4 Tips Welfie untuk Foto Keluarga saat Liburan yang Tak Akan Terlupakan

4 Tips Welfie untuk Foto Keluarga saat Liburan yang Tak Akan Terlupakan

1K
Foto keluarga di lokasi liburan? Wajib hukumnya! Pakai tip berikut supaya fotonya lebih bermakna!

Foto indah dan “bercerita” menjadi bukti momen-momen menyenangkan dan berkesan. Termasuk sebagai foto keluarga kenang-kenangan saat liburan. Betul nggak, Ma?

Facebook, blog, Flickr, dan sekarang, Instagram, Path dan Pinterest. Semakin beragam aplikasi digital dan media sosial yang tersedia untuk menampung hasrat berfoto kita ya, Ma. Apalagi ditambah dengan good old photo album dan juga scrapbook yang bisa dengan asyik kita bikin sendiri. Perjalanan traveling bersama keluarga pun makin seru!


Ini dia tip untuk mengabadikan momen liburan dan membuat foto keluarga yang akan membuat liburan tak terlupakan

1. Family in frame


Foto keluarga pertama yang harus Mama ambil adalah saat semua ada dalam satu frame.

So, ajak seluruh anggota keluarga berfoto bersama di lokasi liburan. Keberadaan orang-orang tersayang di dalam foto keluarga akan menghasilkan foto keluarga yang memorable dan siap dipajang di rumah.

Tonjolkan romantisme dengan suami atau bonding dengan si kecil, Ma. Jangan ragu minta tolong orang sekitar untuk mengambil gambar Mama sekeluarga. Kalau nggak pengin repot, ya, jangan ragu-ragu menggunakan tongsis atau tripod. Mama juga bisa mencari media datar lain di lokasi liburan untuk meletakkan kamera. Gunakan timer agar seluruh anggota keluarga dapat terekam dalam satu frame.

Atur posisi seluruh objek foto keluarga agar tak saling menutupi ya. Pastikan kamera diposisikan pada ketinggian dan angle yang pas, agar semua anggota keluarga bisa masuk ke dalam frame.


BACA JUGA


5 Tips Selfie Seru bareng Keluarga yang Bakalan Menghasilkan Foto Like-able di Media Sosial

5 Tips Selfie Seru bareng Keluarga yang Bakalan Menghasilkan Foto Like-able di Media Sosial

Kalau keluarga ngumpul, nggak lengkap kalau nggak selfie. Buat diunggah ke media sosial, biar eksis dan dapat like banyak, ternyata ada ...

Read more..


2. Foto candid


Agar hasil foto keluarga tampak natural, variasikan dengan konsep foto candid yang Mama dan si kecil nggak perlu selalu berpose.

“Curi” momen special secara tak terencana, misalnya saat si kecil asyik bermain air, mengejar burung, atau ketika si Papa dan si kecil sedang bersantai di pantai.

Sigaplah dalam membidik. Begitu ada momen bagus, langsung jepret! Nggak perlu memikirkan teknik-teknik pencahayaan yang rumit, fokuslah pada teknik yang simpel.

Gunakan fitur otomatis pada kamera untuk memudahkan. Masalah teknis, seperti gambar yang terlalu terang atau gelap, dapat disiasati dengan editing kan, Ma? Nggak perlu harus selalu memotret dengan kamera pada posisi sejajar mata. Kamera bisa diletakkan sejajar dengan pinggang atau dada saat mengambil gambar. Untuk itu memang butuh pengalaman dan keberuntungan untuk mendapatkan gambar yang pas.


3. Tangkap setiap gerakan


Yes, gaya sangat penting, agar foto keluarga Mama tampak unik dan bercerita.

So, jadilah pengarah gaya, Ma. Hindari gaya berfoto yang statis dan kaku. Apalagi jika objek fotonya adalah anak-anak yang lasak.

Gunakan teknik high speed continuous drive, yaitu kamera dapat membidik 3-5 gambar per detik. Kamera jenis DSLR biasanya dilengkapi dengan teknik ini, Ma, dengan kecepatan memotret resolusi penuh dan format RAW atau RAW + JPEG.

Gunakan fitur digital image stabilizer (DIS Mode) kalau Mama punya kamera digital non DSLR, untuk mengurangi efek blur. Namun, stabilizer ini hanya untuk mengompensasi goyangan tangan (handshake) ya, bukan gerakan objek. Penggunaannya nggak otomatis membuat foto yang diambil pada kecepatan rendah menjadi bebas blur. Namun, seenggaknya sih, risiko blur bisa diperkecillah ya. Gunakan tripod untuk pemotretan dengan shutter 0.5 detik atau lebih lambat.


4. Jadikan sebagai rangkaian cerita


Pikirkan sebuah photo story ketika Mama merancang acara traveling keluarga.

Photo story merupakan rangkaian, episode dan kumpulan foto-foto yang saling terkait dan memiliki benang merah, sehingga keseluruhan cerita yang ditampilkan melalui foto-foto tersebut menjadi utuh.

Kalau Mama dan si kecil berlibur naik kendaraan pribadi, abadikan momen mulai dari persiapan keberangkatan, kejadian selama di perjalanan, hingga aktivitas di lokasi liburan.

Hasil foto keluarga nanti akan bercerita dengan indah dan urut, memudahkan Mama saat menyusunnya di dalam album atau scrapbook dengan tambahan narasi yang menguatkan cerita foto tersebut.



Nah, itu dia beberapa tip membuat foto keluarga selama liburan agar kenangannya jadi tak terlupakan. It's not the camera, Ma. It's the man behind the gun, jika Mama ingin bisa membuat foto keluarga yang menarik. Bukan kameranya yang penting, tapi seberapa kreatifkah Mama dalam mengambil gambar yang akan membuat sebuah foto menjadi bermakna.

Selamat liburan, Mama!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "4 Tips Welfie untuk Foto Keluarga saat Liburan yang Tak Akan Terlupakan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar