Begini Cara Mendidik Anak Agar Mau Mendengarkan Kata-Kata Mama dan Jadi Anak Penurut

Begini Cara Mendidik Anak Agar Mau Mendengarkan Kata-Kata Mama dan Jadi Anak Penurut

1.5K
Anak-anak sering melawan, dan tidak mendengarkan omongan Mama. Hmmm. Mungkin saja ada kesalahan dalam cara mendidik anak dari Mama.

Semakin banyak mama yang suka mengeluhkan kenakalan anak-anak zaman now, yang memang rasanya lebih aktif dibanding zaman old.

Bagaimana tidak? Zaman kita dulu, permainan bisa diawasi dengan kasatmata oleh para orang tua. Main dakon, main bekel, sampai main petak umpet pun masih dalam jangkauan penglihatan. Tapi sekarang? Mama harus berjuang melirik-lirik gawai saat anak-anak memegangnya. Khawatir mereka berinteraksi dengan situs yang aneh-aneh!

Selain tantangan itu, kids zaman now ini, entah mengapa lebih suka mengacuhkan juga membantah, ya? Perasaan dulu, saat orang tua sudah menggelegar bicara, Mama jadi serasa menciut dan bergidik ketakutan. Sekarang, Mama sudah sampai menjerit-jerit pun, mereka cuek saja. Hadeuuh!

Baiklah, Ma, untuk masalah itu, saya coba merangkumkan solusinya, ya.


BACA JUGA


Ayah Mark Zuckerberg Berbagi Cerita Mengenai Pengalamannya Mendidik Jiwa Enterpreneurship pada Anaknya - Sontek Yuk, Ma!

Ayah Mark Zuckerberg Berbagi Cerita Mengenai Pengalamannya Mendidik Jiwa Enterpreneurship pada Anaknya - Sontek Yuk, Ma!

Siapa yang tak kenal Mark Zuckerberg? Sang miliuner muda, pendiri Facebook itu, kini telah menjadi salah satu orang tersukses di dunia. ...

Read more..


Ini dia 4 cara mendidik anak supaya mereka benar-benar mendengarkan Mama, dan tidak hanya membuat suara Mama masuk telinga kiri dan keluar lagi di telinga kanan

1. Membiarkannya berlaku sesukanya

Menurut Psikolog Anak, Rose Mini, M.Si, 1000 hari pertama dalam hidup anak adalah masa-masa keemasan. Dalam masa ini, adalah 'pelanggaran' hukum alam bila membuat anak-anak duduk diam dan belajar. Otak mereka sedang pesat-pesatnya berkembang, sehingga cenderung tidak mendengarkan nasihat atau arahan. Mama tau sendiri kan, bagaimana kelakuannya anak umur kurang dari 3 tahun? Disuruh lari malah diam melihat-lihat mainan, disuruh diam malah berlarian ke sana ke mari.

Jadi, jangan terlalu memaksakan anak untuk diam dan tenang, tapi biarkan mereka berbuat sesukanya, karena di sanalah mereka menemukan pelajarannya.

Buat saya pribadi, selama anak tidak membahayakan dirinya sendiri atau orang lain, tidak melakukan sesuatu yang melanggar norma, Mama cukup senyum dan melapangkan dada saja, ya.

Dengan demikian, anak akan menjadi lebih nyaman dengan Mama, dan akan mendengarkan Mama jika memang Mama tidak mengizinkannya melakukan sesuatu.


2. Bernegosiasi

Saya sering melakukannya dengan anak-anak. Menurut situs Empowering Parents, banyak orang tua yang melakukan teknik ini saat menemui jalan buntu dengan anak-anaknya.

“Negotiating is an important life skill. By definition, it means coming to an agreement through discussion. It’s about finding a middle or common ground.”

Untuk anak-anak yang sudah lebih besar, teknik ini cukup ampuh dan efektif. Jadi, agar suara Mama didengar dan mereka menuruti kemauan Mama, biasakanlah bernegosiasi, demi mencapai kesepakatan yang menguntungkan bersama.

Ada banyak hal yang perlu dinegosiasikan bersama anak-anak, salah satunya adalah tentang waktu. Ini penting, karena setiap orang butuh jeda waktu untuk beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya. Misalnya si kakak sedang asyik bermain dengan PlayStation-nya, dan Mama meminta untuk mandi agar tidak telat mengikuti kursus Robotic-nya.

Daripada hanya berteriak, “Ayo mandi, Nak!" padanya setiap 3 menit, lebih baik Mama mendatanginya. Katakan baik-baik padanya, “Sudah jam 3, dan kursus Robotic-nya mulai jam 4. Kakak harus mandi. Selesaikan games-nya, terus kita mandi 5 menit lagi, ya.”

Negosiasi lain misalnya dalam hal mengabulkan keinginan. Namanya anak-anak, suka banyak maunya dan semuanya ingin dikabulkan. Bila keinginannya belum bisa diwujudkan, daripada terus beradu argumen dengannya dengan mengatakan tidak, tawarkan padanya sebuah kesepakatan.

“Adik boleh beli slime, Mama malah mau belikan 2 buah. Asalkan bermainnya di luar dan tidak menempel di baju.”

Tidak ada hasil akhir yang sempurna, Ma, begitu pula dalam masalah negosiasi ini.

Kadang berakhir dengan si kakak tetap terlambat les, dan baju adik tetap berlumuran slime yang lengket. Lagi-lagi kita juga yang stres ya? Hehehe.

Namun dengan bernegosiasi, Mama sudah mendidik anak untuk mengerti bahwa ada pihak yang dirugikan bila pihak lainnya tidak menjalankan aturan yang disepakati.


BACA JUGA


Begini 7 Cara Berbicara Pada Balita Mama agar Mereka Mau Mendengarkan dan Memahami Maksud Mama

Begini 7 Cara Berbicara Pada Balita Mama agar Mereka Mau Mendengarkan dan Memahami Maksud Mama

Namanya balita, perlu cara berbicara khusus, supaya mereka mau mendengarkan kata-kata Mama dan memahaminya. Gimana caranya

Read more..


3. Tidak NATO- No Action Talk Only

Bila Mama tetap menemui jalan buntu saat mendidik anak untuk mendengarkan Mama, coba berinstrospeksi diri. Jangan-jangan Mama sendiri yang mencontohkannya demikian? Aa’ Gym, ustaz terkenal yang suka ‘ngebodor’ dalam ceramahnya pernah bercerita yang kurang lebih begini,

“Ada Mama yang anaknya sedang minta perhatian, dan Mama itu menjawab dengan lembut, 'Sabar sebentar, Nak.' sambil tetap main gadget. Anaknya terus merengek dan akhirnya si Mama kesal dan berteriak, 'Dibilang sabar sebentar ya sabar! Kamu denger Mama nggak?!', dan si anak pun menangis.”

Bagaimana anak bisa belajar sabar, jika mamanya sendiri berteriak-teriak atas nama ‘sabar’?

Dari sana, yuk, mengingat-ingat kembali, apakah yang dilakukan anak-anak sehingga tidak mendengarkan Mama itu adalah hasil tiruan?

Sudah tahu kan, kalau anak-anak itu peniru ulung? Mungkin saja mereka menolak mendengarkan nasihat Mama tentang perilaku bullying, karena Mama pun tidak bersedia mendengarkan cerita-ceritanya saat ada teman yang di-bully.

Atau, bisa jadi anak-anak tidak ingat sama sekali pada omongan Mama tentang menabung, karena seringkali menemani Mama berbelanja tanpa daftar belanjaan dan mengambil barang sesuka hati tanpa melihat harganya?

Yang satu ini, saya masih harus belajar banyak lagi deh. Hahaha. Mama jugakah?


4. Perhatikan perasaannya

Adik ipar saya pernah--sambil mengobrol--mengajak anaknya pulang. Wajar saja, karena sudah sore dan kami semua memang keasyikan main di rumah neneknya para cucu.

Waktu itu, anak-anak terlihat sedang berkerumun, memandangi gawai yang sedang online sebuah game menarik. Keponakan saya, anak si adik ipar, sedang menunggu gilirannya bermain, setelah mengantre 6 orang! Dan mamanya, sambil masih asyik mengobrol, berteriak memintanya untuk pulang.

Ketika sang mama mulai habis sabar karena ajakannya tidak didengar, ia mulai mengomeli anaknya. Si anak menangis tersedu-sedu, mengetahui bahwa penantiannya bermain online games ada di ujung tanduk. Saya tidak tega, dan menghampiri adik ipar dan berkata,

“Andy sedang menunggu giliran main. Sudah nunggu setengah jam, dan jatah mainnya cuma lima menit. Biarin aja dulu ...”

Yah, Mama tahu kan, bagaimana hancurnya perasaan Andy bila pengorbanan menunggunya berakhir sia-sia?


BACA JUGA


Komunikasi dengan Anak Tak Sekadar Hanya Menasihatinya. Ayo, Lihat Kembali, Seberapa Sering Mama Memberinya Pujian?

Komunikasi dengan Anak Tak Sekadar Hanya Menasihatinya. Ayo, Lihat Kembali, Seberapa Sering Mama Memberinya Pujian?

Komunikasi dengan anak memang tak hanya berhenti pada memberinya nasihat, masukan, bahkan juga kritik, tetapi juga dalam bentuk pujian

Read more..


Nah, Ma, ternyata banyak juga ya, kesalahan kita yang menyebabkan anak-anak tidak mau mendengarkan mamanya.

Yuk, kita sama-sama belajar lebih banyak lagi agar bisa mendidik anak, dan membimbing mereka dengan lebih baik lagi. Dengan keinginan keras untuk mencari yang terbaik bagi para buah hati, niscaya mereka akan tumbuh kembang menjadi anak-anak penurut yang juga memperhatikan mamanya.

Semangat, Ma!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Begini Cara Mendidik Anak Agar Mau Mendengarkan Kata-Kata Mama dan Jadi Anak Penurut". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


PutuAyu Winayasari | @ayuwinayasari

A whole-hearted writer. A caring teacher. A Rocking Mama. A loving wife-daughter. Visit me at [email protected] Reach me at [email protected] Or just come by to LIA-Bandung to have some bakso with me :)

Silahkan login untuk memberi komentar