Ciri Khusus dan Perkembangan Makhluk Hidup

Ciri Khusus dan Perkembangan Makhluk Hidup

Ciri Khusus Makhluk Hidup

  1. Makhluk hidup memiliki ciri khusus untuk dapat melangsungkan hidupnya.
  2. Kelelawar memiliki sistem sonar yang dapat menentukan arah gerak dan letak benda walaupun kondisi lingkungan yang gelap.
  3. Cicak memiliki kemampuan memutuskan ekor, dapat merayap di dinding dengan kaki yang beralur sejajar, serta lidah yang panjang untuk menangkap mangsanya.
  4. Bebek dapat berenang di air karena ciri khusus pada kakinya yang berselaput.
  5. Unta dapat hidup di lingkungan yang panas karena ciri khusus yang dimilikinya mulai dari punuk untuk menyimpan sari makanan, bulu mata yang panjang untuk menghalangi debu, kaki dan telapak kaki yang tebal supaya tidak terperosok di pasir serta berjalan di pasir yang sangat panas.
  6. Teratai memiliki daun yang lebar dan tipis, batang berongga, serta akar yang kuat menambat di dalam lumpur.
  7. Kaktus memiliki daun yang berbentuk duri, batang yang menggembung menjadi cadangan air, dan akar yang panjang untuk mencari air.
  8. Kantung semar mencerna serangga yang terperangkap untuk memenuhi kebutuhan nitrogen.

Perkembangan Makhluk Hidup

  1. Makhluk hidup berkembang biak untuk kelangsungan hidupnya agar keturunannya tidak punah.
  2. Secara umum, perkembangbiakan makhluk hidup dilakukan dengan dua cara, yaitu vegetatif (tidak kawin) dan generatif (kawin).
  3. Manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
  4. Perubahan fisik pada masa pubertas anak laki-laki dapat diamati, seperti suara membesar, tumbuh jakun, kumis, jambang. Sedangkan pada perempuan, yaitu perubahan pinggul membesar, payudara membesar.
  5. Tumbuhan berkembang biak dengan cara vegetatif yang dibagi menjadi vegetatif alami dan vegetatif buatan.

Perkembangbiakan vegetatif alami adalah perkembangbiakan secara tidak kawin pada tumbuhan yang terjadi dengan sendirinya tanpa bantuan manusia. Macam-macam perkembangbiakan vegetatif alami, antara lain :

  • Umbi batang

Kentang termasuk tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang. Umbi batang adalah batang yang tumbuh di dalam tanah dan ujungnya menggelembung menjadi umbi. Umbi batang tersebut sebenarnya merupakan cadangan makanan bagi tumbuhan itu. Pada permukaan umbi batang tumbuh sisik dan kuncup membentuk mata tunas.

  • Umbi lapis

Umbi lapis merupakan pelepah daun yang berlapis-lapis. Pada bagian atas umbi lapis tumbuh daun, sedangkan pada bagian bawah umbi lapis terdiri dari cakram dan akar serabut. Contoh tumbuhan yang memiliki umbi lapis, antara lain bawang merah, bawang putih, bunga bakung, dan bunga tulip.

  • Umbi akar

Umbi akar adalah akar yang membesar berisi cadangan makanan. Jika umbi ini ditanam bersama dengan pangkal batang maka akan tumbuh tunas. Tunas tersebut merupakan tumbuhan baru. Contoh tumbuhan yang memiliki umbi akar, antara lain dahlia, wortel, lobak, dan singkong.

  • Akar tinggal

Akar tinggal adalah batang yang seluruhnya berada dan tumbuh menjalar di permukaan tanah. Tunas tumbuhan baru tumbuh dari ketiak sisik setiap buku akar tinggal. Contoh tumbuhan yang memiliki akar tinggal, antara lain kunyit, jahe, lengkuas, dan kencur.

  • Geragih

Geragih atau stolon adalah batang yang tumbuh mendatar di permukaan tanah. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan cara geragih adalah antanan, arbei, rumput teki, dan strowberi.

  • Tunas

Tunas tumbuh dari batang yang terdapat di dalam tanah. Tunas muda menjadi tumbuhan baru dan tumbuh di sekitar induknya sehingga terbentuklah rumpun. Tunas ini tidak tergantung pada induknya. Walaupun induknya ditebang, tunas ini akan tumbuh terus. Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas, antara lain pisang, bambu, dan tebu.

  • Tunas adventif

Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh tidak di ujung batang dan ketiak daun. Tunas ini tumbuh di bagian tumbuhan yang biasanya tidak bertunas, seperti pada bagian daun dan akar. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adventif adalah cocor bebek, sukun, cemara, dan kersen/talok.

Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembangbiakan secara tidak kawin pada tumbuhan yang sengaja di lakukan oleh manusia atau dengan bantuan manusia. Macam-macam perkembangbiakan vegetatif buatan :

  • Mencangkok

Mencangkok adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara memotong dahan tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan dikotil atau biji berkeping dua, misalnya jeruk, jambu, mangga, rambutan,durian, dan sebagainya.

  • Menempel (okulasi)

Okulasi atau menempel adalah menempelkan mata tunas dari dua tanaman yang sejenis, tetapi berbeda sifat misalnya mangga manalagi dengan mangga arum manis. Pada dasarnya tujuan okulasi atau menempel sama dengan tujuan mengenten atau menyambung, yaitu menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki gabungan sifat unggul.

  • Menyambung/mengenten

Menyambung atau mengenten adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas dua tanaman yang sejenis. Tujuan menyambung adalah menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua tanaman sehingga diperoleh satu tanaman yang memiliki sifat-sifat unggul. Perhatikan contoh berikut!

Misalnya, ada dua tanaman mangga. Tanaman mangga pertama berakar kuat tetapi buahnya asam, sedangkan tanaman mangga kedua berakar lemah tetapi buahnya sangat manis. Untuk memperoleh pohon mangga yang berakar kuat dan berbuah manis, maka batang bawah dari tanaman mangga berakar kuat disambungkan dengan batang atas tanaman mangga yang berbuah manis.

  • Stek

Menyetek adalah memperbanyak tumbuhan dengan menancapkan atau menanam potongan-potongan batang tumbuhan induknya. Tumbuhan yang dapat distek antara lain ketela pohon, tebu, mawar, melati, dan kangkung.

  • Merunduk

Merunduk adalah memperbanyak tumbuhan dengan cara merundukan batang atau cabang ke tanah sehingga tumbuh akar. Setelah akarnya banyak cabang yang berhubungan dengan tumbuhan induk induk dipotong. Tumbuhan yang biasa dikembangbiakan antara lain alamanda, anyelir, apel, selada air, anggur dan sebagainya.

Perkembangbiakan vegetatif buatan pada tumbuhan memberikan beberapa keuntungan dan kerugian. Berikut beberapa keuntungan dan kerugian vegetative buatan.

  1. Sifat tumbuhan baru sama persis dengan sifat tumbuhan induknya. Jika tumbuhan unggul maka tumbuhan baru pun akan bersifat unggul.
  2. Cepat memberikan hasil jika dibandingkan dengan ditanam dengan bijinya.

Sedangkan kerugian vegetatif buatan adalah sebagai berikut.

  1. Tumbuhan yang diperbanyak secara vegetatif buatan tidak memiliki akar tunggang sehingga mudah tumbang.
  2. perkembangbiakan vegetatif buatan menghasilkan sedikit keturunan atau tumbuhan baru.
  3. merusak tumbuhan induk.
  4. Tumbuhan berkembang biak dengan cara generatif melalui penyerbukan pada bunga yang menghasilkan biji sebagai calon tumbuhan baru.
  5. Hewan berkembang biak dengan vegetatif, antara lain dengan cara membelah diri dan bertunas
  6. Hewan vivipar adalah hewan yang melahirkan anaknya.
  7. Hewan ovipar adalah hewan yang meletakkan telur di luar tubuh induk betina.

You May Also Like

About the Author: Yervi Hesna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *