5 Tren Kecantikan Tahun 2018 Ini akan Sedikit Membuat Mama Keluar dari 'Jalur' Kecantikan yang Selama Ini Dilakukan!

5 Tren Kecantikan Tahun 2018 Ini akan Sedikit Membuat Mama Keluar dari 'Jalur' Kecantikan yang Selama Ini Dilakukan!

5 Tren Kecantikan Tahun 2018 Ini akan Sedikit Membuat Mama Keluar dari 'Jalur' Kecantikan yang Selama Ini Dilakukan!

495
Inilah tren kecantikan tahun 2018 yang perlu Mama tahu.

Tahun 2017, merupakan tahun transformasi bagi tren kecantikan. Kylie Jenner, Glossier dan Pat McGrath Labs menunjukkan pada kita bahwa kekuatan media sosial sangat berperan dalam membangun branding di digital age sekarang ini.

Ditambah lagi, savvy collaborations seperti, Gigi Hadid x Maybelline, Balmain x L’Oreal, Nars x Man Ray, sekali lagi membuktikan bahwa kolaborasi seperti ini sangat efisien dalam brand awareness maupun penjualan! Nggak hanya itu, dari Korea Selatan pun membuktikan bahwa produk skincare yang mereka miliki bisa mempunyai legions of fans!

Gilak keren abis dah, salut bener untuk produk Korea. Setuju nggak, Ma?

Saya yakin deh Mama pasti suka terlena jika melihat review skincare dari Suhay Salim, menunggu swatch lipstik terbaru dari akun Instagram @lippielust, mupeng berat melihat beragam foundation atau highlight dari Fenty Beauty yang ngehits di kalangan beauty addict, hingga rela ikutan pre order untuk skincare dari Korea.

Nggak bisa dimungkiri pangsa pasar untuk kecantikan laris manis. Online shop banjir orderan, tak ketinggalan barang KW pun rela dibeli demi mencoba brand sekelas Kylie, Huda Beauty hingga Fenty.

Lalu, bagaimana nih dengan tren kecantikan di tahun 2018 ini? Apa kurvanya akan terus naik, stabil atau malah menurun? Apa skincare dari Korea akan terus bertahan di puncak?

Well, let’s see, Ma!


Rocking Mama mencatat ada 5 hal yang menjadi kunci global movements kecantikan di tahun 2018.

1. K-beauty akan memberi ruang untuk hadirnya J-beauty

sumber : dramafever

Memiliki wajah mulus, kinclong seperti perempuan Korea adalah beauty goals! Siapa coba yang nggak pengin wajah seperti Song Hye Kyo? I guess noone!

FYI nih, Ma, tahun 2017 permintaan akan produk perawatan kulit dan make up dari Korea--seperti think shee masks infused with snail mucin and cactus, creamy compact cushion dan powerful hybrid essences--terus meningkat, dengan angka penjualan sebesar 66% di seluruh dunia.

Demikian menurut Larissa Jensen, Global Executive Director and Beauty Industry Analyst di NPD. Permintaan untuk K-beauty tidak menunjukkan tanda-tanda melambat tahun ini, sebaliknya terus meningkat tajam seiring dengan “glass skin” trend.

Namun, K-beauty harus siap menghadapi persaingan ketat dari J-beauty di tahun ini juga, Ma.

“Begitu banyak yang menarik di K-beauty yang aslinya berasal dari Jepang,” jelas Anna-Marie Solowij, mantan direktur kecantikan Vogue Inggris, dan salah satu pendiri ritel Beauty mart.

Lanjutnya lagi, seiring dengan pulihnya ekonomi Jepang, hal ini akan mengantarkan negeri sakura untuk menegaskan kembali posisi mereka di ranah kecantikan.

Victoria Buchanan, peneliti strategis di The Future Laboratory, juga meramalkan bahwa prinsip klasik kecantikan Jepang seperti kanso, shibui dan seijaku akan hadir lagi di tahun ini.



2. “Natural” will give way to “clean”

Kesadaran akan hidup sehat sudah mulai menyentuh bagian fisik, mental dan spiritual. Dan sekarang adalah waktu yang tepat juga untuk menerapkannya dalam produk kecantikan.

Istilah “clean” bukan berarti “natural”, memang sih agak sedikit ambigu ya, Ma.

“Produk dan brand yang bebas dari bahan berbahaya disebut “clean”,” jelas Jensen. Bahan-bahan yang berbahaya ini misalnya seperti, silikon, paraben, sulfat (khususnya SLS). Sebuah brand bisa dikatakan “clean” tanpa harus menjadi “natural”.

Okay, got it, Ma?

Keinginan untuk mendapatkan produk “clean” nggak serta merta Mama menjadi “natural” consumer. Ini bisa dibilang nggak relevan karena pada umumnya orang-orang menginginkan “clean”.


3. Your beauty regime will be simplified

sumber : elleuk

Terlepas dari pengaruh K-beauty, tahun ini diramalkan akan muncul kategori baru kecantikan yang meliputi essences, ampul, overnighters dan secara bersamaan kehadiran beauty movement ini akan merujuk pada satu benang merah, yaitu disederhanakan.

Jadi, apabila selama ini Mama menggunakan produk kecantikan dengan banyak langkah, nah, sekarang sudah masuk pada era produk yang disederhanakan, Ma. Gitu maksudnya.

Ini bisa Mama lihat pada produk Lixir. Tahun 2017, Lixir meluncurkan satu krim yang disebut Universal Emulsion, yang menyatukan day cream, night cream dan primer dalam satu kemasan. Dan produk tersebut sangat booming. Hingga muncul statement, bahwa kemunculan produk tersebut merupakan ‘kematian’ bagi rutinitas nan kompleks dan panjang dalam perawatan kulit.

Kalau ditanya apa sih perbedaan produk baru tersebut dengan yang lama? Jawabannya adalah formula! Perkembangan teknologilah yang bisa menyederhanakan sebuah produk kompleks menjadi produk praktis 3-in-1.


BACA JUGA


4 Beauty Vlogger Indonesia Ini Berbagi Tips Kecantikan yang Bisa Mama Sontek Untuk Penampilan Maksimal Setiap Hari

4 Beauty Vlogger Indonesia Ini Berbagi Tips Kecantikan yang Bisa Mama Sontek Untuk Penampilan Maksimal Setiap Hari

Beauty vlogger Indonesia ini selalu mengundang decak kagum termasuk dari para Mama, bukan? Kecantikan mereka, cara menyajikan video yang ...

Read more..


4. Produk akan memerangi polusi

Berikutnya ada pada produk-produk anti polusi. Well, kita bisa berterima kasih ke polusi ya, Ma, berkat ‘mereka’ makin banyak brand yang peduli dan mengeluarkan produk anti polusi.

Di Inggris saja, penjualan produk perawatan kulit anti polusi sudah meraup keuntungan sebesar 3,1 juta poundsterling di paruh kedua tahun 2017. Well, let's see pergerakannya di tahun 2018 ini.


5. Brands will more inclusive

Fenty Beauty

Isu seputar politik, ekonomi dan agama--dari Trump di Amerika, hingga Brexit di Eropa, ancaman nuklir di Asia dan terus berlanjut di Timur Tengah--telah menyebabkan kita melihat lebih dekat keragaman dan inklusivitas, menjadikannya fokus utama di tahun 2017.

Mama bisa lihat ketika launching Fenty Beauty all shade milik Rihanna, sekarang brand tersebut memimpin dalam beauty conversation. Memang nggak dapat dimungkiri sih, bahwa nama besar Rihanna mendongkrak penjualan brand miliknya.

Menurut laporan Tribe Dynamics Cosmetics, merek tersebut menghasilkan $72 juta di bulan pertamanya. Hasil ini juga membungkam Naysayers industri yang selama bertahun-tahun menyindir bahwa “black doesn’t sell”. Wow, kok rasanya rasis ya? Tapi ya, begitulah adanya.

Fenty beauty telah menetapkan satu tone dalam industri kecantikan. Yup, brand milik Rihanna ini telah memberikan sebuah servis, fasilitas akan kebutuhan semua perempuan dengan menghadirkan puluhan shade foundation sehingga menjadi sorotan karena caranya nggak dimiliki merek lain!

June Jensen, direktur NPD Beauty UK juga menegaskan akan pengaruh Fenty ini. “Sangat mengharapkan bisa melihat lebih banyak lagi merek yang mengikuti strategi ini di tahun 2018.”


BACA JUGA


New Make Up Trend: Squiggle Eyebrow dan Wavy Lips - Dare to Try, Mama?

New Make Up Trend: Squiggle Eyebrow dan Wavy Lips - Dare to Try, Mama?

Make up memang layaknya seni sekarang ini. Semakin banyak make up artist yang kreatif pula. New trend pun semakin berkembang

Read more..


Well, tahun 2018 sudah berjalan, dan masih ada sepuluh bulan ke depan untuk melihat tren kecantikan 2018 ini, apakah benar-benar terjadi atau tidak.

Tapi, setidaknya K-beauty masih terus diincar, begitu pun dengan Fenty beauty!

*brb scroll Instagram for more products from K-beauty and Fenty*


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "5 Tren Kecantikan Tahun 2018 Ini akan Sedikit Membuat Mama Keluar dari 'Jalur' Kecantikan yang Selama Ini Dilakukan!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Ranny Afandi | @rannyafandi

Content creator. Aquarian. Movie lover. Bookaholic. Read my stories at www.hujanpelangi.com | Find me on IG & twitter : @rannyrainy

Silahkan login untuk memberi komentar