dierami induk selama lima hari. Teropong dari lampu atau senter. Bisa dibungkus dengan karton, pipa, atau apa saja sehingga membentuk sebuah lorong cahaya. Gelapkan ruangan sehingga sumber cahaya hanya dari lorong lampu tersebut.

Taruh telur di bawah cahaya dan perhatikan baik-baik apakah ada bintik hitam. Bintik itu merupakan embrio yang akan membesar seiring dengan berjalannya waktu dan menetas menjadi anak ayam.

3. Menggunakan Alat Khusus

Pada dasarnya cara kerja alat ini sama seperti membuat teropong sendiri dengan lampu. Hanya saja lebih bisa menyinari hampir seluruh bagian dalam telur. Alat ini disebut sebagai alat penopang sebab memang telur ditaruh di atasnya seperti sedang ditopang. Kini sudah banyak toko yang menjual alat tersebut dengan harga terjangkau sehingga pekerjaan jadi lebih mudah.

Itulah cara membedakan telur ayam jantan dan betina dan trik memilih telur yang baik untuk ditetaskan atau tidak. Adapun telur yang untuk dikonsumsi bisa menggunakan telur fertil dan infertile.

Meski anggapan ini masih mengundang perdebatan, namun selama telur tidak busuk memberikan nutrisi baik untuk tubuh. Jangan juga mengonsumsi telur yang sudah retak atau permukaannya berlendir karena terindikasi telur berjamur dan mengandung bakteri.

 

You May Also Like

About the Author: Yervi Hesna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *