Contohkan 4 Hal Berikut Ini untuk Membentuk Perilaku Baik pada Anak!

Contohkan 4 Hal Berikut Ini untuk Membentuk Perilaku Baik pada Anak!

1.6K
Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.

Mama, pernahkah mendengar anak-anak yang berbicara kasar dan tidak pantas untuk seumurannya? Atau berperilaku buruk yang lainnya?

Ckckck. Tentu yang bisa kita lakukan hanyalah geleng-geleng kepala. Iya nggak? Lalu, seandainya yang melakukan itu adalah anak kita, apa yang akan kita lakukan untuk menghentikannya? Membentaknya? Mencubitnya?

Sebagian dari kita selalu berkilah, bahwa yang kita lakukan itu demi kebaikan anak. Supaya dia mengerti bahwa dia salah, dan supaya dia tak mengulanginya lagi. Tapi, apa iya, tindakan yang kita lakukan itu akan menimbulkan efek jera seperti yang kita harapkan?

Banyak penelitian mengungkapkan bahwa tindakan 'penghukuman' dengan kekerasan seperti ini justru malah akan memperburuk sikap anak.

Ya, Mama, jangan melakukan bertindak dengan kekerasan, meski itu hanya sebuah bentakan. Selain akan melukai perasaan dan batin anak, kekerasan seperti itu membuat kita jadi setali tiga uang dengan anak-anak. Apa yang bisa mereka ambil sebagai contoh, kalau kita sendiri juga berperilaku buruk? Anak-anak sendiri bisa jadi malah berbalik bersikap memusuhi kita, seperti enggan untuk diajak berbaikan, atau sikap buruknya malah makin parah. Mama ingat kan, pepatah yang menyebutkan bahwa anak seperti kaset rekaman atas semua yang kita contohkan. Tak hanya kita, setelah mereka berteman dan bersosialisasi pun kemudian pasti ada pengaruh luar yang datang padanya. Sudah pasti ya, apa yang terjadi di luar rumah akan juga menjadi referensi perkembangan sikap dan tingkah lakunya.

Namun, tetap saja, rumah merupakan sekolah pertama. Maka dari itu, Mama yang baik akan bersikap baik kepada anaknya.

Ah, memang, Ma. Kata siapa, jadi orangtua itu gampang? Tak pernah ada kamus, buku teks ataupun sekolah menjadi orangtua. Tapi, kita selalu bisa kok memberikan contoh bagaimana bersikap baik pada anak-anak, dan bersikap baik itu bukan hanya memuji ketika anak berhasil melakukan sesuatu, tetapi juga mencontohkan hal-hal lain. Setidaknya ada 4 hal ini yang bisa kita contohkan pada anak-anak.


1. Prestasi


Kita bisa memberinya pujian bahwa dia sudah melakukan sesuatu yang hebat. Tidak harus menjadi ranking pertama di kelas. Bahkan ketika kita minta bantuan mengambikan air minum, dan dia tidak mengeluh pun, itu rasanya sudah sangat cukup. Yang kemarin nggak mau diajak beres-beres mainannya sendiri, hari ini sudah mau beresin sendiri mainannya. Ah, sudah keren banget kan?


2. Masalah dan kesalahan


Tidak ada manusia bahkan seorang Mama yang berprestasi pun yang tidak melakukan kesalahan. Mengajarkan meminta maaf, menegur dan menasihati merupakan tindakan tepat dan terpuji. Dan, kemudian alangkah lebih baiknya jika kita bisa menawarkan solusi untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukannya, ataupun solusi menyelesaikan masalah.


3. Menasihati dengan bijak


Terkadang karena Mama lebih banyak pengalaman dan ingin mengajari anak, Mama lantas menasihati di sembarang tempat. Padahal menasihati tidak harus ketika dia melakukan kesalahan saja, apalagi di depan teman-temannya. Hal tersebut bisa mempermalukannya, Ma. Bisa membunuh rasa percaya dirinya, seolah-olah dia itu bodoh atau ceroboh dan lain sebagainya. Duh, jangan sampai Mama membunuh karakternya tanpa Mama sadari seperti ini ya. Menasihati nggak harus di tempat dan saat itu juga, Ma. Mama bisa melakukannya di lain waktu secara lebih pribadi.


3. Bertimbang rasa


Anak Mama bisa diajak untuk bertimbang rasa mulai dari hal terkecil, misalnya tidak berteriak saat meminta sesuatu hingga mengajari untuk antre dengan tertib di tempat umum. Atau juga, seperti tidak selalu meluluskan permintaan, kecuali yang benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat.


4. Marah di waktu dan tempat dan cara yang benar.


Bukan berarti nggak boleh marah sama sekali ya, Ma.

Marah itu perlu karena dengan membiarkannya meluapkan rasa amarah kita akan bisa mengasah rasa empati dan simpati anak dengan lebih baik. Tetapi tidak dengan marah di tempat umum, atau cara marah yang frontal dan tak terkendali.


Menjadi orangtua berarti siap untuk belajar sesuatu setiap hari, bahkan setiap menit. Belajar dari mana saja, dari kehidupan sehari-hari, dari orang-orang di sekitar kita, bahkan dari buah hati kita sekalipun.

Mari belajar setiap hari untuk menjadi baik, dan menularkan hal-hal baik untuk buah hati. Makin bertambah umur sebaiknya Mama menjadi bertambah pandai dan bijak.

Salam sayang untuk para Mama.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Contohkan 4 Hal Berikut Ini untuk Membentuk Perilaku Baik pada Anak!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nurlaeli Umar | @nurlaeliumar318

Silahkan login untuk memberi komentar