7 Alasan Tersembunyi Para Istri yang Harus Diketahui Para Suami Mengapa Kami Menunjukkan Puncak yang Palsu

7 Alasan Tersembunyi Para Istri yang Harus Diketahui Para Suami Mengapa Kami Menunjukkan Puncak yang Palsu

7 Alasan Tersembunyi Para Istri yang Harus Diketahui Para Suami Mengapa Kami Menunjukkan Puncak yang Palsu

92.6K
Para istri kerap "berbohong" pada suami, termasuk dalam hubungan suami istri

Ya, dalam hubungan suami istri, kami, para istri mengakui kalau kerap melakukan fake orgasm. Mengapa? Bukankah itu berarti para istri ini telah menipu para suami?


Well, lebih baik ketahui dulu alasannya karena memang banyak yang menjadi penyebab, mengapa para istri melakukannya


1. Kami terlalu malu untuk mengungkapkan apa yang kami suka


Kadangkala kami hanya melakukan saja apa yang menjadi posisi favorit para suami, karena toh kami juga tak diberi kesempatan untuk “bermain” di posisi favorit kami. Bahkan mungkin beberapa dari kami tidak tahu, posisi seperti apa yang menjadi favorit kami. Karena hampir tak ada kesempatan untuk mengeksplorasinya.

Perempuan, dari dulu dididik untuk malu-malu mengungkapkan apa yang ada di kepalanya, hingga tanpa sadar kadang membuat kami pun tak bisa menyatakan pendapat saat berada di kasur.

Ya, bahkan dengan suami sendiri, di mana seharusnya para istri tak punya rahasia dan bisa bebas menyatakan keinginan.


BACA JUGA


Demi Kesehatan Hubungan Suami Istri, Cobalah Mengonsumsi 9 Herbal Alami Ini, Ma!

Demi Kesehatan Hubungan Suami Istri, Cobalah Mengonsumsi 9 Herbal Alami Ini, Ma!

Mencapai hubungan suami istri yang berkualitas memerlukan usaha dan kerja keras ya, baik dari suami maupun dari istri, karena ini memang ...

Read more..


2. Kami juga kadang masih kurang distimulasi


Foreplay rules! Hanya saja, kadang para suami sudah keburu pengin menikmati main course, sehingga appetizer hanya bisa dinikmati sebentar saja.

Duh, padahal kami baru saja mulai keenakan, tiba-tiba sudah harus ikutan lanjut ke hidangan main course. Hiks. Mau protes, tapi kok nanti malah membuat para suami down dan nggak bergairah lagi.


3. Tubuh kami tidak sekencang Kim Kardashian


Lihat perut yang sudah pernah mengandung enam orang anak ini? Lengan yang kini sebesar pentungan baseball ini? Paha dengan selulit-selulitnya?

Untuk mencapai kepuasan, para istri butuh untuk merasa menarik. Namun semua itu susah dicapai, karena kami kerap dibayang-bayangi bentuk tubuh ideal Kim Kardashian, Scarlett Johansson ataupun Miranda Kerr. Anggapan bahwa pria lebih suka payudara besar, pinggang kecil, dan pinggul berisi ala gitar Spanyol selalu menghantui.


4. Kami sedang dalam kondisi tertekan atau kurang mood


Para istri dianggap kurang melayani jika tidak menuruti ajakan suami, padahal bisa saja saat itu kami sedang dalam kondisi stres akan suatu hal, atau kurang mood.

Mood pria lebih bisa di-boost up dengan seks. Saat mereka dalam kondisi tertekan, misalnya di kantor, mereka akan merasa lebih enak dan nyaman kalau kemudian bisa berhubungan seks dengan istrinya. Tapi tidak semua istri bisa mengalami hal yang sama. Beberapa dari kami harus berada dalam mood yang baik, kondisi psikologis yang baik lebih dulu sebelum bisa menikmati hubungan tersebut.

Dan, sayangnya, beberapa di antara kami semacam menganggap bahwa ritual ini sebatas kewajiban istri pada suami, dan bukannya saat-saat indah menjalin keintiman suami istri. Agar suami lebih puas dan mood-nya membaik, maka kami pun berpura-pura mengalami puncak dahsyat yang sama.


BACA JUGA


Pasangan Suami Istri Sering Melakukan 6 Kebiasaan Perusak Hubungan Rumah Tangga Ini. Pastikan Mama dan Papa Tak Melakukannya!

Pasangan Suami Istri Sering Melakukan 6 Kebiasaan Perusak Hubungan Rumah Tangga Ini. Pastikan Mama dan Papa Tak Melakukannya!

Menjadi suami istri memang tidak mudah, tapi menjalaninya dengan penuh kerja sama akan menjadikannya terasa mudah

Read more..


5. His technique is lacking


Kadang pria memang punya kepercayaan diri yang terlalu tinggi. Well, mungkin juga bisa dibilang itu sebagian karena kesalahan kami. Lebih tepatnya, mengacu pada alasan nomor satu di atas, karena kami tak bisa berterus terang saat kami kurang puas, sehingga suami menganggap semua baik-baik saja and we’re both happy. Padahal ....


6. Terlalu lama


Rasa frustrasi kadang ikut menghantui kami saat permainan terlalu lama namun tak juga sampai di puncak. Berbagai pertanyaan lantas muncul. Apakah kami kurang oke permainannya? Ada apa dengan kami? Aduh, buruan, keburu anak-anak bangun!

Maka, permainan pun hanya sekadar permainan. Saat terlalu lama, kami pun jadi terpacu untuk segera menyudahinya.

Besok kita coba lagi saja ya, Sayang?


7. Sex is sometimes painful


Ya, ada saatnya sex is painful buat kami. Terutama jika kami sedang ada masalah kesehatan. Seperti menjelang datang bulan.

Meski ada banyak saran yang mengatakan, bahwa sehari sebelum datang bulan adalah waktu yang tepat untuk berhubungan, namun rasa sakit itu kadang tetap mengganggu. Kami tidak bisa menikmati hubungan dengan rasa sakit tersebut. Kami hanya ingin segera mengakhirinya dengan cepat karena kami memang tidak nyaman karenanya.


BACA JUGA


Semakin Rekatkan Hubungan Suami Istri dengan Beberapa Ritual Sebelum dan Sesudah Bercinta Ini Yuk, Ma, Pa!

Semakin Rekatkan Hubungan Suami Istri dengan Beberapa Ritual Sebelum dan Sesudah Bercinta Ini Yuk, Ma, Pa!

Hubungan suami istri yang hanya menjadi rutinitas, dan dianggap tugas atau kewajiban, lama kelamaan bakalan membosankan! Coba rasakan ...

Read more..


Pada umumnya, perempuan memang makhluk emosional. Para istri mengutamakan perasaan ketimbang logika, terutama bila berhubungan dengan orang yang sangat dicintai.

Ya, kami rela mengorbankan apa saja, bahkan hingga ke hal-hal yang berhubungan dengan puncak kenikmatan sebuah hubungan. Kami sadar, fake orgasm itu tak baik, karena itu sama saja dengan membohongi pasangan kami. Mereka akan berpikir semua baik-baik saja, padahal sebenarnya tidak.

Sementara kami sering menyadari bahwa puncak itu tak akan pernah datang, pasangan kami begitu berusaha membahagiakan kami. Maka dari itu, kami pun berpura-pura berada di puncak yang sama dengannya.

Penelitian memang membuktikan, bahwa 75% perempuan sering melakukan fake orgasme saat berhubungan intim dengan pasangannya. Lebih ironisnya, dari semua alasan yang sudah ditulis di atas, semua punya inti yang sama, yaitu karena perempuan sangat mencintai suaminya. Para istri ini tak mau menyakiti mereka, dan ingin suaminya selalu bahagia.

Namun, keep in mind that women can still enjoy sex without having an orgasm. Maka, alasan-alasan di atas bukanlah merupakan alasan bahwa kami tidak menikmati hubungan. Kami sangat menikmatinya.

It's just that ... oh well ...


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "7 Alasan Tersembunyi Para Istri yang Harus Diketahui Para Suami Mengapa Kami Menunjukkan Puncak yang Palsu". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Carolina Ratri | @carolinaratri

An INFJ-T sarcastic sagittarian Managing Editor of Rocking Mama. Deeply passionate about writings, graphic designs, hand-drawings, and hand-letterings. Read her journal at www.CarolinaRatri.com

Silahkan login untuk memberi komentar